PejabatLee mencoba membujuk P. Heung Seon agar mengurungkan niatnya memimpin sendiri bantuan ke medan perang. P. Heung Seon tetap bersikeras dengan keputusannya karena jika ia tidak melakukannya maka klan Ahn Dong Kim akan terus mendesak dan menyalahkan dirinya atas semua yang terjadi. Young Hwi justru setuju dengan keputusan P. Heung Seon. Hal ini justru bisa membuat rakyat bersatu mendukung keluarga kerajaan karena Pangeran Agung yang merupakan ayah dari Raja memimpin sendiri pertempuran. Pejabat Lee pesimis mereka berhasil memenangkan peperangan sementara P. Heung Seon optimis menang. Ia kemudian memerintahkan Young Hwi untuk menyiapkan pasukan elit khusus Chak Ho Gap Sa (tentara elit khusus yang dikerahkan untuk menangkap binatang buas), pasukan yang terampil menggunakan senjata api dan keberanian yang luar biasa. Ia juga minta agar Jo Sa Gwan (Kyung Tak) ikut dengan mereka.
Tiba-tiba Jin Hyuk masuk dan meminta agar dirinya diperbolehkan ikut rombongan P. Heung Seon. Awalnya P. Heung Seon menolak sambil menyindir bahwa dirinya tidak sedang bertamasya namun berperang. Jin Hyuk tidak terpengaruh sindiran P. Heung Seon. Ia menjelaskan alasannya untuk ikut dengan P. Heung Seon karena ia mengkhawatirkan Young Rae yang telah berada di sana. P. Heung Seon dan Young Hwi kaget mendengar berita tersebut.
Kyung Tak minum sendirian. Ia benar-benar terpukul dengan meninggalnya sang ayah. Young Hwi mendatanginya, namun Kyung Tak menolak mendengar ucapan yang hendak diucapkan Young Hwi. Ia ingin Young Hwi segera mengatakan maksudnya tanpa basa basi. Young Hwi mengajak Kyung Tak untuk ikut bersama dengannya ke Pulau Gang Hwa. Kyung Tak langsung menolak ajakan Young Hwi. Penolakan Kyung Tak sudah bisa diketahui Young Hwi, namun ini merupakan perintah langsung dari P. Agung. Kyung Tak justru marah mendengar penjelasan Young Hwi. Ia merasa P. Heung Seon terus menerus menghina keluarganya hingga akhir. Ia menolak permintaan untuk membantu berperang. Young Hwi masih berusaha membujuk Kyung Tak, meskipun ia mengatakan P. Agung tidak memaksa apapun pilihan Kyung Tak. Kyung Tak meminta Young Hwi meninggalkan dirinya sendiri. Sebelum pergi, Young Hwi menasihati agar Kyung Tak tidak terpuruk dalam kesedihannya namun bangkit dan menemukan harapan baru. Sepeninggal Young Hwi, Kyung Tak merasa inilah saatnya membalas dendam pada P. Heung Seon.
Paginya, rombongan bala bantuan yang dipimpin P. Heung Seon bergerak menuju Pulau Gang Hwa. Di belakang rombongan, Jin Hyuk ikut bersama mereka. Tabib Heo yang ikut mengantar Jin Hyuk merasa cemas. Ia minta agar Jin Hyuk menjaga keselamatannya dan membawa pulang Young Rae. Jin Hyuk berjanji akan melakukannya dan meminta agar tabib Heo menjalankan rumah sakit kerajaan.
Melewati gerbang istana, P. Heung Seon melihat Kyung Tak berkuda mendekati rombongan.
Terimakasih, Jon Sa Gwan. Daripada tenggelam dalam kesedihan, kau telah memilih jalan kebenaran. Kau mungkin tidak percaya, tapi aku berempati pada Penasehat Kerajaan
Young Hwi melaporkan jumlah tentara musuh pada P. Heung Seon. P. Heung Seon kemudian membandingkan dengan jumlah prajurit yang berada di dalam benteng. Jumlah mereka tidaklah imbang, namun prajurit Joseon tetap bertahan dengan gempuran senjata modern milik musuh. Kyung Tak hanya terdiam mendengar pembicaraan mereka. Pal Yi mengusulkan agar mereka segera masuk ke dalam benteng sebab mereka pasti sudah kekurangan bahan makanan. P. Heung Seon tidak sependapat. Jika mereka masuk ke dalam benteng dengan senjata yang sedikit maka mereka akan kalah. Ia meminta agar mereka menunggu hingga kapal yang membawa pasokan senjata bagi mereka tiba baru mulai menyerang. P. Heung Seon kemudian menegur Kyung Tak yang tidak berbicara dari tadi. Kyung Tak beralasan ia sependapat dengan apa yang dikatakan P. Heung Seon.
P. Heung Seon mengajak Kyung Tak berdiskusi mengenai rencana mereka melawan musuh. Namun Kyung Tak mengabaikan pembicaraan P. Agung. Ia justru bersiap membunuh P. Heung Seon karena merasa saat ini adalah waktu yang tepat, karena hanya ada mereka berdua dalam tenda tersebut. Kyung Tak sudah menarik pedangnya saat Jin Hyuk masuk. Melihat ada orang lain, Kyung Tak kembali menyarungkan pedangnya.
Dae Gyun dan Beok Yi menemui pendeta Perancis dan membawa sebuah peti (hmm, sogokan sepertinya). Mereka lalu dipertemukan dengan komandan yang bertanggung jawab dalam serangan ke Joseon. Tanpa basa basi, Dae Gyun mengatakan informasi yang diketahuinya pada musuh. Pendeta Ridel menerjemahkan apa yang dikatakan Dae Gyun pada komandannya. Byeok Yilalu mengatakan bahwa mereka telah menyiapkan hadiah kecil dan membuka peti yang tadi mereka bawa serta. Pendeta Ridel dan komandannya kaget melihat emas dan barang-barang berharga lainnya. Dae Gyun lalu menunjukkan peta perjalanan kapal yang membawa pasokan untuk P. Heung Seon. Pendeta Ridel menanyakan apa imbalan yang ingin didapat Dae Gyun karena mengatakan hal ini pada mereka. Dae Gyun menginginkan agar P. Heung Seon kalah dan dirinya akan menjadi penguasa Joseon seutuhnya. Byeok Yi menambahkan, mereka (orang Perancis) akan mendapatkan keleluasan di masa depan di Joseon.
Kyung Tak masuk ke tenda P. Heung Seon. Saat itu, P. Heung Seon sedang tidur. Kyung Tak merasa ini merupakan kesempatan emas baginya. Ia segera mengambil belatinya dan bersiap menikam P. Heung Seon. Di saat yang bersamaan, Jin Hyuk masuk ke tenda dan melihat apa yang akan dilakukan Kyung Tak. Ia berteriak dan membuat P. Heung Seon terbangun dan menghindar dari serangan Kyung Tak. Jin Hyuk segera berdiri melindungi P. Heung Seon dan berusaha menghentikan perbuatan Kyung Tak, namun Kyung Tak sudah gelap mata. Ia tidak ingin mengurungkan niatnya untuk membunuh P. Heung Seon. Sedang P. Heung Seon sendiri juga tidak ingin menghindari Kyung Tak, ia menyuruh Jin Hyuk untuk minggir bahkan menantang Kyung Tak agar menusuknya tanpa meleset. Saat Kyung Tak hendak mengayunkan belatinya, terdengar suara ledakan. Hal itu membuat Kyung Tak lengah dan Jin Hyuk dengan mudah mengalahkannya. Young Hwi dan prajurit lainnya yang masuk ke dalam tenda melihat Kyung Tak. Young Hwi dengan sedih menghunuskan pedangnya ke leher Kyung Tak. Tiba-tiba, bunyi ledakan kembali terdengar.
Young Hwi, P. Heung Seon dan Pal Yi segera melihat apa yang sebenarnya terjadi. Mereka melihat kapal yang membawa pasokan mereka telah terbakar ditembak meriam. P. Agung Heung Seon heran, bagaimana musuh bisa mengetahui adanya kapal pembawa pasokan tersebut?
Young Hwi berdiskusi dengan P. Heung Seon berkaitan dengan tindakan apa yang akan mereka lakukan mengingat amunisi yang mereka miliki kini sangat sedikit. Mereka ragu bisa menahan kekuatan musuh sebab bekal makanan dan senjata yang mereka miliki kini tidak banyak. Young Hwi menduga berita kapal pasokan yang diserang musuh sudah didengar dewan kerajaan dan menyarankan menunggu datangnya kapal berikutnya. P. Heung Seon tidak percaya mereka akan mengirimkan kapal lain, sebab para anggota dewan memang menginginkan kekalahannya. Ia ingin mereka mengalahkan tentara asing tersebut dalam satu kali pertempuran, sayangnya mereka tidak tahu kelemahan musuh. Jin Hyuk mengusulkan agar mereka melakukan pengalihan perang (strategi dalam peperangan di mana pengalihan digunakan untuk membingungkan musuh). P. Heung Seon dan Pal Yi sependapat dengan usul Jin Hyuk. Young Hwi mengingatkan jika mereka tidak berkoordinasi dengan baik dengan prajurit yang berada di dalam benteng, mustahil mereka dapat memenangkan peperangan. Jin Hyuk lalu mengusulkan agar dirinya menjadi pembawa pesan bagi prajurit yang berada di dalam benteng dan meminta sebuah permintaan.
Jin Hyuk masuk ke dalam tenda dimana Kyung Tak ditahan. Setelah penjaga meninggalkan dirinya dan Kyung Tak, Jin Hyuk membuka tali pengikat Kyung Tak. Jin Hyuk mengatakan pada Kyung Tak nanti malam ia akan menyusup ke benteng. Ia sudah meminta pada P. Heung Seon untuk membawa Kyung Tak bersamanya. Rencananya ia akan mengeluarkan Young Rae dari benteng dan meminta Kyung Tak menyampaikan pesan pada prajurit di sana. Kyung Tak bersikeras tidak akan membantu Jin Hyuk. Ia tidak mau menerima kemurahan hati P. Heung Seon yang melepaskannya. Jin Hyuk kemudian bercerita pada Kyung Tak mengenai Mi Na. Ia merasa Mi Na dan Young Rae saling berkaitan. Kyung Tak mengerti maksud Jin Hyuk, ia menduga Young Rae akan mengalami kejadian buruk. Jin Hyuk tidak bisa memastikan, hanya menduga adanya kemungkinan tersebut. Kyun Tak sepertinya tersentuh dengan cerita Jin Hyuk, namun ia tetap mengeraskan hatinya. Jin Hyuk memohon pada Kyung Tak agar mau membantunya.
Akhirnya Kyung Tak bersedia membantu Jin Hyuk dan P. Heung Seon. Sebelum mereka berangkat, P. Heung Seon mengatakan harapannya untuk Kyung Tak agar menjadi seorang yang sukses dalam hidupnya serta bisa dibilang memberi kesempatan padanya untuk melakukan balas dendam lain kali. Kyung Tak mengingatkan P. Heung Seon untuk terus waspada pada dirinya. Young Hwi juga menitipkan adiknya pada Kyung Tak. P. Heung Seon juga berkata menyerahkan masa depan Joseon pada Jin Hyuk. Jin Hyuk yakin mereka akan menang. Ia menyampaikan rasa hormatnya pada P. Heung Seon dan tidak menyesal melakukan banyak hal bersamanya. Sebelum Jin Hyuk benar-benar pergi, P. Heung Seon menanyakan apakah mereka akan bertemu lagi? Dengan yakin, Jin Hyuk berkata mereka pasti akan bertemu lagi. Mendengar jawaban Jin Hyuk, P. Heung Seon terlihat lega. (P. Heung Seon takut jika dirinya kehilangan sahabat seperti Jin Hyuk).
Jin Hyuk dan Kyung Tak sudah berada di depan gerbang. Mereka tidak bisa masuk karena prajurit asing berjaga-jaga di depan gerbang. Kyung Tak berkata mereka harus mencari celah untuk bisa masuk ke dalam benteng. Keduanya berpencar untuk menemukannya. Saat Jin Hyuk sedang mengamati situasi, ia ketahuan salah seorang prajurit asing. Untung Kyung Tak melihat dan segera membantu Jin Hyuk. Ia mengajak Jin Hyuk untuk masuk ke saluran pembuangan yang ia temukan.
Di perkemahan P. Heung Seon sedang mengawasi para prajurit yang bersiap melakukan perang. Young Hwi ragu apakah kedua orang tadi berhasil masuk ke dalam benteng? P. Heung Seon sudah memberikan mereka petunjuk untuk memasang bendera di benteng apabila mereka berhasil masuk ke dalamnya. Bendera tersebut digunakan sebagai tanda dan P. Heung Seon akan memutuskan apakah mereka akan menyerang atau tidak. P. Heung Seon yakin mereka akan menang sesuai dengan apa yang dikatakan Jin Hyuk.
3a8082e126