pengembangan kurikulum

21 views
Skip to first unread message

winda choiriyah puspita

unread,
Jul 30, 2008, 6:05:01 AM7/30/08
to PGMI UIN 2007
NAMA : WINDA CHOIRIYAH PUSPITA
NIM : 207 202 499
JURUSAN : TRANSFER S-1PGMI
MATA KULIAH : PENGEMBANGAN KURIKULUM

KOMPETENSI PEDAGOGIK
Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik dengan peserta didik
untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Untuk mencapai tujuan
pendidikan tersebut seorang pendidik harus memiliki kompetensi,
yaitu :
1. kompetensi pedagogik
2. kompetensi kepribadian
3. kompetensi profesional
4. kompetensi sosial
salah satu komponen dari kompetensi pedagogik yaitu “ MENGUASAI
KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK DARI ASFEK FISIK, MORAL, SOSIAL KULTURAL,
EMOSIONAL DAN INTELEKTUAL”.
Dengan demikian saya akan memaparkan hal tersebut sesuai dengan
kenyataan di kelas IV SD Plus Raudhatul Firdaus kelas. Dengan
menggunakan metode wawancara, pengamatan dan menganalisis data yang
ada. Dari hal tersebut di atas dapat dipaparkan sebagai berikut :
1. Perkembangan Fisik
Perkembangan Fisik (motor development) adalah proses perkembangan yang
progresif dan berhubungan dengan perolehan aneka ragam keterampilan
fisik anak. Di SD Plus Raudhatul Firdaus anak kelas IV berumur antara
usia 7-11 tahun tepatnya 9-10
tahun.
a. Perkembangan fisiknya mulai tampak benar-benar seimbang dan
porposional.
Artinya organ-organ jasmani tumbuh serasi dan tidak lebih panjang
atau lebih
besar dari yang semestinya. Misalnya :ukuran tangan kanan tidak
lebih panjang
dari pada tangan kiri, dll.
b. gerakan-gerakan organ tubuh anak juga menjadi lincah dan terarah
seiring dengan kengan munculnya keberanian. contohnya anak sudah
berani dalam melakukan pembelajaran dengan metode permainan.
c. perkembangan fisik anak kelas IV di SD Plus Raudhatul Firdaus masih
dapat berkembang dengan adanya usaha pendidikan dan bimbingan.
2. Perkembangan Kognitif
Jean Piaget mengemukakan tahap-tahap perkembangan dari kemampuan
kognitif anak pada usia 7-11 tahun merupakan tahap konkret
operasional, pada tahap ini anak sudah mampu menyelesaikan tugas-tugas
menggabungkan, memisahkan, menyusun, menderetkan, melipat dan membagi.
Pada realita yang terjadi di SD Plus raudhatul Firdaus, yaitu :
a. peserta didik dapat menyelesaikan tugas-tugas menggabungkan.
Contohnya anak sudah dapat menggabungkan kalimat yang satu dengan yang
lain dengan menggunakan kata sambung sehingga menjadi kalimat yang
benar.
b. Peserta didik dapat memisahkan, contohnya anak sudah dapat
memisahkan hewan yang termasuk carnivora, omnivora dan herbivora.
c. Peserta didik sudah dapat menyusun, contohnya pada pembelajaran
bahasa inggris anak sudah dapat menyusun kalimat yang salah menjadi
benar.
d. Peserta didik sudah dapat menderetkan, contohnya pada mata
pelajaran matematika mengenai bilangan bulat.
e. Peserta didik sudah dapat melipat contohnya pada pelajaran
keterampilan mengenai origami.
f. Peserta didik sudah dapat membagi contohnya pada pembelajaran
matematika mengenai pembagian.
3. Perkembangan Moral
Di SD Plus Raudhatul Firdaus anak kelas IV pada umumnya berada pada
tahap prakonvensional. Yaitu :
a. tahap 1 : anak memperhatikan ketaatan dan hukuman, seperti : anak
akan patuh pada guru jika diberi tahu akan adanya hukuman jika anak
melanggar peraturan atau tidak mengerjakan tugas, Jadi untuk
menghindari hukuman itu anak berlaku baik.
b. tahap 2 : memperhatikan kepuasan kebutuhan, seperti : anak akan
berperilaku baik jika dia merasa senang contohnya pada pembelajaran
menggunakan metode permainan anak akan selalu berbuat baik karena
takut permainan berakhir.
4. Perkembangan Psiko-sosial
Perkembangan psiko-sosial, diadaptasi dari Erikson, 1959. pada usia
7-11 tahun anak memiliki krisis psikososial “Industri-Inferiority”
yakni pembentukan identitas diri dan konsep diri seseorang anak dan
dibantu oleh orang lain. Sedangkan kebalikan dari industri yaitu
inferiority yang artinya anak akan mengisolasikan didi atau minder.
Contoh :
a. jika anak mendapat motivasi dari orng tua atau guru untuk dapat
melaksanakan suatu kegiatan pasti anak akan percaya diri.
b. Jika anak selalu tertekan bathinnya maka anak menjadi oarang yang
akan mengisolasikan diri atau minder.
Di SD Plus Raudhatul Firdaus terdapat 23 anak termasuk industri dan 1
anak inferiority yang perlu bimbingan.
5. Perkembangan Emosional
Perkembangan emosional anak kelas IV di SD Plus Raudhatul Firdaus
bermacam-macam terkadang sedih, senang, marah. Contohnya jika anak
pembeljaran di sajikan dengan menyenangkan maka anak akan senang dan
jika pembelajaran disajikan menjenuhkan maka anak akan cemberut bahkan
marah.
6. Perkembangan Intelektual
Ciri-ciri intelektual anak usia 7-11 tahun, saat ini anak di SD Plus
Raudhatul Firdaus, yaitu :
a. anak mulai meninggalkan egosentrisnya dan dapat bermain dengan
kelompoknya dengan aturan kelompok (bekerja sama)
b. anak sudah dapat dimotivasi dan mengerti hal-hal yang sistematis.
c. Belum dapat memecahkan masalah yang bersifat abstrak.
Daftar Pustaka

Nana Syaodih.2002. Pengembangan Kurikulum. Rosda Karya; Bandung
Muhibbin Syah. 2005. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru.
Rosda Karya; Bandung




Mulyani

unread,
Jul 30, 2008, 6:09:47 AM7/30/08
to PGMI UIN 2007
NAMA : MULYANI
NIM : 207202489
JURUSAN : TRANSFER S1 PGMI
MATA KULIAH : PENGEMBANGAN KURIKULUM

KOMPETENSI PEDAGOGIK
Dalam dunia pendidikan untuk tercapainya tujuan pendidikan sangat
berhubungan erat dengan berbagai komponen. Salah satunya yaitu
kompetensi pedagogik yang salah satunya yaitu, menguasai karakteristik
peserta didik dari asfek fisik, moral, sosial, kultural emosional dan
intelektual.
Dalam hal ini saya memcoba memaparkan keadaan karakteristik peserta
didik dengan realita di lapangan yang berlokasi di SD Haurpugur II
ranca ekek untuk memenuhi asfek-asfek tersebut diatas untuk
memperolehnya melalui pengamatan dari pengalaman ketika mengajar di
sekolah tersebut.
Di bawah ini data yang menggambarkan beberapa hal yang berhubungan
dengan aspek-aspek tersebut.sebagai berikut :
Nama sekolah : SDN Haurpugur II
Alamat : Kp. Cabokkaler Haurpugur –Rancaekek
Kelas : III
Tahun Ajaran : 2008-2009
Landasan teori ditinjau dari aspek :
1. Perkembangan Fisik
Perkembangan fisik pada usia SD kelas 1, 2 dan 3 biasanya pertumbuhan
fisiknya telah mencapai kematangan mereka telah mampu mengontrol tubuh
dan keseimbangannya. Mereka telah dapat melompat dengan kaki secar
bergantian dapat mengendarai sepeda roda dua, dapat menangkap bola
dan telah berkembang koordinasi tangan dan mata untuk dapat memegang
pensil maupun gunting.

2. Perkembangan Sosial
Dari sisi sosial, terutama anak yang berada pada usia awal SD antara
lain mereka telah dapat menunjukkan keakuannya tentang jenis
kelaminnya, telah mulai berkompetensi dengan teman sebaya, mempunyai
sahabat, telah mampu berbagi dan mandiri.

3. Perkembangan Intelektual
Kecerdasan anak pada usia ini ditujukan dengan kemampuannya dalam
melakukan seriasi, pengelompokan objek, berminat pada angka dan
tulisan, meningkatnya pembendaharaan kata, senang berbicara, memahami
sebab akibat dan berkembangnya pemahaman terhadap ruang dan waktu
Mengenai perkembangan intelegensi sebagaimana dijelaskan pleh piaget
dalam teori perkembangan kognitifnya, bahwa pada usia 7-11 tahun
perkembangan berpikirnya sudah pada tahap konkret operasional.
Maksudnya peserta didik sudah mampu menyelesaikan tugas-tugas
menggabungkan, memisahkan, menyusun, menderetkan, melipat ataupun
membagi.

Realita yang terjadi di lapaangan :
Dalam pembelajaran matematika mengenai materi pecahan, siswa tidak
lagi diajarkan cara pembagian akan tetapi ia sudah mampu mengerjakan
pecahan tersebut dengan benar tetapi sedikitnya dibantu oleh guru.

4. Perkembangan Emosi
Perkembangan emosi usia 6-8 tahun telah dapat mengekspresikan reaksi
terhadap orang lain, dan telah dapat mengontrl emosi, sudah mampu
berpisah dengan orang tua dan telah mulai belajar tentang konsep nilai
misalnya benar dan salah.
Tetapi ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan untuk dapat
diarahkan baik secara moral maupun emosionalnya sebagaimana
teridentifikasi dalam prilaku didalam kelas, diantaranya yaitu :
1. Berbicara kasar
2. Nasihat guru tetap dibangkang
3. Menguasai kelas / membuat keonaran
4. Jarang menulis di kelas
5. Meminta uang pada temannya
Dari kejadian diatas guru melakukan tindakan penyelidikan untuk
menanyakan bagaimana kondisi keluarga, lingkungannya, ternyata dengan
hasil dari informasi yang didapat, yaitu sebagai berikut :
1. Lingkungan keluarga yang tidak kondusif
2. Tidak ada perhatian dari orang tua
3. Tidak ada arahan dari orang tua ataupun keluarganya sendiri
Setelah tahu latar belakang dan keadaan keluarga tersebut guru
menentukan tindakan jika anak berbuat lagi yaitu :
· Anak yang menguasai kelas dan membuat keonaran, maka biasanya
diberikan tugas tambahan yang berbeda dengan teman yang lain.
· Memberikan arahan sebelum belajar sebagai pembiasaan
Diajak berbicara dan memberikan nasihat agar kebiasaan-kebiasaan itu
tidak diulanginya lagi.
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages