FW: Kenapa orang yang Idiot kaya, saya tidak?

2 views
Skip to first unread message

Mukhlis, Ardi (ArdiMukhlis)

unread,
Jul 21, 2010, 3:56:13 AM7/21/10
to piku...@googlegroups.com

Bahan bacaan, siapa tahu bisa menjadi inspirasi/motivasi dan bermanfaat.

 

Regards,

Ardi Mukhlis


From: "ACHADIAT INDRAWAN" <achadiat...@bca.co.id>

Date: Tue, 20 Jul 2010 13:22:18 +0700

Subject: [SSR-Klub] FW: Kenapa orang yang Idiot kaya, saya tidak?

 

 

Kenapa orang yang Idiot kaya, saya tidak?

“Orang pintar membuat sesuatu yang sederhana menjadi rumit, orang idiot membuat sesuatu yang rumit menjadi sederhana.”

Gitu aja kok repot!

Kalimat ini sering terlontar  oleh salah satu mantan presiden kita. Awalnya saya mengira kalimat ini tidak memiliki makna apa pun. Tapi coba simak dulu cerita berikut ini:

Sebuah perusahaan sabun ternama sedang melakukan rapat evaluasi tahunan. Dalam rapat ini, semua karyawan baik dari jabatan tertinggi sampai seorang satpam boleh mengajukan ide dalam rapat ini. Kasus yang diangkat dalam rapat kali ini adalah mengenai komplain yang dilakukan oleh kebanyakan konsumen. Salah satu masalah yang seriang dialami konsumen adalah sering didapati kotak sabun yang tidak ada isinya atau kosong. Banyak konsumen yang merasa tertipu saat membeli sabun dalam jumlah banyak. Dari 10 kotak sabun, paling tidak ada 1 kotak sabun yang ternyata kosong. Kesalahan ini merupakan kesalahan yang tidak dapat dihindari, terutama karena mesin produksi sabun yang sudah kuno.

Rapat segera dimulai. Pemimpin perusahaan sabun tersebut melemparkan masalah ini ke dalam rapat dan meminta masukan dari setiap karyawan. Siapa saja yang dapat memberikan solusi untuk mengatasi masalah ini akan mendapatkan kenaikan gaji sampai 3 kali lipat. Anda pun boleh ikut berpikir dan memberikan solusi. Seorang supervisor mengacungkan tangannya dan berkata, “Saya punya solusinya! Kita harus membeli mesin baru dari Jepang seharga Rp 10 milyar!” Melihat harga mesin yang begitu mahal, seorang manajer segera mengacungkan tangan dan berkata, “Saya punya solusi yang lebih baik! Kita bisa membeli mesin baru yang lebih murah dari Jerman seharga Rp 1 milyar!” Melihat harga yang begitu mahal, seorang direktur juga mengacungkan tangannya dan berkata, “Bagaimana kalau kita beli mesin bajakan dari China saja seharga Rp 100juta!” Melihat harga yang sangat murah, sang pemimpin perusahaan menyetujui solusi untuk membeli mesin dari China.

Tidak lama setelah keputusan rapat diambil, seorang office boy memberanikan diri untuk mengacungkan tangannya. “Saya punya solusi yang lebih baik! Bagaimana kalau kita membeli mesin dari Indonesia seharga Rp 250rb!” teriak Office Boy dengan lantang. Mendengar pernyataan konyol dari Office Boy ini, seluruh peserta rapat seketika tertawa terbahak-bahak. Namun pemimpin perusahaan mencoba untuk memberinya kesempatan dengan memberikan sejumlah uang tunai sebesar Rp 250rb.

Dua jam kemudian sang Office Boy kembali dengan membawa mesin yang ia beli dengan harga Rp 200rb (lebih murah Rp50rb dari yang dijanjikan). Dengan langkah mantap ia segera memasang mesin yang ia beli di depan kumpulan kotak sabun. Hasilnya luar biasa! Dengan mesin baru ini, semua kotak dipastikan terisi oleh sabun. Seluruh peserta rapat tercengang ketika melihat mesin yang dibeli oleh Office Boy ini adalah KIPAS ANGIN. Dengan kipas angin ini, semua kotak sabun yang kosong akan terbang ditiup angin dan menyisakan kotak sabun yang sudah terisi. Dengan alat sederhana ini, tidak ada lagi komplain mengenai kotak sabun yang kosong. Dengan hasil ini, Office Boy dengan lantang dan percaya diri berkata, “Gitu aja kok repot!”

“Orang pintar membuat sesuatu yang sederhana menjadi rumit, orang idiot membuat sesuatu yang rumit menjadi sederhana.” Terkadang kepintaran yang kita miliki membuat kita berpikir terlalu kompleks. Kesederhanaan dalam berpikir sering kali membuat orang idiot lebih sering menangkap peluang dibanding dengan orang pintar. Saya tidak mengajak Anda untuk menjadi orang idiot, saya ingin mengajak Anda untuk memiliki sebuah kebiasaan baru. Apa pun masalah yang akan Anda hadapi di masa yang akan datang, berpikirlah sederhana dan katakan dengan lantang, “Gitu aja kok repot!”

Profesor dan nelayan

Suatu minggu, seorang profesor pergi untuk melakukan penelitian di sebuah pedalaman. Sulitnya medan perjalanan memaksa profesor ini untuk menempuh jalur lain yaitu sebuah sungai. Tanpa berpikir panjang sang profesor segera mencari seorang nelayan untuk menyeberangi sungai tersebut.

Selama perjalanan di atas kapal sang profesor bertanya kepada sang nelayan, “Apakah Bapak pernah belajar biologi?” Dengan polos sang nelayan menjawab, “Apa itu biologi? Makanan ikan ya?” Dengan nada menggurui sang profesor menjawab, “Masak Anda tidak tahu apa itu biologi? Itu artinya Anda sudah kehilangan 20 persen dari bagian hidup Anda!” Beberapa menit kemudian sang profesor kembali bertanya, “Apakah Bapak tahu apa itu fisika?” Dengan nada minder sang nelayan menjawab, “Yang pasti bukan makanan ikan kan?” Dengan nada yang meremehkan sang profesor menjawab, “Ck ck ck…, Anda sama saja sudah kehilangan 50 persen dari bagian hidup Anda!”  Selang beberapa waktu sang professor kembali bertanya, “Kalau Anda tidak tahu apa itu biologi dan fisika, tentu Anda tahu tentang geografi, bukan?” Sang nelayan menjawab, “Saya memang idiot, saya pun tidak tahu apa itu geografi.” Dengan tertawa terbahak-bahak sang professor berkata, “Anda betul-betul kehilangan 80 persen dari bagian hidup Anda!”

Sesaat sebelum sang professor memberikan pertanyaan keempat, arus sungai mendadak berubah menjadi deras. Derasnya arus membuat kapal bergoyang dengan sangat keras. Sang professor tidak dapat menguasai keseimbangan dan terjatuh ke dalam sungai. Dengan panic sang professor berteriak, “LONTONG! Eh TOLOOONNGG!” Dalam keadaan panic sang nelayan bertanya, “Anda tidak bisa berenang?” Dalam keadaan timbul tenggelam sang professor menjawab, “Saya tidak bisa berenang!!” Dengan berani nelayan menjawab, “Kalau begitu Anda sudah kehilangan 100 persen dari bagian hidup Anda!”

Cerita ini mungkin hanyalah cerita fiksi belaka, namun inilah yang sering kali terjadi dalam kehidupan nyata. Seorang yang sangat pintar belum tentu bisa menggunakan pengetahuannya untuk bertahan hidup. Pengetahuan adalah kekuatan sampai Anda menggunakannya.

“KNOWLEDGE IS NOTHING, APPLYING WHAT YOU KNOW IS EVERYTHING.”

Reuni SMA

Juara 1 lomba lari marathon, mendapatkan nilai 9 pada mata pelajaran Olahraga, mendapatkan nilai 8 pada mata pelajaran Agama, itulah “sebagian” dari prestasi saya. Orang-orang kagum melihat “sebagian” dari prestasi yang saya miliki. Tapi itu hanya sebagian, sisanya? Nilai 4 untuk mata pelajaran Matematika, nilai 4 untuk mata pelajaran Kimia, nilai 5 untuk mata pelajaran Sejarah, dan nilai 5 untuk mata pelajaran Komputer. Bagi anda yang memiliki nasib yang serupa dengan saya, tenang saja karena ini barulah permulaan!

Saya tidak sendirian dalam persaingan memperebutkan nilai terburuk di sekolah, ada sekitar 5 teman yang tidak kalah idiotnya dibanding saya. Mereka lebih senang bermain dibandingkan belajar. Suatu ketika seorang guru Fisika memarahi salah satu teman idiot saya dan berkata, “Kalau otak dan kepalamu bisa dibuka, pasti isinya kosong!” Saya dan teman idiot saya tidak akan pernah bisa melupakan kata-kata itu.

Seiring berjalannya waktu, kamipun beranjak dewasa dan memiliki kesibukan masing-masing. Setelah cukup lama tidak bertemu dengan teman-teman SMA, kami dipertemukan kembali dalam sebuah reuni. Dari reuni inilah saya melihat sebuah kenyataan yang sangat ironis. Teman-teman idiot saya telah berubah menjadi orang yang sangat sukses. Mereka memiliki bisnis sendiri dan penghasilan yang besar. Teman idiot saya juga telah membeli sebuah rumah dan mobil pribadi di usia 20 tahun. Sebaliknya beberapa teman saya yang terbilang cukup pintar dan berprestasi, mereka lebih memilih rasa aman dan menggantungkan masa depan mereka sebagai karyawan. Mereka tidak lebih sukses dibanding dengan teman idiot saya. Mungkin Anda bertanya “Kenapa orang yang idiot kaya, sementara saya tidak?” Teruslah membaca!

5 Perbedaan orang pintar dan orang idiot

1.       Orang pintar menyukai kepastian, orang idiot menyukai ketidakpastian.

2.       Orang pintar terlalu serius, orang idiot suka bersenang-senang.

3.       Orang pintar tahu, orang idiot tidak tahu.

4.       Orang pintar senang menjadi pengamat sejarah, orang idiot senang menjadi pelaku sejarah.

5.       Orang pintar cepat tersinggung dan tidak mengakui kesalahan, orang idiot pemaaf dan mengakui kesalahan.

Orang pintar menyukai kepastian, orang idiot menyukai ketidakpastian

Sebagian besar orang-orang terkaya di dunia tidak menyelesaikan bangku kuliahnya. Mereka adalah orang-orang idiot yang mempekerjakan orang-orang pintar. Murid dengan nilai A akan bekerja untuk murid dengan nilai B, murid dengan nilai C akan mengelola bisnis, dan murid dengan nilai D akan memiliki gedung dengan nama mereka sendiri. Murid dengan nilai A menyukai kepastian, sementara murid dengan nilai D menyukai ketidakpastian.

Kepastian terkait dengan rasa aman. Orang pintar belajar dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan kepastian. Dengan nilai yang tinggi, mereka merasa lebih pasti dalam melangkah ke masa depan. Mereka lebih senang menjadi karyawan dan mendapatkan kepastian penghasilan berupa gaji tetap. Mereka senang membeli asuransi untuk mendapatkan kepastian, mereka senang menabung untuk mendapatkan kepastian, dan mereka senang membuat rencana untuk mendapatkan kepastian. Orang pintar tidak menyukai bisnis, karena segala sesuatunya penuh dengan ketidakpastian.

“Segala sesuatu yang pasti, hasilnya pasti kecil, tetapi segala sesuatu yang tidak pasti, hasilnya tidak pasti besar.”

Berbeda dengan orang pintar, orang idiot suka dengan ketidakpastian. Mereka membenci rutinitas dan sangat menyukai tantangan baru. Mereka senang dan bersemangat dalam mengambil risiko. Tidak semua risiko yang mereka ambil berujung pada kesuksesan, mereka juga sering menemui kegagalan. Namun mereka menikmati kegagalan sebagai proses pembelajaran. Mereka lebih senang membangun bisnis mereka sendiri. Fakta mengatakan bahwa 70% orang terkaya di dunia adalah pengusaha yang membangun bisnis mereka sendiri. Inilah yang menyebabkan kenapa orang yang idiot kaya, sementara orang yang pintar masih bekerja dan menjadikan atasannya kaya raya.

Orang pintar terlalu serius, orang idiot suka bersenang-senang

Orang pintar selalu berpikir bahwa bekerja keras adalah syarat mutlak untuk mencapai kekayaan financial. Mereka termasuk golongan 7P. Anda masih ingat golongan 7P? Mereka Pergi Pagi Pulang Petang Penghasilan Pas-Pasan. Mereka terlalu serius dan jarang bersenang-senang.

Berbeda dengan orang pintar, orang idiot percaya bahwa kreativitas adalah syarat mutlak untuk mencapai kekayaan financial. Kreativitas tidak muncul pada saat kita sedang tegang dan serius, kreativitas muncul pada saat kita sedang bersantai dan bersenang-senang. Cari waktu luang, matikan semua telepon, pergilah ke tempat favorit Anda, ajak teman-teman terbaik Anda, dan bersenang-senanglah!

Orang pintar tahu, orang idiot tidak tahu

Kenapa idiot kaya dan saya tidak? Karena orang pintar tahu cara menghitung, tahu cara mengukur, dan tahu cara memprediksi segala sesuatu. Karena mereka tahu cara menghitung, mengukur, dan memprediksi, maka mereka tahu bahwa yang akan mereka kerjakan sangat berisiko. Karena mereka tahu apa yang akan mereka kerjakan sangat berisiko, mereka memilih untuk tidak mengambil risiko tersebut.

Sebaliknya, karena orang idiot tidak tahu cara menghitung, mengukur, dan memprediksi, maka mereka tidak tahu bahwa yang akan mereka kerjakan sangat berisiko. Karena mereka tidak tahu apa yang akan mereka kerjakan sangat berisiko, mereka segera mengambil tindakan dan berhasil.

Orang pintar senang menjadi pengamat sejarah, orang idiot senang menjadi pelaku sejarah

Suatu hari saya sedang menonton pertandingan sepak bola bersama dengan teman-teman saya. Pertandingan berlangsung sangat sengit, dan yang sengit bukan hanya pertandingannya melainkan adu mulut yang terjadi antara pendukung kesebelasan.

Ada satu kejadian yang sedikit menggelitik hati saya. Pada detik-detik terakhir pertandingan, seorang pemain bernama David Beckham mendapatkan peluang emas untuk mencetak gol melalui tendangan pinalti. Namun ternyata David Beckham tidak memanfaatkan peluang emas tersebut dan gagal mencetak gol. Pada saat itu juga, kata-kata hinaan mulai terlontar dari mulut teman-teman saya, “Goblok! Cuma menang tampang doang! Idiot! Nenek-nenek bisa lebih baik dari itu!”

Kenapa kejadian tersebut cukup menggelitik saya? Coba Anda perhatikan dengan lebih jeli, walaupun David Beckham gagal mencetak gol dan mendapatkan banyak cercaan, David Beckham tetaplah pemain sepak bola terkenal dengan bayaran yang sangat tinggi. Cercaan orang-orang tidak membuatnya berhenti di gaji, sebaliknya orang-orang yang mencerca tidak mendapatkan apa pun selain tenggorokan yang kering akibat berteriak. Bagaimanapun juga, menjadi pemain jauh lebih menguntungkan daripada menjadi penonton. Menjadi pelaku sejarah jauh lebih menyenangkan dibanding menjadi pengamat sejarah.

Saat saya memberikan talkshow di salah satu radio di Jakarta dengan tema “Kiamat Finansial Dunia Tahun 2012”. Saya mendapatkan banyak kritik dan cercaan pedas dari para pendengar. Dan saya yakin mereka yang mengkritik saya dengan pedas adalah orang-orang yang sangat pintar. Mereka adalah orang-orang yang senang menjadi pengamat, bukan pelaku. Walaupun saya mendapatkan banyak sekali kritikan dalam talkshow tersebut, seminar “Kiamat Finansial Dunia tahun 2012” berlangsung dengan sangat sukses dan dihadiri lebih dari 500 orang. Lalu bagaimana dengan orang yang mengkritik saya dulu? Mereka tetap duduk di pinggir sana, mengamati, dan siap untuk memberikan kritik-kritik pedas berikutnya. Apa pilihan Anda, pengamat atau pelaku? Pengkritik atau yang dikritik?

Orang pintar cepat tersinggung dan tidak mengakui kesalahan, orang idiot pemaaf dan mengakui kesalahan

Saya percaya bahwa kata-kata saya dalam bab ini sedikit keras dan mungkin menyinggung perasaan Anda (terutama bagi Anda yang merupakan golongan pintar). Itu semua saya lakukan dengan satu tujuan agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Saya meyakini teguran keras yang membangun lebih baik dibanding dengan bujukan lembut yang menjatuhkan.  Apabila ada perkataan saya yang tidak berkenan, dari lubuk hati yang paling dalam saya minta maaf.

Mohon tidak menggeneralisasikan dan mengambil mentah-mentah apa yang saya sampaikan pada bab ini. Beberapa kalimat yang saya tulis merupakan bentuk kalimat kiasan untuk mendukung bab ini. Ingat tidak semua orang pintar miskin dan tidak semua orang idiot kaya.

Dari buku UNLIMITED WEALTH by BONG CHANDRA    

 


:BCA:

__._,_.___

Recent Activity:

·         New Members 86

______________________________________________

Dapatkan 5-10 Tips Keuangan Gratis setiap hari
via http://www.twitter.com/SafirSenduk

Konsultasi? Ingin menjadi klien?
Hubungi Safir Senduk & Rekan di (021) 57998024
atau email ke hal...@perencanakeuangan.com

Ingin mendapatkan Artikel & Tanya Jawab Rutin
di email Anda tentang Perencanaan Keuangan?
Kirimkan email kosong Anda ke alamat
SSR-InfodanArt...@yahoogroups.com

Kunjungi www.perencanakeuangan.com
______________________________________________

.

Image removed by sender.

__,_._,___

image001.jpg
image002.jpg

elvir...@yahoo.com

unread,
Jul 21, 2010, 5:19:25 AM7/21/10
to piku...@googlegroups.com
Ardy,
Belum semua aku baca, tapi sungguh aku 'terusik' dengan pembandingan orang pintar dan orang idiot. Nelayan, anak-anak yg b.prestasi disatu bidang (tp jeblok di bidang lain) bukanlah orang idiot. Begitupun, orang pintar (yg biasanya ditujukan pada siswa/mhs yg lulus dgn IPK yg tinggi) tidak otomatis pasti sukses dalam hidup. Orang yg 'pintar' dalam arti cukup pengetahuan dan cukup pengalaman akan mampu mencapai kesuksesan dimanapun dia berada.

Vira

http://ilmupangan.blogspot.com


From: "Mukhlis, Ardi (ArdiMukhlis)" <ArdiM...@chevron.com>
Date: Wed, 21 Jul 2010 14:56:13 +0700
Subject: FW: Kenapa orang yang Idiot kaya, saya tidak?

--
Anda adalah Pelanggan dan Anggota Group ini, PALITO: Payokumbuah Limopuluah Koto".
Untuk Menulis ke Grup, kirim email ke piku...@googlegroups.com
Berhenti berlangganan klik:
pikumbuah-...@googlegroups.com
Mau tahu, lebih banyak? Klik saja
http://groups.google.com/group/pikumbuah?hl=id
image001.jpg
image002.jpg

Mukhlis, Ardi (ArdiMukhlis)

unread,
Jul 21, 2010, 8:44:58 PM7/21/10
to piku...@googlegroups.com

Vira…jangan sampai tasingguang pulo yo…urang ka puaso. Kalau bahan bacaan yang ambo forwardkan iko tidak berkenan mohon di delete sajo.

 

Sakalian dek urang ka puaso, kami sekeluarga mohon maaf ka kawan-kawan kasadonyo, semoga puaso kito nanti bisa kito jalankan dengan sebaik-baiknya.

 

Salam.

 

Regards,

Ardi Mukhlis

image001.jpg
image002.jpg

yrahm...@yahoo.com

unread,
Jul 21, 2010, 9:04:48 PM7/21/10
to piku...@googlegroups.com
Tidak perlu ada yg tersinggung dg topik diatas karena memang ada yg ditemui spt itu dan maaf lahir bathin juga utk semuannya

Powered by Telkomsel BlackBerry®


From: "Mukhlis, Ardi (ArdiMukhlis)" <ArdiM...@chevron.com>
Date: Thu, 22 Jul 2010 07:44:58 +0700
Subject: RE: Kenapa orang yang Idiot kaya, saya tidak?
image001.jpg
image002.jpg

elvir...@yahoo.com

unread,
Jul 21, 2010, 9:14:45 PM7/21/10
to piku...@googlegroups.com
Ardi,

Ndak tasingguang kok, Di. Hanya t'usik dgn istilah idiotnya, hehe... Soalnya, kalau dia tidak pintar tp sukses, b.arti dia punya kepintaran utk mengarungi hidup dan itu bukan orang idiot, kan?

Isi tulisannya sih rancak, Di. Selama 15 th di kampus, m.amati perjalanan alumni, t.lihat memang bahwa Indeks Prestasi (IP, red) tinggi (yg biasanya dikorelasikan dgn pintar) bukan faktor utama kesuksesan b.karir. Kemampuan b.organisasi, b.komunikasi dgn orang lain, atau EQ yg baik, jauh lebih penting dr hanya sekedar IQ. Makanya orang yg pintar tanpa EQ yg baik sering2 cuma jadi anak buah, ndak pernah jadi pemimpin... :)

Samo-samo saling memaafkan yo Di. Maaf lahir batin juga ke kawan-kawan yg lain...

Salam,

Vira

http://ilmupangan.blogspot.com


From: "Mukhlis, Ardi (ArdiMukhlis)" <ArdiM...@chevron.com>
Date: Thu, 22 Jul 2010 07:44:58 +0700
Subject: RE: Kenapa orang yang Idiot kaya, saya tidak?
image001.jpg
image002.jpg

Mukhlis, Ardi (ArdiMukhlis)

unread,
Jul 21, 2010, 9:42:09 PM7/21/10
to piku...@googlegroups.com

Syukurlah…lai indak tasingguang….tadi ambo agak maraso saketek basalah…jo carito yang ambo dapek dan forward kan.

 

Kito alihkan subject nyo ke PALITO kini….baa kaba nyo di Jabodetabek…biasonyo manjalang ka puaso nan lai dakek-dakek bakumpua-kumpua. Atau bakumpua/basuo di FB sajo lai kini?

 

Salam

 

Regards,

Ardi Mukhlis
PT Chevron Pacific Indonesia

Project Management Support - HOOU
Duri 28884, Riau - Indonesia
Tel 0765 825185; Fax  0765 825893
mailto:ArdiM...@chevron.com

image001.jpg
image002.jpg

dachriya...@yahoo.com

unread,
Jul 21, 2010, 10:07:20 PM7/21/10
to piku...@googlegroups.com
Assalamualaikum wr wb
Aku punya referensi sendiri tentang bodoh, idiot, pintar dan pandai
Idiot dan pandai, itu biasanya berkaitan dengan intelijensia, istilah umumnya IQ.
Kalau bodoh dan pintar, sdh menyangkut bgmn org bisa bertahan dan berjuang dlm kehidupan. Biasanya mencakup jg urusan EQ
Inti tulisannya sendiri memaparkan kenyataan, bhw tdk semua org yg berhasil di akademis akan berhasil pula dlm kehidupan yg sesungguhnya. Krn dunia akademis kita msh fokus pd berapa nilai yg didapat sso. Sementara dikehidupan lbh pd bgmn seseorang bisa survive dgn memanfaatkan kondisi (multi dimension skills) yg ada...
Aku sendiri termasuk org yg tdk tll fokus pd nilai yg didapat. Tp lbh pd bgmn logika dan kreativitas bisa berkembang. Org jawa bilang reason behind the problems.

Wassalam,

Yanti

Powered by Telkomsel BlackBerry®


Date: Thu, 22 Jul 2010 01:14:45 +0000
image001.jpg
image002.jpg

irvan toreza

unread,
Jul 21, 2010, 10:22:08 PM7/21/10
to piku...@googlegroups.com
ikutan ya ;),

dalam hal ini kadang istilah yang dipergunakan kurang tepat. sama dalam hal orang yang keasykan mainin gadget, sering disebut autis, padahal arti kata autis sendiri mungkin lain dari yang dipahami. Dan kadang lebih menyakitkan bagi orang yang mempunyai seorang anak yang autis. begitu juga kata idiot, yang kesannya terlalu sarkasme. Karena apakah semua orang idiot pasti kaya? tentu tidak juga. begitu juga dengan subjectnya, yang seakan merendahkan "saya" ;)
kalo inti ceritanya sendiri bagus dan masih ada tambahannya, dengan konsep MISS alias Make it simple S*UP*D ;) yang sering saya ganti jadi Make It Simple Smarties ;) yang ceritanya bagaimana austronot amerika kesulitan menulis diangkasa luar dengan kondisi tanpa ada gaya gravitasi, sehingga ballpoint tidak bisa dipakai buat menulis, seperti halnya jika kita menulis kearah atas. kosmonot rusia tidak bermasalah, karena mereka membawa pensil ;) namun dari cerita itu sendiri selain pesan moril yang bagus, bagaimana memecahkan masalah, juga terlihat perbandingan bagaimana seolah-olah orang rusia lebih pinter memecahkan masalah dari pada orang amerika. nah hal-hal diluar konteks ini kadang yang menyentuh perasaan, seperti penggunaan kata Idiot tadi. dan masih banyak lagi cerita-cerita sejenis yang kadang merendahkan suatu kaum, suatu bangsa, atau suatu kelompok, tergantung tukang ceritanyanya aja ( mau nulis tergantung kang Tutur, ntar salah orang ;))
Jadi agar tidak terpedaya oleh kondisi yang ada, ada baiknya melihat secara lebih kompleks agar tidak menimbulkan friksi ;)

peace.....
IT


From: "dachriya...@yahoo.com" <dachriya...@yahoo.com>
To: piku...@googlegroups.com
Sent: Thu, July 22, 2010 9:07:20 AM
image001.jpg
image002.jpg

rudi sudaryanto

unread,
Jul 21, 2010, 10:23:27 PM7/21/10
to piku...@googlegroups.com
pintar2 semuanya...ya.....
image002.jpg
image001.jpg

Nandik Sufaryono

unread,
Jul 21, 2010, 10:25:50 PM7/21/10
to piku...@googlegroups.com

Dachriyanti,….suai bana.

 

Di kantorku, Direktur CSR-nya alumni IKIP, Jurusan PMP, IPK-nya : 2,75. Manager Wood Suply-nya tamat STM, pernah pula tinggal kelas. Manager Estate 2 orang juga alumni PT Swasta yg engga kesohor, dan IPK-nya cuma 2,80. Di departemenku, 1 tamat Ekonomi, IPK 2,85, 3 orang alumni Perikanan, 1 orang D-1 Adm, 2 orang lagi jurusan Hukum Internasional. Ternyata mereka tidak idiot lho.

 

“Sementara di kehidupan lebih pada bagaimana seseorang bisa survive dgn memanfaatkan kondisi (multi dimension skills) yg ada...,” (Dachriyanti).


Jabat erat,

NANDIK


From: piku...@googlegroups.com [mailto:piku...@googlegroups.com] On Behalf Of dachriya...@yahoo.com
Sent: Thursday, July 22, 2010 9:07 AM
To: piku...@googlegroups.com
Subject: Re: Kenapa orang yang Idiot kaya, saya tidak?

 

Assalamualaikum wr wb


Aku punya referensi sendiri tentang bodoh, idiot, pintar dan pandai
Idiot dan pandai, itu biasanya berkaitan dengan intelijensia, istilah umumnya IQ.
Kalau bodoh dan pintar, sdh menyangkut bgmn org bisa bertahan dan berjuang dlm kehidupan. Biasanya mencakup jg urusan EQ

Inti tulisannya sendiri memaparkan kenyataan, bhw tdk semua org yg berhasil di akademis akan berhasil pula dlm kehidupan yg sesungguhnya. Krn dunia akademis kita msh fokus pd berapa nilai yg didapat sso. Aku sendiri termasuk org yg tdk tll fokus pd nilai yg didapat. Tp lbh pd bgmn logika dan kreativitas bisa berkembang. Org jawa bilang reason behind the problems.

Wassalam,

Yanti

The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you.
image001.jpg
image002.jpg

elvir...@yahoo.com

unread,
Jul 21, 2010, 11:41:35 PM7/21/10
to piku...@googlegroups.com
Setuju dgn semua pendapat kawan2. Ya, isi cerita bagus, pesan yg ingin disampaikan bagus. Hanya penggunaan istilah yg tidak tepat, hanya itu :)

Vira

http://ilmupangan.blogspot.com


From: rudi sudaryanto <rud...@gmail.com>
Date: Thu, 22 Jul 2010 09:23:27 +0700
image002.jpg
image001.jpg

Rahmad Mukhtar

unread,
Jul 21, 2010, 11:46:35 PM7/21/10
to piku...@googlegroups.com
akhirnya..........!!!



From: "elvir...@yahoo.com" <elvir...@yahoo.com>
To: piku...@googlegroups.com
Sent: Thu, July 22, 2010 10:41:35 AM
image001.jpg
image002.jpg

elvir...@yahoo.com

unread,
Jul 21, 2010, 11:47:00 PM7/21/10
to piku...@googlegroups.com
Maksudnya, Ad? Hehe... ;)

Vira

http://ilmupangan.blogspot.com


From: Rahmad Mukhtar <yrahm...@yahoo.com>
Date: Wed, 21 Jul 2010 20:46:35 -0700 (PDT)
image001.jpg
image002.jpg

Rahmad Mukhtar

unread,
Jul 21, 2010, 11:50:32 PM7/21/10
to piku...@googlegroups.com
Kalau urang Padang kecekkan mancari-cari aka!



From: "dachriya...@yahoo.com" <dachriya...@yahoo.com>
To: piku...@googlegroups.com
Sent: Thu, July 22, 2010 9:07:20 AM
image001.jpg
image002.jpg

Rahmad Mukhtar

unread,
Jul 21, 2010, 11:51:53 PM7/21/10
to piku...@googlegroups.com
Maksudnya Vira, ha....ha....ha...."


Sent: Thu, July 22, 2010 10:47:00 AM
image001.jpg
image002.jpg

elvir...@yahoo.com

unread,
Jul 21, 2010, 11:49:50 PM7/21/10
to piku...@googlegroups.com
hehe, itu yg m.bedakan orang pintar dgn orang 'pintar'
Date: Wed, 21 Jul 2010 20:50:32 -0700 (PDT)
image001.jpg
image002.jpg

elvir...@yahoo.com

unread,
Jul 21, 2010, 11:52:58 PM7/21/10
to piku...@googlegroups.com
Hoho, maksud Vira, kalimat Ad: akhirnya... (Yg tagantuang tu), maksudnya apa...? Bukan Ad yg spt itu lho...
Date: Wed, 21 Jul 2010 20:51:53 -0700 (PDT)
image001.jpg
image002.jpg

Rahmad Mukhtar

unread,
Jul 22, 2010, 12:04:03 AM7/22/10
to piku...@googlegroups.com
Titik dimaksud untuk diterjemahkan saja!
 


Sent: Thu, July 22, 2010 10:52:58 AM
image001.jpg
image002.jpg

elvir...@yahoo.com

unread,
Jul 22, 2010, 12:03:57 AM7/22/10
to piku...@googlegroups.com
Hehe... ^^v
Date: Wed, 21 Jul 2010 21:04:03 -0700 (PDT)
image001.jpg
image002.jpg

FITRA, AHMADI [AG/8027]

unread,
Jul 22, 2010, 12:09:12 AM7/22/10
to piku...@googlegroups.com

Maka nya…kalau tidak jadi orang pintar…jadilah orang yang baik…..

 

Salam Davit

This e-mail message may contain privileged and/or confidential information, and is intended to be received only by persons entitled to receive such information. If you have received this e-mail in error, please notify the sender immediately. Please delete it and all attachments from any servers, hard drives or any other media. Other use of this e-mail by you is strictly prohibited.

All e-mails and attachments sent and received are subject to monitoring, reading and archival by Monsanto, including its subsidiaries. The recipient of this e-mail is solely responsible for checking for the presence of "Viruses" or other "Malware". Monsanto, along with its subsidiaries, accepts no liability for any damage caused by any such code transmitted by or accompanying this e-mail or any attachment.

image001.jpg
image002.jpg

Rahmad Mukhtar

unread,
Jul 22, 2010, 12:10:58 AM7/22/10
to piku...@googlegroups.com
Elvira kemaren2 aku ketemu dg Bp. DR. Widiyanto Dwi Surya. MSc. katanya dari IPB juga apa Vira kenal?


Sent: Thu, July 22, 2010 11:03:57 AM
image001.jpg
image002.jpg

YUNDA SUZANNA

unread,
Jul 22, 2010, 12:16:03 AM7/22/10
to piku...@googlegroups.com
alhamdulillah...akhirnya warung PALITO nyala lagi berkat topik yang dikirim Ardi...selamat ketemu lagi kawan2 semua..setelah cukup lama PALITO mati suri :D...mdh2n bisa berkelanjutan lagi seperti sebelum2nya...
 
Yunda

--- On Thu, 22/7/10, Rahmad Mukhtar <yrahm...@yahoo.com> wrote:
image001.jpg
image002.jpg

elvir...@yahoo.com

unread,
Jul 22, 2010, 12:22:19 AM7/22/10
to piku...@googlegroups.com
Pernah dengar namanya, belum pernah ketemu orangnya, At. Beda fakultas.
Date: Wed, 21 Jul 2010 21:10:58 -0700 (PDT)
image001.jpg
image002.jpg

elvir...@yahoo.com

unread,
Jul 22, 2010, 12:23:54 AM7/22/10
to piku...@googlegroups.com
Vit,
Jadi ingat pesan Kang Ebet: memang baik jadi orang penting tapi lebih penting jadi orang baik... Hehe...ndak nyambung ya?

http://ilmupangan.blogspot.com


From: "FITRA, AHMADI [AG/8027]" <ahmadi...@monsanto.com>
Date: Wed, 21 Jul 2010 23:09:12 -0500
image001.jpg
image002.jpg

elvir...@yahoo.com

unread,
Jul 22, 2010, 12:25:12 AM7/22/10
to piku...@googlegroups.com
Halo Yun... Ayo Yun, kirimkan topik yg menarik utk dikomentari rame-rame :p

Vira

http://ilmupangan.blogspot.com


From: YUNDA SUZANNA <yun...@yahoo.com>
Date: Wed, 21 Jul 2010 21:16:03 -0700 (PDT)
image001.jpg
image002.jpg
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages