Subarna Golok

0 views
Skip to first unread message

Alysa Guillama

unread,
Aug 5, 2024, 5:19:43 AM8/5/24
to proflearthecit
GolokBanten adalah senjata tradisional Banten yang memiliki nilai-nilai budaya tinggi termasuk spirit menegakkan martabat bangsa. Guna melestarikan golok Banten dan nilai-nilai budayanya, Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto mendorong golok Banten dikenal dunia dan mendapat pengakuan UNESCO.

Dengan diakui dunia, pembahasan golok Banten akan berlangsung terus menerus. Harapannya golok Banten akan menempati ruang di benak masyarakat sehingga golok Banten beserta nilai-nilai budaya yang terkandungnya akan lestari.


Irjen Pol Rudy Heriyanto memang memiliki perhatian tinggi terhadap pelestarian golok Banten. Ia menjadi Ketua Dewan Pembina Golok Banten Pusaka Indonesia. Irjen Rudy juga menjabat Ketua Dewan Pembina Federasi Internasional Golok Pusaka Indonesia.


Perwakilan sejumlah negara juga hadir secara virtual antara lain Guillaume Laforast dari Prancis, Linda Turci dari Italia, Marvis Jesus Salgado Reyes dari Amerika Serikat, Sonia Nobre dari Brazil, H. Muh. Hanif dari Malaysia, Walid Abou dari UEA, Wiliam Kelevra dari Mexico dan perwakilan dari negara sahabat lainnya.


Dari Banten hadir PJ Gubernur Banten Al-Muktabar, Wakil Gubernur Banten H Andika Hazrumy, Kanrem 064/MY Kolonel Inf Tatang Subarna, Dangroup 1 Kopassus Kolonel Inf Romeo Jangga Wardhana. Komunitas pecinta golok Banten juga hadir.


Dalam sambutannya Irjen Rudy menyatakan Banten penuh dengan sejarah perjuangan meraih kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Para pejuang Banten ini selalu melengkapi dirinya dengan menggunakan golok di setiap arena perjuangan.


Sementara itu Kabid Humas Polda Banten Kombes Shinto Silitonga menyatakan Kapolda Banten akan terus menjalin kerja sama dengan instansi lain untuk mengangkat Golok Banten sebagai warisan dunia asal Banten.


Andika yang adalah juga mantan Wakil Gubernur Banten tersebut dinilai berkontribusi terhadap pelestarian seni budaya Banten termasuk golok Banten, baik dalam kapasitas Andika sebelumnya sebagai wagub maupun sebagai Ketum DPP PPPSBBI.


Selain Andika, sejumlah tokoh juga turut dinobatkan sebagai pelestari golok pusaka Indonesia tersebut. Mereka adalah Dirtahti Polda Banten AKBP Agus Rasyid sebagai konseptor pelestari golok Banten, pendiri Museum Golok Indonesia Ki Kumbang dan dari komunitas pencak silat Indonesia di Belanda Mr. Paul van der Loo.


Lebih jauh Andika mengapresiasi Polda Banten dan seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pengajuan Golok Banten sebagai warisan budaya dunia kepada Unesco dimana seminar tersebut sebagai bagian dari upaya dimaksud.


Untuk diketahui, seminar Internasional bertajuk Golok Banten di Mata Dunia tersebut digelar Polda Banten untuk mendukung penetapan golok Banten menjadi salah satu warisan budaya dunia dari Indonesia kepada Unesco.


Kapolda mengatakan salah satu bukti perjuangan para leluhur tanah Banten melawan penjajah dan mempertahankan kemerdekaan dengan peninggalan senjata tradisional yang salah satunya dikenal khususnya di daerah Banten dengan sejuta pusaka berupa golok.


Menurut Kapolda betapa luar biasa adiluhungnya para empu atau pandai besi di wilayah Banten pada zaman dahulu sehingga golok Banten mampu bertahan lestari hingga ratusan tahun atau mungkin ribuan tahun.


Pembicara utama seminar, Ki Kumbang menjelaskan asal usul kata golok. Menurutnya kata golok berasal dari bahasa Sunda kuno yang sudah ada sejak tahun 1518 masehi. Meski begitu jauh sebelum tahun 1518 kata golok sudah ditemukan pada dua kitab Sunda kuno Sanghyang Siksakanda Ng Karesian. Namun, pada salah satu kitab tersebut tidak tertulis keterangan waktu atau tahun.


Ki Kumbang mengaku melakukan riset dan penelitian mengenai golok Banten. Salah satunya dengan meneliti material yang terdapat pada golok Banten zaman dahulu pada laboratorium metalurgi milik Institut Teknologi Bandung.


Untuk diketahui, puluhan golok bersejarah dipamerkan dalam seminar yang diikuti hampir oleh 13 perwakilan Negara secara online maupun offline tersebutu. Perwakilan-perwakilan itu di antaranya dari Perancis, Italia, Amerika, Meksiko dan Malaysia.


Acara juga dihadiri Wakapolda Banten Brigjen Pol Ery Nursatari, Danrem 064/MY Brigjen TNI Inf Tatang Subarna, Dangroup 1 Kopassus Kolonel Inf Romeo Jangga Wardhana, dan Pj Gubernur Banten Al-Muktabar.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages