Andaikan Kau Datang" adalah sebuah lagu yang diciptakan oleh Tonny Koeswoyo dan dinyanyikan oleh grup musik Koes Plus dan pertama kali muncul di album Volume 2 pada tahun 1970. Lagu ini merupakan salah satu karyanya yang paling terkenal serta telah menghasilkan beberapa versi kover sekaligus sempat dijadikan soundtrack untuk beberapa sinetron, termasuk Bunda (RCTI, 2004) dan Rindu Tiara (antv, 2016). Lagu ini pernah dicover oleh Ruth Sahanaya (dalam album Salute to Koes Plus/Bersaudara), Noah (dalam album Sings Legends), Andmesh Kamaleng (sebagai soundtrack Miracle In Cell No. 7 dan di album keduanya Cinta dan Doa)[1], komedian Komeng dan Adul (dalam versi parodi)[2] serta grup musik asal Medan Parmitu Anduk Leher.[3]
Setelah Noah merilis singel pertama "Sajadah Panjang" untuk album kompilasi mereka, Sings Legends (2016), mereka kemudian merilis singel kedua "Andaikan Kau Datang". Singel ini dirilis pada 30 Juni 2016.[4]
Gitaris Noah, Uki menjelaskan bahwa proses rearansemen lagu "Andaikan Kau Datang" memakan waktu yang lebih panjang karena aransemennya selalu berubah-ubah. Sebenarnya untuk aransemennya tidak terlalu susah, tetapi sering mengalami perubahan. Vokalis Noah, Ariel menambahkan kalau pada awalnya lagu tersebut sudah jadi, tetapi memiliki vokal latar yang ramai, sehingga hasil aransemen itu dicabut.[5]
Video musik untuk "Andaikan Kau Datang" versi Noah disutradarai oleh Hedi. Ariel menceritakan alasan lagu ini dibuat video musik, "Jadi kita demokrasi banget. Kenapa pilih lagu ini, karena menurut survei dan data yang kita terima dari radio dan penjualan, single ini yang lebih banyak mendapat respon."[6] Menurut Hedi, cerita dari video tersebut memvisualkan lagunya, "Ada yang sudah lama kenal nikah tapi membatalkan acara itu, tapi pria pertama berharap kembali cuma nggak kembali." Syuting berlangsung dalam dua hari, di mana untuk bagian penampilan band dilaksanakan di studio PFN, kawasan Otista, Jakarta Timur pada 19 Juli 2016.[7][8] Video musik ini dirilis di kanal YouTube Musica Studio's pada 23 Oktober 2016.[9]
Setelah sukses dinyanyikan ulang oleh Ruth Sahanaya dan Noah, kali ini solois jebolan Rising Star Indonesia Musim 2, Andmesh Kamaleng mendapat giliran untuk mendaur ulang lagu "Andaikan Kau Datang" dan dijadikan sebagai soundtrack Miracle in Cell No. 7 garapan Falcon Pictures.
Menurut Andmesh, ia menyanyikan kembali lagu "Andaikan Kau Datang" sembari mengenang sosok sang ayah yang telah tiada. Proses rekaman untuk lagu ini diambil secara cepat, dan bagi Andmesh ia rasa tak perlu memikirkan aransemen musiknya saat melakukan rekaman. Hanya dengan nuansa piano dan orkestra saja.
Selain itu, alasan bagi Andmesh mendaur ulang lagu legendaris milik Koes Plus ini dengan gaya yang berbeda adalah agar terlihat beda dalam cara pembawaan lagunya. Dalam Ngobras yang dipandu Widya Saputra, Andmesh mengatakan "Ame (re: sapaan akrab Andmesh) menyanyikan ulang lagu ini karena saya ingin mengenang kepergian ayah saya. Dan saya mencoba untuk membawanya dengan cara saya sendiri agar beda dengan Ruth Sahanaya maupun Ariel".
Andaikan Kau Datang Kembali adalah lagu yang diciptakan oleh Tonny Koeswoyo dan dipopulerkan oleh grup band legendaris Koes Plus. Lagu ini kembali hits diawal tahun 2000-an karena beberapa penyanyi seperti Ruth Sahanaya, Noah, dan Andmesh sempat menyanyikan ulang lagu lawas ini.
Lirik lagunya yang sederhana sangat enak dimainkan bersama gitar. Di tahun 2022, Andmesh kembali menyanyikan lagu Andaikan Kau Datang Kembali sebagai soundtrack film adaptasi dari Korea Selatan berjudul Miracle In Cell No 7.
Makna lagu Andaikan Kau Datang Kembali faktanya bukan lagu yang menggambarkan percintaan loh. Melainkan tentang seseorang yang mengingat kehidupannya di masa lalu dan mencoba untuk mengevaluasi diri dalam berbagai hal yang telah ia lakukan di dunia ini.
Lagu yang mengisahkan hubungan antara manusia dan Tuhan ini tersirat dalam lirik yang berbunyi, "Betapa hatiku bersedih, mengenang kasih dan sayangmu, setulus pesanmu kepadaku" yang mana seseorang mengingat segala salah dan dosa yang pernah ia lakukan.
Pesan yang bisa diambil dari lagu ini adalah semua cerita yang ada di dunia pada akhirnya akan ditinggalkan, yang dibawa hanyalah kebaikan dan amal ibadah seseorang ketika hidup. Jadi, jangan hanya fokus dengan kehidupan dunia saja, tapi ingat juga pada Tuhan.
Indonesia patut bersedih. Koesyono Koeswoyo, legenda besar musik Indonesia, wafat (05/01). Koesyono, yang lebih dikenal sebagai Yon, menghembuskan nafas terakhir setelah cukup lama menderita komplikasi diabetes. Indonesia kehilangan maestro yang tiada bakal terganti.
Yon adalah gitaris merangkap vokalis band legendaris Koes Plus. Bagi anak-anak zaman saiki, Koes Plus adalah perkara asing yang tidak menarik. Tapi tanyakan kepada Simbah, Pakdhe, dan Bapak kita siapa Koes Plus, maka beliau-beliau akan antusias bercerita betapa banyak lagu Koes Plus tandas menjadi kenangan abadi.
Terlalu banyak yang harus diceritakan perihal Koes Plus. Maka jalan tengah terbaik yang paling realistis adalah mencari sepenggal kisah yang bisa diuraikan dalam satu kesempatan. Kali ini, kisah saya pilih dari salah satu lagu Koes Plus yang paling masyhur, "Andaikan Kau Datang."
Sebagaimana hal-hal lain di kehidupan yang seringkali disalahpahami, demikian pula sebetulnya yang terjadi pada lagu "Andaikan Kau Datang". Kesalahpahaman itu sejatinya tidak dapat dipersalahkan, karena memang ruang penafsiran seluas-luasnya dimiliki penikmat. Suka-suka saja mau dikira tentang apa itu lagu.
Selama ini, "Andaikan Kau Datang" dipercaya sebagai lagu yang menuturkan tentang cinta antara dua insan manusia. Kepercayaan itu sah-sah saja, karena liriknya memang nampaknya bercerita tentang itu. Tapi, kepercayaan itu harus segera dihapuskan.
Pada 29 November 2015, Yok dan Nomo Koeswoyo ikut serta dalam acara Maiyahan di Tuban bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng. Malam itu, Yok menyinggung proses penciptaan "Andaikan Kau Datang". Yok bercerita, sebenarnya lagu "Andaikan Kau Datang" bukanlah lagu yang diniatkan oleh Tonny Koeswoyo (kakak dari Nomo, Yon, dan Yok) untuk menyanyikan kisah kasih lelaki dan perempuan. Sebagai informasi, Tonny telah dipanggil Sang Khalik pada tahun 1987 karena menderita kanker usus.
Sebelum memasuki penjelasan tentang maksud lagu "Andaikan Kau Datang", perlu rasanya dipanggil kembali ingatan tentang bagaimana sebenarnya bunyi lirik yang memainkan peran penting di lagu ini. Dalam refrain, lagu asli berbunyi "andaikan kau datang kemari". Namun belakangan ini, kalimat tersebut mengalami pengubahan bunyi menjadi "andaikan kau datang kembali". Kata "kemari" berubah menjadi "kembali".
Dalam acara-acara seperti reunian, halal bi halal, pernikahan, dan lain sebagainya, para biduan dan dermawan penyumbang lagu jamak terdengar menggunakan "kembali". Saya tak tahu persis, mulai kapan "kemari" berubah menjadi "kembali". Mungkin, mungkin ya, perubahan itu dimulai saat muncul album Salute to Koes Plus tahun 2004 yang diprakarsai Erwin Gutawa.
Pada album di mana saya juga sempat membeli kasetnya itu, lagu "Andaikan Kau Datang" dinyanyikan oleh penyanyi wanita bersuara dahsyat, Ruth Sahanaya. Nah, ia menggunakan "kembali". Kemudian, Noah dalam album Sings Legends (2016) ikut menyanyikan "Andaikan Kau Datang" dan juga memilih gunakan "kembali."
Baiklah, kembali ke makna lagu. Yok meneruskan, saat Tonny sakit, ia membuka tabir rahasia niat awal penciptaan "Andaikan Kau Datang". Tonny berkata, lagu itu berisi pengandaian bagaimana keadaan saat nanti ia telah meninggal dunia. Saat dimana apapun sudah tidak dapat diputar kembali.
3a8082e126