Dear all,
Menarik sekali kalau kita coba diskusikan tentang Planned Change vs Rapid Change dalam konteks pemerintahan.
Ada beberapa karakteristik dalam organisasi pemerintahan (negara) yang unik:
1. Adanya struktur pemerintahan yang birokratis
Ini menjadikan aparat pemerintahan sulit untuk merespon perubahan secara cepat, karena keputusan harus dibuat melalui rantai decision making yang berjenjang (dan kadang berbelit-belit).
2. Adanya tuntutan untukmelakukan pembangunan yang berkelanjutan
Pembangunan yang dilakukan harus memiliki visi atau target jangka panjang agar ada "blueprint" yang sama meskipun berganti pemerintahan (baca: ganti Presiden dan Menteri). Ini yang oleh sebagian orang diasumsikan perlunya rencana jangka panjang dalam pemerintahan. Seorang narasumber di diskusi Metro TV bahkan mengusulkan agar GBHN "dihidupkan" kembali.
Dua tantangan di atas menuntut adanya inovasi birokrasi agar pemerintah bisa melakukan pembangunan secara berkelanjutan namun pada saat yang sama bisa merespon perubahan secara cepat.
Nah, setelah Pak Rudy menyebut-nyebut John Kotter, jadi penasaran untuk baca analisa terbarunya tentang Change and Social Network. Kebetulan nemu satu artikel menarik yang relevan dengan diskusi kita kali ini. Berikut ini salah satu kutipannya:
'All of this has led me to believe that the successful organization of the future will have two organizational structures: a Hierarchy, and a more teaming, egalitarian, and adaptive Network. Both are designed and purposive. While the Hierarchy is as important as it has always been for optimizing work, the Network is where big change happens. It allows a company to more easily spot big opportunities and then change itself to grab them"
Setelah coba cari-cari, nemu salah satu contoh inovasi birokrasi yang menggabungkan antara Hierarchy dan Network tadi. Contohnya adalah pemerintah Singapore. Mereka mencanangkan eGovernment Masterplan dengan visi yang sangat inspiratif:
To be a Collaborative Government that Co-creates and Connects with Our People.
eGov2015 is about building an interactive environment where the Government, the private sector and the people work together seamlessly, through the enabling power of infocomm technologies.
Jadi, kesimpulan sementara saya (let's discuss about it), pemerintah tetap memerlukan struktur yang bersifat hierarkhis serta perencanaan pembangunan yang bersifat jangka panjang. Namun ini akan menjadikan pemerintah gagap terhadap perubahan jika tidak dilengkapi dengan "struktur" tambahan yang berbentuk network.
Regards,
Ardhi