Buat mengingatkan, yang mau & sedang punya baby.
tks
From: Rachman [mailto:rac...@shokubai.co.id]
Sent: Monday, October 16, 2006 8:24 AM
To: Lina Marlia (Lab KTSM)
Cc: Umar Said - QCA; wi...@tymindo.com; ler...@tymindo.com; Febby Lippo General; Nur Kholis Setiawan; Nana Horison Hotel; GrantGeo/Yopi; Alit Pertamina; TYM/Iswahyudi; Rexon KTSM
Subject: [Fwd: Fw: Vaksin penyebab Autis..hati2...]
As reminder only...
----- Original Message -----
From: irza.fansuri@ tarra.com
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Vaksin penyebab Autis
Buat para Pasangan MUDA. om dan tante yg punya keponakan... atau
bahkan calon ibu ... perlu nih dibaca ttg autisme.. Bisa di share
kepada yang masih punya anak kecil supaya ber-hati2... ..... Setelah
kesibukan yang menyita waktu, baru sekarang saya bisa dapat waktu
luang membaca buku "Children with Starving Brains" karangan Jaquelyn
McCandless, MD yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh Grasindo.
Ternyata buku yang saya beli di toko buku Gramedia seharga Rp.
50,000,- itu benar-benar membuka mata saya, dan sayang,
sayang
sekali baru terbit setelah anak saya Joey (27 bln) didiagnosa
mengidap Autisme Spectrum Disorder.
Bagian satu, bab 3, dari buku itu benar-benar membuat saya menangis.
Selama 6 bulan pertama hidupnya (Agustus 2001 -
Februari 2002), Joey memperoleh 3 kali suntikan vaksin Hepatitis B,
dan 3 kali suntikan vaksin HiB. Menurut buku tersebut (halaman 54 -
55) ternyata dua macam vaksin yang diterima anak saya dalam 6 bulan
pertama hidupnya itu positif mengandung zat pengawet Thimerosal,
yang terdiri dari Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama sindrom
Autisme Spectrum Disorder yang meledak pada sejak awal tahun 1990
an. Vaksin yang mengandung Thimerosal itu sendiri sudah dilarang di
Amerika sejak akir tahun 2001.Alangkah sedihnya saya, anak yang saya
tunggu kehadirannya selama 6 tahun, dilahirkan dan divaksinasi di
sebuah rumahsakit besar yang bagus, terkenal, dan mahal di Karawaci
Tangerang, dengan
harapan memperoleh treatment yang terbaik,
ternyata malah "diracuni" oleh Mercuri dengan selubung vaksinasi.
Beruntung saya masih bisa memberi ASI sampai sekarang, sehingga Joey
tidak menderita Autisme yang parah. Tetapi tetap saja, sampai
sekarang dia belum bicara, harus diet pantang gluten dan casein,
harus terapi ABA, Okupasi, dan nampaknya harus dibarengi dengan diet
supplemen yang keseluruhannya sangat besar biayanya.Melalui e-mail
ini saya hanya ingin menghimbau para dokter anak di Indonesia, para
pejabat di Departemen Kesehatan, tolonglah baca buku tersebut diatas
itu, dan tolong musnahkan semua vaksin yang masih mengandung
Thimerosal. Jangan sampai (dan bukan tidak mungkin sudah terjadi)
sisa stok yang tidak habis di Amerika Serikat tersebut diekspor
dengan harga murah ke Indonesia dan dikampanyekan sampai ke
puskesmas-puskesmas seperti contohnya vaksin Hepatitis B, yang
sekarang sedang giat-giatnya
dikampanyekan sampai ke pedesaan.
Kepada para orang tua dan calon orang tua, marilah kita bersikap
proaktif, dan assertif dengan menolak vaksin yang mengandung
Thimerosal tersebut, cobalah bernegosiasi dengan dokter anak kita,
minta vaksin Hepatitis B dan HiB yang tidak mengandung Thimerosal.
Juga tolong e-mail ini diteruskan kepada mereka yang akan menjadi
orang tua, agar tidak mengalami nasib yang sama seperti saya. Sekali
lagi, jangan sampai kita kehilangan satu generasi anak-anak penerus
bangsa, apalagi jika mereka datang dari keluarga yang berpenghasilan
rendah yang untuk makan saja sulit apalagi untuk membiayai biaya
terapi supplemen, terapi ABA, Okupasi, dokter ahli Autisme (yang
daftar tunggunya sampai berbulan-bulan) , yang besarnya sampai
jutaaan Rupiah perbulannya.
Terakhir, mohon doanya untuk Joey dan ratusan, bahkan ribuan teman-
teman senasibnya di Indonesia yang sekarang sedang
berjuang
membebaskan diri dari belenggu Autisme.
"Let's share with others... Show them that WE care!"
[Non-text portions of this message have been removed]
______________________________________
This email is for the use of authorized individuals only.