nunung sn
unread,Jul 30, 2008, 2:20:18 AM7/30/08Sign in to reply to author
Sign in to forward
You do not have permission to delete messages in this group
Either email addresses are anonymous for this group or you need the view member email addresses permission to view the original message
to PGMI UIN 2007
Jawab:
1) Erick Homburger Erikson menjelaskan 8 tahap perkembangan
psikososial dan tahap-tahap tersebut paralel dengan tahap perkembengan
psikososial dari freud. dimana pada tahap IV yaitu pada usia sekitar 7
- 12 tahun terjadi krisis prikososial pada seseorang yang memiliki
kemampuan yang disebut industri-inferiority (kreatif/pada hasil dan
sering timbul suatu sifat rasa takut atau cenderung rendah diri dan
cenderung mutlak dalam pemikirannya).
penjelasan Erick Homburger Erikson tersebut memiliki hubungan dengan
permen no. 16 th 2007 tentang standar kompetensi guru kelas SD/MI
point 1.1, yaitu memahami karakteristik peserta didik usia sekolah
dasar yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, sosial-
emosional, moral, spiritual, dan latar belakang sosial budaya.
berdasarkan penjelasan Erik H. E. dan permen no. 16 th 2007 tersebut,
saya menyimpulkan bahwa pada tahap ini anak mulai mengamati,
memperhatikan perilaku orang disekitarnya baik teman sebayanya maupun
orang dewasa lainnya.
2) Metode yang dipergunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut
yaitu metode Humanistic Education.
baik expository maupun mastery learning, keduanya bertolak dari
anggapan atau harapan bahwa siswa itu pada akhirnya harus menguasai
bahan tertentu, seperti yang telah diterapkan oleh guru atau penyusun
program yang bersangkutan (norm criterion).
sedangkan di dalam kenyataan kemampuan dasar (IQ dan aptitude) siswa
yang bersifat herediter itu tidak dapat kita sangkal yang menunjukan
variasi yang bersifat individual sehingga tidak mungkin semua siswa
akan mencapai tingkat penguasaan pelajaran yang sama.
cara pendekatannya, sebenarnya masih bersifat enquiry discovery based
approaches. karakteristik utama metode ini antara lain bahwa guru
hendaknya tidak membuat jarak yang terlalu tajam dengan siswa.
hendaknya menempatkan diri berdampingan dengan siswa sebagai siswa
senior yang selalu siap menjadi orang sumber ( resource person) atau
konsultan dan berbicara (lawrence stenhouse, 1976). sasaran akhir dari
proses belajar mengajar menurut paham ini ialah self actualization
yang seoptimal mungkin dari setiap siswa.