NAMA : MULYANI
NIM : 207202489
JURUSAN : TRANSFER S1 PGMI
MATA KULIAH : PENGEMBANGAN KURIKULUM
KOMPETENSI PEDAGOGIK
Dalam dunia pendidikan untuk tercapainya tujuan pendidikan sangat
berhubungan erat dengan berbagai komponen. Salah satunya yaitu
kompetensi pedagogik yang salah satunya yaitu, menguasai karakteristik
peserta didik dari asfek fisik, moral, sosial, kultural emosional dan
intelektual.
Dalam hal ini saya memcoba memaparkan keadaan karakteristik peserta
didik dengan realita di lapangan yang berlokasi di SD Haurpugur II
ranca ekek untuk memenuhi asfek-asfek tersebut diatas untuk
memperolehnya melalui pengamatan dari pengalaman ketika mengajar di
sekolah tersebut.
Di bawah ini data yang menggambarkan beberapa hal yang berhubungan
dengan aspek-aspek tersebut.sebagai berikut :
Nama sekolah : SDN Haurpugur II
Alamat : Kp. Cabokkaler Haurpugur –Rancaekek
Kelas : III
Tahun Ajaran : 2008-2009
Landasan teori ditinjau dari aspek :
1. Perkembangan Fisik
Perkembangan fisik pada usia SD kelas 1, 2 dan 3 biasanya pertumbuhan
fisiknya telah mencapai kematangan mereka telah mampu mengontrol tubuh
dan keseimbangannya. Mereka telah dapat melompat dengan kaki secar
bergantian dapat mengendarai sepeda roda dua, dapat menangkap bola
dan telah berkembang koordinasi tangan dan mata untuk dapat memegang
pensil maupun gunting.
2. Perkembangan Sosial
Dari sisi sosial, terutama anak yang berada pada usia awal SD antara
lain mereka telah dapat menunjukkan keakuannya tentang jenis
kelaminnya, telah mulai berkompetensi dengan teman sebaya, mempunyai
sahabat, telah mampu berbagi dan mandiri.
3. Perkembangan Intelektual
Kecerdasan anak pada usia ini ditujukan dengan kemampuannya dalam
melakukan seriasi, pengelompokan objek, berminat pada angka dan
tulisan, meningkatnya pembendaharaan kata, senang berbicara, memahami
sebab akibat dan berkembangnya pemahaman terhadap ruang dan waktu
Mengenai perkembangan intelegensi sebagaimana dijelaskan pleh piaget
dalam teori perkembangan kognitifnya, bahwa pada usia 7-11 tahun
perkembangan berpikirnya sudah pada tahap konkret operasional.
Maksudnya peserta didik sudah mampu menyelesaikan tugas-tugas
menggabungkan, memisahkan, menyusun, menderetkan, melipat ataupun
membagi.
Realita yang terjadi di lapaangan :
Dalam pembelajaran matematika mengenai materi pecahan, siswa tidak
lagi diajarkan cara pembagian akan tetapi ia sudah mampu mengerjakan
pecahan tersebut dengan benar tetapi sedikitnya dibantu oleh guru.
4. Perkembangan Emosi
Perkembangan emosi usia 6-8 tahun telah dapat mengekspresikan reaksi
terhadap orang lain, dan telah dapat mengontrl emosi, sudah mampu
berpisah dengan orang tua dan telah mulai belajar tentang konsep nilai
misalnya benar dan salah.
Tetapi ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan untuk dapat
diarahkan baik secara moral maupun emosionalnya sebagaimana
teridentifikasi dalam prilaku didalam kelas, diantaranya yaitu :
1. Berbicara kasar
2. Nasihat guru tetap dibangkang
3. Menguasai kelas / membuat keonaran
4. Jarang menulis di kelas
5. Meminta uang pada temannya
Dari kejadian diatas guru melakukan tindakan penyelidikan untuk
menanyakan bagaimana kondisi keluarga, lingkungannya, ternyata dengan
hasil dari informasi yang didapat, yaitu sebagai berikut :
1. Lingkungan keluarga yang tidak kondusif
2. Tidak ada perhatian dari orang tua
3. Tidak ada arahan dari orang tua ataupun keluarganya sendiri
Setelah tahu latar belakang dan keadaan keluarga tersebut guru
menentukan tindakan jika anak berbuat lagi yaitu :
· Anak yang menguasai kelas dan membuat keonaran, maka biasanya
diberikan tugas tambahan yang berbeda dengan teman yang lain.
· Memberikan arahan sebelum belajar sebagai pembiasaan
Diajak berbicara dan memberikan nasihat agar kebiasaan-kebiasaan itu
tidak diulanginya lagi.