Salam dan bahagia ,mas nugi terima kasih atas pertanyaanya....di SH Winongo mengenal pengesahan ( keceran ) ada dua tingkat yaitu KANDIDAT ( bakal calon warga ) dan AA ( Al Amien ya setingkat Pendekar di SH TERATE ), untuk kecer kandidat ( yang belajar jurus dasar ) itu kita laksanakan memang seminggu sekali ( tiap hari sabtu klu ngga salah sampai sekarang ) itu fungsinya untuk mengetahui sejarah SH dari Eyang plus wejanganya ( di laksanakan malam hari sampai menjelang subuh / begadang )..seorang KANDIDAT di bolehkan belajar ilmu dasar SH trus Klu tingkat AA ( pendekar muda klu di SHT ) itu di laksanakan memang pas bulan suro dan di dahuli sholat hajad ( bagi yg beragama islam ) trus keceran dari malam sampai kira2 jam 12 trus di lanjutkan Ngangklang Jagad ( berjalan ke rumah masing2 atau ketujuan tertentu di dahului Nyekar ke Pesarean Eyang Suro ) sampai menjelang subuh tidak boleh tidur sampai sore harinya, dalam ngangklang jagad kita di sarankan Dzikir dan instropeksi diri mencari jati diri SIAPA KITA?...setelah itu sehari setelah KECER AA kita, akan bersama-sama berlatih silat ( yang kita sebut silat KRAMATAN ) langsung dari bapak pengasuh yang terhormat bp.RDH SOEWARNO.sampai habis jadi belajar silat kramatnya ya sampai tamat bisa 2-3 bulan tergantung dari individu bisa lebih bahkan.jadi tidak benar klu mengesahkan warga AA setiap hari??? kecuali memang ada SEDULUR dari Jauh seperti BELANDA dan JEPANG pernah kena dispensasi mereka bisa di sahkan jadi AA walau tidak suro ( Tradisi ), jadi kadang2 ada salah pengertian dari luar klu ikut SH winongo enak habis kecer bisa silat????? itu konyol namanya...kita memang masih menganut aliran lama atau cara lama siapa yang pinggin tahu banyak ya Iqro atau berlatih jadi tidak cman ikut kecer kandidat trus petata-petete, SH Winongo juga ada jurus2 yg harus di latih sebelum tingkat tertinggi Yaitu tk AA.3demikian jawaban saya bila ada yang salah mohon maaf...salam persaudaraan mari MEMAYU HAYUNING BAWONOEling Kuat SlametBudiarto