Re: "Kisah Botol Yang Pecah." Dr. Lin Ting Tung adalah orang Taiwan dan Ia bekerja di rumah sakit kecil yang dirintis oleh Dr. Maxwell, seorang misionaris Inggris. Ketika itu tingkat kesehatan masyarakat di Taiwan sangat rendah dan cara pengobatan masih sangat sederhana. Pada suatu hari seorang anak datang ke rumah sakit itu dan meminta obat untuk ibunya yang sedang demam akibat malaria. Anak ini berjalan lebih dari dua jam dari desanya ke rumah sakit melalui jalan setapak melewati hutan dan sawah. Ketika nama ibunya dipanggil, anak ini langsung bangkit dari bangkunya, meraih botol obat dan bergegas pulang. Ketika kamar obat akan ditutup, seorang perawat tampak bingung dan berbisik, "Dokter Lin, botol obat untuk pasien malaria masih ada di sini. Tetapi ada satu botol yang hilang. Isinya disinfektan." Dr. Lin sangat terkejut, diperiksanya botol yang tertinggal, benar isinya obat malaria. Jadi, anak tadi membawa botol yang salah! Botol-botol di kamar obat itu memang berbentuk sama dan

203 views
Skip to first unread message

Johannes Masduki

unread,
Jan 18, 2016, 6:26:17 PM1/18/16
to Polin Sutopo, mutia koesman, Michael Pranoto, Papa Natan, nur...@yahoo.com, oeif...@googlegroups.com


2016-01-19 5:44 GMT+07:00 Johannes Masduki <johanne...@gmail.com>:


2016-01-19 5:39 GMT+07:00 Johannes Masduki <johanne...@gmail.com>:


2016-01-19 5:37 GMT+07:00 Johannes Masduki <johanne...@gmail.com>:

---------- Forwarded message ----------
From: georgine sudiono <georgin...@gmail.com>
Date: 2016-01-18 23:40 GMT+07:00
Subject: Fwd: "Kisah Botol Yang Pecah." Dr. Lin Ting Tung adalah orang Taiwan dan Ia bekerja di rumah sakit kecil yang dirintis oleh Dr. Maxwell, seorang misionaris Inggris. Ketika itu tingkat kesehatan masyarakat di Taiwan sangat rendah dan cara pengobatan masih sangat sederhana. Pada suatu hari seorang anak datang ke rumah sakit itu dan meminta obat untuk ibunya yang sedang demam akibat malaria. Anak ini berjalan lebih dari dua jam dari desanya ke rumah sakit melalui jalan setapak melewati hutan dan sawah. Ketika nama ibunya dipanggil, anak ini langsung bangkit dari bangkunya, meraih botol obat dan bergegas pulang. Ketika kamar obat akan ditutup, seorang perawat tampak bingung dan berbisik, "Dokter Lin, botol obat untuk pasien malaria masih ada di sini. Tetapi ada satu botol yang hilang. Isinya disinfektan." Dr. Lin sangat terkejut, diperiksanya botol yang tertinggal, benar isinya obat malaria. Jadi, anak tadi membawa botol yang salah! Botol-botol di kamar obat itu memang berbentuk sama dan
To:


---------- Forwarded message ----------
From: Sari Darmoutomo <sari.da...@gmail.com>
Date: 2016-01-18 11:13 GMT+07:00
Subject: "Kisah Botol Yang Pecah." Dr. Lin Ting Tung adalah orang Taiwan dan

"Kisah Botol Yang Pecah."

Dr. Lin Ting Tung adalah orang Taiwan dan Ia bekerja di rumah sakit
kecil yang dirintis oleh Dr. Maxwell, seorang misionaris Inggris.
Ketika itu tingkat kesehatan masyarakat di Taiwan sangat rendah dan
cara pengobatan masih sangat sederhana.

Pada suatu hari seorang anak datang ke rumah sakit itu dan meminta
obat untuk ibunya yang sedang demam akibat malaria. Anak ini berjalan
lebih dari dua jam dari desanya ke rumah sakit melalui jalan setapak
melewati hutan dan sawah.

Ketika nama ibunya dipanggil, anak ini langsung bangkit dari
bangkunya, meraih botol obat dan bergegas pulang.

Ketika kamar obat akan ditutup, seorang perawat tampak bingung dan
berbisik, "Dokter Lin, botol obat untuk pasien malaria masih ada di
sini. Tetapi ada satu botol yang hilang. Isinya disinfektan."

Dr. Lin sangat terkejut, diperiksanya botol yang tertinggal, benar
isinya obat malaria. Jadi, anak tadi membawa botol yang salah!

Botol-botol di kamar obat itu memang berbentuk sama dan berwarna sama,
lagipula baik obat malaria maupun disinfektan sama-sama cairan.

"Celaka kita, ibu itu bisa mati. Disinfektan itu obat keras pembunuh
kuman untuk kamar operasi. Kalau sampai diminum, usus bisa terbakar
dan orang itu akan mati," ujar Dr. Lin dengan wajah pucat.

Segera mereka melaporkan peristiwa ini kepada Dr. Maxwell, direktur
rumah sakit. Ia juga sangat terkejut.

"Sekarang pukul lima, anak itu pergi dari sini pukul tiga, jadi ia
sudah hampir tiba. Tidak mungkin kita mengejarnya. Kita tidak tahu
jalan ke desa itu," ujar Dr. Maxwell.

Dr.Maxwell termenung, lalu ia berkata, "Mulai hari ini semua obat
keras tidak boleh diletakkan di atas meja. Sekarang panggil semua
karyawan untuk berkumpul. Kita akan berdoa."

Begitulah semua orang yang bekerja di rumah sakit itu berkumpul, dan
sepakat untuk berdoa bersama.

Dr. Maxwell berdoa, "Tuhan, kami telah membuat kecerobohan. Ampunilah
kami. Nyawa seorang ibu sedang terancam. Tolonglah dia, cegahlah dia
agar tidak meminum obat yang salah itu......"

Malam harinya Dr. Lin berdinas malam. Ia mempersiapkan diri untuk
menangani kematian ibu itu. Esok harinya, ketika masih subuh pintu
diketuk. Ternyata itu anak yang kemarin membawa botol yang keliru.
Mukanya pucat ketakutan.

Dr. Lin juga takut. Kedua orang itu berdiri saling memandang dengan
gugup. Kemudian anak itu berkata, "Maaf dokter. Kemarin saya bawa
botol itu sambil berlari, lalu saya jatuh botol itu pecah dan isinya
tumpah."

Dr. Lin yang masih terpaku karena gugup langsung bertanya, "Kapan
jatuhnya?" Anak itu menjadi semakin ketakutan, "Maaf, dokter, saya
baru datang sekarang. Jatuhnya kemarin sore, menjelang gelap.",
jawabynya.

Dr. Lin langsung ingat bahwa menjelang gelap....itu adalah saat ketika
semua karyawan rumah sakit berkumpul mendoakan ibu anak ini.
Jiwa ibu anak ini tertolong, isi botol yang salah itu tidak sampai
terminum, karena botol itu pecah di tengah jalan.

Dari sudut pandang si anak,
ia sudah berusaha yang terbaik......

◇ Ia pulang membawa botol obat ini sambil berlari.
◇ Ia ingin cepat-cepat memberikan obat ini kepada ibunya, ia ingin
agar ibunya cepat sembuh.
◇ Ia ingin menunjukkan baktinya kepada ibunya.

◆ Anak ini tidak mengetahui bahwa botol yang sedang dipegangnya berisi racun.
◆ Ia tidak bisa membaca tulisan dibotol itu karena ia buta huruf.

◇ Anak ini berlari terus karena jalan dari desa ke rumah sakit dikota
sangat jauh, butuh 2 jam sekali jalan.
◇ Ia letih, sehingga ia tersandung, dan ia jatuh.
◇ Mungkin ia terluka, tetapi yang paling merisaukannya adalah botolnya
jatuh dan pecah, cairan isinya tumpah di tanah.

Bayangkan perasaan anak itu, ia pasti kecewa, sedih dan takut.
◆ Bagaimana kalau penyakit ibunya makin parah.
◆ Bagaimana kalau dokter itu marah?, ia sangat terpukul oleh kejatuhan ini.
♡♡♡
Ia tidak tahu bahwa dengan terjatuhnya dia,
dia justrumenolong. nyawa ibu yang disayanginya.
♡♡♡
Kadang kita hanya melihat peristiwa dari sudut pandang kita saja
- sudut pandang si anak!
Sehingga kita menjadi kecewa, marah, takut dst dst ...

Kita sering lupa bahwa:
"Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan
bagi mereka yang mengasihi Dia." (Roma 8:28)
"Rancangan kita bukanlah rancangan-Nya dan jalan-Nya bukanlah jalan
kita." (Yesaya 55:8)
Dalam semua kejadian "botol yang pecah" di tahun 2015,
dapat saja berbentuk musibah, penyakit atau kegagalan.
Ingatlah ...
Bahwa Allah hadir disana,
Allah mengerti, itu yang terbaik.
Allah tidak hanya hadir ditengah keberhasilan kita.
Berapapun banyaknya "botol yang pecah" di tahun 2015,
tetaplah bangkit,
tataplah tahun 2016 dengan penuh optimisme,
karena Allah menyertai kita.
Immanuel!
Dr. Lin Tin Tung menjadi orang pertama di Taiwan yang bertobat dan
percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya.
Tetaplah optimis !<div
id="DDB4FAA8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2"><table style="border-top:
1px solid #aaabb6; margin-top: 30px;">
        <tr>
                <td style="width: 105px; padding-top: 15px;">
                        <a href="https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail"
target="_blank"><img
src="https://ipmcdn.avast.com/images/logo-avast-v1.png" style="width:
90px; height:33px;"/></a>
                </td>
                <td style="width: 470px; padding-top: 20px; color: #41424e;
font-size: 13px; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;
line-height: 18px;">This email has been sent from a virus-free
computer protected by Avast. <br /><a
href="https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail"
target="_blank" style="color: #4453ea;">www.avast.com</a>
                </td>
        </tr>
</table><a href="#DDB4FAA8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2" width="1"
height="1"></a></div>




Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages