Pengkajian Pada Sistem Kardiovaskuler

0 views
Skip to first unread message

Sandi Loisel

unread,
Aug 5, 2024, 1:42:09 AM8/5/24
to otyclimo
Pemeriksaanfisik perlu dilakukan untuk memeriksa kondisi tubuh dan membantu dokter mendiagnosis penyakit. Bahkan jika tidak sakit, pemeriksaan ini perlu dilakukan rutin, agar risiko penyakit bisa diketahui lebih awal.

Tujuan prosedur pemeriksaan ini adalah untuk melihat bagian tubuh dan menentukan apakah seseorang mengalami kondisi tubuh normal atau abnormal. Itu sebabnya pemeriksa perlu mengetahui karakteristik normal dan abnormal tiap usia. Kondisi tubuh abnormal pada orang dewasa muda adalah kulit keriput dan tidak elastis karena kondisi ini umumnya dimiliki orang lanjut usia.


Inspeksi bisa dilakukan secara langsung (seperti penglihatan, pendengaran, dan penciuman) dan tidak langsung (dengan alat bantu). Saat palpasi dilakukan, tubuh akan diperiksa secara mendetail dan masing-masing sisi tubuh dibandingkan guna mendeteksi potensi kelainan. Ikuti instruksi dokter untuk memudahkan proses inspeksi.


Ini adalah pemeriksaan fisik lanjutan dengan menyentuh tubuh dan dilakukan bersamaan dengan inspeksi. Palpasi dilakukan hanya mengandalkan telapak tangan, jari, dan ujung jari. Tujuannya untuk mengecek kelembutan, kekakuan, massa, suhu, posisi, ukuran, kecepatan, dan kualitas nadi perifer pada tubuh.


Saat palpasi dilakukan, posisi harus rileks dan nyaman untuk mencegah ketegangan otot. Dokter menjelaskan apa yang akan dilakukan, alasan, dan apa yang dirasakan. Kamu juga diminta menghela napas agar lebih rileks dan berhenti jika merasakan nyeri saat pemeriksaan berlangsung.


Prosedurnya dilakukan dengan mendengarkan suara yang dihasilkan tubuh untuk membedakan suara normal dan abnormal. Auskultasi menggunakan alat bantu stetoskop. Suara yang didengarkan berasal dari sistem kardiovaskuler, respirasi, dan gastrointestinal.


Prosedur ini bertujuan mengetahui bentuk, lokasi, dan struktur di bawa kulit. Perkusi bisa dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Perkusi secara langsung dilakukan dengan mengetukkan jari tangan langsung pada permukaan tubuh.


Sementara perkusi secara tidak langsung dilakukan dengan menempatkan jari tengah tangan non-dominan (biasanya tangan kiri) di permukaan tubuh yang akan diperkusi, kemudian jaringan tengah tangan dominan (biasanya tangan kanan) diketuk-ketuk di atas jari tengah tangan non-dominan untuk menghasilkan suara.


Pemeriksaan fisik selalu dimulai dengan memberi tahu dokter mengenai apa keluhan yang dirasakan, apa yang mengganggu, dan gejala apa yang dialami. Karena gejala yang dialami bisa bervariasi, pemeriksaan fisik yang dilakukan dokter bisa jadi berbeda-beda, tergantung kondisi.


Selain itu, penting juga untuk menjelaskan sejak kapan gejala terjadi, apa yang dilakukan atau dikonsumsi sebelumnya, dan lain-lain. Selama tahap ini, dokter juga akan menanyakan hal-hal yang terkait dengan kondisi. Pastikan untuk menjawab semua pertanyaan secara jujur untuk memudahkan diagnosis.


Pemeriksaan fisik adalah pemeriksaan tubuh untuk menentukan adanya kelainan-kelainan dari suatu sistem atau suatu organ bagian tubuh dengan cara melihat (inspeksi), meraba (palpasi), mengetuk (perkusi) dan mendengarkan (auskultasi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengatahuan perawat dalam melakukan pemeriksaan fisisk pada kasus kardiovaskuler di Rumah Sakit X. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode distribusi frekuensi. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit X pada tanggal 09-30 Juli 2020 di Ruang IGD, ICU dan Perawatan Interna. Dengan jumlah sampel sebanyak 47 responden. Dari penelitian ini diperoleh hasil tingkat pengatahuan perawat dalam melakukakan pemeriksaan fisik pada Sistem Kardiovaskuler di Ruangan IGD, ICU, dan Perawatan Interna RS X dari 47 perawat diteliti yang mempunyai pengatahuan tentang pemeriksaa fisik pada sistem kardiovaskuler termasuk kategori baik sebanyak 6 orang ( 12,8% ), cukup sebanyak 30 orang ( 63,8% ) dan perawat yang mempunyai pengatahuan tentang pemeriksaa fisik pada sistem kardiovaskuler termasuk kategori kurang sebanyak 11 ( 23,4% ). Jadi tingkat pengetahuan perawat dalam melakukan pemeriksaan fisik pada sistem Kardiovaskuler di ruang IGD, ICU dan Perawatan Interna di rumah sakit X, termasuk kategori cukup.


Buku Pendidikan Kewarganegaraan membahas mengenai pengantar pendidikan kewarganegaraan, wawasan Nusantara, Demokrasi Indonesia, Negara hukum dan konstitusi, Identitas Nasional, Ketahanan Nasional, Hak azasi manusia dan kewarganegaraan, pelanggaran hak warga negara, serta politik dan strategi nasional.


Buku Keperawatan Medikal Bedah: Konsep Mind Mapping dan NANDA NIC NOC akan membahas materi yang meliputi: sistem muskuloskletal; sistem perkemihan; perioperatif, operatif, postoperatif; tumor mamae, hematologi, imonologi.


Buku Aplikasi Asuhan Keperawatan Sistem Kardiovaskuler menguraikan materi mengenai anatomi dan fisiologi sistem kardiovaskuler, pengkajian sistem kardiovaskuler, pemeriksaan penunjang pada sistem kardiovaskuler, aplikasi nanda NIC pada gangguan struktur jantung, dan aplikasi nanda NOC NIC pada gangguan infeksi dan inflamasi jantung.


As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.


Seiring dengan tuntutan perkembangan dunia dan meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan, maka dunia kesehatan semakin memerlukan sumber daya manusia yang handal. Hal itu yang menjadi motivasi besar bagi instansi pendidikan tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan mutu dari mahasiswa, baik dari aspek keilmuan, teknis keterampilan, dan etika keperawatan.


Universitas Sari Mulia Banjarmasin salah satu institusi pendidikan tenaga kesehatan turut berperan serta mendidik tenaga keperawatan di wilayah Kalimantan Selatan dan sekitarnya saat ini Universitas Sari Mulia akan meluluskan sarjana keperawatan yang harus menyelesaikan tahap evaluasi akhir kompetensi mahasiswa dalam bentuk Ujian komprehensif. Kegiatan ini mahasiswa wajib menguasai 10 kompetensi.


Tujuan dilaksanakan kegiatan ini agar menyiapkan kelulusan Sarjana Keperawatan yang Kompeten dan Profesional, mewujudkan Visi dan Misi Program Studi Sarjana Keperawatan Fakultas Kesehatan Universitas Sari Mulia dengan Melaksanakan pelayanan dan/atau asuhan keperawatan dari masalah yang sederhana sampai masalah kompleks secara tuntas melalui pengkajian, penetapan diagnosa, perencanaan tindakan keperawatan implimentasi dan evaluasi, Mengkaji status kesehatan dan kebutuhan dasar individu, keluarga, komunitas dan masyarakat dalam aspek bio-psiko-sosial-kultural serta potensi berbagai sumber yang tersedia, Merumuskan masalah keperawatan individu dengan melakukan interpretasi data dan menetapkan keputusan klinik, Merencanakan dan/atau melaksanakan rangkaian tindakan keperawatan dalam upaya memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi, dengan memanfaatkan sumber yang tersedia dan potensial secara optimal, Mengevaluasi hasil tindakan keperawatan dan seluruh proses pada asuhan keperawatan, serta merencanakan dan melaksanakan tindak lanjut yang diperlukan, Mendokumemtasikan seluruh proses keperawatan secara sistimatis dan memanfaatkannya dalam upaya meningkatkan kualitas asuhan keperawatan dan Mengelola pelayanan keperawatan tingkat dasar secara bertanggung jawab dengan sikap kepemimpinan.


Fokus mata kuliah ini adalah pada pemenuhankebutuhan klien dewasa dengan gangguan pemenuhan kebutuhan sirkulasi, oksigenasi,dan hematologi. Pemberian asuhan keperawatan pada gangguan kardiovaskular, pernafasan, dan hematologi berdasarkan proses keperawatan denganmengaplikasikan ilmu biomedik seperti biologi, histologi, biokimia, anatomi,fisiologi, patofisiologi, keperawatan bedah, ilmu penyakit dalam, farmakologi,nutrisi, bedah, dan rehabilitasi. Gangguan sistem tersebut meliputi gangguanperadangan, kelainan degeneratif, keganasan dan trauma, yang termasuk dalam 10kasus terbesar baik lokal, regional, nasional, dan internasional. Lingkupbahasan mulai dari pengkajian sampai evaluasi asuhan terhadap klien. Intervensikeperawatan meliputi terapi modalitas keperawatan pada berbagai kondisitermasuk terapi komplementer. Proses pembelajaran dilakukan melalui kuliahpakar, Collaborative Learning (CL), Case study dan praktik laboratorium.




Penyakit Congestive Heart Failure merupakan masalah utama bagi masyarakat menurut WHO menunjukkan bahwa pada tahun 2012 terdapat 17.5 juta atau sekitar 48% dari total kematian disebabkan oleh gagal jantung. Salah satu cara menurunkan hipertensi dengan cara non farmakologi. Ini dilakukan dengan slow deep breathing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan asuhan keperawatan yang diberikan pada pasien dengan penurunan curah jantung pada pasien Congestive Heart Failure (CHF) di ICCU Rumah Sakit Prof. Dr. Soekarjo Purwokerto. Pada studi kasus ini menggunakan metode pengkajian menggunakan format asuhan keperawatan, instrument yang digunakan adalah bedside monitor, stestoskop merk ABN, lembar observasi Slow Deep Breathing, dilakukan pada 3 pasien selama 3 hari. Setelah dilakukan pengkajian shingga pemberian tindakan slow deep breathing, diketahui bahwa pasien pertama Tn. S status pernafasan dari 26 x/menit menjadi 21 x/mmenit. Pasien kedua Tn. F status pernafasan dari 35 x/menit menjadi 18 x/menit. Pasien ketiga Ny. T status pernafasan dari 37 x/menit menjadi 24 x/menit. Tindakan slow deep breathing lebih diaplikasikan terhadap pasien CHF, untuk peneliti selanjutnya diharapkan untuk diaplikasikan terhadap pasien selain CHF.


N2 - Konservasi menurut Levine merupakan suatu gambaran sistem yang kompleks agar manusia dapat melanjutkan fungsi dan beradaptasi sesuai dengan pertahanan tubuhnya. Kebutuhan oksigen adalah kebutuhan fisiologis bagi manusia. Anak mempunyai kebutuhan oksigen yang lebih tinggi dari orang dewasa. Pemenuhan oksigen memerlukan peran sistem pernapasan dan sistem kardiovaskuler. Gangguan pada kedua sistem tersebut menyebabkan gangguan dalam pemenuhan oksigenasi. Perawat perlu membantu anak supaya kebutuhan oksigenasi terpenuhi agar tubuh mampu melanjutkan fungsi sehingga anak kuat dan mampu melawan ketidakmampuan. Hal tersebut sesuai dengan prinsip konservasi Levine. Karya ilmiah ini membahas aplikasi teori Konservasi Levine dalam asuhan keperawatan pada anak dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigenasi di ruang perawatan anak. Fokus bahasan pada penggunaan teori Konservasi Levine dalam memenuhi kebutuhan oksigenasi anak. Asuhan keperawatan dilakukan melalui proses keperawatan Levine yaitu pengkajian, merumuskan trophicognosis, menentukan hipotesis, intervensi dan evaluasi. Terdapat lima kasus yang dibahas. Hasil akhir dari penerapan konservasi Levine mampu meningkatkan kemampuan anak dalam beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi namun respon organismik terhadap tindakan masing-masing klien berbeda tergantung dari kemampuan dan penyakit yang diderita.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages