Fwd: Fwd: [PIKATAN-Bergerak] Fwd: [Temanggung] Ben rame : komentar soal Seminar Kretek Kemarin

0 views
Skip to first unread message

Irawan

unread,
Apr 6, 2010, 8:20:10 AM4/6/10
to pik...@googlegroups.com


---------- Pesan terusan ----------
Dari: Petut Wibowo <petut...@yahoo.com>
Tanggal: 6 April 2010 19:17
Subjek: Re: Fwd: [PIKATAN-Bergerak] Fwd: [Temanggung] Ben rame : komentar soal Seminar Kretek Kemarin
Ke: Teman...@yahoogroups.com


 

yupz,.... setuju lek andy yoes,.....


memang dunia pertembakauan selalu menghadirkan dua sisi yg berbeda dan sngt ekstrim... kesehatan vs ekonomi "kerakyatan". jika hanya salah satu yg dijadikan patokan itu tidak fair sekali, tp jk keduanya diminta jalan bareng jg "untk saat ini" tidak bisa. apalagi ditambah dng kacamata "agama".


jika kibijakan tentang larangan merokok dan pertembakauan diterapkan, sy pikir tinggal menghitung hari saja,... berapa petani yg HARUS kehilangan pendapatan perkapita yg cukup besar (meskipun musiman), pelaku pasar tembakau, pekerja sektor industri rokok, pedagang, dan berapa juta orang indonesia yg "lemas " krn tidak merokok..... dan..dan..dan.... masih banyak lagi implementasinya yg lngsung dirasakan...... oleh banyak pihak dan wong2 kecil.....


saya sngt mendukung komitment bupati kita untuk tetap mempertahankan sektor pertembakauan.





--- On Tue, 4/6/10, Irawan <irawanpr...@gmail.com> wrote:

From: Irawan <irawanpr...@gmail.com>
Subject: Fwd: [PIKATAN-Bergerak] Fwd: [Temanggung] Ben rame : komentar soal Seminar Kretek Kemarin

To: "temanggung" <Teman...@yahoogroups.com>
Date: Tuesday, April 6, 2010, 7:38 PM

 



---------- Pesan terusan ----------
Dari: Andy Yoes Nugroho <andy.yoes@gmail. com>
Tanggal: 6 April 2010 18:22
Subjek: Re: [PIKATAN-Bergerak] Fwd: [Temanggung] Ben rame : komentar soal Seminar Kretek Kemarin
Ke: pikatan@googlegroup s.com


Mata rantai industri tembakau melibatkan banyak sektor, diantaranya yang terkait langsung adalah : sektor pertanian, perdagangan, industri, tenaga kerja, dan keuangan (kaitannya dengan penerimaan cukai). Jadi, rasanya tidak fair kalau gerakan pro tembakau itu selalu dianggap diboncengi industri. Untuk mengurai fakta dan data keterkaitan antar sektor itu tidak susah, karena obyeknya ada di dalam negeri.

Sedangkan pihak yang tidak setuju dengan tembakau, lebih dominan menyorot hanya dari satu sektor kesehatan saja. Ditambah lagi data kesehatan yang menjadi alat argumentasi entah berasal dari mana. Inilah yang menurut saya tidak berimbang. 

Sebenarnya sudah ada PP 19 th 2003 yang sejauh ini mampu mengatur pertembakauan secara komprehensif (termasuk dari sisi kesehatan) dan bisa diterima oleh stake holder tembakau. Saya tidak habis pikir, kondisi stabil secara ekonomi, politik dan sosial yang baru berjalan 7 tahun ini sudah diobok-obok. Siapa yang mengobok-obok? Apa kepentinganya? 

Mari kita lihat dengan jeli, jangan menggunakan  kaca mata kuda karena kita bukan "kuda tunggangan". 


On Apr 6, 2010, at 4:32 PM, Faiz Manshur wrote:

O, kurang paham maksud tujuan seminar ini.
Sudah dijelaskan didalam proposal bahwa salahsatu tujuan seminar itu ialah untuk memberikan keseimbangan karena perspektif ekonomi, rokok dan kebudayaan tidak pernah diangkat. Jadi cara menilainya berangkat dari kenyataan dulu; kenyataan bahwa selama ini isu kesehatan sangat dominan. Ini fakta. Maka salahsatu gagasan seminar itu adalah membuat berimbang perspektif. Caranya dengan mengangkat isu ekonomi, politik dan kebudayaan. Narasumber dari depkes dengan undangan juga ada yg datang dan memberikan pandangan.

Berat sebelah? Sebelum seminar digelar sudah berat sebelah dulu. Seminar bermaksud mengimbangi, walau kenyataan berkata lain.

Panitia menyelenggarakan seminar. Seminar itu bisa berjenis sarasehan, tukar pemikiran. Yg dipahami dalam tulisan di bawah ini adalah debat publik. Salah alamat dong.
Panitia sudah punya sikap sebelumnya? maksudnya sikap apa? kalau sikapnya untuk mengangkat ekonomi, politik dan kebudayaan ya itu jelas. Kalau enggak punya sikap bagaimana mau menggelar seminar?

Panitia tidak menuduh bahwa isu kesehatan ada bisnis. Yang dilakukan panitia adalah mempertanyakan. Dan kita berharap dari narasumber itu sendiri yg bicara. Nah ini antara narasumber dengan panitia dicampur aduk. Kalau yg namanya komentar satu persatu dibuka, semua komentar juga tidak logis, emosional, termasuk komentar yg sedang saya tanggapi ini. Dari mereka yg pro kesehatan juga ada banyak yg emosional. Logis tidak logis lihat hubungannya dengan RUU RPPnya. Logis apa ukurannya? Sudah baca RUU RPP belum?

Komentar lain yang tidak hubungan dengan panitia tidak saya tanggapi.

faiz.

Pada 6 April 2010 16:06, Irawan <irawanprasetyadi@ gmail.com> menulis:


---------- Pesan terusan ----------
Dari: Gathot <gwinarso@gmail. com>
Tanggal: 6 April 2010 15:55
Subjek: [Temanggung] Ben rame : komentar soal Seminar Kretek Kemarin
Ke: Temanggung@yahoogro ups.com


 

Sebenarnya seminar kemarin menarik...seharusny a memberikan opini yang seimbang ttg dua kubu yang berselisih, tetapi jadinya nggak berimbang karena sumber dari depkes dua-duanya nggak hadir.. jadinya berat sebelah. Ditambah lagi panitia nya juga berat sebelah, sdh punya sikap sebelumnya.
 
Saya menyoal tuduhan adanya kepentingan bisnis dibalik pembatasan rokok, tapi ini kan hanya tuduhan yg sulit dibuktikan. Sementara alasan mereka dengan isu kesehatan adalah masuk akal alias logis.... Kalau memang boleh dengan syak wasangka, kita boleh donk menyoal bahwa penolakan RPP ini juga ada kepentingan bisnis menboncengi, yaitu bisnis rokok yg duitnya besar banget. Dan boleh juga donk.. seminar ini juga...bahkan banyak komentar yang lebih cenderung emosional, bukan secara logika dan pemikiran yang jernih.
 
Tapi menurut saya, untuk mendapat dukungan yang besar pihak penolak juga harus menunjukkan alur pikir yang logis dan dapat diterima, bukan dengan isu-isu syak wasangka. Sehingga serangan balik tuduhan-tuduhan bisa ditepis nantinya.
 
Kita menyadari bahwa kekuatan penyeru pembatasan rokok adalah sangat besar sekali dan sudah secara global. Melihat hal ini, saya setuju dengan cara-cara Pak Hasyim dengan mencari alternatif pemanfaatan tembakau, sehingga kita tidak berhadapan langsung dengan mereka tetapi dengan cerdik berkelit atau bergerak dicelah-celah yang ada di antara kekuatan besar tersebut.
Soal perbedaan data-data yang dikemukakan, sebaiknya ditelusuri sumber aslinya sehingga kebenanrannya bisa dipertanggungjawabk an. Dari pihak penganjur pembatasan rokok, sepertinya data-data mereka diambil dari jurnal-jurnal terpercaya walau memang data-data tersebut diambil dari sejumlah sample dari suatu populasi. Seharusnya ada catatan mengenai populasi tempat pengambilan sampel. Mungkin berbeda dengan lokasi populasi yang berbeda.
 
Saya juga menyarankan untuk melakukan survei terhadap masyaraka temanggung dari badan independen apakah mereka mendukung atau menolak bisnis tembakau. Kalau data dari APTI yg notabene nya punya kepentingan, tidak bisa dikatakan independen dan sample surveynya tidak hanya dari daerah pertanian tembakau saja tapi seluruh wilayah kab temanggung karena ini mewakili masyarakat temanggung secara umum.
 
Demikian komentar saya, silahkan dikomentari atau dibantah... silahkan..
 
Gathot Winarso


--
STANPLAT terbit karena sumbangan sukarela para dermawan yang peduli dengan minat baca dan upaya menegakkan kontrol kebijakan publik melalui media massa di Temanggung. Sudahkah bulan ini Anda mentransfer uang untuk biaya cetak dan ongkos kirim Stanplat? Pastikan Anda adalah pelanggan Stanplat yang bijak dengan rutin menyumbang minimal Rp 150.000,- / 2 bulan. http://pikatan. wordpress. com http://stanplat. blogspot. com
 
Transfer sumbangan bisa melalui rekening Bank Mandiri KCP Jakarta Mampang Prapatan No. 070 00 0450555 3 a.n. Falakiyatun Muniroh. Konfirmasi keuangan 0815 8469 2641
 
Kontak Iklan : Joko Suseno (0816 811 330)


--
STANPLAT terbit karena sumbangan sukarela para dermawan yang peduli dengan minat baca dan upaya menegakkan kontrol kebijakan publik melalui media massa di Temanggung. Sudahkah bulan ini Anda mentransfer uang untuk biaya cetak dan ongkos kirim Stanplat? Pastikan Anda adalah pelanggan Stanplat yang bijak dengan rutin menyumbang minimal Rp 150.000,- / 2 bulan. http://pikatan. wordpress. com http://stanplat. blogspot. com
 
Transfer sumbangan bisa melalui rekening Bank Mandiri KCP Jakarta Mampang Prapatan No. 070 00 0450555 3 a.n. Falakiyatun Muniroh. Konfirmasi keuangan 0815 8469 2641
 
Kontak Iklan : Joko Suseno (0816 811 330)

--
STANPLAT terbit karena sumbangan sukarela para dermawan yang peduli dengan minat baca dan upaya menegakkan kontrol kebijakan publik melalui media massa di Temanggung. Sudahkah bulan ini Anda mentransfer uang untuk biaya cetak dan ongkos kirim Stanplat? Pastikan Anda adalah pelanggan Stanplat yang bijak dengan rutin menyumbang minimal Rp 150.000,- / 2 bulan. http://pikatan. wordpress. com http://stanplat. blogspot. com
 
Transfer sumbangan bisa melalui rekening Bank Mandiri KCP Jakarta Mampang Prapatan No. 070 00 0450555 3 a.n. Falakiyatun Muniroh. Konfirmasi keuangan 0815 8469 2641
 
Kontak Iklan : Joko Suseno (0816 811 330)


__._,_.___
.

__,_._,___

Irawan

unread,
Apr 6, 2010, 9:36:43 AM4/6/10
to pik...@googlegroups.com


---------- Pesan terusan ----------
Dari: Sigit Yulianto <sigity...@gmail.com>
Tanggal: 6 April 2010 20:26
Subjek: Re: [Temanggung] Ben rame : komentar soal Seminar Kretek Kemarin
Ke: Teman...@yahoogroups.com


 

Permasalahannya khan, seberapa lama pendapat bahwa industri rokok
harus dipertahankan? Karena seperti halnya issue global warming,
sekuat kuatnya america tidak menyetujui protokol kyoto, pada titik
tertentu, dia akhirnya tidak berdaya terhadap desakan negara negara
dunia.

Issue rokok, bukan lagi issue lokal atau regional yang dialami sebuah
negara saja, tapi issue yang menjadi issue global seperti halnya
global warming. Yang suatu saat, akan sulit dihindari.

Melakukan perubahan paradigma jauh hari sebelum semua terjadi adalah
lebih bijaksana dari mencoba mempertahankan kondisi yang bisa saja
berubah tidak terkendali.

Mempertahankan industri yang berhubungan dengan rokok pada saat ini
tidaklah salah, tapi mengantisipasi ketika industri itu tidak bisa
lagi dipertahankan. Adalah lebih utama. Pemenang adalah yang siap
terlebih dahulu... Dan tampaknya pa hasyim sangat mengerti situasi
ini. Tinggal bagaimana realisasinya...

--
Sent from my mobile device

=============================
Sigit Yulianto
Email: sigity...@Gmail.com
__._,_.___
Recent Activity:
.

__,_._,___

Sri Suharyono

unread,
Apr 6, 2010, 11:29:28 PM4/6/10
to pik...@googlegroups.com
Ya begitulah seminar, ada yang pro dan ada yang kontra, itu sangat lumrah. Saya mengusulkan kepada pemerintah daerah terutama Pak Bupati untuk membuat kebijakan adanya tatacara perdagangan tembakau yang berpihak kepada petani tembakau, misalnya dengan mengadakan penyuluhan kepada petani dan merangkul agen pabrik atau pihak pabrik langsung mengenai tatakelola perdangangan tembakau. Yang saat ini berjalan adalah yang untung hanya pedagangnya sementara pihak petani dan pabrik diakali oleh pedagang. Contohnya tembakau rajangan digirik/ dibeli dgn kertas harga Rp. 100.000,- perkilo oleh pedagang tapi belum dibayar, kemudian oleh pedagang di jual ke pabrik/ agen dengan harga Rp.75.000,- perkilo. Kemudian pedagang tersebut membayar/ melunasi ke petani hanya Rp. 50.000,-. Nah siapa yang dirugikan ????? (petani khan !!! )  ini kejadian banyak sekali di daerah tembakau. Kemudian pabrik juga diakali yaitu pedagang menjual " conto " ke agen/pabrik dengan harga Rp. 100.000,- (kualitas E) , tetapi setelah dikirim ke gudang dan terjadi permainan dengan petugas penerima/yang menccocokan antara " conto"  dengan " keranjang"  ternyata tembakau keranjangan yang dikirim kualitasnya B/C yang harganya Rp. 50.000,- . Jadi yang rugi pabrik.

Nah . ... . kalau boleh saya usul , perdangangan tembakau dikoordinir koperasi unit desa dengan sistem titip saja dari petani ke KUD. kemudian KUD dijual ke agen/ pabrik dengan campurtangan pemerintah daerah (departemen koperasi , departemen perdagangan, departemen pertanian) dengan sistem kontrak. Pemda harus mengadakan perjanjian dengan pabrik rokok. Sistem ini sudah berjalan dalam perdagangan susu melalui KUD diberbagai kabupaten/ daerah.  Nah ini akan menguntungkan semua pihak, petani tidak diakali pedagang, koperasi mendapatkan penghasilan dari fee/persen penjualan, dan pemda bisa memungut restribusi perdagangan tembakau, sementara petani juga masih mendapat SHU (sisa hasil usaha) koperasi yang dapat dibagikan tiap tahun. Masing-masing KUD harus dikelola oleh orang yang jujur dan amanah.

Saya yakin ... ini pasti banyak yang menentang terutama pedagang yang selama ini menikmati keuntungan dengan permainan curang. Tapi saya juga yakin apabila ini dilaksanakan dengan jujur dan amanah, Insya Alloh kesejahteraan petani tembakau meningkat.

Sri Suharyono
 

From: Irawan <irawanpr...@gmail.com>
To: pik...@googlegroups.com
Sent: Tuesday, April 6, 2010 20:36:43
Subject: [PIKATAN-Bergerak] Fwd: [Temanggung] Ben rame : komentar soal Seminar Kretek Kemarin


New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages