
Semarang, CyberNews. Teka-teki ke mana Evaldo Silva akan berlabuh terjawab sudah. Setelah meninggalkan Persijap Jepara, stoper asal Brasil ini memutuskan bergabung dengan PSIS. Pemain berumur 37 tahun itu sudah menandatangani kesepakatan pra-kontrak dengan manajemen PSIS, Senin (19/9).
General Manager (GM) PSIS Setyo Agng Nugroho mengaku sudah bertemu dengan Evaldo secara empat mata. Dalam pertemuan di Mal Ciputra Semarang, Evaldo sepakat memperkuat tim berlogo Tugu Muda. Dijadwalkan, pemain yang kini tinggal di Salatiga itu mulai berlatih, Rabu (21/9).
"Ini murni rekomendasi pelatih Edy Paryono untuk mengisi lini belakang yang masih kosong. Nama Evaldo muncul dengan berbagai pertimbangan. Pengalaman tidak diragukan lagi. Ditambah kemampuan mengeksekusi tendangan bebas. Sejauh ini, belum ada pemain yang memiliki spesialisasi tendangan bebas," jelas Agung.
Untuk posisi belakang, tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar sempat melirik sejumlah nama. Bahkan beberapa diantaranya sudah mengikuti proses seleksi. Seperti Nyeck Nyobe, dan Carlos Eduardo Bizzaro, namun mereka belum masuk kriteria pelatih. Pemain blasteran Tim Noordraven juga sulit didatangkan karena ingin melanjutkan sekolah di Belanda.
Dengan tambahan Evaldo Silva, maka tim yang ber-home base di Stadion Jatidiri sudah memiliki 18 pemain yang siap diikat kontrak. Pemain tambahan akan memaksimalkan produk lokal Kota Semarang untuk mengisi posisi yang masih kosong. Seperti penjaga gawang dan gelandang sebagai pelapis Han Ji-ho dan Dony Siregar.
Rumba
Sementara itu, latihan di Stadion Citarum juga diwarnai sejumlah pemain baru wajah lama. Salah satunya Denny Rumba yang sempat masuk dalam daftar tunggu. Keputusan pemanggilan Rumba juga didasari kebutuhan tim. Saat ini PSIS masih membutuhkan pelapis Herry Susilo untuk posisi bek kanan.
Namun, Edy Paryono tidak ingin terburu-buru dalam masalah ini. Dia berencana melihat penampilan Rumba dalam dua hingga tiga hari ke depan. Bila sesuai dengan harapan, pemain asli Semarang ini akan segera direkomendasikan kepada manajemen untuk segera dikontrak.
Selain Rumba, juga terdapat mantan pemain Sriwijaya FC Slamet Riyadi yang sebelumnya sudah sepakat masalah nilai kontrak dengan manajemen. Datangnya Slamet Riyadi menandakan bahwa usaha yang dilakukan manajemen tidak hanya isapan jempol belaka.
Tiga kiper muda juga mencoba peruntungan. Mereka adalah Goni Yanuar (PPSM Sakti Magelang), kemudian Dwi Sulistiyo (PSGC Ciamis), dan Budiawan (Perseden Denpasar). Nama terakhir terpaksa langsung dipulangkan karena kemampuannya masih jauh dari harapan