Sejarah nagari Cupak (Solok) dan peran serta di masa revolusi

418 views
Skip to first unread message

Syafroni (Engineering)

unread,
Feb 9, 2010, 2:49:21 AM2/9/10
to rant...@googlegroups.com

Mungkin ado nan tertarik jo sejarah Nagari Cupak, iko saketek resumenyo.

 

Sejarah nagari cupak dan peran serta di masa revolusi

 

Disusun oleh : Drs. Bobby Hendry Daliyusman

 

Diterbitkan oleh : KAN Cupak, tahun 1996.

 

Daftar isi

 

Sepatah kata ketua KAN Cupak (Agussanin Dt. Tan Mandaro)

Kata Pengantar

Daftar isi

 

Bab I. Pendahuluan

 

Bab II. Cupak di Kubuang Tigobaleh

 

  1. Dari Tanjung Limau Purut sampai guguek nan sambilan

 

Suku yang pertama menempati Cupak adalah suku melayu dan suku sikumbang yang datang dari Luhak Tanah Datar. Awalnya mereka bermukim di Sawah XIV, di selatan nagari Koto Baru sekarang. Dari Sawah XIV mereka terus menyebar ke Sawah Laweh dan Air Angek Gadang. Terus berlanjut hingga Tanjung Limau Purut. Disinilah akhirnya mereka mendirikan kerajaan Tanjung Limau Purut.

 

Raja mereka bergelar Tuanku Rajo Disambah, kalau tidak salah gelar ini sama dengan gelar raja di Sungai Pagu.

 

Kerajaan ini sezaman dengan kerajaan Pariangan, di Padang Panjang. Yang diangkat sebagai raja adalah dari suku Melayu. Mungkin karena mereka mayoritas diantara suku-suku yang ada.

 

Seorang raja didampingi oleh pembesar yang jumlahnya empat orang yang disebut sebagai Gadang nan Barampek (pembesar yang berempat) yaitu :

  1. Rajo Tuo (melayu)
  2. Rajo Bandaro
  3. Rajo bagindo (melayu)
  4. Rajo Padang (sikumbang).

 

Di kemudian hari melayu ini diidentifikasi sebagai melayu mudik dan sikumbang dengan sikumbang gadang.

 

Kemudian menyusul datang suku-suku Jambak, dan melayu tangah. Juga Piliang, melayu sigalabuak, parak laweh dan caniago.

 

Pada masa terjadinya perpindahan pusat kekuasaan di Luhak Tanah Datar dari Pariangan ke Bungo Satangkai, maka di Tanjung Limau Purut juga terjadi pertukaran kekuasaan dari Tuanku Rajo Disambah ke Datuk Yang Dipatuan disebabkan oleh tidak adanya calon raja dari fihak keluarga Tuanku Rajo disambah.

 

Maka terjadi perubahan pula pada struktur pemerintaha yaitu dari empat pembesar menjadi dua bendahara plus tiga pembesar yang dikenal dengan Bandaro nan duo gadang nan batigo.

 

Mereka terdiri dari :

  1. Dt. Bandaro Sati (Caniago)
  2. Dt. Bandaro Kutianyia (Jambak korong Kutianyia)
  3. Dt. Mudo (Piliang)
  4. Dt. Basa (Sikumbang)
  5. Dt. Kayo (Jambak, bukan penghulu)

 

Tampak disini bahwa kerajaan tidak lagi hanya didominasi oleh suku Melayu melainkan sudah diiisi oleh semua unsur suku yang ada. Namun raja tetap dipegang oleh suku melayu.

 

Ketika kerajaan Pagaruyung berdiri di Bukit Batu patah menggantikan Bungo Satangkai, maka juga mempengaruhi keadaan politik di Tanjung Limau Purut.

 

Tanjung Limau Purut kembali diambil alih oleh dinasti Tuanku Rajo Disambah. Pusat pemerintahan juga dipindahkan ke Tumpuk Mudik. Disinilah sejarah nagari Cupak dimulai.

 

Tanjuang Limau Purut melakukan pemekaran wilayah. Tanjung Limau Purut sendiri selanjutnya disebut sebagai Cupak saja, sesuai fungsinya sebagai Cupak Nan Usali atau Cupak Pusako.

 

Sementara Air Nanam sebagai Gantang yang kemudian mendirikan Nagari Salayo bersama penduduk Padang Kunik. Penduduk Air Nanam bersama penduduk padang Sabaleh mendirikan Nagari Gantang Suri yang kemudian terkenal dengan nama Gantuang Ciri.

 

Didalam lembaga adat Tanjung Limau Purut (Cupak) berfungsi sebagai Cupak Galeh (takaran perdagangan), sementara Air Nanam berfungsi sebagai Cupak gantang (ekonomi).

 

Pada waktu Pagaruyung diperintah oleh DYD (Yang Dipertuan) Tuanku Maharajo Sati, Cupak Pusako berganti nama menjadi Cupak Usali. Dan sudah terdapat 13 suku di nagari Cupak.

 

Pada masa Raja Tuanku Maharajo Satu yang kedua yaitu Dewang Sari Deowano mengirim Puti Pinang Masak untuk meneruskan keturunan keluarga Tuanku Rajo Disambah.

 

Puti Pinang Masak adalah putri dari Puti Tabur Urai yang kedua yang sudah dikirim Pagaruyung sebelum ke wilayah Kinari. Suami Puti Tabur Urai adalah Sang Hyang Indo Rajodeo, yang tak lain adalah adik dari Yang Dipertuan Besar Tanah Sang Hyang (Sangiang/Sangir), Sang Hyang Rani Indopuro, permaisuri Raja Pagaruyung Yang Dipertuan Rajo Bagindo (Dewang Ramowano), pendahulu Tuanku Marajo Sati yang kedua.

 

Pemerintahan Tuanku Rajo Usali

 

Sebenarnya gelar Tuanku Rajo Usali ini adalah gelar bagi Raja Cupak yang dianugerahkan oleh Raja Pagaruyung tapi Raja yang memerintah Cupak waktu belum mau memakai gelar tsb melainkan masih memakai gelar Tuanku Rajo Disambah.  Kemudian salah seorang anak dari Puti Pinang Masak yang menikah dengan putri Raja Cupak baru memakai gelar Tuanku Rajo Usali yang pertama kali walaupun Tuanku Rajo Disambah waktu itu masih hidup. Istri raja Tuanku Rajo usali waktu itu adalah suku Sikumbang. Dan tempat kediamannya dinamai sesuai daerah asal di pagaruyung yaitu Gudam.

 

Kemudian hari diketahui ada tujuh orang raja penyandang gelar Tuanku Rajo Usali.

 

  1. Raja-raja dari pagaruyung

 

Bab III. Masyarakat Nagari Cupak setelah kemerdekaan

  1. Keadaan alam dan geografis
  2. Keadaan masyarakat cupak (1945 – 1949)
  3. Agama dan adat istiadat

 

Bab IV.  Nagri cupak dalam revolusi

  1. nagari cupak dimasuki Belanda
  2. peranan tokoh dan pendukung perjuangan
  3. aksi rakyat menyerang pasukan Belanda
  4. peristiwa 4 Januari 1949 dan cupak lautan api

 

Bab V. Nagari Cupak setelah revolusi

  1. Peranan Buya Hamka di nagari Cupak
  2. Masjid Raya monumen perjuangan nagari cupak

 

Bab VI. Kesimpulan

 

andikoGmail

unread,
Feb 9, 2010, 3:03:26 AM2/9/10
to rant...@googlegroups.com
Baa caro dapek buku ko Ron ?

andiko

Syafroni (Engineering)

unread,
Feb 9, 2010, 3:05:58 AM2/9/10
to rant...@googlegroups.com
Kanda St. Mancayo..

Awak dulu dapek wakatu KKN di Solok (2001), Di-copy sajo wakatu itu.
Alun sempat awak man-scan kasado isinyo lai.
Buku aslinyo ado (mgkn) di KAN Cupak.

Kalau Uda nio, bisa wak copy-kan. Bilo bisa kopi darek tu?

Wassalam
Malin Marajo

-----Original Message-----
From: rant...@googlegroups.com [mailto:rant...@googlegroups.com] On
Behalf Of andikoGmail
Sent: Tuesday, February 09, 2010 3:03 PM
To: rant...@googlegroups.com
Subject: Re: [R@ntau-Net] Sejarah nagari Cupak (Solok) dan peran serta
di masa revolusi

andiko

--
.

andikoGmail

unread,
Feb 9, 2010, 3:17:11 AM2/9/10
to rant...@googlegroups.com
Pucuak di cinto, ulampun tibo

Ambo tanggal 11 mandarek di Tanah Otorita tu Malin. Tolong di photo copy
ciek, bia ambo ganti beko.

Salam

andiko

Syafroni (Engineering)

unread,
Feb 9, 2010, 3:24:37 AM2/9/10
to rant...@googlegroups.com
Insya Allah, Knd St....

(maaf one liner)

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages