Gaung film 5 cm ini baru saya dengar saat akan melakukan pendakian ke gunung Semeru antara tanggal 18-21 Oktober 2012 dan bertambah ramai saat saya melakukan pendakian Semeru untuk keduakalinya antara tanggal 22-25 Desember 2012, sepuluh hari setelah film itu dirilis.
Meskipun sudah ramai diperbincangkan secara luas, saya sendiri belum merasa tertarik untuk melihat film tersebut. Baru setelah memasuki bulan Juli 2013, ketika film ini kembali ramai dibicarakan di grup-grup komunitas pendaki gunung di Facebook, akhirnya saya penasaran juga dan ingin melihatnya.
Dalam pendakian gunung manapun, diperlukan persiapan fisik, mental, dan perlengkapan yang cukup untuk menjaga keamanan diri sendiri dan kawan lainnya, dan itu yang tidak dicermati dalam film ini. Hal lain yang dilupakan oleh film ini adalah pesan moral tentang pendakian, termasuk tentang kebersihan alam dan ketaatan terhadap peraturan.
Saya paham ribetnya menggunakan jins naik gunung, karena saya yg seblumnya tidak pernah mendaki pernah mengalaminya naik gunung dg jins, namun bagi saya dalm film ini cukup masuk ajal karena mereka awam naik gugung dan juga keberangkattnya juga tidak tahu akan mrndaki. Maka kesalahn seperti itu mungkin terjdi.
Bagi Anggi, untuk mencintai Indonesia, perlu mengenal alam dan masyarakatnya lebih jauh. Anggi beserta enam filmmaker dan satu guest expeditor yang selalu berganti di tiap gunungnya memperlihatkan keindahan pemandangan dan suasana masyarakat yang tinggal di kaki gunung-gunung tertinggi Nusantara.
aa06259810