IGN dan IDW on board

7 views
Skip to first unread message

Nusantara Developer

unread,
Mar 24, 2009, 1:12:52 AM3/24/09
to nusanta...@googlegroups.com
Salam,
repository IGN*) dan IDW**) juga sudah diaktifkan di server Nusantara. Yang
belum malah Nusantara-nya sendiri hehe..

*)http://repo.igos-nusantara.or.id
**)http://repo.dwiwarna.web.id

--
Tim Developer Nusantara
http://nusantara-linux.web.id

NS

unread,
Mar 24, 2009, 4:57:19 AM3/24/09
to nusanta...@googlegroups.com
2009/3/24 Nusantara Developer <nu...@nusantara-linux.web.id>:

>
> repository IGN*) dan IDW**) juga sudah diaktifkan di server Nusantara.
> Yang belum malah Nusantara-nya sendiri hehe..
>
> *)http://repo.igos-nusantara.or.id
> **)http://repo.dwiwarna.web.id

Ini suatu tanda kerjasama yang serasi
ketiganya (Nusantara, IGN, IDW) meski beda nama
tapi semangatnya untuk mendorong atau melakukan
penetrasi OSS melalui distro buatan lokal ke masyarakat
dilakukan dapat memakai server yang sama.
Para developer yang terlibat bahkan ikut bergabung ke
milis distro lokal lainnya.

Nah...
Berhubung di milis ini ada beberapa personil dari
beberapa pengembang distro lokal, saya mau tanya :)
ada yang tahu legalitas file-file rpm yang sepengetahuan saya
dibutuhkan oleh pengguna [1]. Apakah jika ditempatkan
di server tidak melanggar lisensi tertentu?

Mohon masukkannya.

Ref:
[1] File-file rpm yang dimaksud adalah rpm:
+ opera*.rpm
+ flash-plugin*.rpm
+ w32codec*.rpm
+ picasa*.rpm
+ GoogleEarth*.bin
+ msttcore-fonts*.rpm
+ AdobeReader*.rpm
+ skype*.rpm
+ libdvdcss*.rpm
+ VirtualBox*.rpm
+ webcore-fonts*.rpm
+ webcore-fonts-vista*.rpm

---
ns

Utian Ayuba

unread,
Mar 27, 2009, 11:25:56 AM3/27/09
to nusanta...@googlegroups.com
NS wrote:
> Nah...
> Berhubung di milis ini ada beberapa personil dari
> beberapa pengembang distro lokal, saya mau tanya :)
> ada yang tahu legalitas file-file rpm yang sepengetahuan saya
> dibutuhkan oleh pengguna [1]. Apakah jika ditempatkan
> di server tidak melanggar lisensi tertentu?
>

sepertinya harus dicek satu-satu lisensi paketnya pak. lalu sesuaikan
dengan UU RI :D
terlepas dari itu setau saya beberapa distro menempatkan beberapa paket
tersebut di server resminya seperti pclinuxos dan mint

--
Utian Ayuba

Iwan Setiawan

unread,
Mar 29, 2009, 5:43:57 AM3/29/09
to nusanta...@googlegroups.com
2009/3/24 NS <sur...@gmail.com>:

> ada yang tahu legalitas file-file rpm yang sepengetahuan saya
> dibutuhkan oleh pengguna [1]. Apakah jika ditempatkan
> di server tidak melanggar lisensi tertentu?

Kalo debian setahu saya paket-paket semacam itu ditaruh di debian
unofficial dan restricted.debian.net, tapi statusnya tidak resmi dan
"bukan" bagian dari sistem debian.

Sebenarnya tergantung dari distribusi Linux-nya, apakah punya acuan yang jelas?

Seharusnya ada dokumentasi atau konvensi atau apalah itu yang mengatur
apa-apa yang bisa dilakukan di distribusi, salah satunya misal
paket-paket tersebut tidak akan disertakan di distribusi, pengguna
harus mengambilnya sendiri di sumbernya, atau akan disertakan tapi
pengguna harus menjawab "yes" pada agreement saat instalasi, atau
distribusi cuek-cuek aja (taruh aja di server repo, paling nanti kalo
ada apa-apa dikasih tau sama si pembuat program), dst.

Dan seperti yang Utian bilang, masing-masing perangkat lunak punya
lisensinya sendiri.

--
stwn

NS

unread,
Mar 30, 2009, 11:40:12 PM3/30/09
to nusanta...@googlegroups.com
2009/3/29 Iwan Setiawan <este...@gmail.com>:

>
> Seharusnya ada dokumentasi atau konvensi atau apalah itu yang mengatur
> apa-apa yang bisa dilakukan di distribusi, salah satunya misal
> paket-paket tersebut tidak akan disertakan di distribusi
> pengguna harus mengambilnya sendiri di sumbernya,

Paling ringkas jika mengikuti policy distro induk.
Untuk pengguna di Indonesia dengan bandwidth terbatas
tentunya akan sangat memudahkan jika filenya sudah
ada di CD atau DVD.

> atau akan disertakan tapi pengguna harus menjawab "yes"
> pada agreement saat instalasi, atau
> distribusi cuek-cuek aja (taruh aja di server repo, paling nanti kalo
> ada apa-apa dikasih tau sama si pembuat program), dst.

Dapat juga menempatkan disclaimer di konfigurasi, misal:
/etc/yum.repos.d/nonfree.repo
...
# Disclamer: bla.. bla..
# ubah menjadi "1"
enabled=0
...


---
ns

mau-linux

unread,
Jun 29, 2009, 12:09:29 AM6/29/09
to nusanta...@googlegroups.com
Kenapa Nusantara, Dwiwarna, dan IGOS Nusantara tidak perbedaan besar?
Misalnya yang satu pakai KDE, yang satu pakai Gnome, terakhir pakai
XFCE or LXDE. Atau mungkin yang pertama khusus desktop umum, kedua
khusus desktop untuk pendidikan dan yang terakhir spesialisasi di
server.

Ketiganya boleh saling berbagi pakai paket aplikasi sehingga tidak
perlu masing-masing ada repositori sendiri.

Ini Hanya usul saja lo

Mau-linux

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages