Nice article ... suwun cak !!!
From: smokin...@googlegroups.com [mailto:smokin...@googlegroups.com]
On Behalf Of Cak Tris
Sent: 15 September 2011 8:21
To: kapa...@yahoogroups.com; smokin...@googlegroups.com
Subject: [smokingcorner] Rahasia bisnis orang cina
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8308300
Share : Rahasia bisnis orang cina
_____
Salam Sejahtera, Saya mau share intisari dari buku "Rahasia Bisnis Orang
Cina" tulisan Ann Wan Seng.
KERJA KERAS ibarat kata keramat yang mendorong pedagang Cina berhasil dalam
bisnisnya...
"Jika dahulu bapaknya berjualan air di pinggir jalan, anaknya akan membuka
restoran dan barangkali cucunya akan mendirikan pabrik yang memproduksi air
dalam kemasan."
Orang Cina cenderung memilih berdagang karena bidang ini tidak dibatasi oleh
ruang, waktu dan tempat. Selain bebas, kegiatan perdagangan juga menyediakan
ruang yang luas bagi seseorang untuk mengembangkan kemampuannya.
Perdagangan orang Cina tidak banyak formalitas dan birokrasi. Mereka
berusaha menjadikan kegiatan dagang ini semudah mungkin.
"Jika kita sama rajinnya dengan orang-orang di Barat, kita tidak akan dapat
menyaingi mereka," kata Kim Woo Choong.
Jika ingin lebih berhasil dari orang lain, kita tidak punya pilihan, kecuali
bekerja dengan lebih keras dan rajin.
Persepsi orang Cina pada perdagangan adalah positif. Dunia dagang adalah
dunia yang menjanjikan kesenangan, kemewahan, dan kebahagiaan.
Pedagang yang jatuh akan merasa sakit, tetapi rasa sakit itulah yang
membuatnya bangkit kembali.
Berdagang dapat dijadikan sebagai hobi, tetapi bukan untuk mengisi waktu
luang.
Keuntungan yang diperoleh tidak dibelanjakan. Keuntungan tersebut digunakan
untuk menambah modal kerja dan melakukan investasi.
Uang digunakan untuk menghasilkan uang.
Pedagang Cina membolehkan terjadinya tawar-menawar. Meskipun proses ini
memakan waktu dan mengurangi keuntungan, hal ini dapat menggembirakan hati
pelanggan.
Pantang mengeluh di hadapan pelanggan, apalagi menunjukkan emosi negatif.
Bersikap terbuka dan berlapang dada apabila menghadapi situasi sulit, dan
tetap fokus mencari jalan keluar.
Sekedar pintar berdagang tidak memberikan hasil yang maksimal. Harus
didukung dengan sikap agresif, proaktif, berani, tahan banting, semangat
tinggi, dan rela berjuang untuk merebut segala peluang yang ada.
Orang Cina rela bangun dini hari dan terus bekerja sampai malam hari.
Apabila orang Cina mengatakan akan berdagang mereka biasanya tidak akan
berpikir panjang untuk menindaklanjuti. Pengalaman dan kemahiran tidak
penting karena hal itu dapat dipelajari kemudian.
Kegagalan pertama tidak dapat melunturkan semangatnya. Sebaliknya akan
membuatnya semakin gigih. Kegagalan kedua dijadikannya pelajaran. Kegagalan
ketiga menjadikannya lebih bijak. Kegagalan berikutnya menguji kesabaran dan
ketabahannya.
Apabila melibatkan diri dalam kegiatan perdagangan, kita harus menetapkan
tujuan atau target untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang.
Budaya dagang orang Cina mengutamakan kecepatan dalam bertindak, hal ini
penting seperti "siapa cepat dia dapat" .
Orang Cina mengijinkan pelanggan membuat pilihan sendiri, memberikan
pelayanan yang baik, diskon atau kemudahan kredit.
Dunia perdagangan penuh dengan persaingan keras dengan berbagai macam cara.
Oleh karena itu pedagang harus mempersiapkan dirinya dengan seni 'bela diri'
perdagangan untuk menghadapi serangan dalam bentuk apapun dan kemungkinan
yang akan datang.
Seni berdagang memerlukan kecermatan dan ketelitian, tidak cukup jika kita
mempelajari teori saja. Berdagang perlu praktik dan menuntut seseorang
senantiasa fleksibel.
Seni berdagang orang Cina mengutamakan prinsip 'win-win'.
Pedagang harus memiliki daya tahan, mental, dan jiwa yang kuat.
Tanpa mengalamin kerugian, keuntungan tidak mungkin datang.
Sebagian dari keuntungan disimpan untuk mengembangkan kegiatan perdagangan
dan menghadapi kemungkinan apapun yang di luar dugaan. Sebagian lagi
digunakan untuk modal kerja.
Kerugian jangka pendek merupakan jalan yang dilalui untuk mendapatkan
keuntungan jangka panjang.
Pedagang Cina mempunyai kode etik. Menjatuhkan perdagangan orang lain adalah
perbuatan yang terkutuk.
Bagi masyarakat Cina, pedagang dilarang mengganggu dan menjelek-jelekkan
kegiatan perdagangan orang lain. Persaingan dibenarkan menurut nilai moral
dan pertimbangan kemanusiaan. Pedagang yang tidak mematuhi etika ini akan
terkena sangsi. Perbuatan menjatuhkan perdagangan orang lain dianggap
sebagai tindakan yang menyalahi aturan. Sekali namanya sudah rusak,
selamanya orang tidak akan mempercayainya lagi.
Meskipun kasih sayang dan sikap patuh tidak dapat dinilai dengan uang,
kekayaan akan dapat memberikan kebahagiaan dan meningkatkan status sosial
keluarga dalam masyarakat.
Beberapa faktor yang memotivasi keberhasilan orang Cina adalah kemiskinan,
perasaan kurang aman, kemampuan bertahan hidup di tempat orang, tidak ada
pilihan, dan ajaran falsafah yang didapat sejak kecil.
Dalam sistim sosial orang Cina, anak laki-laki adalah ahli waris keturunan.
Salah satu cara menunjukkan penghormatan kepada kedua orangtua dan
mengangkat martabat keluarga adalah dengan menjadi kaya. Satu-satunya cara
menjadi kaya adalah melalui kegiatan perdagangan.
Uang tidak pernah jadi penghalang. Asal ada kemauan, pasti ada jalan. Jika
belum ketemu jalan, buatlah jalan.
Petuah untuk berhasil dalam bidang perdagangan adalah dengan menjadi
pedagang yang jujur, terpercaya, dan memudahkan urusan.
Untuk menjadi pedagang yang berhasil, harus mampu meyakinkan pelanggan.
Pedagang Cina tidak takut dan tidak pelit untuk mengeluarkan sedikit biaya
tambahan asal mereka dapat 'menangkap' dan memikat hati pelanggannya.
Kesabaran itu memang pahit, tapi buahnya sangat manis.
Jika ketekunan digabungkan dengan tekad yang kuat dan diperkuat dengan
KESABARAN niscaya akan menjadi asset yang cukup berharga bagi siapa saja
yang ingin melibatkan dirinya dalam perdagangan.
Kebanyakan usahawan Cina yang sukses bekerja sekurang-kurangnya 18 jam
sehari.
Beberapa ciri yang menunjukkan seseorang itu memiliki bakat berdagang :
mukanya bulat, enak dipandang, badan berisi, dahi cerah dan luas, serta
begitu bergairah terhadap uang.
Emas yang tersembunyi hanya dapat ditemukan oleh seseorang yang gigih
mencari dan menggalinya.
Orang Cina tidak mencari-cari alasan. Mereka berusaha menghilangkan alasan
apa pun dan menjauhkan diri dari pendapat-pendapat negatif (yang tidak
membantu mereka).
Pandai atau tidaknya seorang pedagang hanya dapat diketahui setelah dia
berhasil mengatasi segala rintangan yang menghadang di dalam perdagangan
yang beresiko tinggi.
Sekali melangkah, mereka akan terus melangkah. Tidak ada kata mundur.
Orang Cina percaya, nasib buruk dapat diubah. Sial dan malang dapat dibuang
dan digantikan dengan nasib baik.
Masalah adalah batu loncatan, dan bukan penghalang sebuah keberhasilan.
Pedagang tidak harus cerdik dan memiliki otak yang cerdas. Yang diperlukan
adalah KEBERANIAN menghadapi tantangan apa pun yang datang.
Kedinamisan dalam masyarakat Cina berkaitan erat dengan sikap mental orang
Cina, fleksibel, mudah beradaptasi, menyesuaikan diri dengan perubahan iklim
ekonomi dan perilaku pasar.
Pedagang Cina biasanya tutup buku pada setiap akhir tahun. Suatu perdagangan
dikatakan berhasil jika pada akhir tahun itu mencatat keuntungan. Para
pedagang Cina akan menyelesaikan utang tiga hari menjelang tahun baru.
Pedagang pamali, tidak boleh mengatakan sesuatu yang tidak baik ketika
memulai babak baru perdagangannya.
Lokasi perdagangan yang dianggap baik adalah yang memiliki kemudahan
memarkir kendaraan, angkutan umum, dan dekat dengan pusat administrasi
pemerintahan.
Feng Shui adalah ilmu sains dan geografi yang digunakan orang Cina untuk
mencari tempat membangun usaha perdagangan dan rumah kediaman.
Impian hanya tinggal impian jika pedagang terus bertahan di batas bawah dan
tidak mau mengubah sikap mental dan tindakan.
Orang Cina mewujudkan impiannya dengan menyusun strategi untuk memperkecil
risiko kerugian, memperbaiki kedudukan dan masa depannya.
Pedagang harus memiliki daya tahan dan semangat juang yang tinggi, tidak
mudah takluk pada keadaan, tetapi berusaha membuat keadaan tunduk pada
kehendak mereka.
Modal, bukan penentu utama untuk berhasil atau tidaknya perdagangan.
Kadangkala modal yang sedikit diiringi dengan pengetahuan seluk beluk
perdagangan yang mantap dapat membuat pedagang berhasil.
Tidak ada yang lebih memuaskan hati dan memberikan motivasi kepada pedagang
selain menjadi bos sendiri dan orang lain.
Mereka yang sudah memiliki tekad untuk berdagang tidak perlu membuang waktu
membuat perencanaan yang rapi, memikirkan resiko, dan mempertimbangkan
untung rugi. Yang diperlukan adalah tindakan nyata setelah memikirkan
strategi dagang yang terbaik.
Perjalanan seribu batu dimulai dengan langkah pertama.
Keberhasilan orang Cina bukan disebabkan keahlian mereka dalam bidang
perdagangan melainkan hasil kerja keras, kesungguhan, keberanian, keyakinan,
perencanaan, keringat, air mata, dan pengorbanan yang turut melibatkan
seluruh anggota keluarga.
Orang Cina rela menebalkan muka, menahan caci maki orang lain, dan hidup
sederhana. Setiap sen yang diperolehnya digunakan dengan sangat hati-hati.
Jika ingin mencari rekan bisnis, carilah orang yang dapat dipercaya. Teman
dekat belum tentu menjamin bahwa dia akan setia dan tidak akan mengkhianati
temannya.
Agar keuntungan terus bertambah, sebagian keuntungan disumbangkan kepada
yang membutuhkan, sebagian digunakan untuk investasi kembali.
Wawasan bisnis orang Cina : Kesulitan, kepedihan, keletihan, tidak pernah
melemahkan pedagang yang berwawasan. Dalam perdagangan, ada waktunya muncul
dan tenggelam. Jika tenggelam, harus muncul kembali, jika jatuh harus cepat
bangun lagi dengan kekuatan yang baru.
Regards
Cak Tris I migasku I sutri...@gmail.com I PE'99
--
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "smokingcorner" dari
Grup Google.
Untuk mengeposkan pesan ke grup ini, kirim email ke
smokin...@googlegroups.com.
Untuk berhenti berlangganan dari grup ini, kirim email ke
smokingcorne...@googlegroups.com.
Untuk opsi selengkapnya, kunjungi grup ini di
http://groups.google.com/group/smokingcorner?hl=id.
--
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "smokingcorner"
dari Grup Google.
Untuk mengeposkan pesan ke grup ini, kirim email ke
smokin...@googlegroups.com.
Untuk berhenti berlangganan dari grup ini, kirim email ke
smokingcorne...@googlegroups.com.
Untuk opsi selengkapnya, kunjungi grup ini di
http://groups.google.com/group/smokingcorner?hl=id.
Alu, Siti, Bagja dan Wawa
Pada tanggal 25/09/11, kus nandar <kusnan...@yahoo.com> menulis:
> smokingcorne...@googlegroups.com.
> Untuk opsi selengkapnya, kunjungi grup ini di
> http://groups.google.com/group/smokingcorner?hl=id.
>
> --
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "smokingcorner"
> dari Grup Google.
> Untuk mengeposkan pesan ke grup ini, kirim email ke
> smokin...@googlegroups.com.
> Untuk berhenti berlangganan dari grup ini, kirim email ke
> smokingcorne...@googlegroups.com.
> Untuk opsi selengkapnya, kunjungi grup ini di
> http://groups.google.com/group/smokingcorner?hl=id.
>
> --
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "planologi94" dari
> Grup Google.
> Untuk mengeposkan pesan ke grup ini, kirim email ke
> plano...@googlegroups.com.
> Untuk berhenti berlangganan dari grup ini, kirim email ke
> planologi94...@googlegroups.com.
> Untuk opsi selengkapnya, kunjungi grup ini di
> http://groups.google.com/group/planologi94?hl=id.
>
> --
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "planologi94" dari
> Grup Google.
> Untuk mengeposkan pesan ke grup ini, kirim email ke
> plano...@googlegroups.com.
> Untuk berhenti berlangganan dari grup ini, kirim email ke
> planologi94...@googlegroups.com.