|
yupz,.... setuju lek andy yoes,.....
memang dunia pertembakauan selalu menghadirkan dua sisi yg berbeda dan sngt ekstrim... kesehatan vs ekonomi "kerakyatan". jika hanya salah satu yg dijadikan patokan itu tidak fair sekali, tp jk keduanya diminta jalan bareng jg "untk saat ini" tidak bisa. apalagi ditambah dng kacamata "agama".
jika kibijakan tentang larangan merokok dan pertembakauan diterapkan, sy pikir tinggal menghitung hari saja,... berapa petani yg HARUS kehilangan pendapatan perkapita yg cukup besar (meskipun musiman), pelaku pasar tembakau, pekerja sektor industri rokok, pedagang, dan berapa juta orang indonesia yg "lemas " krn tidak merokok..... dan..dan..dan.... masih banyak lagi implementasinya yg lngsung dirasakan...... oleh banyak pihak dan wong2 kecil.....
saya sngt mendukung komitment bupati
kita untuk tetap mempertahankan sektor pertembakauan. Subject: Fwd: [PIKATAN-Bergerak] Fwd: [Temanggung] Ben rame : komentar soal Seminar Kretek KemarinDate: Tuesday, April 6, 2010, 7:38 PM
---------- Pesan terusan ---------- Dari: Andy Yoes Nugroho <andy.yoes@gmail. com>
Tanggal: 6 April 2010 18:22 Subjek: Re: [PIKATAN-Bergerak] Fwd: [Temanggung] Ben rame : komentar soal Seminar Kretek Kemarin Ke: pikatan@googlegroup s.com
Mata rantai industri tembakau melibatkan banyak sektor, diantaranya yang terkait langsung adalah : sektor pertanian, perdagangan, industri, tenaga kerja, dan keuangan (kaitannya dengan penerimaan cukai). Jadi, rasanya tidak fair kalau gerakan pro tembakau itu selalu dianggap diboncengi industri. Untuk mengurai fakta dan data keterkaitan antar sektor itu tidak susah, karena obyeknya ada di dalam negeri.
Sedangkan pihak yang tidak setuju dengan tembakau, lebih dominan menyorot hanya dari satu sektor kesehatan saja. Ditambah lagi data kesehatan yang menjadi alat argumentasi entah berasal dari mana. Inilah yang menurut saya tidak berimbang.
Sebenarnya sudah ada PP 19 th 2003 yang sejauh ini mampu mengatur pertembakauan secara komprehensif (termasuk dari sisi kesehatan) dan bisa diterima oleh stake holder tembakau. Saya tidak habis pikir, kondisi stabil secara ekonomi, politik dan sosial yang baru berjalan 7 tahun ini sudah diobok-obok. Siapa yang mengobok-obok? Apa kepentinganya?
Mari kita lihat dengan jeli, jangan menggunakan kaca mata kuda karena kita bukan "kuda tunggangan".
On Apr 6, 2010, at 4:32 PM, Faiz Manshur wrote:
O, kurang paham maksud tujuan seminar ini. Sudah dijelaskan didalam proposal bahwa salahsatu tujuan seminar itu ialah untuk memberikan keseimbangan karena perspektif ekonomi, rokok dan kebudayaan tidak pernah diangkat. Jadi cara menilainya berangkat dari kenyataan dulu; kenyataan bahwa selama ini isu kesehatan sangat dominan. Ini fakta. Maka salahsatu gagasan seminar itu adalah membuat berimbang perspektif. Caranya dengan mengangkat isu ekonomi, politik dan kebudayaan. Narasumber dari depkes dengan undangan juga ada yg datang dan memberikan pandangan.
Berat sebelah? Sebelum seminar digelar sudah berat sebelah dulu. Seminar bermaksud mengimbangi, walau kenyataan berkata lain.
Panitia menyelenggarakan seminar. Seminar itu bisa berjenis sarasehan, tukar pemikiran. Yg dipahami dalam tulisan di bawah ini adalah debat publik. Salah alamat dong.
Panitia sudah punya sikap sebelumnya? maksudnya sikap apa? kalau sikapnya untuk mengangkat ekonomi, politik dan kebudayaan ya itu jelas. Kalau enggak punya sikap bagaimana mau menggelar seminar?
Panitia tidak menuduh bahwa isu kesehatan ada bisnis. Yang dilakukan panitia adalah mempertanyakan. Dan kita berharap dari narasumber itu sendiri yg bicara. Nah ini antara narasumber dengan panitia dicampur aduk. Kalau yg namanya komentar satu persatu dibuka, semua komentar juga tidak logis, emosional, termasuk komentar yg sedang saya tanggapi ini. Dari mereka yg pro kesehatan juga ada banyak yg emosional. Logis tidak logis lihat hubungannya dengan RUU RPPnya. Logis apa ukurannya? Sudah baca RUU RPP belum?
Komentar lain yang tidak hubungan dengan panitia tidak saya tanggapi.
faiz.
---------- Pesan terusan ---------- Dari: Gathot <gwinarso@gmail. com>
Tanggal: 6 April 2010 15:55
Subjek: [Temanggung] Ben rame : komentar soal Seminar Kretek Kemarin Ke: Temanggung@yahoogro ups.com
Sebenarnya seminar kemarin menarik...seharusny a memberikan opini yang seimbang ttg dua kubu yang berselisih, tetapi jadinya nggak berimbang karena sumber dari depkes dua-duanya nggak hadir.. jadinya berat sebelah. Ditambah lagi panitia nya juga berat sebelah, sdh punya sikap sebelumnya.
Saya menyoal tuduhan adanya kepentingan bisnis dibalik pembatasan rokok, tapi ini kan hanya tuduhan yg sulit dibuktikan. Sementara alasan mereka dengan isu kesehatan adalah masuk akal alias logis.... Kalau memang boleh dengan syak wasangka, kita boleh donk menyoal bahwa penolakan RPP ini juga ada kepentingan bisnis menboncengi, yaitu bisnis rokok yg duitnya besar banget. Dan boleh juga donk.. seminar ini juga...bahkan banyak komentar yang lebih cenderung emosional, bukan secara logika dan pemikiran yang jernih.
Tapi menurut saya, untuk mendapat dukungan yang besar pihak penolak juga harus menunjukkan alur pikir yang logis dan dapat diterima, bukan dengan isu-isu syak wasangka. Sehingga serangan balik tuduhan-tuduhan bisa ditepis nantinya.
Kita menyadari bahwa kekuatan penyeru pembatasan rokok adalah sangat besar sekali dan sudah secara global. Melihat hal ini, saya setuju dengan cara-cara Pak Hasyim dengan mencari alternatif pemanfaatan tembakau, sehingga kita tidak berhadapan langsung dengan mereka tetapi dengan cerdik berkelit atau bergerak dicelah-celah yang ada di antara kekuatan besar tersebut.
Soal perbedaan data-data yang dikemukakan, sebaiknya ditelusuri sumber aslinya sehingga kebenanrannya bisa dipertanggungjawabk an. Dari pihak penganjur pembatasan rokok, sepertinya data-data mereka diambil dari jurnal-jurnal terpercaya walau memang data-data tersebut diambil dari sejumlah sample dari suatu populasi. Seharusnya ada catatan mengenai populasi tempat pengambilan sampel. Mungkin berbeda dengan lokasi populasi yang berbeda.
Saya juga menyarankan untuk melakukan survei terhadap masyaraka temanggung dari badan independen apakah mereka mendukung atau menolak bisnis tembakau. Kalau data dari APTI yg notabene nya punya kepentingan, tidak bisa dikatakan independen dan sample surveynya tidak hanya dari daerah pertanian tembakau saja tapi seluruh wilayah kab temanggung karena ini mewakili masyarakat temanggung secara umum.
Demikian komentar saya, silahkan dikomentari atau dibantah... silahkan..
Gathot Winarso
--
STANPLAT terbit karena sumbangan sukarela para dermawan yang peduli dengan minat baca dan upaya menegakkan kontrol kebijakan publik melalui media massa di Temanggung. Sudahkah bulan ini Anda mentransfer uang untuk biaya cetak dan ongkos kirim Stanplat? Pastikan Anda adalah pelanggan Stanplat yang bijak dengan rutin menyumbang minimal Rp 150.000,- / 2 bulan. http://pikatan. wordpress. com http://stanplat. blogspot. com
Transfer sumbangan bisa melalui rekening Bank Mandiri KCP Jakarta Mampang Prapatan No. 070 00 0450555 3 a.n. Falakiyatun Muniroh. Konfirmasi keuangan 0815 8469 2641
Kontak Iklan : Joko Suseno (0816 811 330)
--
STANPLAT terbit karena sumbangan sukarela para dermawan yang peduli dengan minat baca dan upaya menegakkan kontrol kebijakan publik melalui media massa di Temanggung. Sudahkah bulan ini Anda mentransfer uang untuk biaya cetak dan ongkos kirim Stanplat? Pastikan Anda adalah pelanggan Stanplat yang bijak dengan rutin menyumbang minimal Rp 150.000,- / 2 bulan. http://pikatan. wordpress. com http://stanplat. blogspot. com
Transfer sumbangan bisa melalui rekening Bank Mandiri KCP Jakarta Mampang Prapatan No. 070 00 0450555 3 a.n. Falakiyatun Muniroh. Konfirmasi keuangan 0815 8469 2641
Kontak Iklan : Joko Suseno (0816 811 330)
--
STANPLAT terbit karena sumbangan sukarela para dermawan yang peduli dengan minat baca dan upaya menegakkan kontrol kebijakan publik melalui media massa di Temanggung. Sudahkah bulan ini Anda mentransfer uang untuk biaya cetak dan ongkos kirim Stanplat? Pastikan Anda adalah pelanggan Stanplat yang bijak dengan rutin menyumbang minimal Rp 150.000,- / 2 bulan. http://pikatan. wordpress. com http://stanplat. blogspot. com
Transfer sumbangan bisa melalui rekening Bank Mandiri KCP Jakarta Mampang Prapatan No. 070 00 0450555 3 a.n. Falakiyatun Muniroh. Konfirmasi keuangan 0815 8469 2641
Kontak Iklan : Joko Suseno (0816 811 330)
|