
NEW
YORK, KOMPAS.com - Badan Makanan dan Obat Amerika Serikat
(FDA) mulai mengkaji dampak rokok mentol bagi kesehatan. Dihisap oleh
sekitar 19 juta perokok di AS, rasa mentol dianggap lebih menarik dan
membuat orang lebih menyandu daripada rasa rokok biasa.
FDA
diharapkan mengeluarkan larangan rokok mentol, meski hal ini ditanggapi
skeptis oleh para pejuang anti tembakau dan analisis industri. Tindakan
peninjauan dampak rasa rokok ini merupakan bagian dari pengaturan produk
tembakau yang sedang gencar di lakukan pemerintah Amerika.
Pada
tahun 2009, hukum memberikan wewenang bagi FDA untuk melarang aroma
rokok, seperti cokelat, tembakau atau rasa buah yang dianggap akan
menarik minat perokok pemula atau anak. Akan tetapi Kongres tidak
memasukkan rasa mentol, sebagai salah satu aroma paling populer, dalam
daftar pelarangan.
Sebuah penelitian di tahun 2006 menyebutkan,
orang yang terbiasa mengisap rokok mentol akan menemukan kesulitan untuk
berhenti dibanding perokok yang memilih rokok non-mentol. Terdapat
bukti yang menjelaskan bahwa mentol dapat menghambat metabolisme
nikotin, yang punya sifat adiktif. Akibatnya nikotin akan lebih lama
tinggal di dalam tubuh dan sifat adiktifnya juga semakin lama.
--
STANPLAT terbit karena sumbangan sukarela para dermawan yang peduli dengan minat baca dan upaya menegakkan kontrol kebijakan publik melalui media massa di Temanggung. Sudahkah bulan ini Anda mentransfer uang untuk biaya cetak dan ongkos kirim Stanplat? Pastikan Anda adalah pelanggan Stanplat yang bijak dengan rutin menyumbang minimal Rp 150.000,- / 2 bulan. http://pikatan.wordpress.com http://stanplat.blogspot.com
Transfer sumbangan bisa melalui rekening Bank Mandiri KCP Jakarta Mampang Prapatan No. 070 00 0450555 3 a.n. Falakiyatun Muniroh. Konfirmasi keuangan 0815 8469 2641
Kontak Iklan : Joko Suseno (0816 811 330)