Varikokel Pdf

0 views
Skip to first unread message

Torie Crivello

unread,
Aug 4, 2024, 5:59:06 PM8/4/24
to ontemilgang
Normalnyapembuluh darah yang membawa darah dari buah zakar (testis) ke penis tidak akan teraba. Namun, pada penderita varikokel, pembuluh darah tersebut akan membengkak sehingga skrotum terlihat seperti mengandung banyak cacing. Kondisi ini sekilas akan tampak seperti varises yang terjadi di tungkai.

Varikokel umumnya tidak menimbulkan gejala dan tidak berbahaya. Namun, kondisi ini juga bisa menyebabkan nyeri yang kemunculannya tidak menentu. Bahkan, pada beberapa kasus, varikokel bisa menghambat perkembangan testis sehingga berisiko menyebabkan gangguan kesuburan.


Di sepanjang pembuluh darah vena, terdapat katup satu arah yang membuka aliran darah menuju jantung dan langsung menutup saat aliran darah melambat. Varikokel terjadi saat katup vena di skrotum tidak dapat menutup dengan baik sehingga darah berkumpul di belakang katup yang rusak.


Belum diketahui apa yang menyebabkan kondisi tersebut. Namun, pada kasus jarang terjadi, varikokel terjadi ketika pembuluh darah vena di perut tersumbat. Darah yang terkumpul pada pembuluh tersebut dapat memberikan tekanan balik pada vena yang lebih kecil di skrotum sehingga varikokel terjadi.


Varikokel biasanya tidak menimbulkan gejala. Bahkan, penderita varikokel kadang tidak menyadari bahwa ia mengalami kondisi ini. Namun, pada beberapa penderita, kondisi ini dapat menimbulkan keluhan berupa:


Jika Anda mengalami gejala varikokel seperti yang telah disebutkan di atas, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Hal ini karena pada beberapa kasus, varikokel bisa berbahaya sehingga perlu cepat ditangani.


Dokter dapat mendiagnosis varikokel dengan cara meraba kedua skrotum ketika pasien berdiri atau berbaring. Dokter juga dapat meminta pasien melakukan gerakan mengambil napas dalam, lalu menahannya saat melakukan pemeriksaan. Teknik ini dikenal dengan istilah manuver Valsalva.


Pada varikokel yang menyebabkan nyeri, dokter akan memberikan obat pereda nyeri, seperti ibuprofen atau paracetamol. Dokter juga dapat menyarankan pasien memakai celana penyangga testis guna meredakan tekanan.


Embolisasi dilakukan dengan cara memasukkan sebuah selang untuk menjangkau varikokel melalui selangkangan atau leher. Dokter juga akan memasukkan zat untuk memblokir vena di perut yang menyebabkan perkembangan varikokel.


Testis akan berfungsi secara optimal ketika suhu di sekitarnya berada 3C di bawah suhu tubuh. Namun, varikokel dapat membuat suhu di sekitar testis menjadi lebih tinggi sehingga dapat mengganggu produksi, fungsi, atau pergerakan sperma.


Penyebab varikokel belum diketahui pasti hingga saat ini. Oleh karena itu, belum ada cara yang efektif untuk mencegah varikokel. Meski demikian, pria dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan testis mandiri secara berkala.


Pemeriksaan testis mandiri secara berkala bisa mendeteksi kelainan pada skrotum dan testis sejak dini. Dengan begitu, pemeriksaan secara medis dapat segera dilakukan untuk memastikan jika terdapat kelainan.


Prosedur embolisasi dilakukan dengan memasukkan selang melalui selangkangan atau leher guna menjangkau varikokel. Dokter akan memasukkan zat yang berguna untuk memblokir pembuluh darah vena yang terkena.


Varikokel merupakan dilatasi abnormal dan pembesaran sistem vena pleksus pampiniformis dan vena testis dengan refluks darah vena secara terus-menerus ataupun intermiten. Modalitas pencitraan dapat digunakan untuk konfirmasi diagnosis varikokel. Varikokel merupakan salah satu penyebab infertilitas pada laki-laki. Tata laksana yang tepat akan meningkatkan parameter semen. Varikokelektomi dengan teknik bedah mikro efektif dengan tingkat rekurensi dan komplikasi yang rendah.


Varicocele is an abnormal dilatation and enlargement of the pampiniform plexus and testicular veins with continuous or intermittent venous reflux. Imaging modalities can confirm the diagnosis. Varicocele may cause male infertility; appropriate management may improve semen parameters. Varicocelectomy with microsurgical technique is effective with low recurrence and complication rate.


Varikokel merupakan kondisi di mana pembuluh darah sekitar buah zakar (testis) di dalam kantung zakar (skrotum) membesar. Varikokel umumnya dialami oleh pria dewasa sekitar 15 persen dan remaja pria sekitar 20 persen. Pada sebagian penderita, kondisi tersebut tidak menimbulkan gejala sehingga tidak perlu dilakukan pembedahan (operasi). Namun pada kasus tertentu, pembedahan tetap perlu dilakukan pada penderita varikokel yang mengalami nyeri pada skrotum, terganggunya kadar hormon, ukuran testis yang mengecil pada pemeriksaan berkala dan gangguan kesuburan.


Varikokel dapat dikategorikan menjadi 3 tingkatan. Varikokel derajat pertama adalah pembesaran pembuluh darah testis hanya terbukti dengan perabaan selama manuver Valsava (mengedan). Varikokel derajat kedua, yaitu pembesaran pembuluh darah testis hanya terlihat dengan palpasi pada posisi tegak. Sedangkan varikokel derajat ketiga ditegakkan bila pembesaran pembuluh darah testis terlihat jelas. Kondisi varikokel ini menyebabkan kemandulan atau penurunan kualitas sperma pada pria melalui beberapa cara yaitu: peningkatan suhu testis, peningkatan tekanan dalam testis, kurangnya oksigen karena melemahnya aliran darah, refluks metabolit toksik dari kelenjar adrenal dan kelainan profil hormonal. Kelainan pada sperma dapat berupa oligospermia (kondisi ketika sperma dalam air mani yang dikeluarkan saat ejakulasi berjumlah sedikit), asthenozoospermia (jumlah sperma dengan motilitas normal kurang dari 40% total sperma yang dikeluarkan), teratozoospermia (sel sperma yang diproduksi mempunyai persentase sperma dengan bentuk yang tidak normal), dan gabungan beberapa kondisi di atas.


Terapi operatif berupa mikroligasi varikokel dengan bantuan mikroskop diketahui merupakan baku emas dalam penanganan varikokel. Selain dapat mengidentifikasi pembuluh darah yang berukuran sangat kecil, mikroskop juga dapat membantu dokter memisahkan jaringan sekitar seperti pembuluh darah arteri, kelenjar getah bening dan saluran sperma agar tidak terikat dan terpotong. Kini RS Universitas Indonesia (RSUI) dapat melakukan pembedahan mikroligasi varikokel dengan teknologi canggih, yaitu dengan bantuan alat mikroskop bernama Zeiss OPMI PANTERO 900. Dengan teknologi tersebut, penderita varikokel tidak perlu khawatir dengan tingkat keberhasilannya. Sekitar 80% pasien menunjukkan peningkatan parameter analisis sperma dan 40% akhirnya mencapai kehamilan spontan


Jangan ragu untuk bertanya dan berkonsultasi dengan dokter di RSUI bila Anda mengalami varikokel atau kemandulan. Sebelumnya, juga dapat buat janji temu dengan dokter melalui website atau nomor telepon RSUI, sehingga tidak perlu menunggu lama saat sesampainya di rumah sakit.


Varikokel adalah pembengkakan pada pembuluh darah vena dalam kantong zakar (skrotum). Kelainan alat reproduksi ini terjadi di skrotum yang berfungsi menahan testis serta mengandung arteri dan vena di saluran sperma (spermatic cord). Pembuluh darah ini seharusnya tidak dapat terasa dari permukaan kulit, tetapi saat terjadi varikokel, pembuluh darah vena tersebut akan terlihat seperti banyak cacing dalam skrotum seperti varises pada tungkai.


Varikokel dapat terjadi pada semua usia, namun tersering pada usia 15 hingga 25 tahun, dan sebagian besar menyerang pada skrotum sebelah kiri. Meskipun demikain, varikokel tetap dapat terjadi pada kedua sisi skrotum. Varikokel seringkali tidak menimbulkan gejala dan tidak membahayakan nyawa, tetapi dapat mengurangi ukuran testis sehingga mengganggu kesuburan. Untuk konsultasi lebih lanjut, Anda dapat melakukan reservasi dengan dokter atau ahli di unit-unit RS Bunda Group.


Sebagian besar kasus disebabkan oleh disfungsi katup pembuluh darah vena. Terdapat katup satu arah yang membuka aliran darah menuju jantung dan langsung menutup saat aliran darah melambat di sepanjang pembuluh darah vena. Saat katup tersebut tidak dapat menutup dengan baik, aliran darah akan berbalik dan terkumpul pada daerah sebelum rusaknya katup sehingga membentuk varikokel.


Varikokel juga dapat terjadi saat pembuluh darah lebih besar di perut tersumbat, sehingga darah terkumpul pada pembuluh darah vena kecil, layaknya skrotum, sehingga pembuluh darah tersebut melebar. kondisi ini lebih sering terjadi pada pria di atas 40 tahun. Kondisi ini dalam muncul dalam berbagai kondisi, contohnya pertumbuhan tumor pada ginjal yang menekan pembuluh vena.


Diagnosis awal adalah tanya jawab dan berlanjut dengan pemeriksaan fisik untuk mengetahui kondisi penderita. Proses pemeriksaan pertama adalah merasakan varikokel yang akan berbentuk benjolan di atas testis dan terasa seperti cacing. Dokter juga mungkin akan meminta pasien melakukan gerakan membuang napas dengan mulut dan hidung tertutup untuk memperjelas pembesaran pembuluh vena.


Sebagian besar kasus varikokel tidak menyebabkan gejala dan tidak menimbulkan bahaya, sehingga tidak memerlukan pengobatan. Namun, jika penderita verikokel merasakan nyeri di daerah skrotum atau susah memiliki anak (infertilitas) maka perlu untuk mendapatkan penanganan.


Penderita dengan keluhan nyeri dapat ditangani dengan posisi berbaring dan mengangkat kaki atau diberikan obat pereda nyeri, seperti ibuprofen atau paracetamol. Dokter mungkin juga akan menyarankan penggunaan celana penyangga untuk mengurangi tekanan dari pakaian.


Embolisasi dilakukan dengan memasukkan selang untuk menjangkau vena lokasi varikokel melalui selangkangan atau leher. Dokter akan memasukan zat untuk memperbaiki aliran darah dan varikokel. Embolisasi dilakukan dengan bius total dan umumnya memakan waktu selama beberapa jam.


Dokter akan menjepit atau mengikat pembuluh darah yang menjadi varikokel untuk menghambat aliran darah ke pembuluh tersebut dan dapat mengalir ke pembuluh darah normal yang lain. Operasi dapat dilakukan dengan bedah konvensional atau dengan bedah mikro. Operasi dengan teknik bedah mikro memberikan hasil yang paling baik dalam hal perbaikan rasa nyeri, perbaikan kualitas spermatozoa dan memberikan efek samping yang minimal.


Pada teknik mikro, pembiusan dapat dilakukan dengan bius umum, sehingga pasien dapat pulang dihari yang sama (one day care). Walaupun pasien boleh pulang, namun diharapkan pasien beristirahat di rumah. Pasien dapat beraktivitas normal kembali dalam 24 atau 48 jam setelah operasi.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages