Download Novel Supernova Petir Pdf

0 views
Skip to first unread message

Jeana Lemasters

unread,
Jan 25, 2024, 6:50:01 AM1/25/24
to ovlebira

Bermula dari potongan cerita yang terdapat di kisah novel Supernova, Putri, dan Bintang Jatuh. Pasangan gay Dimas dan Reuben merayakan hari jadi mereka yang ke-12 pada tahun 2003 dengan berbagai keretakan dan ketegangan, dimulai ketika Reuben melupakan tanggal hari jadi mereka, hingga Dimas yang memutuskan untuk tidak memberikan kado kepada Reuben. Saat termenung bersama laptop-nya di sebuah kafe di Jakarta, Dimas menerima sebuah surel dari Gio Alvarado dengan judul "Diva Anastasia", seseorang yang pernah menjadi tokoh yang ia dan Reuben garap dua tahun yang lalu. Gio memberitahukan hilangnya Diva di Hutan Amazon dan mengharapkan bantuan dari orang-orang yang kontaknya Diva catat. Dimas memutuskan untuk memberitahukan perihal ini kepada Reuben.

Cerita beralih ke dua tahun sebelumnya, 2001. Elektra adalah seorang wanita muda Tionghoa-Indonesia yang baru saja kehilangan ayahnya, Wijaya atau "Dedi", oleh stroke. Ia terpaksa hidup sebatang kara sembari menyelesaikan administrasi-administrasi toko elektronik keluarga Wijaya, "Wijaya Elektronik" yang berlokasi di rumah Belanda turun-temurun mereka yang terletak di Kota Bandung, "Eleanor", karena kakaknya, Watti, sudah pindah dengan suaminya, Atam, ke Tembagapura. Elektra menceritakan lika-liku keluarganya, mulai dari wafatnya ibunya yang membuatnya bersama Dedi menjadi jarang ke gereja, Dedi yang tersetrum listrik berkekuatan tinggi hingga dapat menyentuh listrik tanpa terluka, kehidupan penuh romansa Watti yang berakhir dengan keputusannya untuk pindah agama, serta penyakit aneh Elektra sendiri yang Dedi sebut sebagai epilepsi dan ketertarikannya dengan petir.

download novel supernova petir pdf


Download Ziphttps://t.co/FSXQP5S1gI



Dewi Lestari Simangunsong atau Dee Lestari adalah seorang penyanyi dan penulis asal Indonesia. Sebelum dikenal dengan novel-novelnya, Dee Lestari lebih dulu dikenal sebagai seorang penyanyi yang tergabung dalam grup trio Rida Sita Dewi atau RSD.

Kemudian, pada tahun 2002, Dee Lestari kembali menerbitkan seri kedua dari novel Supernova yang berjudul Akar. Seri kedua ini sempat mendapatkan protes dari masyarakat Hindu yang merasa tidak terima dengan dicantumkannya aksara suci Omkara atau Aum sebagai cover buku Supernova.

Setelah menyelesaikan seri novel Supernova dengan tiga seri tersebut, Dee Lestari sempat vakum dan beristirahat sejenak dari menulis buku. Lalu, pada bulan Agustus 2008, Dee Lestari kembali merilis novel terbarunya berjudul Rectoverso.

Buku Rectoverso terdiri dari 11 fiksi serta 11 lagu yang semuanya saling berhubungan. Judul dari buku ini adalah Dengar Fiksinya, Baca Musiknya. Kemudian, pada tahun 2009 bulan Agustus, Dee Lestari kembali menerbitkan novel berjudul Perahu Kertas.

Kemudian, pada tanggal 26 Februari 2016, Dee Lestari merilis seri Supernova terakhir. Supernova 6: Intelegensi Embun Pagi (IEP). Dari seri terakhir novel Supernova, Dee Lestari sempat membuka Pre-Order buku yang bertandatangan, kemudian merilis dan memasarkannya secara umum setelah itu.

Rupanya para pembaca menilai bahwa novel ini adalah seri Supernova yang paling lucu dan ringan untuk dibaca dibandingkan dua seri Supernova sebelumnya. Selain itu, pembaca juga menilai bahwa mereka bisa membaca buku ini dengan senang tanpa perlu berpikir keras. Tidak seperti novel-novel sebelumnya, seri Supernova yang satu ini tidak banyak menggunakan istilah sains yang sulit untuk dipahami.

Dee Lestari berhasil menyampaikan cerita yang dapat dinikmati oleh pembaca. Penamaan tokoh Elektra sebagai tokoh sentral dalam versi ini juga dianggap sebagai suatu hal yang menyegarkan dari sebuah novel fiksi karya Dee seri Supernova.

Melalui seri ketiga ini, pembaca bahkan menilai bahwa Dee Lestari akhirnya bisa menunjukan kemampuan menulisnya yang baik dan imajinatif dengan penyampaian yang baik pula. Kemudian, Dee Lestari juga menjelaskan dengan detail tentang latar tempat Bandung yang membuat kisah dari novel ini relatable.

Meskipun, hanya menggunakan latar tempat tunggal, tetapi kota Bandung yang dijadikan sebagai latar dalam novel ini cukup spesial. Setidaknya bagi sang penulis yaitu Dee Lestari, karena Bandung adalah kampung halamannya. Mungkin karena hal ini pula, banyak pembaca yang merasa relate dengan penggambaran kota Bandung menurut Dee.

Pada seri novel Supernova kedua, Dee Lestari banyak mewarnai percakapan para tokoh dengan bahasa Inggris, sebab, beberapa tokohnya adalah seorang bule. Pada seri ketiga ini, Dee Lestari memenuhi percakapan dengan bahasa orang pinggiran yang cenderung sedikit kasar, tetapi terasa lebih dekat dan hangat bagi pembacanya.

Jangan ragu untuk membeli buku-buku Dee Lestari atau novel lain karya penulis Indonesia di gramedia.com. Karena dijamin bukunya pasti original dan berkualitas. Jadi tunggu apa lagi? Segera beli dan baca bukunya sekarang juga ya!

DEWI LESTARI, dikenal dengan nama pena Dee Lestari, lahir di Bandung, 20 Januari 1976. Debut Dee dalam kancah sastra dimulai pada tahun 2001 dengan episode pertama novel serial Supernova berjudul Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh.

Dewi Lestari Simangunsong yang akrab dipanggil Dee (lahir di Bandung, Jawa Barat, 20 Januari 1976) adalah seorang penulis dan penyanyi asal Indonesia. Lulusan jurusan Hubungan Internasional Universitas Parahyangan ini awalnya dikenal sebagai anggota trio vokal Rida Sita Dewi. Sejak menerbitkan novel Supernova yang populer pada tahun 2001, ia juga dikenal luas sebagai novelis. Sebelum Supernova keluar, tak banyak orang yang tahu kalau Dee telah sering menulis. Novel pertamanya yang sensasional, Supernova Satu : Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh, dirilis 16 Februari 2001. Novel yang laku 12.000 eksemplar dalam tempo 35 hari dan terjual sampai kurang lebih 75.000 eksemplar ini banyak menggunakan istilah sains dan cerita cinta. Bulan Maret 2002, Dee meluncurkan "Supernova Satu" edisi Inggris untuk menembus pasar internasional dengan menggaet Harry Aveling (60), ahlinya dalam urusan menerjemahkan karya sastra Indonesia ke bahasa Inggris. Sukses dengan novel pertamanya, Dee meluncurkan novel keduanya, Supernova Dua berjudul "Akar" pada 16 Oktober 2002. Novel ini sempat mengundang kontroversi karena dianggap melecehkan umat Hindu. Umat Hindu menolak dicantumkannya lambang OMKARA/AUM yang merupakan aksara suci BRAHMAN Tuhan yang Maha Esa dalam HINDU sebagai cover dalam bukunya. Akhirnya disepakati bahwa lambang Omkara tidak akan ditampilkan lagi pada cetakan ke 2 dan seterusnya. Pada bulan Januari 2005 Dee merilis novel ketiganya, Supernova episode PETIR. Kisah di novel ini masih terkait dengan dua novel sebelumnya. Hanya saja, ia memasukkan 4 tokoh baru dalam PETIR. Salah satunya adalah Elektra, tokoh sentral yang ada di novel tersebut. Lama tidak menghasilkan karya, pada bulan Agustus 2008, Dee merilis novel terbarunya yaitu RECTOVERSO yang merupakan paduan fiksi dan musik. Tema yang diusung adalah Sentuh Hati dari Dua Sisi. Recto Verso-pengistilahan untuk dua citra yang seolah terpisah tapi sesungguhnya satu kesatuan. Saling melengkapi. Buku RECTOVERSO terdiri dari 11 fiksi dan 11 lagu yang saling berhubungan. Tagline dari buku ini adalah Dengar Fiksinya, Baca Musiknya. Pada Agustus 2009, Dee menerbitkan novel Perahu Kertas. Pada bulan Juli 2011, Dee menerbitkan buku berjudul Madre.

Dee published her debut novel "Supernova: Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh" ("Supernova: The Knight, the Princess and the Falling Star") in 2001. It took the literary world by storm. Her second novel, "Supernova: Akar" ("Supernova: Roots") was released in the following year. Ever since, Dee has published numerous short stories such as "Madre" ("Mother"),"Filosofi Kopi" and "Perahu Kertas" ("The Paper Boat") as well as Supernova novels "Petir" ("Lightning"), "Partikel" ("Particle") and "Gelombang" ("The Wave").

Dee promised the last Supernova book will answer cliffhangers from the previous five novels."I did take notes about the questions that I left hanging, but if there were questions left unanswered, I did it intentionally," she said.

The article deals with the religious-symbolic aspect of the modern Indonesian writer Dewi Lestari's creative work by the example of three novels from the "Supernova" series: "Kshatrii, Princess and the Falling Star", "Roots" and "Wave". Lestari's novels implement postmodern literary tendencies in the Indonesian version, and one of the key elements is the deconstruction of religious discourse. In this work the novels are analyzed from the point of view of using in the postmodernist manner some religious symbolism specific for the Malayan-Indonesian and world culture as a whole.

9738318194
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages