London, 8 Feb 2012
Bapak/Ibu Sdr yth.
Assalamualaykum wr wb.
Sambil duduk memanaskan diri di UK yang dingin ini, saya ingin mengajak diskusi sebentar.
Sedikitnya orang Inggris yang mengetahui tentang Indonesia tidak terlepas dengan promosi kita kepada mereka.
Kita tidak perlu pernah dijajah Inggris dulu kan agar lebih dikenal? :-)
Untuk itu, tengah dipikirkan konsep program "Indonesia goes to school".
Inti program ini adalah orang Indonesia mendatangi Primary atau Secondary School di UK untuk menceritakan tentang Indonesia.
Ceritanya dapat saja mengenai umum: Indonesia dimana, jumlah populasinya, kelebihan Indonesia dan lain-lain. Atau juga khusus, mengenai candi yang
ada di Indonesia, Orang utan, Tapir, Anoa, Komodo, Krakatau, Merapi, Tsunami, dll. Atau dapat juga datang untuk menceritakan Folktale dari Indonesia seperti Malin Kundang, Sangkuriang, dll. Atau pahlawan kita: Dipenogoro, RA Kartini, dll. Atau bisa juga mengajari Bahasa Indonesia, membatik, dll. Kita dapat pula bawa makanan Indonesia, main angklung, tari tarian Indonesia, dll.
Mendatangi sekolah yang jumlahnya ratusan di UK ini tentu tidak dapat dilakukan oleh orang KBRI. Hal ini saya dengar pernah dilakukan 1-2 kali sebelumnya. Namun ini tidak cukup dan perlu juga dilakukan oleh anggota PPI UK dan Diktiers, baik yang punya anak di Primary/Secondary School, maupun yang belum punya anak (tapi sayang anak :-)), yang tersebar di seluruh UK. Kalau semua ini hanya dilakukan oleh orang KBRI, dampaknya hanya sedikit dan minimal. Tapi bila dilakukan oleh seluruh warga dan mahasiswa Indonesia yang tersebar di UK, maka dampaknya akan
besar dan maksimal.
Kebetulan beberapa minggu yll., Yandri mampir ke KBRI dan ybs menceritakan PPI Newcastle pernah melakukan hal tsb. Mereka cerita tentang Indonesia, main angklung, dan tari Saman di suatu sekolah karena diundang oleh Kepala Sekolah yang sebelumnya melihat performance ini saat mereka melakukannya di sebuah gereja. Kegiatan ini tentunya baik, tapi tidak terdaftar di KBRI. Sebaiknya hal ini terdaftar sehingga kita tahu apa yang terjadi mengenai apapun tentang Indonesia di UK ini. Jika perlu, kita kirimkan liputannya ke Ibu Zeynita Gibbons untuk dimasukkan ke Antara. Dengan Yandi dan istrinya, kami berdiskusi mengenai bagaimana caranya meneruskan program tersebut. Tentunya kegiatan ini tidak hanya dapat dilakukan di Newcastle, tetapi dapat direplika di tempat lain. Jalur masuk ke sekolah yang paling mudah adalah via anak kita yang bersekolah disana. Tetapi tidak tertutup pula bila kita menawarkan
kegiatan ini ke sekolah yang terdekat.
Dengan ini saya mengajak berukar pikiran dalam mematangkan program ini. Two (or more) heads are better than one :-).
Untuk itu, mohon:
1. Saran rincian program.
2. Info kegiatan sejenis yang pernah dilakukan sebelumnya.
3. Info kesediaan untuk melakukan hal ini.
Bila ada biaya, misalnya untuk pengganti makanan yang dibuat, atau membeli bahan yang akan dipresentasikan, dll., mohon disampaikan juga. Bahan presentasi dapat kita share di milis dan diperbaiki setiap saat. Kita buat database bahan presentasi dan dapat didownload oleh siapa saja yang akan melakukan presentasi.
Bila perlu pengganti uang lelah, silakan disampaikan pula. Jika dapat melakukannya sekali seminggu, mungkin cukup untuk tambahan jajan :-). Bahan yang sama, tinggal keliling cari sekolah yang mau mendengarkan. Lumayan kan? :-)
Yang
kami perlukan adalah proposal kegiatan. Lalu diperlukan pula laporan berisi data sekolah, apa saja yang disampaikan, oleh siapa saja, berapa siswa yang hadir mendengarkan, apa response mereka, saran perbaikan kegiatan selanjutnya, foto kegiatan, dan surat pernyataan surat dari Kepala Sekolah tsb. Hal ini dapat dilakukan secara individu, atau via PPI Cabang maupun PPI UK. Bagaimana? Ada yang bersedia?
Untuk sementara waktu, sekian dahulu.
Mohon respons baik melalui milis ataupun japri.
Wass.,
T. A. Fauzi Soelaiman
Atase Pendidikan London