Pandemi Covid-19 mengakibatkan terjadinya perubahan sosial yang cepat di masyarakat. Perubahan tersebut membuat masyarakat harus mengubah perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi perubahan sosial yang terjadi di masyarakat serta dampak yang terjadi di masa new normal akibat adanya pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan analisis perspektif sosiologi dengan memakai teori fungsionalisme Talcott Parsons. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mencari berbagai referensi dari buku, jurnal, penelitian terdahulu, dan sumber-sumber terpercaya lainnya yang dapat memberikan informasi untuk membantu penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan sosial masyarakat yang terjadi di masa new normal merupakan isu sistem sosial untuk menekan virus Covid-19 beserta dampaknya. Sejak lama, Talcott Parsons telah memberikan kunci untuk mencapai keberhasilan sistem sosial yang baru, yakni melalui AGIL (Adaptation, Goal attachment, Integration, Latent pattern). Untuk mencapai masa new normal secara maksimal, maka harus melalui berbagai indikator dan pertimbangan yang matang serta didukung dengan kolaborasi yang baik antar komponen masyarakat.
This study aims to examine the social changes of the Kunciran community of Tangerang City caused by the development of the Alam Sutera area of ??Tangerang while at the same time trying to explain its potential as a sociological learning material in the classroom on social change material. This study uses a qualitative approach with data collection through observation, interviews, and literature study. The results showed that there were social changes in the community in the form of 1) changes in community occupation from agriculture to non-agriculture, 2) changes in the land tenure system, 3) changes in the system of social relations. Social change in the people of Tangerang City can be used as a sociological learning material for social change material that includes cognitive, affective, and psychomotor aspects. In the cognitive aspect, students can understand and explain the material of social change in theory, form, and impact of social change. In the affective aspect, students can respond to various social changes that occur in society. In the psychomotor aspect, students can make simple scientific writings from the results of simple research on social changes that occur in the surrounding environment and discuss the results of their research in front of the class.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan sosial masyarakat Kunciran Kota Tangerang yang disebabkan karena adanya pembangunan kawasan Alam Sutera Tangerang sekaligus mencoba menjelaskan potensinya sebagai bahan pembelajaran sosiologi di kelas pada materi perubahan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan sosial pada masyarakat berupa 1) berubahnya okupasi masyarakat dari pertanian ke non-pertanian, 2) perubahan pada sistem kepemilikan lahan, 3) perubahan pada sistem relasi sosial. Perubahan sosial masyarakat di Kota Tangerang bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran sosiologi pada materi perubahan sosial yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pada aspek kognitif, peserta didik dapat memahami dan menjelaskan materi perubahan sosial secara teoritis, bentuk, dan dampak perubahan sosial. Pada aspek afektif, peserta didik dapat menyikapi berbagai perubahan sosial yang terjadi di masyarakat. Pada aspek psikomotorik, peserta didik dapat membuat tulisan ilmiah sederhana dari hasil penelitian sederhana mengenai perubahan sosial yang terjadi di lingkungan sekitarnya serta mendiskusikan hasil penelitiannya di depan kelas.
Firman, T. (2009, July). Decentralization reform and local?government proliferation in Indonesia: Towards a fragmentation of regional development. In Review of Urban & Regional Development Studies: Journal of the Applied Regional Science Conference (Vol. 21, No. 2?3, pp. 143-157).
Supriatna, Yayat. (2014). Pembangunan Sosial di Komunitas Berpagar Studi pada Lingkungan Pemukiman di Kawasan Alam Sutera Tangerang Selatan. Disertasi. Program pascasarjana Universitas Indonesia. Depok.
Social change can be studied through the classical theory of sociology, which is known as the theory of historical circle. This theory explains that history is a recurring process.Social change is not moving along a straight line but rather it follows a circle. According to the theory, history becomes a decisive factor in the process of social change. Historical events cannot be separated from the actors of history (actor), namely the leaders that ultimately affect the course of changes that occur in society. This paper attempts to present the study of social change perspective of history of a great man, namely the Prophet Yusuf. The success of the Prophet Yusuf inrescuing the Egyptians from the long drought deserves to be studied, both his position as the messenger of Allah and his status as a human being who has its own charm. Using the thematic interpretation method to interpret Quranic verses and fenomenological analysis methods to analyze topics related to the social phenomena contained in the story of Prophet Yusuf, this research founds that the concept of social change in the story of Yusuf lies on three aspects, namely the integrity of solid sturdiness, the concept of clear social change, and the planned process of social change.
Perubahan sosial dapat dikaji melalui teori klasik sosiologi yakni teori lingkar sejarah. Teori ini menjelaskan bahwa sejarah merupakan proses yang berulang, perubahan sosial tidak bergerak menurut garis lurus melainkan melingkar. Menurut teori tersebut, sejarah menjadi faktor penentu dalam proses perubahan sosial. Peristiwa sejarah tidak dapat dipisahkan dari pelaku sejarah (actor), yakni profil orang besar yang pada akhirnya mempengaruhi jalannya perubahan-perubahan yang terjadi pada masyarakat. Dalam paper ini penulis berupaya menyajikan kajian perubahan sosial perspektif sejarah orang besar, yakni Nabi Yusuf as. Keberhasilan Nabi Yusuf as menyelamatkan rakyat Mesir dari masa kemarau yang panjang patut untuk dikaji, baik posisinya sebagai utusan Allah dan statusnya sebagai manusia biasa yang memiliki daya tarik tersendiri. Dengan menggunakan metode analisis tafsir tematik untuk menafsir ayat-ayat al-Quran dan metode analisis fenomenologi untuk menganalisis topik yang terkait dengan fenomena sosial yang ada dalam kisah Nabi Yusuf. Penulis mendapatkan konsep perubahan sosial dari kisah Yusuf as atas tiga aspek, yaitu integritas ketokohan yang mantap, konsep perubahan sosial yang jelas dan proses perubahan sosial yang terencana.
Transformasi atau perubahan merupakan suatu keladziman yang akan terjadi dalam kehidupan masyarakat serta dapat merubah sistem kehidupan manusia baik dari segi sosial maupun keagamaan, dalam kehidupan dimasyarakat sejatinya masyarakat tidak dapat dipisahkan dari sistem sosial serta keagamaan. Indonesia adalah negara dengan bangsa yang bersuku-suku dan ragam akan agama baik itu Islam, Kristen, Protestan, Hindu, Buddha sampai Kong Hu Cu. Begitupun dengan masyarakat di desa karang anyar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan sosial keagamaan dan faktor-faktor yang terjadi dalam perubahan tersebut. Penulis menggunakan penelitian kualitatif dan metode sosiologis dengan menggunakan logika-logika serta teori sosiologi baik teori klasik maupun modern untuk menggambarkan fenomena sosial keagamaan serta pengaruh suatu fenomena terhadap fenomena yang lainnya.Teori yang digunakan oleh penulis adalah teori sistem yaitu dengan menggunakan konsep perubahan sosial. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan cara observasi, wawancara atau interview dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan sosial keagamaan masyarakatyaitu kegiatan sosial dan keagamaan dalam bentuk ibadahseperti semakin terbukanya pemikiran masyarakat khususnya ibu-ibu dalam membantu pekerjaan suami untuk memperbaiki perekonomian keluarga dengan hadirnya organisasi-organisasi yang ada di masyarakat, pengajian rutin dan risma masjid yang masih berjalan hingga sekarang, serta penggunaan smartphone dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai media informasi untuk mengkaji ilmu keagamaan secara cepat dan praktis. Hal ini juga dapat dimanfaatkan dalam teknis beribadah warga yang non-muslim, yaitu adanya inovasi baru dalam penggunaan alat-alat teknologi untuk memfasilitasi jalannya acara ibadah umat non-muslim. Faktor yang memengaruhi perubahan di Desa karang anyar adalah hadirnya teknologi yang mudah di terima oleh masyarakat dan berakhir dengan terbukanya pola fikir yang maju serta tidak tabu lagi dalam menerima suatu perbedaan. Hadirnya teknologi di Desa dapat melahirkan sikap individualisme antar masyarakat serta dapat memengaruhi kesehatan psikis pada anak.
Pandemi Covid-19 telah menyebabkan perubahan sosial yang terjadi begitu cepat membuat masyarakat mengubah perilakunya dalam kehidupan sehari-hari Pemerintah Republik Indonesia untuk melakukan berbagai kebijakan dan terdapat sektor yang terdampak, salah satunya sektor ekonomi dan terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada buruh perempuan. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi perubahan sosial dan dampak yang terjadi pada buruh perempuan yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja di masa Pandemi Covid-19 dan menganalisis perubahan sosial buruh perempuan yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja menurut perspektif sosiologi Talcott Parsons di Masa Pandemi Covid-19 . Jenis penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi kepustakaan (Library Research). Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa dalam teori fungsionalismenya, Talcott Parsons menjelaskan bagaimana semua bagian dari suatu sistem saling berhubungan melalui peran yang mereka mainkan, di mana buruh perempuan yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja dengan bentuk perubahan sosial yang memiliki peran ganda sebagai ibu, merawat anak dan suami, mendidik anak dan ekonomi membantu suami mencari nafkah, untuk menambah pendapatan rumah tangga.