Waalaykumussalam warahmatullah wabarakatuh
Assalaamualaikum
Saya setuju diusulkan lembaga keuangan, dengan setoran modal dari tiap
anggota Insya Alloh kita bisa. Kalo tidak bergerak dari tataran
sekarang maka mencari lembaga keuangan yang jauh dari riba hanya
sekedar konsep Al Quran dan Al Hadits ... konsep akan menjadi amal
jika kita sudah melaksanakan di lapangan.Meskipun ada aturan BI
sebagai induk dari lembaga keuangan yang masih campur dengan riba,
tetapi minimal dari kita sudah berusaha untuk membuatnya, karena yang
akan merasakan keberkahan dari lembaga keuangan adalah
masyarakat/konsumen sebagai pengguna hasil pelaksanaan syariah
keuangan non ribawi. Sementara aturan lembaga keuangan ke BI karena
memang tidak bisa dihindari, dengan harapan apabila suatu saat negara
ini sudah siap maka lembaga keuangan yang dibentuk pun sudah eksis dan
berjalan bertahun-tahun sebelumnya.
Wassalaamualaikum
--
Assalaamualaikum
Wassalaamualaikum
abu naufal
Wa 'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh
Ide ini sudah lama ada di KPMI namun terkendala banyak kesulitan. Alhamdulillah saat ini KPMI dibawah pimpinan pak Nursyamsu dengan sepengetahuan yayasan bina pengusaha muslim sedang mengodok program KPMI investment forum, sebagai suatu wadah yang mempertemukan pengusaha muslim dengan investor dengan format musyarakah atau mudharabah.
Kegiatan ini akan bekerjasama dengan beberapa lembaga yang memang ahli dalam hal ini, dengan melibatkan tenaga profesional di dalamnya untuk mengawasi dan mendampingi pengusaha selama kerjasama permodalan berjalan serta selalu melibatkan ustadz pembina dalam pelaksanaannya, agar benar2 sesuai syariah.
Format kerja sama dan aturan main sedang dipersiapkan oleh tim di KPMI dan akan diajukan kepada ustadz pembina yayasan, jika disetujui dan tidak ada halangan akan segera dilaunching kepada member kpmi.
Jika ada saran dan masukan silahkan disampaikan kepada pak Nursyamsu (email: nus...@gmail.com)
Jazaakumullahu khairan
Wassalamu 'alaikum
--- In pm-f...@yahoogroups.com, "Brian Arfi (Fauzan Abu Ramza)" <dhezign.milis@...> wrote:
>
> Waalaykumussalam warahmatullah wabarakatuh
>
> Seinget saya pak Ferry Koto pernah ngelempar ide yang sejenis, tapi tak
> sama. jujur, saya lebih prefer yang ini. teknis sudah jelas. tinggal
> dijalankan. Cuma ya itu, butuh motor supaya bisa jalan. Kalo pengen kenceng
> dan bagus, motornya juga harus kenceng dan bagus. Ustadz pengasuh biasanya
> sudah penuh jadwalnya. Tapi semoga masih bisa diluangkan.
>
> Insya Allah saya ikut partisipasi :) apa langsung mau di listing aja?
>
> 2011/12/16 Denny Yapari <ssi_sorong@...>
>
> > **
Kalau lembaga mudharabah, sudah ada BMT Bintaro, http://bmtbintaro.com
Setahu saya sudah menerapkan sistem yang syar'i, insya Allah.
Btw, saya bukan stafnya, tidak ada hubungan, dan belum jadi nasabah
juga. Sekedar sharing info saja.
Assalam alaikum
Sekedar nimbrung nih. Kok kesannya dengan pembentukan investment forum ini lebih mengutamakan pengusaha ya. Pengusaha itu dalam artian umum ya mereka yang sudah punya ladang usaha, karyawan, pendapatan, dan kehidupan yang mapan, dlsb.
Bagaimana dengan jutaan orang fakir, miskin, duafa kaum marginal, orang tertindas yang mereka ingin membuat usaha tetapi tidak punya modal dan tidak bisa mengakses modal usaha? Ana pikir keberadaan mereka juga harus diperhatikan. Kenapa, karena sejarah membuktikan bahwa pengikut para Nabi dan Rasul itu adalah kaum tertindas (budak), miskin, lemah dan papa.
Ingat, buanyak saudara-saudara muslim kita yang terimbas kristenisasi hanya karena paket sembako, indomie, dll. Mungkin lebih baik bila investment forum itu juga menaruh perhatian
besar pada mereka dengan memberi capacity building, training dan akses
modal usaha untuk mengangkat kesejahteraan mereka sekaligus mendekatkan mereka pada dakwah Ahlu Sunnah wal Jamaah.
Ana gak tahu apakah ini relevan atau tidak. Tapi di luar sana sudah ada banyak organisasi amal (charity) yang menggalang dana sedekah, zakat dll seperti dompet dhuafa republika, daarut tauhid, dll. Ana gak tahu secara praktik, kerja mereka itu bagaimana hukumnya dalam Islam karena terkadang mereka menggunakan dana masyarakat, engah zakat or sedekah, untuk bangun rumah sakit, CSR, dll? Mungkin ustad Arifin bisa kasih fatwa.
Tak kalah pentingnya, siapa pun yang hendak mengakses modal usaha ini harus dibekali atau paham pula soal fiqh perdagangan dan punya iman yang kuat agar tidak terjerumus dalam mentalitas afwan akhee, afwan akhee.
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ