Jenazah dr Alia Pranita Sari Tiba Siang Ini
Sriwijaya Post - Senin, 24 Agustus 2009 07:04 WIB
KEDIAMAN keluarga Dr Alia Pramita Sari (27) di Komplek Kedamaian Permai II No 11 RT 10 RW 2 ramai didatangi keluarga dan rekan, Minggu (23/8) siang. Mereka menunggu jenazah Alia dibawa dari RSUD Selasih, Pekanbaru, Riau.
Suasana duka di dalam rumah dan halaman. Banyak di antara mereka yang merah matanya. Keluarga Alia menerima ucapan belasungkawa di ruang tamu, perempuan di bagian depan rumah dan pria di samping. Di halaman orang-orang sibuk mengabari sana dan sini.
Salah seorang di antaranya Drs Zainuddin Nawawi. Mereka berduka kehilangan sosok perempuan ramah itu. Kabar buruk diterima menyebar lewat telepon.
Informasinya, siang itu jenazah masih diotopsi. Bagaimana sesungguhnya kondisi jenazah Alia belum diketahui persis. Tenda di depan rumah mulai dipasang. Sejumlah rekan kerja Alia berniat menyusul pakai mobil dan berembuk menghitung perkiraaan waktu dan titik bertemu. Mereka tak menyangka bakal kehilangan Alia begitu cepat.
“Kami baru mendapat kabar bahwa Alia meninggal. Selama ini dia merupakan teman yang baik dan tidak ada musuh sama sekali,” kata salah satu rekan seprofesi Alia yang enggan disebutkan namanya.
Dokter Alia merupakan putri kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya, Dr H Agustria Zainu Saleh SpOG(K) (56) adalah Ketua Departemen Ob-Gyn RSMH Palembag dan Fakultas Kedokteran Unsri.
Dokter muda ini dilaporkan keluarganya ke Poltabes Palembang hilang sejak Rabu (19/8) lalu.
Sempat ada dugaan bahwa Alia menghilang bersama Iwan Andriansyah (27), pria yang diduga dekat dengan Alia. Iwan adalah putra Kepala Dinas Sosial Kabupaten Empatlawang yang juga dilaporkan menghilang pada waktu bersamaan. Namun, secara tegas keluarga Alia membantah hal itu. Salah seorang paman Alia mengatakan, keponakannya tidak lari dengan Iwan.
“Tidak benar kalau dia lari dengan pacarnya, saya tahu betul bahwa keponakan saya itu tidak suka dengan pria itu,” katanya.
Ia menduga kematian Alia direncanakan sejak awal.
“Silakan cek sendiri ke Bank Sumsel bagaimana dia dipecat dari sana. Tidak mungkin itu, ini pasti telah direncanakan, ini pembunuhan, penganiayaan dan penculikan,” lanjutnya.
Novi (30), kakak Alia pun mengatakan hal yang sama.
“Saya tahu betul, tidak mungkin almarhumah seperti itu. Kami pun mendapat informasi pertama kali dari keluarga pria itu (Iwan, Red),” kata Novi.
Menurutnya, mereka sudah habis-habisan mencari Alia. Selain itu, keluarga mereka pun meminta bantuan polisi untuk memblokir semua pintu keluar baik dari Palembang maupun Sumsel.
Keluarga juga sempat menanyakan ke orang pintar untuk mengetahui keberadaan Alia. Namun, tidak disangka bahwa akhirnya mereka mendapat kabar bahwa Alia sudah tiada.
Alia ditemukan meninggal dalam mobilnya, Minggu (23/8) pukul 10.00 di Pangkalan Kerinci sekitar dua jam perjalanan dari Pekanbaru Riau. Jenazahnya diotopsi di RS Selasih Pekanbaru kemudian dibawa pulang ke Palembang.
Rencana awal diberangkatkan pakai pesawat, tapi karena diperkirakan memakan waktu lebih lama keluarga memutuskan dipulangkan pakai mobil.
“Kemungkinan pukul 00.00 atau sehabis sahur (semalam, red) dibawa dan tiba di Palembang siang. Kita masih menunggu kabar dari sana,” kata Wirce Sulaiman, adik dr Agustria, semalam. (cr3/cw6/ahf) |
Apo kabar mang Majid ?
Kenal nedo ngan bapang –o ikas kanten panji ru
Ado ado bae cerito dusun ni.
Mudah2an urusanno gancang selesai.
.
Riayo belanju nedo mang .
Salam, haris
nedo nyangko ne Iwan berbuat seperti ini dio kanten aku Waktu SMU pendopo... waktu sekolah iwan ni jemonyo tunak bae..
sepengetahuan aku iwan ni la ado bini dulu tgl di depok buka warnet setelah ini ker di Palembang jarang komunikasih....lagi..
Pada 25 Agustus 2009 10:59, Kartini Tilawati <kart...@yahoo.com> menulis:
Jenazah dr Alia Pranita Sari Tiba Siang Ini
![]()
ISTIMEWA Alia semasa hidupSriwijaya Post - Senin, 24 Agustus 2009 07:04 WIB
KEDIAMAN keluarga Dr Alia Pramita Sari (27) di Komplek Kedamaian Permai II No 11 RT 10 RW 2 ramai didatangi keluarga dan rekan, Minggu (23/8) siang. Mereka menunggu jenazah Alia dibawa dari RSUD Selasih, Pekanbaru, Riau.Suasana duka di dalam rumah dan halaman. Banyak di antara mereka yang merah matanya. Keluarga Alia menerima ucapan belasungkawa di ruang tamu, perempuan di bagian depan rumah dan pria di samping. Di halaman orang-orang sibuk mengabari sana dan sini.Salah seorang di antaranya Drs Zainuddin Nawawi. Mereka berduka kehilangan sosok perempuan ramah itu. Kabar buruk diterima menyebar lewat telepon.Informasinya, siang itu jenazah masih diotopsi. Bagaimana sesungguhnya kondisi jenazah Alia belum diketahui persis. Tenda di depan rumah mulai dipasang. Sejumlah rekan kerja Alia berniat menyusul pakai mobil dan berembuk menghitung perkiraaan waktu dan titik bertemu. Mereka tak menyangka bakal kehilangan Alia begitu cepat.“Kami baru mendapat kabar bahwa Alia meninggal. Selama ini dia merupakan teman yang baik dan tidak ada musuh sama sekali,” kata salah satu rekan seprofesi Alia yang enggan disebutkan namanya.
Dokter Alia merupakan putri kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya, Dr H Agustria Zainu Saleh SpOG(K) (56) adalah Ketua Departemen Ob-Gyn RSMH Palembag dan Fakultas Kedokteran Unsri.Dokter muda ini dilaporkan keluarganya ke Poltabes Palembang hilang sejak Rabu (19/8) lalu.
Sempat ada dugaan bahwa Alia menghilang bersama Iwan Andriansyah (27), pria yang diduga dekat dengan Alia. Iwan adalah putra Kepala Dinas Sosial Kabupaten Empatlawang yang juga dilaporkan menghilang pada waktu bersamaan. Namun, secara tegas keluarga Alia membantah hal itu.. Salah seorang paman Alia mengatakan, keponakannya tidak lari dengan Iwan.
“Tidak benar kalau dia lari dengan pacarnya, saya tahu betul bahwa keponakan saya itu tidak suka dengan pria itu,” katanya.Ia menduga kematian Alia direncanakan sejak awal.“Silakan cek sendiri ke Bank Sumsel bagaimana dia dipecat dari sana. Tidak mungkin itu, ini pasti telah direncanakan, ini pembunuhan, penganiayaan dan penculikan,” lanjutnya.Novi (30), kakak Alia pun mengatakan hal yang sama.“Saya tahu betul, tidak mungkin almarhumah seperti itu. Kami pun mendapat informasi pertama kali dari keluarga pria itu (Iwan, Red),” kata Novi.Menurutnya, mereka sudah habis-habisan mencari Alia. Selain itu, keluarga mereka pun meminta bantuan polisi untuk memblokir semua pintu keluar baik dari Palembang maupun Sumsel.Keluarga juga sempat menanyakan ke orang pintar untuk mengetahui keberadaan Alia. Namun, tidak disangka bahwa akhirnya mereka mendapat kabar bahwa Alia sudah tiada.Alia ditemukan meninggal dalam mobilnya, Minggu (23/8) pukul 10.00 di Pangkalan Kerinci sekitar dua jam perjalanan dari Pekanbaru Riau. Jenazahnya diotopsi di RS Selasih Pekanbaru kemudian dibawa pulang ke Palembang.Rencana awal diberangkatkan pakai pesawat, tapi karena diperkirakan memakan waktu lebih lama keluarga memutuskan dipulangkan pakai mobil.“Kemungkinan pukul 00.00 atau sehabis sahur (semalam, red) dibawa dan tiba di Palembang siang. Kita masih menunggu kabar dari sana,” kata Wirce Sulaiman, adik dr Agustria, semalam. (cr3/cw6/ahf)
Ado nian itu Denen, Hanya Iwan dan Tuhanlah yang tau mengapa itu bisa terjadi???? (Olok lagu)
No virus
found in this incoming message.
Checked by AVG - www.avg.com
Version: 8.5.409 / Virus Database: 270.13.69/2328 - Release Date: 08/26/09
12:16:00
[####################### RELACOM CORPORATE EMAIL FOOTER #######################]
1. This communication is confidential and is only intended for use of the
individual or entity to which it is directed. If you are not the intended
recipient of this email, please delete it without forwarding any of its
contents.
2. Opinions and thoughts expressed in this email may be the personal opinions
of the sender and do not necessarily represent the corporate values of Relacom.
3. For further information please visit: http://security.relacom.com/email/
[##################################################################################]
Ao insyaallah amon lolok itu, kalu aku jadi balek kelo aku sampaikan.
Tapi rute blanju nyo jalano iluk ru via mano mang,
Tolong infonyo. Kalu via liwa laju ke bkl, pernah nyubo ,jalano jaat di krui –manna dan di hutan lindung perbatasan
Lampung-bkl. Kalu liwat lintas barat dari bandar lpg ke kota agung laju ke biha laju ke krui akau lom pernah nyubo alap nedo kini.
Ado info lain jak kanco2 lain rute blanju ke dusun terkini tolong infonya.
.
Salam haris..
dan sini.
Salah seorang di antaranya Drs Zainuddin Nawawi. Mereka berduka kehilangan sosok perempuan ramah itu. Kabar buruk diterima menyebar lewat telepon.
Informasinya, siang itu jenazah masih diotopsi. Bagaimana sesungguhnya kondisi jenazah Alia belum diketahui persis. Tenda di depan rumah mulai dipasang. Sejumlah rekan kerja Alia berniat menyusul pakai mobil dan berembuk menghitung perkiraaan waktu dan titik bertemu. Mereka tak menyangka bakal kehilangan Alia begitu cepat.
“Kami baru mendapat kabar bahwa Alia meninggal. Selama ini dia merupakan teman yang baik dan tidak ada musuh sama sekali,” kata salah satu rekan seprofesi Alia yang enggan disebutkan namanya.
Dokter Alia merupakan putri kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya, Dr H Agustria Zainu Saleh SpOG(K) (56) adalah Ketua Departemen Ob-Gyn RSMH Palembag dan Fakultas Kedokteran Unsri.
Dokter muda ini dilaporkan keluarganya ke Poltabes Palembang hilang sejak Rabu (19/8) lalu.
Sempat ada dugaan bahwa Alia menghilang bersama Iwan Andriansyah (27), pria yang diduga dekat dengan Alia. Iwan adalah putra Kepala Dinas Sosial Kabupaten Empatlawang yang juga dilaporkan menghilang pada waktu bersamaan. Namun, secara tegas keluarga Alia membantah hal itu. Salah seorang paman Alia mengatakan, keponakannya tidak lari dengan Iwan.
“Tidak benar kalau dia lari dengan pacarnya, saya tahu betul bahwa keponakan saya itu tidak suka dengan pria itu,” katanya.
Ia menduga kematian Alia direncanakan sejak awal.
“Silakan cek sendiri ke Bank Sumsel bagaimana dia dipecat dari sana. Tidak mungkin itu, ini pasti telah direncanakan, ini pembunuhan, penganiayaan dan penculikan,” lanjutnya.
Novi (30), kakak Alia pun mengatakan hal yang sama.
“Saya tahu betul, tidak mungkin almarhumah seperti itu. Kami pun mendapat informasi pertama kali dari keluarga pria itu (Iwan, Red),” kata Novi.
Menurutnya, mereka sudah habis-habisan mencari Alia. Selain itu, keluarga mereka pun meminta bantuan polisi untuk memblokir semua pintu keluar baik dari Palembang maupun Sumsel.
Keluarga juga sempat menanyakan ke orang pintar untuk mengetahui keberadaan Alia. Namun, tidak disangka bahwa akhirnya mereka mendapat kabar bahwa Alia sudah tiada.
Alia ditemukan meninggal dalam mobilnya, Minggu (23/8) pukul 10.00 di Pangkalan Kerinci sekitar dua jam perjalanan dari Pekanbaru Riau. Jenazahnya diotopsi di RS Selasih Pekanbaru kemudian dibawa pulang ke Palembang.
Rencana awal diberangkatkan pakai pesawat, tapi karena diperkirakan memakan waktu lebih lama keluarga memutuskan dipulangkan pakai mobil.
“Kemungkinan pukul 00..00 atau sehabis sahur (semalam, red) dibawa dan tiba di Palembang siang. Kita masih menunggu kabar dari sana,” kata Wirce Sulaiman, adik dr Agustria, semalam. (cr3/cw6/ahf)
n