Assalamu’alaikum Wr Wb,
Semoga kita semua senantiasa di Rahmati Alloh SWT ... amin, pada kesempatan ini saya ingin mengajak diskusi para orangtua santri mengenai kejadian yang terjadi pada anak saya Rafi Albantani naik kelas 9, beberapa bulan lalu kira-kira 5 bln lalu anak saya terkena sakit kulit gatal2 ke seluruh tubuh karna tak kunjung sembuh saya bawa ke Dr kulit, kemudian di katakan oleh Dr kulit bahwa anak saya terkena Wabah “Gudig” lalu anak saya mendapatkan obat minum dan salep Scabimet, beberapa minggu Rafi mulai sembuh dan gatal2 kulit mulai mengering, sebelum bln Ramadhan kemarin saat libur sekolah anak saya gatal2 lagi dan ini makin parah dari sebelumnya hingga bekas nya hitam hitam bekas luka gatal yg di garuk dan infeksi dan ke 2 kalinya saya bawa ke dokter dan vonis yang sama bahwa Rafi terkena Gudig lagi... saya coba tanyakan kepada Rafi apakah di pondok DF ada yg sakit gatal2? Ternyata memang sedang mewabah hampir seluruh anak terkena wabah tsb, untuk itu saya ingin mengajak para orang tua santri DF untuk dapat diskusi bersama sama bagaimana jalan keluarnya agar wabah gudig ini tidak berulang lagi pada putra putri kita tercinta, karena tanpa di laksanakan bersama sama tentunya gudig tersebut masih bisa menular lagi dan mewabah kembali, mungkin misalnya dengan cara seperti : membersihakn area kamar pondok secara serentak/berobat serentak/menyemprotkan anti septik ke seluruh ruangan serentak/memakai sabun mandi detol serentak/mencuci pakaian, seprei dan seluruh perabot dgn anti septik/menjemur kasur serentak dan lain sebagainya.
Mohon saran/masukan/tanggapan dari seluruh orang tua santri agar masalah ini dapat kita pecahkan bersama.
Wassalam
Nunik Riana
Assalamu’alaikum, wr. wb.
Maaf Bapak/Ibu bila kami ikut nimbrung dalam millist ini.
Status saat ini mantan Orang Tua Santri (OTS) Pondok Pesantren Daarul Fikri (DF).
Anak-anak kami Alhamdulillah bisa sekolah dan mondok di sini.
Anak pertama lulusan tahun 2012 dan anak kedua lulusan tahun 2014.
Menurut kami ada baiknya perwakilan OTS atau POMG menginformasikan ke Pihak Pesantren masalah ini secara langsung.
Lebih baik bila dilengkapi dengan data anak-anak yang terkena penyakit ini.
Kemudian diadakan pertemuan antara pihak OTS/POMG dengan Pondok Pesantren membahas langkah yang diambil untuk pencegahan berikutnya.
Faktor debu seperti yang dibilang Abi Ilham sepertinya salah satu potensi untuk penyakit seperti ini, dan mungkin juga ada faktor lain
Point pencegahan yang diutarakan Bu Nunik untuk meningkatkan kebersihan area Pondok sangat bagus sekali untuk dijadikan gerakan kebersihan secara periodik
Dan mandi dengan sabun anti-kuman mudah-mudahan bisa menghambat lajunya penyakit kulit ini.
.
Kami berharap semoga ada komunikasi yang baik antara OTS/POMG dan pihak Pesantren untuk menangani masalah ini secepatnya.
Selamat menuntaskan rangkaian Ibadah di Bulan Ramadhan 1435 H.
Wassalamu’alaikum, wr. wb.
Terima kasih
Abdul Hakim (OTS Izzat & Wafda ‘Aini)
Assalamualakum wr wb.
Anak saya kelas 8, juga punya masalah yg sama, usul saya mungkin bisa dilakukan workshop mengenai house keeping buat santri dan juga pembimbing pondok.
Mungkin bapak/ibu yg bekerja sekitar cikarang cibitung, perusahaannya bisa mengusulkan melakukan CSR untuk bisa melakukan workshop 5S atau 5R?
Best regards
AB
Assalamu’alaikum, wr. wb.
Terima kasih atas masukan Bapak Bapak semua, dan follow up selanjutnya mohon kesediaan Bp. Dasril untuk dapat menyampaikan kepada pihak sekolah DF mengenai masalah ini dan kapan masalah ini akan di bicarakan bersama?, kami para OTS mengharapkan dan menunggu solusi terbaik tentunya agar putra putri kita dapat belajar dengan suasana yg sehat dan dinamis tanpa terganggu dengan kondisi fisik yang mengidap penyakit kulit yang sudah cukup lama ( lebih dari 3 bln tak kunjung sembuh), sembuh kambuh, sembuh kambuh lagi, dan kambuh lagi karena pengobatan dan kebersihan tidak dilakukan secara serentak, sehingga membuat belajar menjadi tidak nyaman dan selain dari pada itu penyakit kulit ini terkesan kotor. Dan dari Cerita Rafi bahwa pihak asrama sdh coba mengobati para santri dengan di olesi minyak but but, tapi rasanya menurut saya hal ini belum cukup dan sifatnya sementara sementara kuman gudik tsb masih bersarang di tubuh dan lingkungan sekitar anak2 kita, kalau pendapat dokter membasmi kuman gudiq ada beberapa treathment yg harus dijalankan, usulan saya mungkin kita bisa memanggil tim penyuluhan dari RS/Dokter terdekat untuk memberikan workshop/penyuluhan kepada para santri terkait dengan penyakit kulit ini.
Dan akhir kata itu saya mohon maaf yang sebesar besarnya apabila penyampaian dari saya ini terkesan dramatis, namun hal ini saya sampaikan apa adanya dan semata mata demi kebaikan kita bersama untuk kemajuan DF dimasa depan.
Wassalamu’alaikum, wr. wb.
Terima kasih
Nunik R. (Umi Rafi Albantani)