Klimatologi Dasar Pdf

0 views
Skip to first unread message

Loren Swaggr

unread,
Aug 5, 2024, 3:47:36 AM8/5/24
to quiluxdiaflor
Dalamedisi ke 2 buku ini tetap berfokus pada penjelasan unsur unsur pembentuk iklim. Dimulai dari radiasi matahari sebagai sumber energi penggerak iklim, dan bagaimana dari sumber energi ini membentuk suhu udara, tekanan udara dan angin, siklus hidrologi termasuk proses evaporasi/evapotranspirasi dan proses pembentukan hujan. Dasar dasar pembentukan iklim ini perlu dipahami sebelum mempelajari bagaimana proses perubahan iklim seperti yang banyak dibicarakan. Perbaikan terutama pada kalimat kalimat, diusahakan lebih mudah dicerna dan pada gambar gambar pendukungnya. Disertai pertanyaan pertanyaan untuk mengevaluasi pemahaman materi diharapkan buku ini menjadi buku pegangan mata kuliah Klimatologi Dasar dan ilmu ilmu yang berkaitan.

Perpres ini mengatur tentang Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang merupakan lembaga pemerintah nonkementerian yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang penyelenggaraan meteorologi, klimatologi, dan geofisika. BMKG berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang transportasi. Untuk melaksanakan tugas teknis operasional dan/atau tugas teknis penunjang tertentu di lingkungan BMKG dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis.


Dalam edisi ke 2 buku ini tetap berfokus pada penjelasan unsur-unsur pembentuk iklim. Dimulai dari radiasi matahari sebagai sumber energi penggerak iklim, dan bagaimana dari sumber energi ini membentuk suhu udara, tekanan udara dan angin, siklus hidrologi termasuk proses evaporasi/evapotranspirasi dan proses pembentukan hujan. Dasar-dasar pembentukan iklim ini perlu dipahami sebelum mempelajari bagaimana proses perubahan iklim seperti yang banyak dibicarakan. Perbaikan terutama pada kalimat-kalimat, diusahakan lebih mudah dicerna dan pada gambar-gambar pendukungnya. Disertai pertanyaan untuk mengevaluasi pemahaman materi diharapkan buku ini menjadi buku pegangan mata kuliah Klimatologi Dasar dan ilmu yang berkaitan.


Tanggal 24 Februari 2020 tim dari Laboratorium Hidrologi dan Klimatologi, Departemen Geografi Lingkungan, fakultas Geografi UGM berangkat menuju ke Sumbawa Barat untuk melaksanakan pelatihan dasar hidrologi dan klimatologi lingkungan. Pelatihan ini terlaksana atas Kerjasama Fakultas geografi UGM dengan PT. Amman Mineral Nusa Tenggara. Pelatihan berlangsung selama 3 hari, yakni pada tanggal 25-27 Februari 2020 di site PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Timur. Tim dari Fakultas Geografi UGM terdiri atas dua orang yaitu Dr. Tjahyo Nugroho Adji, M.Sc., Tech. (ketua tim) dan Dr. Sc. Andung Bayu Sekaranom, M.Sc. Pelatihan ini diikuti oleh 22 perserta dari PT. Amman Mineral Nusa Tenggara. Materi pelatihan meliputi pengetahuan dasar hidrologi dan meteorologi. Materi dasar hidrologi meliputi pencatatan debit, perhitungan debit, pembuatan rating curve, analisis banjir, pembuatan jaringan pencatat debit dan perhitungan neraca air sederhana. Materi dasar meteorologi terdiri dari pencatatan data hujan, pengolahan data hujan, analisis data hujan, analisis data hujan jangka Panjang dan analisis kondisi hidrometeorologi suatu wilayah dengan sederhana. Pelatihan berjalan lancer dan diakhiri dengan ujian untuk mengetahui kemampuan peserta dalam memahami materi pelatihan.


Ragam iklim pada berbagai tempat di muka bumi ditentukan oleh beberapa gabungan proses atmosfer yang berbeda sehingga perlu ada pengidentifikasian dan pengklasifikasian jenis iklim. Meskipun semua unsur iklim penting, hubungan yang menyatakan kecukupan panas dan air banyak mempengaruhi klasifikasi iklim. Faktor yang menentukan kondisi atmosfer dapat dipakai dalam klasifikasi iklim, akan tetapi kriteria yang dipakai untuk membedakan jenis iklim sebaiknya mencerminkan iklim itu sendiri.


Iklim merupakan gabungan dari berbagai kondisi cuaca sehari-hari. Iklim berkaitan dengan atmosfer dalam jangka yang panjang, iklim merupakan suatu konsep yang abstrak. Ini merupakan komposit dari keadaan cuaca dari hari ke hari. Meski iklim merupakan suatu konsep yang abstrak, namun penerapannya bersifat praktis pada tempat atau kawasaan tertentu.


Rata-rata atau series iklim bisa digunakan untuk membuat tipe (klasifikasi) iklim di suatu daerah. Kegunaan klasifikasi ikilm adalah untuk memperoleh efisiensi informasi dalam bentuk yang umum dan sederhana. Oleh karena itu, analisis statistik unsur-unsur iklim yang digunakan dapat dilakukan untuk menjelaskan dan memberi batas pada tipe-tipe iklim secara kuantitatif, umum dan sederhana.


Ragam iklim pada berbagai tempat di muka bumi ditentukan oleh beberapa gabungan proses atmosfer yang berbeda sehingga perlu ada pengidentifikasian dan pengklasifikasian jenis iklim. Meskipun semua unsur iklim penting, hubungan yang menyatakan kecukupan panas dan air banyak mempengaruhi klasifikasi iklim. Faktor yang menentukan kondisi atmosfer dapat dipakai dalam klasifikasi iklim, akan tetapi kriteria yang dipakai untuk membedakan jenis iklim sebaiknya mencerminkan iklim itu sendiri. Pemahaman yang lebih baru tentang klasifiaksi iklim yaitu dengan melihat hubungan sistematis antara unsur iklim dengan pola tanam dunia. Klasifikasi iklim berdasar pola tanaman biasanya dikaitkan dengan hutan, hujan, padang rumput, dan tundra (Bayong, 1999).


Di Indonesia terdapat dua musim yaitu musim hujan dan musimm kemarau, yang diakibatkan oleh adanya monsoon asia. Di dekat ekuator, umumnya pada bulan desember hingga maret, angin ini secara bertahap berubah arah dari arah Timur Laut menjadi arah Barat Laut (Easterling, D.R., 1995). Monsoon dipengaruhi oleh beberapa fenomena antara lain seperti ENSO, osilasi 30-60 harian, seruak laut cina selatan, seruak pantai barat Australia, dan awal monsoon Australia (Oldeman, L.R., 1975).


Setelah pengetahuan tentang peta dunia semakin akurat, diketahui bahwa pembagian zona iklim hanya berdasarkan garis lintang adalah kurang akurat, pembagian zona iklim lebih lanjut mulai berkembang terjadi setelah ditemukannya alat-alat ukur unsur-unsur iklim. Berdasar data iklim yang berhasil di rekam selama beberapa dasawarsa dengan menggunakan alat-alat tersebut maka dikembangkan pembagian zona iklim lebih akurat. Sekarang klasifikasi iklim telah berkembang lebih jauh dan disesuaikan dengan tujuan penggunaannya. Pengumpulan data iklim telah dilakukan dengan lebih akurat, lebih canggih, lebih intensif. Beberapa pakar klimatologi atau institusi yang bergerak di bidang cuaca dan iklim telah mengembangkan klasifikasi iklim sesuai dengan sudut pandang atau kepentingan masing-masing unsur iklim yang menunjukkan pola keragaman yang jelas merupakan dasar utama dari klasifikasi iklim yang dilakukan oleh para pakar atau institusi yang relevan. Unsur iklim yang sering dipakai yaitu curah hujan, cahaya, dan angin sangat sering digunakan. Cahaya tidak digunakan sebagai klasifikasi iklim walau cahaya yang diterima akan berbeda intensitas dan lama penyinarannya sesuai posisi lintang bumikarena pembagian zona iklim berdasarkan cahaya matahari ini akan sama dengan pembagian bumi berdasar garis lintang yang ada. Angin tidak digunakan sebagai klasifikasi iklim walau angina beragam arah maupun kecepatannya, tapi pembagian iklim berdasarkan angin agak sulit untuk dilakukan sebab tidak konsistennya tingkah laku angin tersebut. Berdasar klasifikasi iklim global, wilayah kepulauan Indonesia sebagian besar tergolong dalam zona iklim tropika basah dan sisanya masuk zona iklim pegunungan atau tropika monsoon. Sektor pertanian masih merupakan sumber mata pencaharian sebagian besar penduduk Indonesia. Dapat dipahami jika klasifikasi iklim lebih ditekankan untuk pemanfaatannya dalam kegiatan budi daya pertanian. Pada daerah tropika seperti Indonesia, suhu udara jarang menjadi faktor pembatas kegiatan produksi pertanian. Ketersediaan air merupakan faktor yang sering membatasi kegiatan produksi pertanian. Tanaman tak dapat tumbuh normal dan memberi hasil yang baik jika ketersediaan air tak mencukupi karena kebutuhan tersebut bakosurtanal membagi zona iklim menjadi 4. Selain klasifikasi iklim yang dibuat bakosurtanal, sebelumnya telah banyak usaha yang dilakukan para pakar ilmu iklim untuk membuat sistem klasifikasi iklim wilayah Indonesia. Yang pertama yaitu yang didasarkan atas curah hujan yang diusulkan E.C. Mohr. Klasifikasi iklim Mohr didasarkan atas jumlah bulan basah dan bulan kering dalam setahun. Bulan basah dalam klasifikasi iklim Mohr adalah bulan dengan total hujan kumulatif > 100 mm, sedangkan bulan kering total curah hujan kumulatifnya 200 mm, bulan kering adalah bulan dengan total curah hujan < 100 mm, bulan lembab dengan total curah hujan kumulatif antara 100 hingga 200 mm. Berdasar jumlah basah berturut-turut ini Oldeman membuat 5 zona agroklimat utama, istilah agroklimat digunakan untuk mencerminkan zona iklim yang dikaitkan dengan kebutuhan budidaya pertanian (Benyamin, 2002).

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages