Farmakologi Dan Terapi Ui Pdf Download

0 views
Skip to first unread message
Message has been deleted

Cre Wallace

unread,
Jul 13, 2024, 8:18:13 AM7/13/24
to prozagagas

Departemen Farmakologi dan Terapi sebagai salah satu departemen pre klinik di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM) bertanggungjawab dalam memberikan bekal pengetahuan dasar tentang obat-obatan bagi mahasiswa Pendidikan Dokter dan mahasiswa medis lainnya yang membutuhkan. Berkembangnya program studi dan minat kesehatan lain menambah peran departemen ini tidak terbatas untuk S1 tetapi juga untuk S2, S3, profesi, spesialis baik sesama disiplin ilmu maupun lintas disiplin. Untuk memperkuat pengetahuan farmakologi, departemen ini mempunyai program studi lanjut bagi lulusan S1 melalui minat Farmakologi, dibawah Program Studi Paskasarjana, yaitu Magister Ilmu Biomedik FKKMK UGM.

Penelitian tentang obat-obatan, pengembangan obat mulai dari pre klinik sampai klinik juga dapat difasilitasi oleh Departemen karena tersedianya tenaga ahli yang sudah berpengalaman baik tingkat nasional maupun internasional, laboratorium dan peralatan yang cukup memadai, fasilitas laboratorium hewan coba, laboran dan tenaga penunjang terlatih, dll.

Farmakologi Dan Terapi Ui Pdf Download


Download Zip ->->->-> https://vlyyg.com/2yLLD0



Nama Departemen Farmakologi dan Terapi terbentuk pada tahun 2009 yang merupakan gabungan dari 3 departemen atau pada saat itu disebut bagian, yaitu Bagian Farmakologi dan Toksikologi, Bagian Farmakologi Klinik, dan Bagian Farmasi Kedokteran. Masing masing bagian mempunyai sejarah yang menarik dn tidak akan terlupakan, sebagai berikut:

Cikal bakal Bagian Farmakologi telah ada bersamaan dengan lahirnya klinik Perguruan Tinggi Kedokteran (PTK) di Surakarta pada 4 Maret 1946 dan bagian Pre klinik PTK di Klaten pada 5 Maret 1946. Pada waktu itu mata kuliah Farmakologi disebut ilmu khasiat obat yang diberikan oleh dr. Soenoesmo.

Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran UGM terbentuk secara resmi pada tanggal 1 September 1954. Kuliah Farmakologi Umum diberikan oleh Prof. Dr. Sardjito, sedangkan Kuliah Farmakologi khusus diberikan oleh dr. Sentral dan dr. Suwito dari Bagian Bedah FK UGM. Setelah mendapatkan upgrading dari Prof. Dr. R.A. Lewis, Visiting Profesor dari WHO, pada bulan Maret sampai September 1960, kuliah farmakologi khusus diberikan oleh dr. R.H. Yudono.

Mulai tanggal 1 September 1962, Kepala Bagian Farmakologi dipegang oleh dr. Yudono dengan dibantu oleh dr. Ida Bagus Oka sebagai Asisten Ahli dan dr. Sunarto, dr. Suprapto, dr. Palal dan Azwar Agus sebagai Asisten. Pada tanggal 1 Januari 1967 Bagian Farmakologi FK UGM pindah dari Mangkubumen (Komplek Ngasem) Yogyakarta ke Gedung Farmakologi dan Fisiologi di Karangmalang. Pada tahun 1967 itu juga Bagian Farmakologi mendapatkan Visiting Profesor dari WHO yaitu Prof. J. Venercek. Setelah kembali dari Institut Voor Pharmacologis Rijks Universiteit Nederland pada 1 September 1969, dr. R.H. Yudono mendapat brevet sebagai ahli Farmakologi dari FK UGM dengan Prof. J Vanecek sebagai pendidik.

Karena dr. Samekto Wibowo telah menyelesaikan brevet Farmakologi di Universitas Airlangga maka mulai tahun 1979 Bagian Farmakologi FK UGM berhak mendidik dan memberi brevet keahlian Farmakologi. Beberapa staf pengajar mendapatkan brevet ahli Farmakologi antara lain dr. Sulanto Saleh Danu (UGM), dr. Muchtan Sujatno dan dr. Adjad Sudradjad dari Universitas Padjajaran. Pada tahun 1983 dr. Ngatidjan dan dr Budhirto mendapat juga lulus brevet keahlian Farmakologi. Selama kurun waktu 1980-1990 beberapa staf Bagian Farmakologi telah dikirim ke luar negeri untuk meneruskan pendidikan dalam bidang farmakologi, dr. Budhiarto ke Hongkong, dr. Budiono Santoso ke Inggris dan dr. Ngatidjan dan dr. Ishandono ke Melbourne Australia.

Bagian Farmakologi FK UGM mengalami perkembangan dan dinamika yang sangat cepat terutama dalam bidang SDM. Setelah dr. R.H. Yudono pensium, Kepala Bagian diteruskan oleh dr. Ngatidjan, M.Sc. Jumlah staf pengajar tinggal 8 orang dari 12 orang karena ada pengembangan Bagian Farmakologi Klinik. Bagian Farmakologi juga membina Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (FK UNLAM) Banjar Baru sejak tahun 1993. Beban tugas staf bagian terasa sangat berat di masa-masa tersebut. Penelitian tentang toksikologi, pengembangan obat tradisional, farmakokinetika dan farmakodinamika banyak dilakukan oleh staf pengajar Bagian Farmakologi. Bahkan pada masa ini nama bagian Farmakologi diusulkan menjadi Bagian Farmakologi dan Toksikologi tahun 1996-1997, beberapa staf melanjutkan pendidikan S3 ke luar dan dalam negeri dan dua orang staf melanjutkan ke pendidikan dokter spesialis.

Sejak dimulainya BBM (Belajar Berdasarkan Masalah) pada tahun 1992 untuk seluruh mahasiswa baru, beberapa staf Bagian Farmakologi terlibat dalam penyususnan modul dan tutorial, Tahun 1994, penyempurnaan metode pengajaran dilakukan dengan kuliah menggunakakan team teacinng dan 2 arah. Kurikulum disempurnakan dengan memberikan mata kuliah Farmakologi pada semester IV dan Farmakoterapi pada semester V. Evaluasi dilakukan melalui minites mingguan dengan pemberian materi terstuktur sebelum kuliah. Praktikum dan penugasan lebih bersifat aplikatif dengan menekankan pada upaya penggunaan obat yang rasional. Sistem ini dirasa menguntungkan bagi mahasiswa dan membuat mahasiswa aktif.

Bagian Farmakologi menyenggarakan program pendidikan S2 Minat Utama Farmakologi di bawah Program Studi Ilmu Kedokteran Dasar, Program Pasca Sarjana UGM. Sebagai ketua minat pertama kali adalah dr. Budiono Santoso, Ph.D yang juga merintis pembentukan seksi/divisi Farmakologi Klinik di Bagian Farmakologi FK UGM dan akhirnya membentuk Laboratorium Farmakologi Klinik tahun 1987.

Di masa ini muncul berbagai isu seperti kurikulum Nasional berbasis Kopetensi (KIPDI III) oleh FK UGM, perubahan status UGM menjadi Perguruan Tinggi Berbadan Hukum Milik Negara, usaha UGM menjadi research University, maupun kewajiban memberikan jaminan mutu pendidikan yang terbaik bagi mahasiswa. Pada masa ini jumlah staf pengajar tinggal 12 orang.

Pada bulan Agustus 2003 Bagian Farmakologi dan Toksikologi mulai menempati ruangan baru di gedung Radiopoetro FK UGM. Bagian Farmakologi Dan Toksikologi merupakan salah satu Bagian yang mendapatkan fasilitas gedung dan laboratorium dari proyek OECF. Fasilitas yang dimiliki saat ini cukup representative untuk kegiatan praktikum, kuliah maupun penelitian bagi mahasiswa S1, S2 maupun S3. Diharapkan kajian bidang farmakodinamika, farmakokinetika, farmakoepidemiologi, farmakologi klinik, imunofarmakologi, farmakogenetik, farmakologi molekuler pengembangan obat tradisional dan toksikologi klinik semakin berkembang. Demikian juga kerja sama penelitian dengan berbagai intitusi seperti dengan Badan POM, DepKes RI, Industri Farmasi semakin berkembang.

Berbagai kegiatan penelitian telah dilakukan dalam 10 tahun terakir oleh staf Bagian Farmakologi & Toksikologi baik secara mandiri maupun bekerjasama dengan intistusi lain baik dari dalam maupun luar negeri, antara lain pengembangan formularium untuk rumah sakit dan intansi pemerintah, penelitian mengenai medication error di di berbagai rumah sakit, pengembangan senyawa C-9154 sebagai antibiotik pengembangan senyawa 1,10-fenantrolin sebagai antimalaria, eksplorasi obat Indonesia untuk malaria dan kanker, penelitian epidemiologi, polimorfisme gen EBV-NPC, kajian toksisitas berbagai tanaman obat Indonesia.

Tahun 2005, dr. Iwan Dwiprahasto, M.MED.Sc.,Ph.D diminta menjadi wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan periode 2005-2009, Selanjutnya Dr. Mustofa, M. Kes., Apt ditunjuk untuk menduduki PJs. Kepala Bagian Farmakologi FK UGM, dr. Ngatijan, M.Sc., Sp.FK. juga ditarik ke Fakultas untuk menjadi Asisten Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Dalam kurun waktu ini, 3 orang dosen menerima SK menjadi Guru Besar dalam bidang Farmakologi yaitu: 1. Prof. dr. Ngatidjan, M.Sc., Sp.FK(K), Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc., Ph.D, dan Prof. Dr. Mustofa, M.Kes., Apt.

Dalam kurun waktu 18 tahun Farklin telah berkembang pesat. Saat ini Farklin memiliki 4 Divisi yaitu Pendidikan S1, Pendidikan S2, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat. Divisi Penelitian melingkupi 4 Laboratorium, yaitu Laboratoriun Farmakokinetika dan Ketersediaan hayati, Uji klinik, Kebijakan dan Manajemen Obat dan pengembangan Pendidikan Farmakologi Klinik. Laboratorium Farmakokinetika dan kesediaan hayati pada saat itu sedang menjalani proses akreditasi nasional sebagai laboratorium pengujian. Farklin merupakan salah satu Departement of Clinical Pharmacology di negara berkembang yang aktif menyumbangkan penelitian pendidikan di bidang farmakologi Klinik/farmakologi terapi untuk mahasiswa Kedokteran. Staf Bagian sering diundang untuk berbicara tentang pengembangan farmakologi klinik di pertemuan-pertemuan internasional. Tahun 2001/2002 mendapat kepercayaan IUPHAR untuk mengkaji dan mendefinisi-ulang peran, lingkup dan organisasi Farmakologi Klinik di negara berkembang, bahkan menduduki posisi komite.

Tahun 1995 Farklin bersama-sama dengan beberapa pakar dari berbagai disiplin ilmu mendirikan Pusat Studi Farmakologi Klinik dan Kebijakan Obat UGM (Centre for Clinical Pharmacology and Medicines Policy Studies). Oleh karena kontribusinya dalam pengembangan strategi peningkatan penggunaan obat secara rasional di skala internasional, Pusat Studi ini sejak tahun 1996 ditunjuk menjadi WHO Collaboration Centre for Research and Training in Rational Use of Medicines.

Farklin secara aktif terlibat dalam pendidikan S1, S2, maupun pembibingan untuk mahasiswa S3. Untuk pembibingan mahasiswa S3, staf Bagian Farmakologi Klinik telah terlibat sebagai penguji luar maupun sebagai pembimbing program doctor di beberapa Universitas di luar negeri.

Perkuliaan S1 Farklin pada semester 8 mahasiswa kedokteran dimulai pada tahun 1989. Sebelumnya, selama tahun 1987-1988 dilakukan pengembangan dan uji-coba modul-modul perkuliahan. Materi perkuliahan dibukukan dengan Farmakologi Klinik dan Farmakoterapi, dan diberikan secara Cuma-Cuma kepada seluruh mahasiswa S 1. Materi lengkap pada saat itu juga dapat didownload tanpa biaya dari website Beberapa Fakultas Farmasi dan kedokteran di Indonesia telah mengabdopsi beberapa materi untuk digunakan dalam perkuliahan mereka. Evaluasi terhadap mutu pembelajaran dilakukan secara berkala. Evaluasi terakhir dilakukan pada tahun 2004, dan hasilnya dipresentasikan di VIII World Conference on Clinical Pharmacology and Therapeutics di Brisbane, Agustus 2004. Hasil evaluasi menunjukan bahwa nilai rata-rata kelas untuk mata kuliah farmakologi klinik meningkat secara konsisten.

7fc3f7cf58
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages