Pebulutangkis Temanggung Ke Yonex Open USA

1 view
Skip to first unread message

PIKATAN Temanggung

unread,
Jul 3, 2009, 7:27:52 PM7/3/09
to pik...@googlegroups.com

Pebulutangkis Temanggung Ke Yonex Open USA

Temanggung, Suara Merdeka CyberNews. Reni Herlina (19), pebulutangkis asal Kabupaten Temanggung, dipastikan akan mengikuti Yonex Open USA yang akan berlangsung di Amerika Serikat mulai tanggal 5 hingga 11 Juli mendatang. Anggota kontingen bulu tangkis Kabupaten Temanggung untuk Porprov 2009 di Surakarta itu bertandang mengikuti kejuaraan bulu tangkis di negeri Paman Sam, atas nama pribadi.

Ketua Pengkab PBSI Temanggung, Mamang Mardiyaka, di kantornya, Jumat mengatakan, Reni berangkat ke turnamen internasional dengan pembiayaan pribadi serta didukung oleh sejumlah sponsor, Pengkab PBSI serta Pemkab. ''Sebelum berangkat, kami mendampinginya untuk bertemu sekaligus berpamitan dengan Bapak Bupati Hasyim Afandi. Pada dasarnya, Pemkab sangat mendukung pemberangkatan ini, dan berharap dalam kejuaraan tersebut bisa meraih prestasi yang terbaik,'' tuturnya.

Reni tercatat merupakan anggota Perkumpulan Bulu Tangkis (PB) Pamor Temanggung. Kemudian untuk meningkatkan prestasinya, saat ini dia juga berlatih di PB Perkumpulan Masyarakat Solo (PMS) Surakarta. Sedangkan sebelumnya, dirinya pernah bergabung dengan PB Tangkas Jakarta dan PB Semen Gresik Jatim. ''Pebulutangkis senior Indonesia Taufik Hidayat, akan ikut pula dalam turnamen di AS tersebut, juga dengan mengatasnamakan pribadi,'' tambahnya.

Dia mengungkapkan, Yonex Open USA tersebut memang bukan merupakan turnamen berbintang yang mensyaratkan peringkat internasional tertentu bagi pesertanya, sebagaimana turnamen bulu tangkis terbuka kalender IBF. Namun demikian, bagi
yang akan mengikutinya harus mendapatkan rekomendasi dari perkumpulan bulu tangkis di masing-masing negaranya.

Termasuk untuk Reni tersebut, selain dari Pengkab dan Pengprov PBSI, juga telah mendapatkan rekomendasi dari PB PBSI mengikuti turnamen itu. Rekomendasi diberikan kepadanya berdasarkan pertimbangan kemampuan yang dimiliki atlet serta
prestasi yang telah diraihnya selama ini.

( Henry Sofyan / CN08 )

Adi Mulya

unread,
Jul 5, 2009, 11:50:44 PM7/5/09
to pik...@googlegroups.com


---

Semarang & Sekitarnya

27 Mei 2008

Liem Thian Joe, Jurnalis Asal Parakan

BAGI pencinta, pemerhati, dan peneliti sejarah Semarang, Riwajat Semarang, Dari Djamannja Sam Poo Sampe Terhapoesnja Kongkoan menjadi semacam kitab babon. Buku itu memuat hampir segala aspek kesejarahan Kota Lumpia dan sekitarnya, terutama berkait dengan kehidupan masyarakat Tionghoa.
Di kalangan mereka Riwajat Semarang demikian populer, sehingga banyak diperbincangkan. Sebelum diterbitkan ulang dengan ejaan yang disempurnakan oleh Hasta Wahana, Jakarta, pada 2004, buku itu beredar dalam format foto kopian.

Popularitas Riwajat Semarang berbanding lurus dengan nama penulisnya, Liem Thian Joe. Kendati demikian, popularitas dia hanya sebatas nama. Siapa Liem dan bagaimana latar belakang kehidupannya tak banyak terungkap. Sejumlah tokoh masyarakat Pecinan Semarang yang Suara Merdeka tanyai pun, tak bisa memberi banyak keterangan.

Riwayat Liem Thian Joe yang relatif lengkap terdapat dalam tulisan Charles A Coppel di buku Konglomerat Oei Tiong Ham yang disunting oleh Yoshihara Kunio. Dalam tulisan itu, Coppel mengungkap jati diri Liem sebagai penulis sejarah Kian Gwan, perusahaan milik Oei Tiong Ham.

Disebutkan, Liem Thian Joe lahir di Parakan, Kabupaten Temanggung, pada 1895 atau 1897. Semasa kecil dia beroleh pendidikan di sekolah-sekolah Melayu dan Jawa, namun kemudian pindah ke sekolah Cina Hokkian selama 10 tahun. Selepas itu Liem masuk ke sekolah Tiong Hoa Hak Tong (THHT), sekolah berpengantar Bahasa Cina yang didirikan oleh Tiong Hoa Hwee Koan (THHK) di Ngadirejo.

Meski bakat dan minatnya dalam bidang tulis menulis telah tampak, setamat THHT Liem tak segera menggeluti dunia itu. Selama beberapa lama dia sempat menjadi pedagang di Ngadirejo. Debutnya sebagai jurnalis baru dimulai saat ia bergabung dengan Harian Warna Warta—surat kabar peranakan Cina di Semarang— pada tahun 1920-an. Pada saat yang hampir bersamaan, Liem juga menulis untuk harian Perniagaan yang terbit di Jakarta.

Awal 1930-an, ia keluar dari Warna Warta dan menjadi penyunting Harian Djawa Tengah sekaligus majalah bulanannya Djawa Tengah Review. Setelah itu, Liem bekerja sebagai kontributor tetap untuk edisi minggu koran Sin Po Jakarta.
Pada saat sama, ia merangkap sebagai editor Mimbar Melajoe, sebuah media sastra bulanan yang terbit di Semarang. Di sana Liem pernah menulis beberapa cerita pendek dan dimuat dalam bentuk serial. Dia juga menaruh perhatian lebih pada cerita fiksi dan sejarah Cina. Liem menggubah beberapa cerita, antara lain roman klasik Tong Tjioe Liat Kok yang dimuat di Pewarta Soerabaja, dan Antjoernja Kerajaan Tjien.
Sejumlah Buku Selain Riwajat Semarang, Liem Thian Joe juga menulis sejumlah buku, antara lain Boekoe Peringetan, 1907-1937, Tiong Hwa Siang Hwee Semarang yang terbit 1937. Buku itu diterbitkan dalam rangka peringatan 30 tahun pembentukan Kamar Dagang Cina di Semarang (Tiong Hwa Siang Hwee Semarang). Di sana, Liem tak menerakan namanya. Buku lainnya adalah Poesaka Tionghwa yang diterbitkan di Semarang sekitar tahun 1952.

Selain yang diterbitkan, Liem Thian Joe pada 1959 juga menyusun tulisan yang tak sempat naik cetak, yakni mengenai 100 tahun kiprah Kian Gwan. Tulisan yang tak berjudul dan diketik di atas 31 halaman folio itu, lebih menyerupai sebuah konsep ketimbang versi yang sudah jadi. Menurut Liem Ek Hian, putranya, Liem Thian Joe dibayar Rp 10.000 oleh Kian Gwan untuk menyusun sejarah perusahaan skala internasional berpusat di Semarang itu. Diduga, tulisan itu batal terbit karena, pada 1961, Kian Gwan dinasionalisasi oleh Pemerintah Indonesia. Liem Thian Joe meninggal di Semarang pada 1963.(Rukardi-56)




Lebih aman saat online.
Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages