Gubernur Jateng Usir Wakil Bupati Brebes

0 views
Skip to first unread message

Abdul Rohim

unread,
Nov 18, 2008, 12:55:24 PM11/18/08
to
SEMARANG (SINDO) – Langkah sejumlah bupati/ wali kota yang tetap nekat absen dalam rapat koordinasi (rakor) tingkat provinsi membuat Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo naik pitam.


Bahkan, Bibit kemarin sempat mengusir Wakil Bupati (Wabup) Brebes,Agung Widyantoro. Dua kepala daerah lain yang mendapat peringatan keras adalah Bupati Wonosobo Kholiq Arif dan Bupati Rembang M Salim. Dalam rapat evaluasi kinerja dan pencapaian program kerja kabupaten/kota 2008 ini, Kholiq dan M Salim tak hadir. Keduanya malah mewakilkan pejabat dinas untuk mengikuti rapat yang dipimpin langsung Gubernur itu.

Sementara itu,Agung Widyantoro yang mewakili Bupati Brebes Indra Kusuma pun terpaksa meninggalkan ruang rakor di Gedung B lantai 5 Kompleks Kantor Gubernur karena tak diizinkan gubernur.Seperti biasa,sebelum memulai rakor, Bibit mendata lebih dulu kehadiran semua kepala daerah. “Pertemuan ini merupakan koordinasi antara pemimpin dalam mengarahkan pemimpin di struktur bawahnya. Berbagai hal yang dibicarakan harus dapat dipertanggungjawabkan, sehingga harus dihadiri langsung bupati/ wali kota,”tegas Bibit usai rakor kemarin.

Mantan Pangkostrad ini berdalih, Indonesia menganut aturan presidentil, sehingga garis kepemimpinan lurus ke bawah sudah jelas, yakni mulai dari presiden,terus di bawahnya ada gubernur, dilanjutkan bupati, dan camat. Paham otonomi daerah yang selama ini dipakai, menurutnya tidak boleh meninggalkan aturan yang ada. ‘’Otonomi oke, tapi garis kepemimpinan yang lurus juga harus ditegakkan,’’ ujarnya.

Dia juga tak menampik adanya kerenggangan hubungan dengan Bupati Rembang M Salim terkait larangannya ke luar negeri. “Soal izin boleh atau tidak boleh tergantung saya, apa kepentingannya, penting tidak untuk rakyatnya, kalau kondisi rakyat sedang begini, boleh tidak ?’’ katanya. Rakor kemarin, tandas Bibit, harus diikuti semua kepala daerah agar setiap daerah segera melakukan langkahlangkah konkret.

“Masa kerja tahun 2008 hanya tinggal sekitar satu bulan lagi,maka perlu dibuat evaluasi,” terang dia. Dia mengungkapkan, sejumlah daerah tidak bisa mencapai target dengan maksimal. Sebab, program yang bisa direalisasikan masih sangat minim.Kondisi ini jelas mengecewakan sebab sejumlah proyek terancam tidak bisa selesai sesuai jadwal yang ditentukan.

Beberapa daerah dicap prestasinya buruk karena hingga awal November ini, penyerapan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus( DAK) tidaklebihdari20%. Padahal, waktu yang masih tersisa tidak sampai dua bulan. “Lha itu bupatinya tidur terus atau gimana? Kantidak mungkin selama 2 bulan ini pembangunan bisa selesai, memangnya seperti sulap.

Kepala daerah seperti itu harus mendapatkan peringatan, kalau nanti ada dana bantuan lagi tidak usah diberi,” tukasnya. Sementara Wakil Bupati Brebes Agung Widyantoro menolak jika dikatakan telah diusir Gubernur saat rakor kemarin.Agung pun meminta SINDO harus bertatap muka langsung jika ingin mewawancarainya soal kejadian yang menimpanya. “Tidak ada insiden itu,”terangnya. (khusnul huda/kastolani)
 
   Salam
Abdul Rohim

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages