Assalamu alaikum,
Emirsyah Satar dari Sulik Aie. Rinaldi Firmansyah mande Selayo/Solok, apaknyo Pariaman. Keduanya putera Minang. He he.
Wassalam,
|
Ass.
Alhamdulillah, koq mancaliak prestasi rang kampuang nan pai marantau yo lai agak sanang hati di bueknyo!
Tapi kalau mandanga komentar dunsanak nan marantau ka kampuang yo agak ta ibo hati dek inyo?
Baaa andak nyo lai tu???????????????
Tarimo kasi
|
|
Aaa bantuak ko komah ......
Jadi kajadi a wak....dn
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
Thanks Daus utk infonya. Tanpa mengurangi penghargaan ambo thd Pak Emir dan Pak Rinaldy, kalau pendapat pribadi, sayang buat sebagian besar kita kalau mulai dari perusahaan yang sudah jadi, masih start sbg pegawai, belum dianggap utuh sebagai saudagar... Krn resiko bisnis dan keputusannya bukan langsung di diri ybs, tetapi ditanggung perusahaan tempat dia bekerja...
Tapi kalau pencapaiannya dimulai dari usaha sendiri, apakah babak belur dulu berdarah-darah atau lancar-lancar saja dengan bantuan Bank dalam membangun usahanya, itu lebih terkesan sbg Pengusaha atau Saudagar. Citra berbisnis kurang bagus krn dampak cara-cara berbisnis yang lebih sering terjadi selama era 32 lalu... Sehingga "pe-sosial" yang suka menyumbang dari kantong pribadi malah terlihat cenderung lebih diapresiasi dibanding "pebisnis" yang bisa membuka lapangan dan mempekerjakan lebih banyak orang...:)
Yang masih amat disayangkan, kurikulum kita di Indonesia masih cenderung membangun mental kuli alias jadi karyawan (seperti ambo iko...) dari pada mendorong kearah jadi pebisnis. Umumnya kita baru berbisnis kalau udah kepepet...! Kalau bekerja di perusahaan besar atau MNC, bangga sekali kita. Kalau sekolah, yang dikejar hanya untuk cari rangking... Sedangkan kawan-kawan yang membangun bisnis dari mulai nol, malah kurang didukung. Kecuali kalau mereka sudah jadi besar nanti, baru pujian bertubi-tubi. "Wah, ambo kenal bana tu, dulu inyo...", dstrsnya...
Mari kita dukung kawan-kawan yang memulai bisnis agar ekonomi Indonesia semakin kuat. Pasar raksasa 250 juta orang menunggu untuk ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya...! Mohon maaf sebelumnya sekiranya ada yang kurang tepat. Thanks.
Salam,
Nofrins |
|
CEO BUMN bukan bararti OWNER. Jadi ambo satuju jo Da Nofrins.
Sabananyo yan marintis dari bawah urang awak juo banyak yang alah CEO.
Tapi beliu-beliau ko indak suko dipublikasikan. Jadi namonyo kurang
familiar dek kito-kito ko.
Tapi untuak CEO BUMN ko, sangat menghargai kemapanan ilmu dan
ledershipnyo, sahinggo bisa mareformasi BUMN yang mandul jadi
produktif. Cua kapan ya, CEO BUMN ko punyo bendera yang inyo gadangkan
sorang lo, sahinggo statusnyo manjadi OWNER dari group Corporate....
Hormat saya
Muhammad Syahreza
HP : 0811 193 646 / 0817 169 015
E-mail : muhammad...@gmail.com
Blog bisnis : http://ohiofreshyoghurt.multiply.com
Yoghurt segar rasa buah serasa es krim
Blog pribadi : http://muhammadsyahreza.wordpress.com
Setiap warga negara memiliki hak & kewajiban utk bela negara, jangan
tanya apa yg Indonesia sdh berikan pd kita, tapi tanya apa yg kita sdh
lakukan utk membuat Indonesia lebih baik?
Setiap pengusaha
sekecil apapun kita
semuda apapun kita
dapat membuat Indonesia menjadi lebih baik!
Mulailah dari diri kita sendiri, jika setiap kita menjadi lebih baik,
maka Indonesia pasti menjadi lebih baik!
Kunjungi Sumbar online di :
www.west-sumatra.com
www.mentawaiislands.com
www.newsikuaiisland.com
www.visitminangkabau.com
www.aloitaresort.com/diving
www.cimbuak.net
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Thanks Daus utk infonya. Tanpa mengurangi penghargaan ambo thd Pak Emir dan Pak Rinaldy, kalau pendapat pribadi, sayang buat sebagian besar kita kalau mulai dari perusahaan yang sudah jadi, masih start sbg pegawai, belum dianggap utuh sebagai saudagar... Krn resiko bisnis dan keputusannya bukan langsung di diri ybs, tetapi ditanggung perusahaan tempat dia bekerja...
Tapi kalau pencapaiannya dimulai dari usaha sendiri, apakah babak belur dulu berdarah-darah atau lancar-lancar saja dengan bantuan Bank dalam membangun usahanya, itu lebih terkesan sbg Pengusaha atau Saudagar. Citra berbisnis kurang bagus krn dampak cara-cara berbisnis yang lebih sering terjadi selama era 32 lalu... Sehingga "pe-sosial" yang suka menyumbang dari kantong pribadi malah terlihat cenderung lebih diapresiasi dibanding "pebisnis" yang bisa membuka lapangan dan mempekerjakan lebih banyak orang...:)
Yang masih amat disayangkan, kurikulum kita di Indonesia masih cenderung membangun mental kuli alias jadi karyawan (seperti ambo iko...) dari pada mendorong kearah jadi pebisnis. Umumnya kita baru berbisnis kalau udah kepepet...! Kalau bekerja di perusahaan besar atau MNC, bangga sekali kita. Kalau sekolah, yang dikejar hanya untuk cari rangking... Sedangkan kawan-kawan yang membangun bisnis dari mulai nol, malah kurang didukung. Kecuali kalau mereka sudah jadi besar nanti, baru pujian bertubi-tubi. "Wah, ambo kenal bana tu, dulu inyo...", dstrsnya...
Mari kita dukung kawan-kawan yang memulai bisnis agar ekonomi Indonesia semakin kuat. Pasar raksasa 250 juta orang menunggu untuk ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya...! Mohon maaf sebelumnya sekiranya ada yang kurang tepat. Thanks.
Salam,
Nofrins
|
--- On Mon, 12/7/09, Firdaus HB <daus_hb@yahoo.com> wrote: |
|
Wa'alaikum salaam Fir dan sanak sadonyo.
| Sepakat dengan yang disampaikan Da Nof Saya besar dikeluarga PNS. Dan kemudian juga di set untuk menjadi PNS atau keryawan dengan hidup LOW RISK, LOW RETURN. Tapi saya tidak sendiri, pola pikir dan orientasi Orang Tua di zaman saya (saya lahir thn 1981), rata-rata seperti itu. Hingga saya kuliah dan bekerja, profesi enterpreneur dianggap sebagai profesi pilihan terakhir, akhinya kalau sudah tidak bisa bekerja atau tidak diterima bekerja sebagi PNS atau di MNC, maka lebih baik jualan atau usaha. Kita boleh bangga dengan banyaknya pedagang di Pasar baru Bandung, Tanah Abang, atau pasar2 di kota2 besar di jawa yang didominasi orang Minang. Tapi di SUMBAR sendiri tidak demikian. Alangkah indhnya, kalau para CEO tersebut, dentah melalui yayasan atau bendera apa, membangun sebuah lembaga studi pengembangan enterpreneurship. Artinya, membentuk dan mentrigger anak2 muda di berbagai daerah di Sumatera Barat untuk menjadi enterpreneur, mulai dari pendidikan, konsultansi sampai pada bantuan modal awal. Sekedar masukan Bot Sosani Piliang Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream www.botsosani.wordpress.com Hp. 08123885300 |
--- On Mon, 12/7/09, Y. Napilus <ynap...@yahoo.com> wrote: |
Ded,
Bisa sajo dicarikan “ranji”nyo untuak membuktikan bahwa 39 dari 40 itu sabananyo urang awak juo. Contohnyo, Chairul Tanjung tu lah basuo ranjinyo, urang pariaman tu mah (http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/message/60799 )
Jadi nan lain pun bisa dicarikan lo sejarahnyo, buliah makin banyak dunsanak awak nan hebat2 …
Tapi sudah tu. Katakanlah, 39 dari 40 mereka itu (dan juga semua CEO TERBAIK itu) urang awak, sudah tu Muslim pulo, sudah tu apo lai. So what gheetoo lho …
Riri
Bekasi, l, 47
Pak Fir,
Tantu kanai pak FASLI JALAL sbg birokrat nan PNS yoooo....
Heheheee.. Hayooo...
|
|
Sepakat dengan yang disampaikan Da Nof
Tolong juo lah diinvestigasi desas desus baso Cino Padang lah eksodus
50% dek takuik gampo tu.
Mungkin iko peluang supayo adoh nagari nan ka maisi sahinggo bisa jadi CEO pulo.
Wassalam
fitr tanjuang
lk/35/albany NY
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: rantaunet-...@googlegroups.com
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---