saya Boy Andri dari kelompok 7 akan menjawab pertanyaan saudara Lili:
Runtuhnya Khilafah Turki Utsmani
Sejak tahun 1920, Mustafa Kemal Pasha menjadikan Ankara sebagai pusat
aktivitas politiknya. Setelah menguasai Istambul, Inggris menciptakan
kevakuman politik, dengan menawan banyak pejabat negara dan menutup
kantor-kantor dengan paksa sehingga bantuan kholifah dan
pemerintahannya mandeg. Instabilitas terjadi di dalam negeri,
sementara opini umum menyudutkan kholifah dan memihak kaum nasionalis.
Situasi ini dimanfaatkan Mustafa Kemal Pasha untuk membentuk Dewan
Perwakilan Nasional - dan ia menobatkan diri sebagai ketuanya -
sehingga ada 2 pemerintahan; pemerintahan khilafah di Istambul dan
pemerintahan Dewan Perwakilan Nasional di Ankara. Walau kedudukannya
tambah kuat, Mustafa Kemal Pasha tetap tak berani membubarkan
khilafah. Dewan Perwakilan Nasional hanya mengusulkan konsep yang
memisahkan khilafah dengan pemerintahan. Namun, setelah perdebatan
panjang di Dewan Perwakilan Nasional, konsep ini ditolak.
Pengusulnyapun mencari alasan membubarkan Dewan Perwakilan Nasional
dengan melibatkannya dalam berbagai kasus pertumpahan darah. Setelah
memuncaknya krisis, Dewan Perwakilan Nasional ini diusulkan agar
mengangkat Mustafa Kemal Pasha sebagai ketua parlemen, yang diharap
bisa menyelesaikan kondisi kritis ini.
Setelah resmi dipilih jadi ketua parlemen, Pasha mengumumkan
kebijakannya, yaitu mengubah sistem khilafah dengan republik yang
dipimpin seorang presiden yang dipilih lewat Pemilu. Tanggal 29
November 1923, ia dipilih parlemen sebagai presiden pertama Turki.
Namun ambisinya untuk membubarkan khilafah yang telah terkorupsi
terintangi. Ia dianggap murtad, dan rakyat mendukung Sultan Abdul
Mejid II, serta berusaha mengembalikan kekuasaannya. Ancaman ini tak
menyurutkan langkah Mustafa Kemal Pasha. Malahan, ia menyerang balik
dengan taktik politik dan pemikirannya yang menyebut bahwa penentang
sistem republik ialah pengkhianat bangsa dan ia melakukan teror untuk
mempertahankan sistem pemerintahannya. Kholifah digambarkan sebagai
sekutu asing yang harus dienyahkan.
Setelah suasana negara kondusif, Mustafa Kemal Pasha mengadakan sidang
Dewan Perwakilan Nasional. Tepat 3 Maret 1924 M, ia memecat kholifah,
membubarkan sistem khilafah, dan menghapuskan sistem Islam dari
negara. Hal ini dianggap sebagai titik klimaks revolusi Mustafa Kemal
Pasha.