Komik Petruk

0 views
Skip to first unread message

Verbena Reynoso

unread,
Aug 3, 2024, 5:24:33 PM8/3/24
to nosfikelli

Fimela.com, Jakarta Tatang Suhenra alias Tatang S mungkin belum kamu ketahui secara personal. Tapi komik-komiknya jadi bacaan favorit terutama anak tahun 80-90an. Tatang S eksis banget namanya lantaran komik Petruk-Gareng benar-benar melegenda dan mengena di masyarakat, terutama cerita soal setan-setanan.

Petruk-Gareng memang bukan tokoh sembarangan. Mereka dibuat seolah-olah berasal dari pinggiran Jakarta, punya impian, namun mewakili kesialan rakyat kecil yang kadang mimpinya tergilas nasib kejam ibu kota. Ceritanya juga sangat sederhana. Kadang Petruk-Gareng mengisi waktu luang dengan memancing, kerja serabutan, selalu kantong kempes (tongpes) alias gak punya duit, hingga cinta tanah air sebab terlalu terlibat kegiatan ronda. Hihihi, sungguh mengingatkan kamu pada masa kecil kamu, ya.

Humor-humor yang diberikan pun ringan dan penuh nasihat bijak lewat tokoh-tokoh imajinasi Tatang S. Ada pula tokoh-tokoh cewek seksi yang menghiasi kehidupan Petruk-Gareng meski pada akhirannya mereka sering ditolak sebab wajah pas-pasan. Benar-benar menyentil 'anak muda' di zamannya. Tatang S tiada pada 27 April 2003. Meski demikian karya-karyanya tetap lekat di hati kita.

Suhenra atau Tatang Suhendra, lebih dikenal dengan nama penanya Tatang S., merupakan komikus pria berdarah Sunda yang besar pada era 80an hingga 90an dengan cerita penokohan khas wayang seperti Punakawan, Semar, Petruk, Gareng dan Bagong di tengah serbuan komik asing dari Eropa, Amerika dan Jepang, seperti Smurf, Asterix, Tintin, hingga manga Dragon Ball, dan karya lain sejenisnya pada dekade tersebut.

Sebelum dikenal sebagai komikus Petruk cs, Tatang Suhendra terlebih dulu bergelut di komik persilatan. Namanya bahkan disebut sebagai komikus dengan bayaran tertinggi di Bandung. Tatang S juga disebut sebagai saingan utama Ganes TH, komikus Si Buta Dari Goa Hantu.

Mulai pertengahan tahun 2000, setiap karya Tatang S yang asli selain ada fotonya, juga memakai nama lengkapnya, yaitu Tatang Suhendra. Pemasangan foto Tatang S tersebut bertujuan untuk membedakan karya yang asli dengan yang bajakan. Foto Tatang S diletakkan di cover depan komik yang diterbitkan oleh T.B. Sandro Jaya Agency.

Di Jakarta, Tatang S., diketahui pernah tinggal di Buaran, Jakarta Timur. Di rumah kontrakan itu, dia tinggal seorang diri, sementara istrinya tinggal di luar Jakarta. Komikus meninggal Maret 2003 setelah foto wajahnya dipajang di komik yang diciptakannya. Tatang dikabarkan meninggal karena penyakit gula yang dideritanya.

Satu hal yang akan selalu dikenang penikmat karya Tatang S. adalah, kalimat bijak yang selalu ditempatkan di halaman terakhir komik Petruk, Gareng dan Bagong, "Salam manis tidak akan habis. Salam sayang tidak akan hilang, buat semua pencinta karya saya, Tatang S."

DEPOK,iNewsDepok.id - Komik Petruk adalah salah satu jenis media hiburan rakyat yang kini hampir punah. Komik tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya Indonesia dan memiliki daya tarik tersendiri bagi pembaca dari segala usia.

Sebagai salah satu warisan budaya Indonesia, komik Petruk telah terkenal sejak lama. Kisah-kisah yang termuat dalam komik ini mengisahkan kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa dengan penggambaran tokoh-tokoh seperti Petruk, Bagong, dan Gareng.

Keunikan komik Petruk terletak pada dialog-dialog yang kocak dan bernuansa humor. Pembaca bisa terhibur dengan adegan-adegan lucu yang melibatkan tokoh-tokoh ikonik seperti Bagong yang cerdik dan Petruk yang konyol.

Pada masa lalu, komik Petruk menjadi media hiburan yang populer di kalangan masyarakat Indonesia. Komik-komik tersebut terbit dalam bentuk majalah mingguan yang dijual di warung-warung atau langganan pelanggan.

c80f0f1006
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages