Pasar saham masih anteng...walaupun tetap ada naik-turun:-)
Sktr dua minggu yg lalu ada inflow uang yg cukup besar ke kawasan
As-teng, terutama indonesia sehingga kita lihat bbrp minggu ini rupiah
cukup menguat signifikan dan tampaknya bakalan menginap cukup lama.
Ini sangat membantu keuangan negara kita saat crude-oil melambung.
Bencana alam di Jepang kemarin, merubah peta pertaruhan or spekulasi
uang scr drastis. Harga crude oil yg sempat turun pasca bencana
Jepang memberikan nafas bantuan untuk dunia bisnis para kuartal I thn
ini.
Sekarang mereka yg punya uang sdg keder mau taruh uang dimana lagi.
Perekonomian Amerika belum kembali meyakinkan, Eropa juga agak guncang
dibayangi masalah keuangan... apalgi skr Portugal sdg terkaing-kaing
cari dana talangan, ditambah pasar saham Jepang sdg kondisi darurat.
Pasar saham Aussi, china & Asteng...juga terbatas kapasitasnya.
Makanya Euro tidak turun drastis walaupun dibayangi masalah keuangan,
krn sdg pada bingung uang segitu banyak mau ditaruh dimana lagi.
Tetapi, ada optimisme ttg adanya pergerakan ekonomi dunia karena
tercipta "black-hole" yg cukup besar gara2 bencana alam di Jepang...
"Bencana besar" di Jepang is "a blessing in disguise" for us and other
countries, walaupun sayangnya rakyat Jepang yang terkena penderitaan
hebat....feel sorry for that.
Bencana di sana menumbuhkan "kepastian" akan adanya "kebutuhan besar"
yg bisa menggerakan perekonomian dunia, krn nanti pasti akan menyedot
banyak hasil produksi dr negara lain pada saat pembangunan kembali
infrastruktur dan ekonomi disana. Japang dg perekonomian terbesar ke-3
dunia meyumbang sekitar 5% dr perekonomian dunia keseluruhan, jadi
cukup besar dampaknya terhadap pergerakan perekomoni ini.
Spekulan mau berspekulasi di crude oil juga sepertinya agak2 di rem,
skr cuma di cuil2 dikit aja spy angpau bertambah.
Mereka juga tahu kebutuhan oil belum bisa dikerek naik dlm waktu
dekat, skr sudah mendekati summer dan Jepang belum berproduksi scr
penuh hingga mungkin 6 bulan ke depan.
Disamping itu Eropa juga sdg butuh uang krn terpaksa harus
menggelontorkan uang ke Japang untuk pembayaran Re-assurance. Makanya
Yen sempat menguat tajam sebelum akhirnya di-rem penguatannya.
Yang perang di TimTeng...sudah biasa disana mah, kalau ndak bergejolak
ya ndak seru:-)
Dan mungkin kipas2-nya sudah berhenti...krn ndak butuh tambahan
"black-hole" lagi, sudah ada sih dan sudah cukup. Disana yg dijaga dg
ketat ya negara2 sumber crude-oil utama...kalau yg lain masih ikutan
bergejolak itu cuma euforia politik saja supaya pemimpin lama
tergantikan:-))
Kalau perang di Libya...nah ini seru, sdg terjadi pertarung untuk
menguasai sumber2 crude-oil dan mendepak oil-co china dan india. Tapi
mungkin juga sih negara ini akan dibiarkan jadi kacau...Yg penting
bisa mengekspor crude-oil, spt Nigeria contohnya.
Libya ini negara multi-suku, dimana "klan keluarga" or "tribe" sangat
punya pengaruh dominan. So, pemimpin disana harus diktator yg kuat
agar bisa menundukan klan2 yg ada...dg kondisi spt ini menurut saya
sih susah di buat menjadi negara demokrasi ataupun bahkan 1/2
demokrasi. Memang si Khadafi cocok jadi pemimpin Libya, ditaktor
sejati.
Beda dg Mesir, profile-nya lebih mirip negara kita atau
india...."kesukuan" tetapi sudah lebih cair, krn sdh tidak punya
kepala suku atau kepala klan:-)))
So, kita lihat saja bgmn cerita bulan depan...wong mereka yg punya
duit saja sedang pada keder, inflow yg ke IDS aja ghede bgt.
Makanya emas jg menguat tajam, krn sdg pada parkir duit tuh:-)))
Jadi selama mereka keder...kita cukup aman tampaknya. Bekerjalah dg
tenang...dan tetap investasikan uang anda dg sebaiknya:-))
Rgds,
--- In alumn...@yahoogroups.com, dodik2020@... wrote:
>
>
> Lalu pasar saham masih diprediksi merah atau menghijau ya?
> Apa karena masih kuatir minyak mentah yg mendekati usd110?
>
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
>
> -----Original Message-----
> From: Di_kd <dahlia_kd@...>
> Sender: alumn...@yahoogroups.com
> Date: Wed, 6 Apr 2011 19:53:28
> To: alumnitfitb alumni<alumn...@yahoogroups.com>
> Reply-To: alumn...@yahoogroups.com
> Subject: [aTFitb] FYI: Harga Emas Kembali Torehkan Rekor Baru
>
> Khawatir Inflasi
> Harga Emas Kembali Torehkan Rekor Baru
> Erlangga Djumena | Kamis, 7 April 2011 | 07:57 WIB
> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/04/07/07572531/Harga.Emas.Kembali.Torehkan.Rekor.Baru
>
>
> SHUTTERSTOCK Ilustrasi
> 1
>
>
> NEW YORK, KOMPAS.com â€"Kekhawatiran terhadap inflasi mendongkrak harga emas hingga mencetak rekor terbarunya. Semalam emas untuk kontrak pengiriman Juni di Comex- AS naik 0,4 persen ke level 1.458,50 dollar AS per troy ounce.
> Sementara, emas untuk pengiriman segera di London mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di 1.462,30 dollar AS per troy ounce.
> Harga logam lainnya, yaitu perak, juga melesat ke posisi tertingginya dalam 31 tahun terakhir. Perak untuk pengiriman Mei sempat menyentuh 39,785 dollar AS, yang merupakan harga tertingginya sejak Januari 1980.
> Pasar memburu emas karena spekulasi AS akan berjuang untuk menekan harga konsumen. Ketua Federal Reserve Ben S Bernanke menyebut perlunya pengawasan yang ketat terhadap inflasi. Hal ini menunjukkan perbedaan pendapat dalam program yang diupayakan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. AS telah menjaga suku bunganya di level rendah sejak Desember 2008.
> Analis pasar Kingsview Financial Matt Zeman menyebut, pasar sangat khawatir terhadap inflasi, terutama dengan cukup lamanya bank sentral menjaga suku bunga di level rendah. "Di mata investor, reputasi Bernanke sebagai sosok yang memperjuangkan inflasi dipertanyakan. Orang-orang terus membeli emas," ujarnya.
> Sementara, posisi dollar AS melemah 0,9 persen terhadap euro karena spekulasi bank sentral Eropa akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25 persen. "Orang tidak punya cukup keyakinan terhadap dollar," imbuh Zeman.
> Di sisi lain, kemarin, China menaikkan suku bunga untuk keempat kalinya sejak pertengahan Oktober karena khawatir harga konsumen di bulan lalu naik ke laju tercepat sejak 2008. "Percepatan inflasi di China memang positif untuk emas.
> Sebagian investor mengoleksi emas sebagai lindung nilai terhadap kenaikan harga konsumen," kata Edel Tully, analis UBS AG di London. (Dupla Kartini/Kontan)
>
--
Sent from my mobile device
Best Regards,
Dwi Trisno Susanto