cc hasil diskusi kelompok V

8 views
Skip to first unread message

aina sally

unread,
Mar 21, 2012, 7:59:32 AM3/21/12
to peradaban reguler A
Saya Aina Sally Marpaung akan menjawab pertanyaan dari saudari Syah
Putri latar belakang syi'ah yaitu :
Untuk melihat kapan pastinya tafsir Syi’ah muncul di dunia Islam,
perlu kiranya diperhatikan faktor yang menyebabkan timbulnya tafsir di
kalangan ini. Dalam bahasa Ignaz Goldziher, kita harus mempertanyakan
apa tujuan yang ingin dicapai oleh penganut sekte Syi’ah dengan
memasukkan kepentingan sekte keagamaan serta prinsip-prinsip dasar
mereka ke dalam penafsiran al-Qur’an?[10]. Selanjutnya Goldziher
menyebutkan bahwa sebenarnya mereka mencari justifikasi dari al-Qur’an
untuk melakukan penolakan terhadap kepemimpinan Ahlu Sunnah, dengan
melakukan rongrongan atas kekhalifahan di bawah kekuasaan Dinasti
Umayah dan Dinasti Abbasiyah, kemudian melontarkan gagasan kesucian
atas diri sahabat Ali serta para imam[11].
Dari sini penulis melihat, sebenarnya upaya penafsiran (baca:
pencarian justifikasi) al-Qur’an sudah dilakukan sejak zaman Ali. Dan
momentumnya terjadi pada zaman Dinasti Umayah dan Dinasti Abbasiyyah.
Pada masa tersebut golongan Syi’ah mendapat tekanan begitu besar dari
penguasa waktu itu. Sehingga penafsiran mereka pun lebih banyak pada
upaya-upaya apologetik dari kekuasaan dan pengaruh penguasa. Dimana,
perseturuan antara golongan Syi’ah dengan pihak penguasa sebenarnya
lebih banyak disebabkan oleh permasalahan teologis dan politik.
Memperkuat argumentasi di atas, Rosihon Anwar bahkan berani
menyebutkan, bahwa tafsir Syi’ah muncul dengan tujuan memperkuat
(melegitimasi) doktrin teologis mereka, terutama doktrin imamah[12].
Hal ini diperkuat dengan bukti-bukti sebagai berikut :
Pertama, menurut Imam al-Dzahabi, tafsir simbolik (dalam hal ini
tafsir Syi’ah) muncul pertama kali di kalangan Syi’ah ketika Syi’ah
Isma’illiyah muncul, yakni setelah wafatnya Imam Ja’far Shadiq pada
tahun 147 H. Adapun doktrin imamah muncul sebelum Ja’far meninggal.
Bahkan, ada yang mengatakan, doktrin imamah muncul semenjak Syi’ah
Zaidiyyah, aliran Syi’ah yang muncul terlebih dahulu.
Kedua, menurut para teolog muslim, benih-benih doktrin teologis Syi’ah
dimunculkan oleh Abdullah bin Saba.’ Beliau menebar benih-benih ini
mendapat inspirasi dari ajaran Kristen dan Yahudi. Di antaranya adalah
doktrin imamah. Dan perlu diketahui, Ibnu Saba’ hidup pada masa
pemerintahan Utsman dan Ali[13].
Selanjutnya Rosihon menyimpulkan, bahwa tafsir Syi’ah muncul setelah
kemunculan doktrin imamah, dan kemunculannya dipicu oleh doktrin ini.
Dalam arti tafsir Syi’ah digunakan sebagai alat untuk mencari
justifikasi bagi doktrin imamah[14]. Lebih rigidnya, tafsir Syi’ah
muncul bertepatan dengan kemunculan Syi’ah Ismailliyah (147 H).
Kemunculan tafsir ini terjadi setelah munculnya doktrin imamah yang
muncul bertepatan dengan kemunculan Syi’ah Zaidiyyah[15].
Jika demikian, benar bahwa tafsir Syi’ah muncul sejak zaman
pemerintahan Ali, bahkan lebih jauh lagi sejak pemerintahan Utsman.
Kemunculannya lebih banyak dipicu oleh kepentingan teologis (atau
bahkan politis?) untuk mencari justifikasi doktrin Syi’ah, terutama
masalah imamah.
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages