Kali ini penulis akan membahas mengenai daur hidup katak. Mulai dari telur hingga menjadi katak dewasa. Pasti Grameds sudah pernah mempelajarinya waktu masih duduk di bangku sekolah dasar bukan? Nah, sekarang mari kita pelajari kembali fase daur hidup katak.
Seperti yang kita ketahui bahwa katak merupakan hewan amfibi atau hewan yang dapat hidup di dua alam, yaitu darat dan air. Hewan ini bukanlah mamalia, jadi mereka tidak berkembang biak dengan cara melahirkan, melainkan dengan cara bertelur.
Menurut Grameds, katak dan kodok sama atau beda? Buat Grameds yang menganggap keduanya sama, itu artinya kalian salah. Katak dan kodok memang sekilas terlihat mirip. Namun, ternyata keduanya berbeda, loh.
Mulai dari segi ukuran tubuh, di mana kodok mempunyai ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan katak. Kodok juga memiliki kulit yang cukup tebal serta cenderung kasar dan berbintik. Sedangkan katak mempunyai tekstur kulit yang lebih licin dan berwarna coklat ataupun hijau. Katak juga mempunyai kaki yang lebih panjang sehingga mampu melompat lebih jauh.
Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa katak merupakan salah satu hewan amfibi yang memakan serangga. Hewan ini sangat mudah ditemukan di wilayah Indonesia. Sebab, katak sendiri merupakan hewan yang bisa hidup di tempat yang memiliki kelembaban yang tinggi serta suhu yang panas. Oleh karena itu, Indonesia merupakan salah satu tempat yang cocok untuk katak.
Katak memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil dibandingkan dengan kodok. Hewan ini sangat mudah ditemukan di area persawahan, hutan, dan juga rawa-rawa. Tempat-tempat tersebut merupakan habitat yang sangat ideal bagi hewan katak.
Ketika dewasa, katak dapat hidup di dunia alam, yaitu darat dan air. Sehingga katak memiliki proses metamorfosis yang berbeda dengan hewan lain. Akan tetapi apabila terjadi perkawinan dan terjadi sebuah proses bertelur. Maka hal tersebut dapat dilakukan di dalam air.
Ketika bertelur, katak bisa menghasilkan sekitar 5.000 hingga 20.000 telur per oviposisi. Telur-telur katak tersebut biasanya akan ditempatkan di dalam tanaman yang ada di air. Bagi katak yang hidup di hutan, telur yang mereka keluarkan akan disimpan di pohon yang lembab atau basah.
Berbagai fakta menarik terkait dunia binatang, baik habitat, makanan, cara hidup, keunikan, peran dalam lingkungan, beserta manfaat hewan bagi manusia dapat Grameds temukan pada buku Ensiklopedia Dunia Satwa: Katak dan Hewan Melata dibawah ini.
Sebenarnya tidak ada perbedaan yang cukup signifikan antara kodok dan katak. Keduanya memang satu jenis, namun hanya bentuk serta tekstur tubuhnya saja yang berbeda. Istilah katak atau kodok juga merupakan istilah yang tidak formal.
Artinya keduanya hanya mencerminkan adanya perbedaan taksonomi. Katak merupakan istilah untuk spesies yang mempunyai tekstur kulit yang halus dan lembab. Sedangkan kodok adalah istilah untuk spesies yang mempunyai kulit yang sedikit kasar dan berkutil. Penjelasan lebih lanjut mengenai perbedaan kedua hewan tersebut juga dapat Grameds temukan pada buku Kodok atau Katak?
Bentuk kakinya pun juga bervariasi, hal tersebut bergantung dengan habitat hidup katak. Katak yang hidup di lingkungan yang basah serta berair cenderung mempunyai kaki yang berselaput. Sedangkan katak yang hidup di area pohon akan mempunyai cakram pada kakinya. Dimana cakram tersebut dapat membuatnya lebih mudah dalam memanjat pohon.
Sedangkan yang berada di urutan nomor dua yaitu ordo Gymnophiona atau caecilian. Di dalam spesies amfibi, terdapat sekitar 6.000 lebih jenis amfibi dan 4.380 diantaranya adalah ordo Anura. Ini berarti, sekitar 73% spesies amfibi adalah hewan katak.
Sebagian besar katak mempunyai tungkai belakang yang lebih besar dan juga berotot. Hal tersebut memungkinkan mereka untuk melompat ke udara dengan mudah. Adapun beberapa spesies katak yang tidak mempunyai tungkai belakang yang besar dan juga berotot. Namun tetap mempunyai keahlian lain, yaitu memanjat, berenang, ataupun meluncur.
Katak adalah hewan pemakan daging atau yang biasa kita sebut sebagai hewan omnivora. Dimana katak biasanya memakan serangga dan juga invertebrata lain. Bahkan beberapa spesies katak juga ada yang memakan hewan kecil-kecil seperti tikus, burung, dan juga ular.
Cara katak dalam memakan mangsanya adalah dengan menunggu mangsa tersebut mendekat ke arahnya, kemudian Ia langsung menangkapnya. Namun beberapa spesies katak yang lebih aktif akan memilih untuk mengejar mangsanya.
Katak tergolong hewan vertebrata yang mengalami proses metamorfosis yang sempurna dalam proses perkembangannya. Bentuk tubuh katak akan berbeda-beda di setiap siklus metamorfosis. Metamorfosis katak terdiri dari lima fase, yaitu telur, kecebong, berudu empat kaki, katak muda, dan terakhir katak dewasa.
Pasti kita tahu kan bagaimana suara katak? Ternyata hewan katak menggunakan suara tersebut sebagai suara panggilan yang unik pada sesama katak. Katak membuat suara atau panggilan tersebut dengan cara memaksa udara lewat laring mereka.
Suara itu berguna untuk panggilan kawin dan umumnya terdengar ketika musim hujan. Pada musim kawin, para katak jantan sering bersuara secara bersama-sama. Hingga membentuk suara yang khas seperti paduan suara.
Gendang telinga atau yang disebut juga tympanum berada di belakang mata katak. Tympanum ini berfungsi untuk mengirimkan gelombang suara ke telinga. Melalui hal tersebut, maka telinga bagian dalam katak akan terlindungi dari air dan juga kotoran.
Jenis katak goliath (Conraua Goliath) merupakan spesies katak terbesar di dunia. Habitat asli dari katak ini adalah Kamerun. Jika umumnya katak hanya memiliki ukuran sekitar 19-23 cm dan berat 1-3 ons. Maka katak Goliath bisa tumbuh hingga sepanjang 33 cm dan berat mencapai 3,3 kg.
Hingga sekarang sudah tercatat ada sekitar 165 spesies amfibi yang tersebar di seluruh dunia sudah punah atau mati. Termasuk di dalamnya ada spesies katak. Kepunahan tersebut diakibatkan oleh kerusakan habitat, penyakit menular seperti chytridiomycosis, dan juga pemanasan global.
Saat bertelur, katak betina bisa menghasilkan telur sebanyak 5000 sampai 20.000 telur. Umumnya setelah bertelur, katak tidak akan menunggu telurnya tersebut. Kemudian telur akan menetas dengan sendirinya.
Lalu berudu akan hidup mandiri tanpa bantuan siapapun termasuk induknya untuk mencari makan. Di bawah ini penulis akan menjelaskan secara detail bagaimana daur hidup katak dari mulai telur hingga menjadi katak dewasa. Pastikan Grameds membacanya hingga selesai ya.
Umumnya telur katak akan menetas saat usianya mencapai satu hingga tiga minggu. Akan tetapi, dari sekian banyak telur katak yang dikeluarkan, tidak semuanya akan berhasil menetas secara sempurna. Akan ada telur katak yang mati dan tidak menetas sama sekali. Kegagalan ataupun keberhasilan tersebut bergantung pada faktor internal maupun eksternal.
Adapun faktor internal yang bisa menggagalkan telur katak dalam menetas adalah dari gen induk telur katak tersebut. Apabila induk katak mempunyai gen yang bagus, maka telur yang mereka keluarkan juga akan berkualitas dan tidak gampang rusak. Sedangkan faktor eksternal yang bisa menggagalkan penetasan telur adalah arus air, ulah manusia, hingga predator pemangsa telur katak.
Kecebong merupakan fase kedua dalam daur hidup katak setelah telur menetas. Kecebong atau yang biasa disebut berudu ini mempunyai insang yang digunakan untuk hidup di dalam air. Insang tersebut akan muncul pada tubuh kecebong setelah dua hari menetas dari telur.
Pada tahap ini, kecebong hidup secara tertutup di dalam air selama lima hari hingga para kecebong berubah menjadi katak muda. Selama menjadi berudu, mereka hanya memakan alga dan tumbuhan yang ada di dalam air saja.
Sama seperti saat menjadi berudu, katak muda juga masih hidup di dalam air dengan menggunakan insangnya. Katak kecil ini biasanya berburu makanan seperti jangkrik. Setelah sudah tiga minggu menjadi katak muda, kulit mereka akan tumbuh dan menutupi insang.
Lalu setelah berusia delapan minggu, katak muda akan mulai tumbuh kaki belakang dan terus membesar serta diikuti dengan pertumbuhan kaki depan. Kemudian pada minggu ke 12, jari-jari kaki pada katak akan mulai tumbuh dan terbentuk sempurna, ekor belakang semakin memendek, insang sudah tergantikan oleh paru-paru.
Ini merupakan fase terakhir dari daur hidup katak. Saat katak sudah menjadi katak yang sempurna atau katak dewasa, mereka akan lebih sering menghabiskan hidupnya di darat. Katak dewasa mempunyai kulit yang sedikit licin, berwarna hijau, dan kecoklatan. Kaki bagian belakang katak mempunyai ukuran yang lebih panjang. Sehingga memudahkan mereka saat melompat ataupun berenang.
Setelah menjadi katak dewasa, para katak jantan akan kembali membuahi para katak betina. Kemudian mereka akan menghasilkan telur kembali. Ketika bereproduksi, katak akan mencari tempat yang lembab dan berair.
Perlu Grameds ketahui bahwa umur katak tergolong cukup panjang. Namun hal tersebut bergantung pada jenis kataknya. Terdapat beberapa jenis katak yang ada di Negara Eropa, dimana mereka dapat hidup hingga 12 tahun. Sedangkan untuk umur katak terbesar di dunia atau katak Goliath dapat hidup sampai dengan ukurannya mencapai 32 cm.
Mana Tahapan Daur Hidup Katak yang Paling Penting?
Apabila dilihat dari segi bentuknya, tahapan yang paling penting dari daur hidup katak adalah di fase telur. Hal tersebut disebabkan karena telur katak berukuran sangat kecil dan hanya dilapisi oleh lapisan tipis seperti jelly. Dengan begitu, pada tahap inilah penentuan apakah katak tersebut akan tetap berkembang ataukah gagal menetas.
Penjelasan lebih mendalam mengenai daur hidup seekor katak dan proses metamorfosisnya yang mengagumkan juga dapat Grameds pelajari melalui buku Seri Metamorphosis dibawah ini yang juga dilengkapi dengan ilustrasi menarik!
Seperti yang kita ketahui bahwa jenis hewan amfibi. Katak bisa berubah bentuk dari mulai telur hingga menjadi katak dewasa. Siklus ini biasanya disebut juga metamorfosis. Dalam perkembangannya, katak bisa melakukan pembuahan secara eksternal. Hal ini berarti katak betina akan melepaskan akumulasi telur di dalam air. Kemudian katak jantan akan melepaskan sperma mereka di dalam air untuk membuahi sel telur.