HAL: RE: WABAH PENYAKIT KULIT /GUDIK DI PONDOK DF

8 views
Skip to first unread message

Cak Noor71

unread,
Jul 22, 2014, 1:13:09 AM7/22/14
to pomg-smpit...@googlegroups.com, dasril....@gmail.com
Mari kita fikirkan dan lakukan bersama2 ana yakin bisa ketemu solusinya, lebih baik terlambat dari pada tidak melakukan apapun, ana setuju kita sampaikan jika ada masalah shg bisa difikirkan solusinya secara bersama2 syukron


Terkirim dari Samsung Mobile


-------- Pesan asli --------
Dari: Nunik Riana
Tanggal:22/07/2014 10:55 (GMT+07:00)
Subjek: RE: WABAH PENYAKIT KULIT /GUDIK DI PONDOK DF

Assalamu’alaikum, wr. wb.

 

Terima kasih atas masukan Bapak Bapak semua, dan follow up selanjutnya mohon kesediaan Bp. Dasril untuk dapat menyampaikan kepada pihak sekolah DF mengenai masalah ini  dan kapan  masalah ini akan di bicarakan bersama?,  kami para OTS mengharapkan dan menunggu solusi terbaik tentunya agar putra putri kita dapat belajar dengan suasana yg sehat dan dinamis tanpa terganggu dengan kondisi fisik yang mengidap penyakit kulit  yang sudah cukup lama ( lebih dari 3 bln tak kunjung sembuh), sembuh kambuh, sembuh kambuh lagi, dan kambuh lagi karena pengobatan dan kebersihan tidak dilakukan secara serentak, sehingga membuat belajar menjadi tidak nyaman dan selain dari pada itu  penyakit kulit ini terkesan kotor. Dan dari Cerita Rafi bahwa pihak asrama sdh coba mengobati para santri dengan di olesi minyak but but, tapi rasanya menurut saya hal ini belum cukup dan sifatnya sementara sementara kuman gudik tsb masih bersarang di tubuh dan lingkungan sekitar anak2 kita, kalau pendapat dokter membasmi kuman gudiq ada beberapa treathment yg harus dijalankan, usulan saya mungkin kita bisa memanggil tim penyuluhan dari RS/Dokter  terdekat untuk memberikan workshop/penyuluhan   kepada para santri terkait dengan penyakit kulit ini.

 

Dan akhir kata itu saya mohon maaf yang sebesar besarnya apabila  penyampaian dari saya ini terkesan dramatis, namun hal ini saya sampaikan apa adanya dan  semata mata demi kebaikan  kita bersama untuk kemajuan DF dimasa depan.

 

Wassalamu’alaikum, wr. wb.

Terima kasih

Nunik R. (Umi Rafi Albantani)

 

 

From: pomg-smpit...@googlegroups.com [mailto:pomg-smpit...@googlegroups.com] On Behalf Of abdul hakim
Sent: 21 Juli 2014 14:21
To: pomg-smpit...@googlegroups.com
Cc: dasril....@gmail.com
Subject: RE: WABAH PENYAKIT KULIT /GUDIK DI PONDOK DF

 

Assalamu’alaikum, wr. wb.

 

Maaf Bapak/Ibu bila kami ikut nimbrung dalam millist ini.

Status saat ini mantan Orang Tua Santri (OTS) Pondok Pesantren Daarul Fikri (DF).

Anak-anak kami Alhamdulillah bisa sekolah dan mondok di sini.

Anak pertama lulusan tahun 2012 dan anak kedua lulusan tahun 2014.

 

Menurut kami ada baiknya perwakilan OTS atau POMG menginformasikan ke Pihak Pesantren masalah ini secara langsung.

Lebih baik bila dilengkapi dengan data anak-anak yang terkena penyakit ini.

Kemudian diadakan pertemuan antara pihak OTS/POMG dengan Pondok Pesantren membahas langkah yang diambil untuk pencegahan berikutnya.

Faktor debu seperti yang dibilang Abi Ilham sepertinya salah satu potensi untuk penyakit seperti ini, dan mungkin juga ada faktor lain

Point pencegahan yang diutarakan Bu Nunik untuk meningkatkan kebersihan area Pondok sangat bagus sekali untuk dijadikan gerakan kebersihan secara periodik

Dan mandi dengan sabun anti-kuman mudah-mudahan bisa menghambat lajunya penyakit kulit ini.

.

Kami berharap semoga ada komunikasi yang baik antara OTS/POMG dan pihak Pesantren untuk menangani masalah ini secepatnya.

Selamat menuntaskan rangkaian Ibadah di Bulan Ramadhan 1435 H.

 

Wassalamu’alaikum, wr. wb.

 

Terima kasih

Abdul Hakim (OTS Izzat & Wafda ‘Aini)

 

 

From: pomg-smpit...@googlegroups.com [mailto:pomg-smpit...@googlegroups.com]
Sent: 21 July, 2014 12:13 PM
To: pomg-smpit...@googlegroups.com
Subject: HAL: WABAH PENYAKIT KULIT /GUDIK DI PONDOK DF

 

Wa'alaikum salam,

Alhamdulillah, ceritanya dan kejadiannya sama, sepulang libur semester juga demikian kondisinya namun saya lakukan rawat pribadi dan blm sempat ke dokter dan saat kembali ke pondok sdh kering dan mulai hilang (4 jul), namun tgl 13 jul saya anter peralatan nyuci detergent dll, kondisinya malah banyak lagi dan besar2 boroknya. Saya sudah kasih treatment sendiri ke anak saya, blm tahu hasilnya krn ahad kemarin tdk ke pondok. Kalau memang menurut info bu nunik menjadi wabah, semestinya ada komunikasi dan informasi dari pengelola pondok utk melakukan treatment yg ibu usulkan saya sgt mendukung sekali agar lebih baik lagi. Sangat berpengaruh lingkungan saat ini sdg ada pembangunan madjid (debu semen fan juga debu dari puing2) juga musim hujan yg becek area lapang. Nampaknya sejauh ini ana blm denger ada langkah2 podotif yg dilakukan di pondok utk menuju peningkatan kebersihan dan higienis, smg ada langkah segera ke depannya, terima kasih. Wassalam (abi ilham)

 

 

Terkirim dari Samsung Mobile

 

-------- Pesan asli --------

Dari: Nunik Riana

Tanggal:21/07/2014 08:11 (GMT+07:00)

Subjek: WABAH PENYAKIT KULIT /GUDIK DI PONDOK DF

 

Assalamu’alaikum Wr Wb,

 

Semoga kita semua senantiasa di Rahmati Alloh SWT ... amin, pada kesempatan ini saya ingin mengajak diskusi para orangtua  santri mengenai  kejadian yang terjadi pada anak saya Rafi Albantani naik kelas 9, beberapa bulan lalu kira-kira  5 bln lalu anak saya terkena sakit kulit gatal2 ke seluruh tubuh karna tak kunjung sembuh saya bawa ke Dr kulit, kemudian di katakan oleh Dr kulit bahwa anak saya terkena Wabah “Gudig” lalu anak saya mendapatkan obat minum dan salep Scabimet, beberapa minggu Rafi mulai sembuh dan gatal2 kulit mulai mengering, sebelum bln Ramadhan kemarin saat libur sekolah anak saya gatal2 lagi dan ini makin parah dari sebelumnya hingga bekas nya hitam hitam bekas luka gatal yg di garuk dan infeksi  dan ke 2 kalinya saya bawa ke dokter dan vonis yang sama bahwa Rafi terkena Gudig lagi... saya coba tanyakan kepada Rafi apakah di pondok DF ada yg sakit gatal2? Ternyata memang sedang mewabah hampir seluruh anak terkena wabah tsb, untuk itu saya ingin mengajak para orang tua santri DF untuk dapat diskusi bersama sama bagaimana jalan keluarnya agar wabah gudig ini tidak berulang lagi pada putra putri kita tercinta, karena tanpa di laksanakan bersama sama tentunya gudig tersebut masih bisa menular  lagi dan mewabah kembali, mungkin misalnya dengan cara seperti  : membersihakn area kamar pondok secara serentak/berobat serentak/menyemprotkan anti septik ke seluruh ruangan serentak/memakai sabun mandi detol serentak/mencuci pakaian, seprei dan seluruh perabot dgn anti septik/menjemur kasur serentak dan lain sebagainya.

Mohon saran/masukan/tanggapan dari seluruh orang tua santri agar masalah ini dapat kita pecahkan bersama.

 

 

 

Wassalam

Nunik Riana

 

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "POMG SMPIT DF BEKASI" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke pomg-smpit-df-be...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "POMG SMPIT DF BEKASI" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke pomg-smpit-df-be...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "POMG SMPIT DF BEKASI" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke pomg-smpit-df-be...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "POMG SMPIT DF BEKASI" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke pomg-smpit-df-be...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

mia...@hitachi-kenki.com

unread,
Jul 22, 2014, 5:08:12 AM7/22/14
to pomg-smpit...@googlegroups.com, dasril....@gmail.com

Assalamualaikum wr wb,

 

Maaf ikut nimbrung  untuk kebaikan kita bersama

Sebelum menyebar luas  diluar  kalangan  DF kabar mengenai penyakit kulit, lebih baik segera adakan pertemuan mendadak PMOG untuk mencari jalan keluarnya

Karena kalau sampai menyebar  luas diluar kabar ini, akan kurang  baik juga nama DF  

Mari kita jaga nama baik  DF  agar  lebih baik lagi, Syukur Alhamdulillah ke 2 anak kami  bisa sekolah dan mondok di DF

 

Terima kasih

 

Wassalamualaikum wr wb,

              Miad

(OTS. Nova Wulansari  2009 & Milah Octaviani  2014)

Dasril Caniago

unread,
Jul 24, 2014, 5:35:23 AM7/24/14
to pomg-smpit...@googlegroups.com
Assalamualaikum wr.wb.

Pertama-tama saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena sudah lama tidak buka2 email sehingga tidak tahu kalau ada diskusi tentang penyakit kulit ini di milis POMG kita...

Selanjutnya saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak2 dan Ibu2 yang telah memberikan masukan dan tanggapan atas keluhan/permasalahan yang disampaikan oleh Ibu Nunik (ibunda dari Rafi Albantani, kelas 9 Ikhwan).

Sama seperti yang telah diungkapkan oleh bapak/ibu semua, anak saya Mhd. Dahnial Arham (Aam) juga kena penyakit yang sama, saat liburan lalu diobati alhamdulillah agak berkurang, tapi setelah masuk sekolah/dipondok kembali semakin banyak... saya telah pernah menyinggung hal ini kepada pihak pondok, dan telah pula dilakukan beberapa langkah antisipasi oleh pihak pondok.

Kemaren (Rabu, 23/07/2014) saat penjemputan pulang setelah i'tikaf saya bertemu dengan Pak Ridwan (ayahanda Rofi Albantani) yang juga menyampaikan keluhan yang sama, makanya saya ajak sekalian ketemu dengan Pak Ust. Hainol (PKS/Pembantu Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan), Pak Hainol menjelaskan bahwa pihak pondok telah melakukan beberapa langkah antisipasi yang sama seperti yang disebutkan oleh Bu Siti (mantan pengurus POMG kita dulu), secara rutin tiap  minggu menjemur kasur, jendela kamar dibuka agar sirkulasi udara menjadi lancar untuk mengurangki kelembaban kamar, air mandi diberi detol, dll

Hanya saja mungkin perlu lebih ditingkatkan lagi pengawasannya, kalau mungkin masih ada santri yang tidak menjemur kasur, harus diberikan sanksi agar semuanya tidak terkecuali harus menjemur kasur.

Demikian juga dengan pemberian detol ke air bak mandi kalau perlu lebih ditingkatkan/diintensifkan lagi... dan juga sangat disarankan pakai sabun mandi cair agar tidak ada resiko tertular penyakit dari pakai sabun yang berganti-ganti.

Kebersihan Pondok juga harus terus diawasi agar mengurangi resiko berkumpul/bersarangnya kuman-kuman...

Tetapi, tentang pembukaan jendela kamar, hanya bisa dibuka satu sisi arah depan saja, karena jendela arah belakang kalau dibuka sering masuk nyamuk yang berasal dari selokan/air kotor dibagian belakang asrama.

Lalu kemaren, saya dan pak Ridwan juga memberikan masukan kepada pak Hainol agar sprei kasur diwajibkan diganti 1x dalam 2 hari, dan kalau sudah diganti sprei jangan lagi dipakai/ditiduri oleh orang lain kecuali yang punya kasur, hal ini untuk menghindari resiko menularnya dari bekas  kudis yang masih basah menempel di sprei dan ketika yang punya kasur tidur dan kakinya terkena bekas kudis kawannya tadi, maka diapun akan tertular penyakit tsb ke tubuhnya.

Tentang saran dari bu Nunik untuk diadakan penyuluhan hidup sehat dari Dokter, insya Allah akan menjadi catatan untuk kami sampaikan kepada pihak pondok...

Kami masih tetap menunggu masukan dan saran dari bapak/Ibu sekalian agar penyakit kudis/gudik menular seperti ini tidak semakin mewabah di pondok anak-anak kita.

Terimakasih

Wassalamualaikum wr.wb.

Dasril Caniago


Nunik Riana

unread,
Jul 24, 2014, 5:45:43 AM7/24/14
to pomg-smpit...@googlegroups.com

Assalamualaikum wr.wb.

Terima kasih atas tanggapan dan kerjasamnya Pak Dasril, insyaAlloh mendapatkan jalan keluar yang terbaik untuk kebaikan kita semua dan Pondok DF... amiiinn YRA

 

Wassalam,

Umi Rafi.

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages