Thestudy aims to find out what moderate religious concepts a mu 'tazilah is in interpretation al-Manar surah al-baqarah verse 143. The study employed a qualitative approach through the tahlily (analysis) interpretation. The results and understanding of this study suggest that there are moderate concepts of mu 'tazilah religion. The study concluded that mu 'tazilah's class, in favor of the so-called ratio of rationalists, has contributed to many of the ideas proposed by clerics with renewal concepts that eventually give birth to the modernity of the popular religion of the 21st century. The study recommends for academics and research to develop more closely related to this study as a reference to page learning, especially on the minds of reformed persons until Islam can continue to flourish throughout civilization.
Dikutip dari Buku Qur'an & Hadis MTs Kelas VII Kemenag, hukum mempelajari Ilmu tajwid adalah Fardhu Kifayah, sedang membaca Alquran dengan baik dan benar sesuai ilmu tajwid hukumnya Fardhu Ain.
Surat Al Baqarah merupakan surat kedua dalam Alquran setelah Al Fatihah. Surat Al Baqarah artinya Sapi Betina dengan jumlah 286 ayat. Surat Al Baqarah termasuk dalam golongan surat madaniyyah yakni periode diturunkannya di Madinah.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ
اُولٰۤىِٕكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ
Dalam Surat Al Baqarah ayat 155-157 ini banyak terdapat hukum tajwid yang perlu diperhatikan di antaranya Qalqalah Sughra, Ghunnah, Ikhfa Syafawi, Idgham Bighunnah, Idgham Bilaghunnah, Alif Lam Qamariyah, Alif Lam Syamsiah, Mad Layin, Mad Thabi'i, Idzhar Syafawi, mad wajib muttashil,dan Mad Aridh Lissukun.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
1. وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ : Terdapat 2 tajwid. Pertama, Qalqalah sughra karena huruf Ba sukun berada di tengah kalimat. Cara bacanya dipantulkan ringan. Kedua, Ghunnah karena Nun berharakat fathah bertasydid. Cara bacanya dengan dengung dan ditahan 3 harakat.
2. كُمْ بِشَيْءٍ: Terdapat 2 tajwid. Pertama, Ikhfa Syafawi karena mim sukun bertemu Ba. Cara bacanya samar dengan dengung dan ditahan 3 harakat. Kedua, Mad Layin, karena Ya sukun didahului Syin berharakat fathah. Cara bacanya dipanjangkan 2 harakat.
4. مِّنَ الْخَوْفِ : Hukum tajwidnya ada 2 macam. Pertama, Alif Lam Qomariyah karena huruf Lam bertemu kha. Cara bacanya idzhar atau jelas. Kedua, Mad Layin karena huruf Wawu sukun didahului Kha fathah. Cara bacanya dipanjangkan 2 harakat.
5. وَالْجُوْعِ : Hukum tajwidnya ada 2 macam. Pertama, Alif Lam Qomariyah karena huruf Lam bertemu Jim. Cara bacanya idzhar atau jelas. Kedua, Mad Thabi'i karena huruf Jim berharakat dhummah bertemu Wawu sukun. Cara bacanya dipanjangkan 2 harakat.
8.مِّنَ الْاَمْوَالِ: Hukum tajwidnya ada 3 macam. Pertama Alif Lam Qomariyah karena huruf lam bertemu Alif. Cara bacanya jelas. Kedua, Idzhar Syafawi karena huruf mim sukun bertemu wawu fathah. Cara bacanya jelas di bibir. Ketiga, Mad Thabi'i karena huruf wawu berharakat fathah bertemu alif. Cara bacanya dipanjangkan 2 harakat.
9. وَالْاَنْفُسِ : Hukum tajwidnya ada 2. Pertama, Alif Lam Qomariyah karena huruf Lam berrtemu alif. Kedua, Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu Fa fathah. Cara bacanya samar dengan dengung.
10. وَالثَّمَرٰتِۗ : Hukum tajwidnya ada 2. Pertama, Alif Lam Syamsiyah karena huruf lam bertemu tsa fathah. Cara bacanya masuk ke Tsa. Kedua, Mad Aridh Lissukun karena mad jatuh sebelum huruf diwaqafkan. Cara bacanya dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.
11. الصّٰبِرِيْنَ : Hukum tajwdinya ada 3 macam. Pertama, Alif Lam Syamsiyah karena huruf lam bertemu Shad. Cara bacanya masuk ke Tsa. Kedua, Mad Thabi'i karena huruf Shad berharakat fathah tegak. Cara bacanya dipanjangkan 2 harakat. Ketiga, Mad Aridh Lissukun karena mad jatuh sebelum huruf diwaqafkan. Cara bacanya dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.
1. اَلَّذِيْنَ : Hukum tajwidnya ada 2. Pertama, Alif Lam Syamsiyah alasannya huruf lam bertemu lam. Cara bacanya diidghamkan masuk ke huruf lam. Kedua, Mad Thobi'i alasannya Dzal berharakat kasrah bertemu ya sukun. Cara bacanya dipanjangkan 2 harakat atau 1 alif.
Surat Al Baqarah ayat 285-286 merupakan ayat yang istimewa. Sebagai bagian dari dua ayat terakhir surat Al Baqarah, telah banyak hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan keutamaan dari kandungan ayat ini.
Rasulullah SAW sendiri menganjurkan umat muslim untuk membaca potongan dua ayat dari surat terpanjang di Al Quran ini untuk dibaca setiap malam. Beliau menyebut, keutamaannya adalah diberikan kecukupan bagi yang membaca. Berikut bunyi hadits yang dinukil dari Abu Mas'ud Al-Badri bahwa Rasulullah SAW bersabda:
Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Badr dalam tulisannya yang dikutip dari buku Fiqih Doa dan Dzikir Jilid 2 menafsirkan makna hadits di atas. Menurutnya, kecukupan dalam membaca surah Al Baqarah ayat 285-286 dimaknai sebagai penjaga dan pelindung manusia dari segala keburukan.
Sebab, Syaikh Abdurrazaq dalam bukunya juga menyebut, sejumlah ulama berpendapat kedua ayat ini dapat menjadi alasan bagi seorang mslim untuk bangun di malam hari. Bangun di malam hari ini dapat dimaknai dengan terjaga untuk mengerjakan salat tahajud.
Lebih lanjut, simak bacaan lengkap surat Al Baqarah ayat 285-286 dan terjemahannya berikut. Lengkap dengan keutamaan yang dikandungnya berdasarkan hadits-hadits Rasulullah SAW yang dikutip dari Ustaz Ahmad Zacky El-Syafa dalam buku Buku Pegangan Doa dan Zikir Keselamatan Ratibul Haddad.
آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Bacaan latin: āmanar-rasụlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu`minụn, kullun āmana billāhi wa malā`ikatihī wa kutubihī wa rusulih, lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih, wa qālụ sami'nā wa aṭa'nā gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr
lā yukallifullāhu nafsan illā wus'ahā, lahā mā kasabat wa 'alaihā maktasabat, rabbanā lā tu`ākhiżnā in nasīnā au akhṭa`nā, rabbanā wa lā taḥmil 'alainā iṣrang kamā ḥamaltahụ 'alallażīna ming qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih, wa'fu 'annā, wagfir lanā, war-ḥamnā, anta maulānā fanṣurnā 'alal-qaumil-kāfirīn
Artinya: "Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), "Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya." Dan mereka berkata, "Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali,"
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."
Tidak hanya dapat menjadi penjaga seorang muslim di malam hari, kedua ayat terakhir surat Al Baqarah ini ternyata sempat beberapa kali disinggung dalam hadits Rasulullah SAW seputar keutamaannya. Berikut selengkapnya:
Surat yang memiliki arti Sapi Betina ini diturunkan di Kota Madinah, sehingga tergolong surat Madaniyah. Pada permulaan surat ini, Allah SWT menerangkan tentang kitab Al Quran dan orang-orang yang beriman kepadanya.
4. وَٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِٱلْءَاخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan, menurut suatu pendapat, alif lām mīm pada permulaan surat tersebut merupakan salah satu nama Allah SWT. Asy Sya'bi mengatakan fawatihus suwar adalah asma-asma Allah.
3a8082e126