PERIHAL ULANG TAON...

1 view
Skip to first unread message

Mochamad Arif Wibowo

unread,
Oct 6, 2009, 10:01:45 PM10/6/09
to ex-prob...@googlegroups.com, pernah-di-...@googlegroups.com
copas tetangga sebelah...
CERITA SEORANG ANAK YATIM PIATU SELEPAS PESTA ULANG 
TAHUN TETANGGANYA by Taufiq Ismail
 
1

Seminggu lalu datanglah 
undangan
Untuk kami anak-anak penghuni Panti Asuhan
Diantarkan seorang ibu 
dan anak gadisnya
Sekolahnya kira-kira di SMA
Mereka naik Corolla 
biru
Dari pakaian, cara bicara dan perilaku
Kelihatan tamu ini orang 
gedongan
Golongan yang hidup lebih dari kecukupan.

Mereka mengundang 
anak-anak Panti Asuhan
Untuk ikut acara ulang tahun
Rebo jam tujuh 
malam.

Dan berangkatlah kami pada waktu yang ditentukan
Berjumlah dua 
puluh tiga, termasuk bapak dan ibu asrama
Jalan kaki bersama, karena 
jaraknya
cuma terpisah sepuluh rumah saja
Rombongan disilakan masuk dengan 
ramah
Dan anak-anak berusaha duduk di belakang-belakang saja
Tapi disuruh 
berbaur dengan tamu-tamu lainnya
Para remaja 
belasan tahun
Mereka sehat-sehat, harum-harum
Berbaju mahal dan 
tembem-tembem pipinya
Saya berjuang melawan sifat minder saya
Duduk di 
tengah ruang tamu yang luas

Di atas karpet bersila, pegal dan 
canggung
Di antara jajaran barang antik dan macam-macam perabotan
Di bawah 
lampu keristal bergelantungan.

Tapi alangkah aku jadi heran
Tidak ada 
acara potong kue dan tiup lilin
Tidak ada tepuk tangan mengiringi
Lagu 
Hepi-Bisde-Tuyu
Hepi-Bisde-Tuyu.

2

Lalu seorang remaja membaca 
Surah Luqman
Dengan suara amat merdunya
Dan suaranya berubah jadi untaian 
mutiara
Yang berkilauan jadi kalung di leher pendengarnya.

Kemudian 
Lia yang berulang tahun
Berpidato sangat mengharukan
”Dalam acara seperti 
ini
Bukan saya yang jadi pusat perhatian
Diperingati atau 
dihargai

Tapi mama
Ya, mama kita
Ibunda kita
Dan 
ayahanda.
Ibunda dan ayahanda
Pusat perhatian kita.

Hari ini, enam 
belas tahun yang lalu
Mama melahirkan saya
Posisi saya sungsang
Saya 
terlalu besar
Jadi mama harus sectio Caesaria
Mama dibedah, 
berdarah-darah
Seluruh keluarga khawatir dan berdoa
Di luar ruang operasi 
duduk menanti berita
Dalam kecemasan luar biasa
Tapi alhamdulillah 
kelahiran selamat
Walau pun mama sangat menderita

Sekarang ini, enam 
belas tahun kemudian
Ulang tahun saya dirayakan
Saya pikir, tidak logis 
saya jadi pusat perhatian
Harus mama yang jadi pusat perhatian
Mama. Bukan 
saya
Saya pikir, tidak logis saya minta kado
Harus mama yang diberi 
kado…”

Anak gadis itu berhenti sebentar
Dia sangat terharu
Kemudian 
dia mengambil sebuah bungkusan
Kertas berkilat, diikat pita berbentuk 
bunga

”Mama
Terima kasih mama, terima kasih
Mama telah melahirkan 
saya
Dengan susah payah
Mama menyabung nyawa
Berdarah-darah
Persis 
malam ini, 16 tahun yang lalu
Terimalah rasa terima kasih ananda
Tidak 
seberapa harganya.”

Mamanya berdiri
Terpukau pada kata-kata anak 
gadisnya
Terharu pada jalan pikirannya
Yang dia tak sangka-sangka
Dia 
langsung memeluk anaknya
Terguguk-guguk menangis
Keduanya 
tersedu-sedu
Hadirin menitikkan air mata pula
Suasana mencekam 
terasa
Dan hening agak lama

3

Kemudian kakak pembawa acara 
berkata
”Para hadirin yang mulia
Ini 
memang kejutan bagi kita
Karena dengan tahun yang lalu acara ini 
berbeda
Lia tidak mau tiup lilin jadi acara
Karena ditemukannya di 
ensiklopedia

Manusia di Zaman Batu di Eropah
Percaya pada kekuatan 
nyala lilin, begitu tahayulnya
Bisa mengusir sihir, roh jahat, leak dan 
memedi begitu katanya
Termasuk sijundai, setan, hantu, kuntilanak dan 
gendruwo
Dan itu berlanjut ke zaman Romawi kuno
Lalu dikarang lagi 
berikutnya superstisi
Yaitu apabila lilin-lilin itu sekali tiup nyalanya 
semua mati
Maka akan terkabul apa yang jadi cita-cita di dalam 
hati.

Lia tidak mau acara ulang tahunnya oleh tahayul jadi 
bernoda
Acara yang ditentukan oleh budaya jahiliah zaman 
purbakala
Katanya: ’Kok tiupan nyala 16 lilin bisa menentukan nasib 
saya?
Allah yang menentukan nasib saya

Sesudah kerja keras 
saya
Saya tidak mau dibodoh-bodohi tahayul
Walau pun itu datangnya dari 
barat atau pun timur juga

Saya tidak mau dibodoh-bodohi budaya 
mereka
Minta kado dari Papa dan Mama
Minta kado dari keluarga dan 
kawan-kawan saya.

Saya tidak mau cuma jadi kawanan burung 
kakaktua
Burung beo yang pintar meniru adat Belanda dan Amerika
Dalam 
acara ulang tahun kita’
Begitu katanya.”

Sesudah bertangis-tangisan 
dengan ibunya
Berkatalah yang berulang tahun itu

”Hadiah paling saya 
harapkan dari kalian
Adalah doa bersama
Sesudah hamdalah dan 
salawat
Karena saya ingin jadi anak yang baik laku
Jadi perhiasan di leher 
ibuku
Jadi penyenang hati ayahku
Rukun dengan kakak-kakak dan 
adik-adikku
Bertegur-sapa dengan semua tetangga
Dan kelak ketika 
dewasa
Berguna bagi Indonesia.”

4

Anak 
yatim piatu yang mendapat undangan itu
Lihatlah bersama 
kawan-kawannya
Disilakan makan bersama-sama
Dengarlah kisah kesannya 
kini:

”Dalam acara makan kunikmati nasi
Beras Rajalele yang putih 
gurih
Dendeng tipis balado, ikan emas panggang
Dan udang goreng, besar dan 
gemuk-gemuk
Belum pernah aku memegang udang sebesar itu

Di asrama ikan 
asin dan tempe
Seperti nyanyian yang nyaris 
abadi
Kadang-kadang makan pun cuma sekali sehari.

Ketika kulayangkan 
pandangku ke depan
Kulihat tuan rumah yang baik hati itu
Bapak dan ibu 
itu
Berdiri bersama Lia anak gadisnya
Berbicara amat 
mesranya

Kubayangkan ayahku almarhum
Mungkin seusia dengan bapak 
ini
Beliau meninggal ketika umurku setahun

Kubayangkan ibuku 
almarhumah
Wafat ketika aku kelas enam SD
Mungkin seusia pula dengan ibu 
itu

Tidak pernah aku merayakan ulang tahunku

Tidak 
pernah.

Semoga sorga firdaus jua
Bagi ibu bapakku

Panas 
mengembang di atas pipiku
Tak tertahan
Titik air mataku.”

1980, 
2007

Dari: ex-prob...@googlegroups.com [ex-prob...@googlegroups.com] Atas Nama SANDI WIBISONO [sandi.w...@pajak.go.id]
Terkirim: 05 Oktober 2009 16:40
Ke: ex-prob...@googlegroups.com
Subjek: [ex-probolinggo] Re: Just Copas..

salah forum mas jjjjjjoharrrr ....!!!!

Dari: ex-prob...@googlegroups.com [ex-prob...@googlegroups.com] Atas Nama Jouhar Arifi [jouhar...@gmail.com]
Terkirim: 05 Oktober 2009 11:57
Ke: ex-prob...@googlegroups.com
Subjek: [ex-probolinggo] Re: Just Copas..

Maaf pak, mungkin ini yg dimaksud penulis..Waktu kejadian dihubungin dengan surat dan ayat di Al Qur'an..

1. (GEMPA TASIK 15 : 04 WIB) --> ( QS.15.04) "Dan kami tiada membinasakan sesuatu negeripun, melainkan ada baginya ketentuan masa yang Telah ditetapkan"

2. (GEMPA PADANG 17:16 WIB)---> (QS.17:16)

"Dan jika kami hendak membinasakan suatu negeri, Maka kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, Maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan kami), Kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.

3. (GEMPA PADANG SUSULAN 17 : 58 WIB) ---(QS.17:58) Mereka menjawab: "Kami Sesungguhnya diutus kepada kaum yang berdosa,

4. (GEMPA JAMBI 08 : 51-52 WIB)---> (QS.08.51-52) "Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya, (keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir'aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. mereka mengingkari ayat-ayat Allah, Maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya.
Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi amat keras siksaan-Nya.


Apakah ini kejadian alam biasa?.................

5. (GEMPA PAPUA 10 : 36 WIB) ---> (QS.10:36) "Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran[690]. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan".










Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages