________________________________________
From: DENY YOYOK PURWANTO
Sent: 20 May 2009 09:25
To: Aidil Riski; Andreas Listianto; Anis Wahyu Hermawan; API MAHA PRANA; Ari Budi Waluyo; BAIGUNI; BUDI HARITJAHJONO AK; budi_...@app.co.id; dah...@yahoo.com; DHENY KUNCORO; DHODY ANDY WIJAYA; Dinar Septiarso; DIYAN IRAWAN; Doni Hermanto W; Duff_...@yahoo.co.id; DWI CAHYONO; Eko Budi Purnama; ERWAN BUDI PRASETYO; free...@gmail.com; Ilyas Rakhman; JULIAN RAMADHANY SAMAN; Muhammad Arkan Sahadat; MUHAMMAD NADHIF; MUTAQIN; NANANG FARTHURROZI; RUPIKA NURBAYTI; WAHYUDI HENDRO PURNOMO; YUDHA PRAMANA
Subject: FW: APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN?
________________________________________
Dari: TOHIRIN
Terkirim: 16 April 2009 15:19
Ke: Akhmad Khumeni; AGUS SUHARJONO; ARSYINEL YUSRI; AGUS SALIM WIDODO; AJI HIDAYAT; AWALUDIN; DONY ABDILLA; Casulan; CHANHIMAWAN DJ; DENY YOYOK PURWANTO; Fathur Rokhman; FAHRIZAL HARAHAP; Farida Khairani; RIVA FARIZA; Fandy Irawan; Jenny Sriwasty Girsang; REIZEN EVENDI HASUGIAN; SEHAT ADHI KURNIAWAN; Usamah Maskuri; NUHASANAH; NURMALIA; Wily Noerhidayat
Subjek: FW: APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN?
________________________________
APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN?
Apakah TUHAN menciptakan segala yang ada?
Apakah kejahatan itu ada?
Apakah TUHAN menciptakan kejahatan?
Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, "Apakah TUHAN menciptakan segala yang ada?"..
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, DIA yang menciptakan semuanya".
"TUHAN menciptakan semuanya?" tanya professor sekali lagi.
"Ya, Pak....semuanya" kata mahasiswa tersebut.
Profesor itu menjawab, "Jika TUHAN menciptakan segalanya, berarti TUHAN menciptakan kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa TUHAN itu penjahat."
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.
Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?"
"Tentu saja," jawab si Profesor.
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"
"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?" tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu minus 460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk menggambarkan ketiadaan panas".
Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"
Profesor itu menjawab, "Tentu saja gelap itu ada."
Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."
Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"
Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."
Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan TUHAN. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan TUHAN.
TUHAN tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih TUHAN dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."
Profesor itu terdiam..
Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.
(diambil dari salah satu milis)
Tohirin
Kanwil DJP Sumatera Utara II
Jl. Brigjen Rajamin Purba No. 119
Pematang Siantar 21111