------Original Message------
From: Nissa Nissa
Sender:
pln_ang...@yahoogroups.com
To:
pln_ang...@yahoogroups.com
ReplyTo:
pln_ang...@yahoogroups.com
Subject: [pln_angkatanXI] DIS saja mau terjun beri penjelasan di dunia
maya
Sent: Jul 27, 2010 1:31 PM
Untuk lebih mengenal cara beliau menjawab pertanyaan publik, berikut
cuplikannya dari Detik Forum. Semoga bermanfaat. Salam (mohon maaf
bila ada yg kurang berkenan) Jufriadi Darma Juve' Assistant Analyst
Komunikasi PLN Wilayah Sultanbatara 08122189273 www.jufriadi. com
<
http://www.jufriadi .com/> Jumat, 23/07/2010 20:02 WIB Serba Ngocol
dari Dahlan Iskan
http://www.detikfin ance.com/ read/2010/
07/23/200239/ 1405614/68/ serba-ngocol- dari-dahlan- iskan Jakarta -
Dengan sigap jari jemari Direktur Utama PT PLN (persero) Dahlan Iskan
mengetik dan menjawab semua pertanyaan yang diajukan melalui
detikForum. Saking sigapnya, Dahlan bahkan selalu menagih mana
pertanyaan selanjutnya. Jawaban-jawaban yang diberikan Dahlan pun
terkesan ngocol meski sesekali serius. Suasana live chat di detikForum
pun langsung cair dan penuh dengan canda. Live chat yang berlangsung
di kantor redaksi detikcom, Jalan Warung Buncit Raya, Jakarta, Jumat
(23/7/2010) ini pun berlangsung seru. Dahlan bahkan akhirnya terbiasa
menggunakan ikon-ikon gaul yang biasa ada di forum-forum. "Mana lagi
pertanyaannya? " ujar Dahlan sambil mengetik sendiri jawabannya kepada
para detikers di detikForum. Jawaban-jawaban yang diberikan Dahlan pun
terasa segar. Termasuk ketika ditanya mengenai bagaimana jika rumahnya
mengalami pemadaman. Dahlan pun dengan sigap mengeles kalau dirinya
tak punya rumah. "Listrik di rumah saya? saya tidak punya rumah ha
ha... yang punya isteri! saya hanya nunut di situ!" jawab Dahlan. Juga
saat seorang detikers menanyakan mengenai tulisannya soal bebas byar
pet dalam blog yang menggunakan nama Dahlan Iskan, pemilik Jawa Pos
Group itu pun menjawabnya dengan penuh canda. "DI: terus
terang...... ......... ......... ......... ......... .. ............ ......saya
itu tidak punya blog! Juga tidak punya facebook. Chatting saja baru di
detik com ini, ini pun karena oleh detik com diberi rangsangan melon
dan kue jemblem! Kalau ada blog yang menggunakan nama saya, itu dari
orang lain. Saya tidak mempersoalkannya, numpang ha ha top!" canda
Dahlan. Berikut rangkuman dari live chat Dahlan Iskan yang berlangsung
seru selama sekitar 1 jam di kantor detikcom. T: Pak Dahlan, jangan
berhenti nulis di Jawa Pos dong: DI: maunya sih begitu, tapi bahannya
yang ada sekarang tentang listrik semua, nanti bosaaaaaan.. .
pembacanya T: Pak Dahlan, kapan listrik di Indonesia tanpa pemadaman ?
DI: bukan tanpa pemadaman, tapi tanpa pemadaman bergilir, ini agak
beda. Yang saya maksud dengan pemadamn bergilir adalah bahwa listrik
cukup bukan sekedar di cukup-cukupkan. ... T: Dua hari kemarin listrik
di jakarta byar-pet karena katanya ada gardu terbakar. Memangnya gak
ada pengecekan rutin terhadap fasilitas vital seperti gardu induk? DI:
Saya tanya apakah ada ganggaun dengan penyebab yang sama? ternyata
selama lima tahun terakhir ada 9 kali. ini yang kesepuluh. peralatan
yang sama, dengan merek yang sama, dengan model yang sama, tipe yang
sama.... Sepuluh kali selama lima tahun terakhir... maka kini lebih
gambang memecahkannya. merk ini, tipe ini, harus diwaspadai. saya
sudah memanggil produsen alat ini, dan sudah diskusikan mengapa
demikian... T: Di daerah-daerah di Kalimantan timur (Balikpapan,
Samarinda dll) kok listrik buruk banget, bahkan kalo udah agak jauh dr
kota, kalau siang hari aja nggak nyala (terjadi di KM 15, semboja,
semoi, sepaku dan sekitarnya), ,,,,, nyalanya tiap malam hari, hari
minggu atau tanggal merah.. Semoga PLN dengan kepemimpinan bapak bisa
lebih baik lagi DI: di bawah saya belum lebih baik ha ha mungkin hanya
akan lebih gila! yang jelas sekarang ada target2 yang konkrit. seperti
tangal 30 juni kemarin listrik di seluruh indonesia harus cukup meski
hanya pas-pasan. pas-pasan tapi cukup. cukup tapi pas-pasan. yang
penting jangan ada pemadaman bergilir., kalau toh ada yang padam,
penyebabnya hanya karena masalah tekni: misalnya ada tiang listrik
yang ditabrak truk, atau trafo yang meledak atau kesambar petir. petir
di indoensia ini tergolong tinggi di dunia.... T: Ada nggak sih
perusahaan listrik selain PLN di Indonesiaku ini? Apa bener PLN masih
rugi? heran.... DI: Ada ih. Namanya Cikarang listrindo, melayani
pabrik dan industri di sekitar beka tarif PLNsi. tarif listriknya 20%
lebih tinggi dari listrik PLN. tapi pabrik2 di situ tidak merasa daya
saing mereka menurun. tidak seperti keluhan para pengusaha yang
mengatakan dengan kenaikan tdl ini daya saing mereka menurun. Ada lagi
perusahaan listrik selain pln di Langgur. Tahu di mana Langgur? Minggu
lalu saya ke sana. Jauuuuuuuuuh sekali. Di satu pulau kecil antara
Kaimana deengan Darwin. Di sana ada satu kampung yang listriknya tidak
dari PLN. Tarifnya tiga kali lipat lebih mahal dari pln. padahal
pelanggannya semuanya nelayan! T: Pak Dahlan, saya tidak keberatan
dengan naiknya tarif listrik dengan catatan pelayanan juga sesuai
dengan tarif. Tapi kenyataannya tarif naik tapi pelayanan tetap
mengecewakan. Saya ingin bertanya bagaimana cara PLN meningkatkan
kinerja pelayanan ke publik? Sejauh ini berita dari PLN hanya byar pet
pemadaman bergilir ataupun kenaikan tarif saja tanpa ada pemberitaan
mengenai kemajuan pelayanan PLN. DI: Saya tidak setuju kenaikan TDL
dikaitkan dengan mutu pelayanan. saya sangat tudak senang dengan
pertanyaan: tdl boleh naik asal pelayanan meningkat. Logika ini tidak
cocok bagi saya. Apakah kalau tdl tidak naik pelayanan boleh buruk?
Saya meningkatkan pelayanan bukan karena tdl naik. memang harusnya
demikian. TDL itu pemerintah dan DPR yang menaikkan, bukan PLN. PLN
itu tidak punya wewenang untuk menakkan atau menurunkan TDL. Pokoknya
PLN hanya menjalankan apa yang diputuskan pemerintah karena pln memang
perusahaan milik pemerintah, artinya milik anda (tapi jangan ada ambil
ya ha ha). T: Bapak pernah membuat Usulan Listrik gratis bagi
masyarakat bawah yang pada akhirnya menjadi mentah ketika Bapak
berhadapan dengan DPR, yang sebenarnya saya juga setuju atas usulan
bapak tsb. Akan tetapi pertanyaan saya, atas Dasar apa bapak bisa
memberikan Listrik Gratis tsb mengingat sekarang saja Listrik yang ada
sering terjadi Byar pet, apalagi kalau digratiskan? Lalu kenapa bapak
nampaknya sama sekali tidak melakukan perlawanan untuk memperjuangkan
atas Listrik Gratis yang menjadi usulan bapak tsb ketika bapak berada
di DPR, sehingga yang terjadi sekarang, ketika Bapak sempat
mengusulkan Listrik Gratis tapi kenyataannya justru malah TDL naik?
DI: Di dunia ini ada tiga pihak yang tidak bisa dilawan. Kalau anda
lawan anda akan kalah. Tiga pihak itu adala ha ha: 1. Atasan anda. 2.
orang kaya. 3. orang gila....... T: Saya mau tanya : 1. Bagaimana
kebijakan PLN tentang listrik swasta? 2. Masih banyak aparat bapak
yang mengakali MCB sehingga dengan perjanjian daya psang 450 bisa
dipakai seperti berdaya 1300. 3. Untuk solusi no.2 mohon kiranya bapak
meninjau kembali bsiaya untuk menaikkan daya, karena toh biaya
pemakaian sudah cukup mahal.. Oleh karena itu mungkin diadakan
penindakan tegas terhadap para pelanggan atau oknum yang berbuat
curang 4. Almamater kami "Universitas Gunadarma" membeli gedung di
kalimalang, kemudian ketika akan menambah daya disuruh untuk membuat
gardu, tetapi kemudian setelah gardu dibangun ketika akan menambah
daya diharuskan memakai hitungan industri ?? Kelabakan lah pak,
seharusnya mengikuti tarif pemasangan yang sebelumnya. Jadi Univ.
Gundar rugi telah mengeluarkan biaya pembuatan gardu tapi kemudian
tidak dapat menaikkan daya , Bagaimana Ini Pak? Selain itu pula banyak
modus2 modus seperti ini juga di tempat kami bekerja di PDAM Cilegon,
ketika akan menaikkan daya kami disuruh untuk membangun gardu
sedangkan kenaikkannya tidak terlalu besar sekitar 10 KVA. Kami tidak
memiliki cukup dana untuk membangun itu sedangkan setelah dibangunakan
diserahkan ke PLN dan dipergunakan oleh PLN untuk pelayanannya. DI:
pertanyaannya serius banget sih... tapi saya lihat memang anda harus
mempersoalkan hal itu, karena menyangkut keadilan dan kebenaran. saya
akan jadikan ini untuk menertibkan PLN. Soal tarif, kini anda bisa
sedikit agak lega karena dengan tarif yang baru ini banyak hal aneh2
sudah ditiadakan.. .. Saya akan menugaskan salah seorang staf untuk
mendatangi universitas anda. Soal listrik swasta sudah saya jawab di
bagian tas untuk detikers yang lkain tadi... T: Tolong dibenahi kita
rakyat miskin tidak mampu untuk membayar pasang baru dengan biaya
besar begitu, kalau ada oknum2 pln yang bermain dalam pemasangan baru
tolong ditindak, sudah pernah saya laporkan oknumnya malah tidak ada
tindakan. jangan cuman selogan2 saja untuk tidak menerima uang suap/
pelicin, tapi di lapangan masih ada saja oknum2 yang bertindak
demikian. DI: di masa lalu, ketika listrik masih sangat sulit memang
tidak ada pelanggan yang bisa dilayani. bahkan pelanggan yang ada saja
sering diligir. kalau yang baru dilayani terus pemadaman begilirnya
lebih parah. untuk pelanggan baru di makasar, terus terang, baru akan
bisa dilayani dengan baik tahun depan setelah PLTU di Barru sebesar
100 mw (2x50) itu selesai. sekarang ini listrik di makasar memang
sudah cukup, tapi masih pas-pasan memang harus agak sabar, tapi paling
tidak sekarang kesabaran itu ada batasnya. sampai tahun depan. sedang
di masa lalu tidak pernah jelas sampaim kapan anda harus sabar. Saya
sendiri tidak sabar sebenarnya, tapi membangun PLTU memang tidak bisa
langsunhg jadi dalam sebulan atau setahun. saya harus bicara apa
adanya meskipun sangat pahit. T: Bagaimana PLN bisa menjadi
perusahaan kelas dunia jika pendapatan para karyawan tidak tetap
sangat minim dan rawan akan pemecatan, padahal mereka (outsourcing)
juga menjadi ujung tombak dilapangan? apa solusi PLN untuk mengatasi
hal tersebut? DI: saya tahu ada sekitar 40.000 orang outsourching di
PLN. saya juga tahu gaji mereka sangat kecil terutama kalau
dibandingkan karyawan tetap PLN. Di satu pihak gaji outsourching
memang kcil tapi di lain pihak gaji karyawan tetap yang dijadikan
pembandingan itu memang tergolong besar untuk ukuran indonesia. saya
sudha memikirkan soal ini, tapi belum mau mengemukakan sekarang. saya
masih terfokus pada penyelesaian pemadaman bergilir, peningkatan mutu
pelayanan dan seterusnya.. .. Pada saatnya nanti saya akan
mengemukakan apa yang menjadi pikiran saya untuk rekan-rekan
outsourcing ini .... T: Perusahaan saya adalah salah satu pelanggan
yang dikenakan Tarif PRIMATAS Saya mengapresiasi yang sebesar-besarnya
atas keterbukaan PLN dibawah pimpinan Bapak yang saya tanyakan adalah
1. Mengenai perubahan atas KEPMEN 07 tahun 2010 kenapa dilakukan
perubahan lagi? sehingga menyebabkan seharusnya tarif kami yang
harusnya sama dengan yang lainnya berubah hanya turun 18 % ( untuk
informasi bapak: kami bukan pelanggan baru karena kami tambah daya
maka dikenakan Tarif primatas ) 2. Apakah tidak ada alternatif lain
untuk kami??? 3. Kalau memang tidak ada alternatif lain sampai kapan
ini harus kami terima?? 4. Apakah karena hanya tekanan dari beberapa
pihak tertentu bapak harus mengorbankan pelanggan yang lainnya? 5.
Ataukah ada pihak tertentu yang tidak menginginkan adanya persaingan
yang sehat dalam industri? Mohon adanya jawabannya bapak yang
setidaknya memuaskan, tidak seperti temu pelanggan dan sosialisasi TDL
di hotel Sahid tadi malam. Semoga Bapak selalu dikaruniai kesehatan
dan pencerahan dalam hari-hari Bapak. DI: saya sudah menduga akan ada
aspirasi seperti ini. memang suara yang lantang dari kalangan industri
kemarin hanyalah datang dari yang kemungkinan tarifnya naik. sedang
industri yang tarifnya turun tidak bersuara sama sekali. kesannya yang
terjadi hanya kenaikan tdl. padahal ada juga yang turun. Akhirnya
pemerintah sangat mendengarkan yang bersuara lantang itu. Tapi ya
sudahlah, demiki kerukunan antar pengusaha baiknya diterima dulu. yang
penting anda kan turun, meski turunnya dibatasi. Memang selama ini
terjadi persaingan yang kurang sehat karena banyak industri yang sama
dikenakan tarif yang berbeda. dengan TDL baru sebenarnya ingin
menghilkangkan perbedaan itu. tapi dengan perusahan ini perbedaan itu
memang belum hilang tapi sudah mengecil. lumayan juga kan? sebaiknya
ini diterima dnegan baik, hidup ini indah lho..... T: Bener gak sih
isu mau diberlakukan SK di PLN Nggak boleh nikah sesama pegawai? Teman
saya sampai berpikir untuk tidak masuk PLN gara-gara isu itu. DI: di
dunia ini, juga di indonesia, kian banyak perusahaan yang mengenakan
larangan karyawan bersuami-istri. kajian di bidang ini sangat banyak
dan hasilnya memang menyimpulkan adanya suami isteri dalam satu kantor/
perusahaan banyak negatifnya bagi perusahaan, meski mungkin banyak
positifnya bagi ybs. memang ada yang mulai mewacanakan ini. Saya tahu
akan banyak pro-kontra, karena biar sajalah pro kontra itu berjalan
apa adanya. Memang banyak yang menuntut bahwa PLN ini harus seperti
perusahaan besar lain, tidak hanya pada gaji tapi juga yang lain-lain.
tapi begitu menyangkut suami-istri, maka tentu akan ada keinginan yang
ini jangan seperti perusahaan besar lainnya... ha ha T: Kalau listrik
di rumah pak Dahlan Iskan mati, apa yang dirasakan dan dilakukan pak
Dahlan?? DI: listrik di rumah saya? saya tidak punya rumah ha ha...
yang punya isteri! saya hanya nunut di situ! T: Terus yang dilakukan
sang istri apa pak? masak ngomelin dirut PLN? DI: Isteri saya paling
tidak suka saya jadi dirut PLN. Dia sering mengejek saya kalau lagi
nonton TV dengan berita pejabat jadi tersangka di KPK. sambil nonton
itu, isteri saya sering bilang: Kamu nanti juga seperti itu?... Karena
itu isteri saya juga tidak mau diajak tinggal di rumah dinas. dia juga
tidak mau saya pakai mobil dinas. bahkan bensin pun dia minta kita
beli sendiri saja....huh! T: Mengapa Bahan Bakar PLN tidak menggunakan
Batubara (briket batubara) saja? Saya pernah dengar, kalo negeri
tetangga kita membeli batubara dari Indonesia, dan batubara itu mereka
pergunakan sebagai bahan bakar PLN mereka. dan terbukti, di sana
listrik tidak pernah mati. 2. Mengapa PLN tidak mengembangkan Pembakit
Listrik tenaga Nuklir, padahal Indonesia penghasil Uranium terbanyak
juga. (di Penambangan Emas Newmont di SUmbawa itu ternyata banyak
uraniumnya, dan uraniumnya dibawa semua sama amerika.. diolah langsung
di Kapal mereka)... dan pasti banyak lagi sumber2 uranium kita. 3. Apa
Saja planning Bapak Dahlan Iskan dalam masa jabatannya?? ? DI: Kok
anda ini yakin banget bahwa di Malaysia listrik tidak pernah
mati...saya kok tidak percaya 1000% soal nuklir sebenarnya saya
setuju, tapi itu kan urusan pemerintah. hanya saja semua orang tahu
bahwa listrik dari nuklir itu tidak murah. harga listrik dari nukloir
itu kira2 Rp 2.500/kWh. dengan demikian kalau listrik di indonesia
diganti nuklir maka TDL akan naik empat kali. Tapi mengapa di barat
menggunakan nuklir? Karena di sana tidak punya batubara sebanyak kita
(di samping batubara itu menganggu lingkungan). Kelak, kalau batubara
kita habis mau-tidak mau, ada yang demo atau tidak, ada yang keberatan
atau tidak, kita pasti menggunakan nuklir. Tapi iya ya, mengapa tidak
sekarang saja? Agar batubara bisa dihemat? T: Kasusnya hampir sama
dengan Telkom yang dahulu namanya Perumtel, seiring bertambahnya
penduduk dan kebutuhan pemasangan jalur telpon baru, pada waktu itu
telkom ( dahuu Perumtel ) amat sangat sulit untuk melayani psb
( pasang baru ) karena keterbatasan bla..bla..bla. .dan kerugian
bla..bla..bla. . Belajar dari pengalaman masa lalu Perumtel yang tidak
kooperatif, maka saya menyarankan PLN dibubarkan atau dijual sahamnya
supaya kedepannya lebih baik lagi, dan tidak terpaku pada uud 45 pasal
33 yang notabene dikuasai olh negara, walaupun belum tentu bisa
mengelolanya. DI: Bedanya dengan telkom....PLN itu membeli bahan baku/
bahan energi dengan harga internasional sedang menjual listriknya
dengan harga DPR...ha ha. Telkom membeli bahan baku dengan harga bebas
dan menjualnya juga dengn harga bebas... Apakah anda yakin kalau
banyak perusahaan listrik di,luar PLN tarif dasar listrik akan turun?
Jawaan anda saya tunggu ya....menarik untuk melihat cara logika anda
bekerja.... T: Saya punya beberapa pertanyaan dan saran pak : 1.
Apakah dengan naiknya TDL ini berarti juga gaji para pegawai PLN akan
naik?? 2. Beberapa waktu yang lalu di kota tempat saya tinggal sempat
terjadi pemadaman bergilir 2 hari nyala 1 hari mati. Tetapi sekitar 1
bulan sebelum kenaikan TDL diumumkan terjadi hal yang luar biasa.
Pemadaman listrik itu mulai hilang!!! Apakah hal ini semata-mata
karena TDL mau naik atau memang ke depannya akan stabil tidak ada
pemadaman lagi?? 3. Saya punya saran bagaimana kalau biaya operasional
di PLN agar lebih diperketat lagi pengawasannya. Biaya2 perjalanan
dinas dll yang tidak perlu sebaiknya dikurangi agar tidak terlalu
membebani keuangan perusahaan. Menurut saya percuma saja, meskipun TDL
naik 200% tapi duitnya dihambur-hamburkan oleh pegawai PLN ujung2nya
bakalan tetep rugi. DI: Seperti sudah serinhg saya bilang
pemberantasan pemadaman berglir ini tidak ada hubungannya dengan
kenaikan atau keturunan (eh, penurunan) TDL. Tidak ada hubungannya.
Soal apakah gaji pegawai PLN akan naik, saya belum tahu, tapi juga
tidak ada hubungannya dengan kenaikan atau keturunan (eh, penurunan)
TDL. Sebab uang darti kenaikan TDL itu untuk menurunkan subsidi
pemerintah. bukan untuk PLN semata. Setuju pengawasan di perketat. KPK
saya minta mengawasi langsung pengadaan di PLN. Untuk transaksi yanhg
sensitif saya minta BPKP turun tangan. Untuk mengawasi agar dokumen2
tender tida mengarah ke memenangkan satu pihak, saya LKPP untuk
memeriksa dokumen2 tender. Dan bahkan sejak bulan lalu BPK sudah bisa
masuk ke sistem keuangan PLN secara on line dan real time. Pokoknya
PLN ini sekarang sudah telanjang bulat...hanya kalah dengan Luna
Maya....atau yang mirip itu T: Saya mau bertanya sejauh mana PLN sudah
berusaha/berperan dalam mengembangkan sumber tenaga listrik
alternatif ? sebab yg masih kita dengar adalah pembangunan PLTA atau
PLTU. DI: yang disebut alternatif adalah: angin, matahari, gelombang,
bagas dan seterusnya. soal tenaga angin sudah diteliti angin di
indoensia itu sifatnya angin-anginan ha ha. kecepatan angin di
indoensia hanya kurang dari 5m/menit (hanya sesekali angin ribut),
padahal untuk tnaga listrik minimal 7 meter/menit. Gelombang laut
masih dalam penelitian. Tenaga matahari, sekarang baru saya bangun
proyek di lima pulau terkemukan Indoensia: Bunaken, Derawan, wakatobi,
dan banda. Di pulau2 itu akhir tahun ini sudah akan beroperasi listrik
tenaga matahari. akan kita lihat, kalau memang baik maka tahund epan
akan kita kembangkan ke pulau2 kecil lainnya, terutama di indoensia
timur.Kenapa tidak di Jawa *** Kalimantan atau Sumatera atau Sulawesi?
Listrik tenaga matahari itu masih agak mahal. Untuk pulau-pulau besar
lebih baik pakai yang tradisional dulu saja. tapi untuki pulau2 kecil
itu biarpun mahal harus kita lakukan. sebab yang tradisional pun juga
mahal l. mengangkut minyak atau batubara ke banda, misalnya, juga
sangat mahal. belum tentu tongkatnya bisa sampai di sana. salah-salah
tongkangnya bisa berlabuh di australia.. ha ha...maklum lautan banda
itu gas sekali. T: Pak, saya cuma mau nanya, kenapa di kepulauan 1000
listrik cuma nyala dari sore ampe pagi DI: Saya kebetulan ke pulau
seribu bulan lalu. Kok hari itu menyala ya..... Yang jelas listrik
pulau seribu ini hebat sekali. listriknya dialirkan dari daratan Jawa
lewat kabel bawah laiut dengan sistem 20kv. Ini kah sistem kabel
listrik bawah laut yang terpanjang di Indonesia... . T: Saya adalah
karyawan swasta yang bekerja untuk proyek PLN di Sumatera Utara, dan
jujur saya agak merasa "kikuk" dengan kebiasaan beberapa karyawan
disana yang sudah biasa dengan yang namanya "uang amplop". Mungkin
bagi perusahaan lain ini biasa, tapi buat saya, hati kecil saya
menolak, dan ujung-ujungnya saya selalu dipersulit untuk proses apapun
itu di PLN disana. Karena yang saya tahu bapak berusaha memberantas
KKN ini, mohon bantuan ditindak pak. DI: Bagaimana saya bisa menindak
kalau anda tidak terbuka kepada saya? saya akan berikan email pribadi
saya ke anda. tolong sampaikan ke saya ya.... Sekarang ini usaha ke
arah sana serius banget lho.... Misalnya kebiasaan memberi oleh2 untuk
direksi yang ke daerah sudah bisa diberantas seratus persen. Tapi
amplop seperti itu sangat sulit diketahui kalau tidak ada pengaduan
seperti ini. Pengaduan anda ini akan saya umumkan di sumut, biar pun
tertutudhnya belum jelas.... T: Mengapa PLN tidak berani mencabut
subsidi untuk pelanggan listrik 2200 VA. Akankah subsidi listrik hanya
untuk lampu kelap kelip yang ada di jalanan dan digedung gedung megah
punya pemerintah atau swasta mampu ???? Coba PLN berani untuk menagih
pemakaian listrik dilingkungan PLN sendiri. Jangan jangan subsidi PLN
banyak dipakai oleh PLN sendiri dan keluarganya. DI: Ini tuduhan yang
serius...... ngawurnya ha ha... Listrik di kantor PLN harus bayar juga
lho. Bahkan ada lomba menghemat listrik antar lantai di PLN pusat dan
yang rekening tertinggi dapat sanksi. Rumah-rumah direksi PLN pun
harus bayar normal. Bahkan rumah direksi harus menggunakan listrik
prabayar sebagai pelopor.... Tidak ada dusta di sini, yang ada di
lagunnya Krisdayanti. ... T: Adakah kemungkinan yang akan bapak
lakukan untuk menggabungkan kesemua anak2 perusahaan PLN (Indonesia
Power, PJB, PLNBB, PLN Batam dll) kembali ke Induknya (PLN)? DI: Dulu,
ide mengadakan perusahaan-perusaha an itu sebenarnya dalam rangka IPO.
Saya dengar begitu. Nah, karena IPOnya gagal, apa harus balik-kucing?
Kalau betul asbabunnuzulonya begitu, rupanya perlu juga pemikiran ke
arah sana. Tapi anak2 itu sudah terlanjur besar dan gemuk-gemuk. Kalau
dibalikkan ke rahim induknya apa bisa ketelan? ha ha T: Ketika bapak
menjanjikan listrik indonesia bebas byar-pet per 30 juni kemarin,
ternyata masih menimbulkan problem seperti tulisan bapak terakhir di
blog. DI: terus
terang...... ......... ......... ......... ......... .. ............ ......saya
itu tidak punya blog! Juga tidak punya face book. Chatting saja baru
di detik com ini, ini pun karena oleh detik com diberi rangsangan
melon dan kue jemblem! Kalau ada blog yang menggunakan nama saya, itu
dari orang lain. Saya tidak mempersoalkannya, numpang ha ha top! T:
Pak ditunggu inovasi listrik nirkabel DI: wah... ini menantang
dan...sexy! Saya memang membayangkan suatu saat bisa kirim listrik ke
rumah anda dalam bentuk sasetan dan karungan.... tidak perlu pakai
kabel yang ruwet dan mudah putus listriknya itu. Tapi kelak, siapa
tahu, setiap rumah akan memiliki pembangkit sendiri sehingga tidak
perlu mendatangkan listrik dari tempat lain. Ini tidak mustahil kalau
teknologi tenaga matahari sudah lebih murah dan....semua rumah
mengganti atapnya dengan atap yang bisa menyerap tenaga matahari untuk
diubah jadi listrik. Alangkah mimpinya bisa mewujudkan ide ini. Tidak
ada kabel lagi di luar rumah, tidak ada polusi, tidak transmisi dan
yang utama tidak ada keluhan..... saya harap paling tidak ide ini
sudah terwujud 100 tahun setelah saya meninggal dunia! wah... ini
menantang dan...sexy! Saya memang membayangkan suatu saat bisa kirim
listrik ke rumah anda dalam bentuk sasetan dan karungan.... tidak
perlu pakai kabel yang ruwet dan mudah putus listriknya itu. Tapi
kelak, siapa tahu, setiap rumah akan memiliki pembangkit sendiri
sehingga tidak perlu mendatangkan listrik dari tempat lain. Ini tidak
mustahil kalau tweknologi tenaga matahari sudah lebih murah
dan....semua rumah mengganti atapnya dengan atap yang bisa menyerap
tenaga matahari untuk diubah jadi listrik. Alangkah mimpinya bisa
mewujudkan ide ini. Tidak ada kabel lagi di luar rumah, tidak ada
polusi, tidak transmisi dan yang utama tidak ada keluhan..... saya
harap paling tidak ide ini sudah terwujud 100 tahun setelkah saya
meninggal dunia! T: Pak Dahlan, sebelum masuk pln bapak sudah tau
tidak kira2 masalahnya seperti apa ? trus gambarannya apa yang akan
bapak kerjakan. Setelah masuk seperti yang di bayangkan ? atau lebih
ruwet ? DI: Sebelum di PLN saya mengira PLN itu bobrok banget....
karena itu saya sanget benci PLN. Setelah di PLN ternyata saya
menemukan cukup besar juga gelombang di dalam PLN yang menginginkan
PLN ini baik, maju dan bersih. Gelombang inilah yanhg kita usahakan
diperbesar terus..... Soal kepintaran jangan ragu. Orangorang PLN itu
pinter-pinter dan cerdas-cerdas. Maklum mereka umumnya lulusan terbaik
10 besar dari universitas2 terbaik negeri in i.