Kitab Orang Jujur" pertama kali disebutkan dalam Alkitab di dalam Kitab Yosua di antara kisah eksploatasi militer Yosua di tanah Kanaan, khususnya setelah Adoni-Zedek, raja Yerusalem, dan sekutu-sekutunya menyerang Gibeon yang bersekutu dengan Israel. Hal ini menyebabkan Yosua dan orang Israel datang ke Gibeon memberi bantuan (Yosua 9-10). Ketika "YHWH menyerahkan orang Amori kepada bani Israel" (Yosua 10:8), Yosua memerintahkan "Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!" (Yosua 10:12). Kemudian dalam Yosua 10:13 tertulis:
Catatan peristiwa ini dalam sebuah buku puisi telah ditafsirkan sebagai keterangan puitis dari pertempuran berkepanjangan.[2] Beberapa orang berpikir rujukan pada "Kitab Orang Jujur" dimasukkan karena Yosua ingin menunjukkan ke orang-orang yang tidak percaya bahwa selain dirinya, orang-orang lain menerima dan mencatatnya, sehingga peristiwa itu dapat diotentikasi atau dibuktikan kebenarannya.[2]
Ratapan Daud bagi Yonatan ini dalam Alkitab Versi Raja James dalam bahasa Inggris memiliki frase the use of ("penggunaan") dalam huruf miring, menunjukkan bahwa kata itu ditambahkan oleh para penerjemah agar makna teks asli menurut anggapan mereka lebih mudah dimengerti dan nyaman oleh pengguna bahasa Inggris.
Dalam Septuaginta, terjemahan untuk sefer hayashar dalam kutipan itu adalah βιβλίου τοῦ εὐθοῦς ('Kitab Orang Jujur'). Referensi untuk "Busur" hilang pada versi ini, sehingga teksnya berbunyi:
Yosua 10:13 Maka berhentilah matahari dan bulan pun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur (Ibrani: Sepher haYashar)?
2 Timotius 3:8,9 Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji. Tetapi sudah pasti mereka tidak akan lebih maju, karena seperti dalam hal Yanes dan Yambres, kebodohan merekapun akan nyata bagi semua orang.
Kitab Yashar bahkan merujuk kepada Kitab Hukum yang ditulis oleh Musa, yaitu Torah. Pada prinsipnya, kedua kitab ini, Kitab Suci dan Kitab Yashar saling melengkapi. Kitab Suci memberikan kesaksian tentang Kitab Yashar, dan Kitab Yashar memberikan kesaksian tentang Kitab Suci.
Langkah pertama untuk menjawab otentisitasnya cukup dengan hanya membaca kitab ini dengan pikiran terbuka. Seseorang tidak mungkin menyelidikinya secara efektif kecuali dia mengenalinya dengan baik. Lagipula, Salomo mengatakan:
Ada alur cerita di luar Alkitab yang menggambarkan peristiwa-peristiwa di belahan bumi lainnya. Ada pasal-pasal yang menceritakan sepenuhnya peristiwa-peristiwa di Mesir atau di Eropa. Bagian terbesar tulisan ini dapat dikenali dari tulisan lain dalam sejarah kuno. Bagi siapa pun yang mengenal sejarah kuno, akan sangat jelas bahwa Yashar menempatkan peristiwa-peristiwa ini secara radikal pada periode yang berbeda dibandingkan dengan yang dikemukakan para ahli sejarah. Pastinya, jika Kitab Yashar benar, perlu dilakukan perubahan radikal dalam interpretasi konvensional sejarah kuno, khususnya secara kronologis.
Namun muatan Kitab Yashar tidak banyak berubah dari alur cerita di Alkitab. Ada beberapa hal kronologis yang berbeda, namun ini biasanya disebabkan kesalahan teks. Biasanya kesalahan ini dapat diatasi dengan terus membaca. Kisah selanjutnya akan sinkron dengan Kitab Suci. Perlu diingat, manuskrip kuno dari kitab ini ada dalam kondisi buruk ketika kitab ini dicetak di Ibrani pada tahun 1613. Namun bukan berarti angka-angkanya akan teracak-acak.
Ada beberapa kisah peristiwa misterius yang mirip mitologi Romawi dan Yunani, khususnya kisah Zepho, cucu Esau yang membunuh makhluk setengah monster di dalam sebuah gua besar. Kisah ini dengan mudah dikenali sama dengan kisah Theseus, yang membunuh seekor minotaur (manusia hybrid setengah kerbau). Karakter maupun latar belakangnya berbeda. Pembaca kritis mungkin keberatan dengan bagian ini, namun banyak penjelasan valid dimungkinkan mengenai kenapa peristiwa ini dan itu tercatat dalam Kitab Yashar ini. Penulis sebenarnya dari Kitab ini mungkin hanya ingin melaporkan peristiwa-peristiwa karena merupakan kisah populer pada zamannya. Kisah-kisah seperti ini sekedar disebutkan dan tidak memiliki signifikansi yang berhubungan dengannya. Meskipun seseorang mungkin meragukan kebenaran kisah-kisah tersebut, di sini tidak ada yang membuat pembaca yang obyektif harus menolak pendapat bahwa Kitab ini asli. Bahkan pembaca awam pun akan mendapati Kitab Yashar itu sangat memberikan penerangan. Peristiwa-peristiwa dalam Kitab Suci akan menjadi lebih terang dan jelas dan mudah untuk dipahami dengan latar belakang Kitab Yashar.
Maka berhentilah matahari dan bulan pun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur (Ibrani: Sepher haYashar)? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh.
Penyebutan kedua mengenai Kitab Yashar terjadi dalam Kitab Samuel. Kontrasnya, peristiwa ini bukan kutipan langsung dari peristiwa historis dari Kitab Yashar, seperti dalam kasus Yosua. Kisah Yashar sudah selesai ditulis lama sebelum zaman Daud. Namun, sebagai ratapannya atas kematian Saul dan Yonatan, Daud merujuk kepada apa yang dikatakan oleh Yakub yang ditulis dalam Kitab Yashar. Dia berkata:
Yashar 56:8,9 Yaqob berkata kepada Yehudah, Aku tahu anakku bahwa engkau adalah seorang gagah perkasa bagi saudara-saudaramu. Memerintahlah atas mereka, dan anak-anakmu akan memerintah atas anak-anak mereka selamanya.
Jika kedua referensi di atas lulus dalam pengujian keaslian, maka terserah kepada pembaca untuk memutuskan sendiri apakah keseluruhan Kitab Yashar ini sesuai dengan kebenaran kisah Alkitab. Ini akan menjadi perbandingan yang begitu luas, dan sangat jelas, saya tidak akan mencoba untuk membuat perbandingan ayat demi ayat. Pastinya, pembaca yang mengenal Alkitab dengan baik akan mengenali kesamaan dengan teks Kitab Yashar.
Kejadian 4:23,24 Berkatalah Lamekh kepada kedua isterinya itu, Ada dan Zila, dengarkanlah suaraku, hai isteri-isteri Lamekh, pasanglah telingamu kepada perkataanku ini, Aku telah membunuh seorang laki-laki karena ia melukai aku, membunuh seorang muda karena ia memukul aku sampai bengkak; sebab jika Kain harus dibalaskan tujuh kali lipat, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat.
Dalam Kitab Yashar semuanya menjadi jelas. Ada kisah ketika Lamekh secara tidak sengaja membunuh Kain, bapa leluhurnya. Dan karena kesedihannya, dia membunuh anaknya juga. Barangsiapa membunuh Kain, harus dibalaskan tujuh kali lipat. Maka barangsiapa membunuh Lamekh, harus dibalaskan tujuh puluh tujuh kali lipat. Ini menjelaskan segala sesuatunya.
Yashar 2:26-31 Lemek (Lamekh) telah menjadi tua dan lanjut umurnya, matanya telah pudar sehingga tidak bisa melihat. Tubal Qayin (Tubal-Kain), putranya, membimbing dia dan pada suatu hari Lemek pergi ke padang, dan Tubal Qayin putranya bersama dia. Sementara mereka berjalan di padang, Qayin ben Adam (Kain, anak laki-laki Adam) berjalan mendekati mereka. Lemek telah sangat tua dan tidak bisa melihat jelas, sedangkan Tubal Qayin putranya masih sangat muda.
Tubal Qayin mengatakan kepada ayahnya supaya menarik busur panahnya, dan dengan anak panah itu dia membidik Qayin yang masih sangat jauh. Dia membunuhnya, karena dia kelihatan kepada mereka seperti seekor binatang.
Ini peristiwa sesudah TUHAN menampakkan diri kepada Musa di padang gurun dalam nyala api yang keluar dari semak duri. TUHAN mengutus Musa untuk pergi menghadap Firaun di Mesir. Namun ketika Musa di tengah jalan, Tuhan hendak membunuh Musa. Apa sebabnya?
Lagi-lagi Kitab Yashar memberikan penjelasan. Tuhan hendak membunuh Musa di tengah jalan karena dia belum menyunatkan anak sulungnya, Gersom, karena anjuran Rehuel ayah mertuanya, sehingga dia melanggar perjanjian antara Tuhan dengan Abraham.
Yasher 79:8,9 Mosheh (Musa) bangkit untuk pergi ke Mesir. Dia membawa istrinya dan putra-putranya bersamanya. Dia sedang berada di sebuah penginapan di jalan, ketika seorang malaikat Elohim turun, dan mencari kesempatan melawan dirinya.
Ini kisahnya terjadi ketika Yakub pergi meninggalkan Laban setelah bekerja selama 20 tahun lamanya, dan hendak kembali ke tanah Kanaan. Dalam bagian Alkitab, peristiwa itu hanya ditulis dalam 2 ayat saja. Namun dalam Kitab Yashar dijelaskan panjang lebar apa yang sesungguhnya terjadi, dan menjadi jelas bahwa sebenarnya Yakub hendak dibunuh oleh Esau dan pasukannya, karena dendam Esau kepada Yakub. Dan Tuhan mengutus empat pasukan malaikat untuk menolong Yakub (Yashar pasal 31, 32).
Dalam Alkitab, ada cerita pendek mengenai Anah yang menemukan mata air panas. Sebetulnya itu bukan terjemahan yang tepat. Bahasa aslinya adalah yemim, diterjemahkan sebagai keledai dalam Alkitab bahasa Inggris (KJV).
Yashar 36:28 Anak-anak lelaki Zibeon adalah Ayah, dan Anah. Ini adalah Anah yang menemukan Yemim di padang belantara ketika dia memberi makan keledai-keledai Zibeon ayahnya.
Yashar 36:31,33,34 Sesudah itu kira-kira seratus dua puluh binatang yang besar dan mengerikan keluar dari padang belantara dari seberang lautan, dan mereka semuanya datang ke tempat di mana keledai-keledai itu berada, dan mereka berdiam di sana.
Mungkin tidak ada cara pasti untuk mengetahui apakah penulis Kitab Suci mengutip dari Kitab Yashar. Ataukah mungkin sebaliknya? Mungkinkah Kitab Yashar ini merupakan rekayasa pembalikan dari Kitab Suci? Mungkin Kitab Yashar dari periode Amoraim disusun dari sumber-sumber rabbinical (rabbi Yahudi) sehingga ini menjadi seperti rangkuman tradisi-tradisi rabbinical. Bahkan, ada banyak kesamaan dengan sumber-sumber tulisan midrash lainnya.
3a8082e126