Download Lagu Addie Ms The Sound Of Indonesia

0 views
Skip to first unread message
Message has been deleted

Ashlie Hagenson

unread,
Jul 16, 2024, 3:43:56 PM7/16/24
to phesettbaszno

Addie Muljadi Sumaatmadja (lahir 7 Oktober 1959) adalah seorang musikus, komponis, penulis lagu dan produser rekaman Indonesia keturunan Sunda. Ia saat ini menjadi pengarah kelompok musik simfoni Indonesia, Twilite Orchestra yang ia dirikan pada tahun 1991. Ketertarikan pertamanya adalah musik pop, tetapi pada tahun 1991 ia meninggalkan genre tersebut untuk musik klasik dengan mendedikasikan dirinya sepenuhnya untuk orkestra barunya. Sejak itu, ia terus memimpin Twilite Orchestra, meskipun ia kadang-kadang menjelajah ke soundtrack film dan lagu-lagu pop.

download lagu addie ms the sound of indonesia


Download https://cinurl.com/2yMZft



Bakat musik Addie turun dari sang kakek, Muhammad Soesilo, yang dikenal sebagai planolog yang merancang kota satelit Kebayoran Baru. Sedangkan ayahnya adalah Bandi Sumaatmadja, mantan pejuang yang menjadi pengusaha. Keinginan Addie untuk terjun ke dunia musik sempat ditentang ayahnya. Namun penolakan dari ayahnya menjadi pemacu bagi Addie untuk menjadikan musik sebagai hidupnya.

Setelah belajar piano klasik dengan Mrs. Rotti, proses belajar musiknya lebih banyak dilaluinya secara otodidak, termasuk bidang orkestrasi, conducting, dan rekamanRecording engineering. Sebagai upaya untuk terus memperdalam bidang-bidang tersebut, Addie mengikuti beberapa pendidikan singkat. Antara lain, Recording Engineering Workshop di Ohio pada tahun 1984 dan Conducting Workshop yang diselenggarakan oleh American Symphony Orchestra League di Los Angeles pada tahun 1995. Dalam conducting workshop tersebut ia mendapat bimbingan dari Jorge Mester, konduktor Pasadena Symphony Orchestra saat itu, dan Raymond Harvey, konduktor Fresno Philharmonic Orchestra.[1]

Karier Addie di industri musik tanah air dimulai pada tahun 1979 sebagai arranger maupun produser untuk album-album rekaman penyanyi-penyanyi pop. Penyanyi yang mendapat besutan tangan dinginnya, antara lain Vina Panduwinata, Utha Likumahuwa, Chrisye, Krisdayanti, hingga musisi mancanegara seperti Suzanne Ciani dari Amerika Serikat.[2]

Pengalamannya dalam dunia musik antara lain sebagai penata musik dan konduktor untuk lagu "Sayang" ciptaan Titik Hamzah pada Festival Internacional de la Cancion, Chili, pada tahun 1983 serta music director untuk BASF Awards selama 7 tahun berturut-turut. Pada tahun 2005 Addie dipercaya memimpin Manila Philharmonic dalam acara Miss ASEAN di Jakarta. Setelah 15 tahun meninggalkan jalur musik pop dan berkonsentrasi di musik simfonik, Addie mulai berkiprah kembali di musik pop saat tampil sebagai music director dan konduktor dalam konser tunggal Vina Panduwinata, Viva Vina pada tahun 2006.[5]

Pada tahun 1991, Addie bersama Oddie Agam dan pengusaha Indra Usmansjah Bakrie, mendirikan Twilite Orchestra, sebuah "pops orchestra", yakni orkestra simfoni yang tidak hanya memainkan musik klasik saja, tetapi juga musik film, drama musikal, musik pop, dan tradisional yang diaransemen secara simfonik.[1] Tahun 1992, tepatnya bulan Februari, Twilite Orchestra sukses menggelar konser dengan David Foster di televisi swasta RCTI.

Pada tahun 1998, Addie bersama Youk Tanzil dan Victorian Philharmonic Orchestra membuat album rekaman Simfoni Negeriku di Australia, di mana untuk pertama kalinya lagu-lagu nasional dan perjuangan Indonesia diaransemen secara simfonik dan direkam dalam format CD dan kaset. Bersama Twilite Orchestra, pada tahun 2004 Addie merilis album La Forza del Destino, sebuah album rekaman simfonik pertama di Indonesia yang menampilkan karya-karya musik simfonik klasik Barat dalam bentuk album CD. Semangatnya dalam memasyarakatkan musik simfonik tidak berhenti di rekaman simfonik lagu-lagu perjuangan dan klasik Barat saja. Pada tahun 2012 Addie MS membuat rekaman lagu-lagu daerah Indonesia yang digubah secara simfonik, bersama Garuda Indonesia. Album rekaman yang diberi judul The Sounds of Indonesia ini mampu bertahan beberapa hari di urutan teratas di Top Album, iTunes.

Addie juga menjadi penata musik sejumlah film dan pertunjukan, antara lain Biola Tak Berdawai,[6] Dealova, Cinta Pertama,[7] In the Name of Love, Summer Breeze, Sepuluh dan musik untuk drama musikal Opera Anoman. Pada tahun 2003, Addie juga diberi kepercayaan oleh Panglima TNI untuk menciptakan lagu mars dan himne TNI.[1] Banyak juga perusahaan dan organisasi yang mempercayakannya untuk menciptakan atau mengorkestrasikan lagu tema atau mars mereka, seperti Garuda Indonesia, Pertamina, Summarecon, Agung Podomoro, Sharp, Kadin dan lainnya.

Dia menikah dengan Memes pada tanggal 13 September 1987. Pernikahan tersebut membuahkan dua orang anak, yaitu Kevin Aprilio dan Tristan Juliano.[9][10] Kevin mengikuti jejak kedua orang tuanya menjadi pemusik dengan mendirikan sebuah band beraliran pop rock yang cukup populer di tanah air yang bernama Vierratale dan Princess.[1]

HAI-ONLINE.COM - Ingat Asian Games 2018? Setiap Indonesia raih medali emas, pasti lagu kebangsaan Indonesia Raya diputar.Atau saat acara kenegaraan, pasti Indonesia Raya versi yang sama yang dimainkan.Nah, pernah kepikiran nggak sama lo siapa sih yang mainin lagu Indonesia Raya tersebut? Apa itu rekaman lama, atau baru?Tenang, semuanya terungkap di sini. Lagu Indonesia Raya yang diputar setiap atlet Indonesia meraih emas Asian Games 2018 adalah rekaman lama.Tebak siapa yang main? Adalah komposer Addie MS yang merekamnya!

Baca Juga: Ilmuwan Bikin Alunan Musik Indah dari Tampilan Mikroskopik Virus CoronaDalam postingan di akun Twitter resminya, @addiems, dijelaskan bahwa lagu Indonesia Raya yang sering kita dengar adalah rekaman lama. Lagu itu direkam tahun 1998 oleh Addie MS, dan belum direkam ulang lagi sampai sekarang. Rekaman tahun 1998 itulah yang saat ini dipakai untuk mengumandangkan lagu Indonesia Raya di perhelatan acara resmi kenegaraan, olahraga, dan upacara 17 Agustus di sekolah, dan lainnya.Rekaman itu dilakukan Addie MS di Allan Eaton Studios, Melbourne-Australia, tahun 1998 silam.

Addie MS juga mengunggah saat dirinya memimpin rekaman lagu Indonesia Raya tersebut, dan terlihat Addie MS masih sangat kurus ketika menjadi konduktor di rekaman tersebut. Addie MS tampak mengenakan celana jins, kemeja lengan panjang, dan berambut pendek saat menjadi konduktor rekaman lagu Indonesia Raya pada tahun 1998 lalu.

"Setiap kali rekaman INDONESIA RAYA ini diperdengarkan dlm penyerahan Medali Emas di Asian Games dan di acara2 resmi, selalu teringat saat kurekamnya 20 tahun yg lalu. Dari dalam ruangan studio ini getarannya memancar menembus ruang dan waktu," tulisnya.Ayah Kevin Aprilio tersebut juga menceritakan versi lama dari lagu tersebut."Ini mahakarya WR Supratman yg aslinya diaransemen oleh Jos Cleber. Direkam di RRI thn 1952. Lalu 46 thn kemudian aku rekam ulang atas dukungan Bp Youk Tanzil. Versi rekaman terakhir inilah yg digunakan secara umum di Indonesia. Banyak cerita yg tercecer," paparnya.Wih, jadi ikutan merinding nih, Om!

USA For Africa terinspirasi dari Live Aid. Adalah Michael Jackson, Lionel Richie, Kenny Rogers, Harry Belafonte terketuk hati mengumpulkan musisi-musisi dari Amerika dan merekam single We Are The World tahun 1985. Lagu tersebut menjadi hits di berbagai penjuru dunia termasuk Indonesia.

Direkam di Studio Prosound, Jakarta.Album ini memunculkan hit Anak-anak Terang. Bens Leo, jurnalis musik, turut menulis lagu Pilar Harmoni bersama Iwan Majid, Toni Wenas. Diaransemen WOW ! dan Shagi Band. Pilar Harmoni dilantunkan Iwan Majid, Ricky Basuki, Hafil, Tony Wenas, Dandung SSS.Sebagian dari lirik Pilar Harmoni: Kawan, hempaskan silang sengketa yang ada/nyanyikan bersama tembang persaudaraan/ajak mereka yang mulai rapuh/pekikkan bersama citra bangsa/Merdeka.

Jadilah anak-anak terang/yang selalu tegar disetiap cobaan dan godaan/Jadilah anak-anak terang/yang senantiasa berjalan dalam terang Tuhan/Jadilah aak-anak terang/yang senantiasa berbagi beban di dalam terang Tuhan/Kasih kadang kala terasa sangat jauh tergapai/Karena hati manusia tertutup kabut/Dalam hitam jiwanya. (Anak-Anak Terang) (Abdul Malik)

Liputan6.com, Jakarta Lagu klasik "Puspa Indah" karya Guruh Soekarnoputra yang diinterpretasikan kembali oleh Segara dalam album "Segara: Tentang Galih dan Ratna" telah membawa nuansa baru dan kesegaran ke dalam warisan musik Indonesia. Dengan sentuhan aransemen modern yang dibuat oleh Addie MS, lagu ini berhasil menyampaikan pesan cinta dan keindahan dengan gaya yang lebih ceria dan dinamis.

Dirilis sebagai bagian dari soundtrack film "Segara: Tentang Galih dan Ratna," lagu ini tidak hanya menjadi penghias suara film, tetapi juga sebuah karya seni yang dapat dinikmati sebagai karya independen. Dengan keceriaan dan ritme yang lebih upbeat, versi terbaru "Puspa Indah" berhasil memikat hati pendengar muda, menghidupkan kembali nostalgia bagi yang telah mengenal lagu ini sejak awal dirilis pada tahun 1980.

Ada beberapa perubahan yang dilakukan dalam versi Segara dari lagu "Puspa Indah" ini. Pertama Perubahan aransemen musik membuat lagu ini terdengar lebih segar dan menarik bagi generasi muda. Gaya bernyanyi yang lebih ceria dan upbeat juga membuat lagu ini lebih mudah dinikmati.

Perubahan lirik juga dilakukan untuk menyesuaikan dengan gaya bernyanyi yang lebih ceria. Beberapa lirik yang diganti antara lain seperti lirik Aku ingin kau dengarkan" menjadi "Aku ingin kau rasakan dan "Di dalam hatiku" menjadi "Di dalam jiwaku".

Aransemen ulang ini tidak hanya memperbarui nuansa musik, tetapi juga berhasil menghubungkan generasi yang berbeda. Sambutan positif dari para penggemar menunjukkan bahwa lagu ini mampu menjembatani kesenian tradisional dengan selera musik modern.

Anda bisa menonton Music Video Segara - Puspa Indah melalui platform streaming Vidio. Dengarkan dan tonton juga music video dari penyanyi Indonesia lainnya. Dukung terus musik Indonesia dengan mendengarkan lagu dan menonton MV melalui situs resmi.

b1e95dc632
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages