Demokrasi adalah Kemusyrikan

0 views
Skip to first unread message

Abu Ibrahim ( ابو ابراهيم الﺁثار)

unread,
Feb 27, 2019, 10:45:45 PM2/27/19
to Pengajian ArRahman, Pengajian NMC, Pengajian Gemala
Dalam Ma’alim Fiththariqh, Sayyid Quthb beranggapan ideologi buatan manusia seperti demokrasi adalah bentuk kemusyrikan 

Dalam Fi Zhilalil Qur’an (Tafsir Quran) , Sayyid Quthb mengatakan: 
Mashlahat dakwah’ telah menjelma menjadi berhala, Ilaah yang diibadahi oleh para aktifis dakwah dan menjadikan mereka melupakan manhaj dakwah Rasul yang murni dan orisinal. Karena itu, wajib bagi setiap aktifis dakwah untuk tetap istiqomah di atas manhaj Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam serta dengan sekuat tenaga menjaga agar tidak tergoda oleh segala bujuk rayu yang pada akhirnya justru akan menghancurkan bangunan dakwah yang telah mereka bina.” 

“Penegakan sistem Islam dan pemberlakuan syariat Islam tidak dapat dilakukan dengan cara merebut kekuasaan yang datang dari lapisan atas. Akan tetapi, melalui perubahan masyarakat secara keseluruhan—atau pemahaman beberapa kelompok masyarakat dalam jumlah yang mencukupi untuk mengarahkan seluruh masyarakat—pada pemikirannya, nilai-nilainya, akhlaknya, dan komitmennya dengan Islam. Sehingga tumbuh kesadaran dalam jiwa mereka, bahwa menegakkan sistem dan syariat Islam itu merupakan sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan.”

 
"Di Tunisia, Biro Eksekutif Partai An Nahdhah, mengatakan 'Kami akan bekerja untuk membangun masyarakat sekuler pluralistik'. Ikhwan Mesir justru bertolak ke AS dan berjanji di depan senator AS untuk menghormati hak-hak sipil dan perjanjian internasional yang telah ditandatangani di masa lalu, termasuk mengkaji kembali perjanjian damai Mesir dengan Israel. 

 
Kedatangan Pejabat Ikhwan menghadiri perayaan Natal bersama memang membuat heboh. "Pasalnya kedatangan Pejabat Ikhwan ke Gereja itu resmi dipimpim oleh Wakil Mursyid 'Aam Jamaah Ikhwanul Muslimin, Dr Mahmoud Ezzat, yang mewakili Mursyid 'Aam Mohammad Badie, yang berhalangan hadhir, dan sedang menikahkan putrinya pada hari yang sama," lanjutnya.  http://www.ikhwanweb.com/article.php?id=29524  

Kontroversi ternyata tidak hanya terjadi di mesir. Kasus serupa juga berlangsung di Maroko dimana sebuah partai ikhwan lebih cenderung ke pola sekularistik. “Di Maroko, lebih dahsyat lagi, pimpinan Partai Keadilan dan Pembangunan Maroko, Abdullah bin Kiran, mengatakan Agama milik masjid dan kami tidak akan ikut campur dalam kehidupan pribadi warga,"  

Bagaimana dengan Ikhwanul Muslimin/PKS  di Tanah Air atau di manapun meeka berada? Apakah "sistem dakwah" mereka masih sejalan dengan prinsip prinsip dasar yang dicanangkan oleh leluhur mereka, Sayyid Quthb atau mereka jauh keluar dengan menyibukan diri untuk memperoleh kekuasaan dengan format "baju muslim tapi pola sekuler" ?

Allahu yahdiik.

--
Wassalam,    
Abu Ibrahim
 
"Knowledge precedes actions and speech!
Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari Rahimahullah

     
 
       


Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages