NAMA2 SETAN dan TERBUKANYA PINTU NERAKA di surat AL FATIHAH
Materi ini sudah kami jadikan bahan sharing di Forum FB para pensiunan teman2 kami. Saya pikir sangat bermanfaat untuk kami sharing juga di milis ini. Alangkah bagusnya jika bagi yg berkompeten dapat memberikan tausiyahnya di forum ini, guna menyempurnakan pengetahuan kita semua. Salam.
Saya cukup terkejut membaca buku ini; ada informasi yg baru sama sekali bagi saya, mohon tanggapan dan pencerahan dari Bapak2 sekalian. Bahwa membaca Al-Quran harus tartil, dan sesuai ketentuan tata-bahasa (nahwu shorof) yg benar kita semua sudah mafhum. Tetapi bahwa ada “jebakan2” sedemikian dalam surat Al-Fatihah, saya baru mengetahui. Disamping jebakan 7 nama2 setan masih ada 7 jebakan lagi yg konon berakibat membuka pintu2 neraka.
Buku LENTERA SHALAT tersebut ditulis oleh R. Thohir Ashari; tersirat beliau ini penganut tareqat Naqsyabandiyah. Sumber aslinya diambil dari kitab MIFTAHUL JANNAH, yg tertanda 16 Syawwal 1247H / 19 Maret 1932M, karya Syeikh Muhammad Arsyad bin ‘Abdullah al-Banjari. Meski demikian, iparku yg penganut tareqat tersebut nampaknya juga belum pernah menerima informasi seperti ini; jadi kesimpulan saya informasi ini memang terbuka untuk seluruh umat Islam.
Ada beberapa argumentasi yg tidak sepenuhnya sy sepakat, tetapi substansi penjelasannya tentang membaca Al-Fatihah yg “benar” bagi saya sangat penting dan berguna untuk diamalkan dan sebagai bahan muhasabah. Jangan sampai kita menganggap sudah mengamalkan agama dengan baik dan benar (seraya mengharap sorga), ternyata masih banyak “cacat” yg tidak kita sadari.
Monggo silahkan ditanggapi. Salam.
------
Ternyata, nama2 setan tidak terungkap dalam surat2 lain, namun pada Al-Fatihah termaktub jelas, dan apabila mengucapnya maka kita telah memanggilnya untuk hadir. Adapun nama2 setan dalam surat Al-Fatihah jumlahnya ada 7 (tujuh), yaitu: dulli, hirab, likiyau, kana’, kanas, ta’a, dan bi’al
“Duli”, nama setan yg pertama apabila kalimat alhamdu-lillahi dibacanya tidak terpisah, yaitu alhamdulillahi, padahal seharusnya dibaca secara terpisah: alhamdu – lillahi.
“Hirab”, nama setan yg kedua apabila kalimat lillahi-rabbil-‘alamin dibacanya lilla – hirabbil – ‘alamin. Huruf ha dalam kata lillahi disambung dengan huruf ra dalam kata rabb. Jadi bacaan yg benar dan akan membawakan kebernaran adalah : lillahi – rabbil – ‘alamin.
“Likiyau”, nama setan yg ketiga apabila kalimat maliki – yaumiddin dibacanya mali – kiyau – middin. Jadi, bacaan yg benar adalah: maliki – yau – middin.
“Kana’”, nama setan yg keempat apabila kalimat iyyaka – na ‘budu dbacanya iyya – kana’. Jadi bacaan yg benar : iyyaka – na ‘budu.
“Kanas”, nama setan yg kelima apabila kalimat waiyyaka – nasta ‘in dibacanya waiyya – kanas. Jadi, bacaan yg benar: waiyyaka – nasta ‘in.
“Ta’a”, nama setan yg keenam apabila kalimat an’amta – alaihim dibacanya an’amta’a – laihim. Jadi, yg benar adalah : an’amta – ‘alaihim.
“Bi’al”, nama setan yg ketujuh apabila kalimat ghairil-maghdlubi – ‘alaihim dibacanya ghairil-maghdlubi’al – laihim. Jadi, yg benar adalah: ghairil-maghdlubi – ‘alaihim.
---------
Berikut ini saya suntingkan lagi dari buku tersebut perihal 7 jebakan pintu neraka; sy sunting secara bebas, insyaAllah tanpa mengurangi makna hakikinya.
Dan apabila seseorang salah melafalkan kata demi kata dalam Al-Fatihah, maka terbukalah pintu neraka itu. Pintu neraka dalam Al-Fatihah berjumlah tujuh, yaitu: Khalidin, Tsubur, Syaqawah, Zamharirah, Jahanam, Firqah, dan Dlulmah.
“Khalidin”, pintu neraka yg pertama akan ditemukan pada kata al-hamdu; apabila huruf ha-nya diucapkan kha, sehingga dibacanya al-khamdu.
“Tsubur”, pintu neraka yg kedua akan ditemukan pada kata al-shirath; apabila huruf shad-nya diucapkan tsa, sehingga dibacanya al-tsirath.
“Syaqawah”, pintu neraka yg ketiga akan ditemukan pada kata shirathal – ladzina; apabila huruf shad-nya diucapkan sya, sehingga dibacanya al-syirathal – ladzina.
“Zamharirah”, pintu neraka yg keempat akan ditemukan pada kata al-ladzina; apabila huruf dza-nya diucapkan zay, sehingga dibacanya al-lazina.
“Jahanam”, pintu neraka yg kelima akan ditemukan pada kata al-ladzina; apabila huruf dza-nya diucapkan jim, sehingga dibacanya al-lajina.
“Firqah”, pintu neraka yg keenam akan ditemukan pada kata al-maghdhubi; apabila huruf ba-nya diucapkan fa, sehingga dibacanya al-maghdhufi.
“Dlulmah”, pintu neraka yg ketujuh akan ditemukan pada kata waladhallin; apabila huruf dh-nya diucapkan dladl, sehingga dibacanya waladlallin.
Jadi, kalo diringkas:
Al-hamdu ... hindari membaca al-khamdu
Al-shirath ... hindari membaca al-tsirath
Shirathal – ladzina ... hindari membaca al-syirathal – ladzina
Al-ladzina ... hindari membaca al-lazina
Al-ladzina ... hindari membaca al-lajina
Al-maghdhubi ... hindari membaca al-maghdhufi
Waladhallin ... hindari membaca waladlallin.
Wallahu’alam.