Pdf Tes Wawasan Kebangsaan

0 views
Skip to first unread message

Etienne Levic

unread,
Aug 5, 2024, 12:09:49 PM8/5/24
to nokaterka
Wawasankebangsaan adalah salah satu pengetahun penting bagi warga negara Indonesia. Melalui wawasan ini, warga negara akan memiliki rasa bela negara dan cinta tanah air. Wawasan kebangsaan adalah bagian dari pemahaman berwarga negara.

Konsep wawasan kebangsaan adalah komponen sangat mendasar bagi bangsa Indonesia. Wawasan kebangsaan adalah konsep yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lain di dunia ini. Tujuan utama wawasan kebangsaan adalah n membangun dan mengembangkan persatuan dan kesatuan.


Salah satu manfaat dari wawasan kebangsaan adalah timbulnya rasa menjiwai semangat bangsa. Ini membuat wawasan kebangsaan menjadi salah satu tes dasar dalam merekrut ASN. Nantinya, peran wawasan kebangsaan adalah untuk mewujudkan pemerintahan yang stabil.


Wawasan kebangsaan terdiri dari dua kata, wawasan dan kebangsaan. Menurut KBBI wawasan adalah hasil mewawas; tinjauan; pandangan, konsepsi, atau cara pandang. Kebangsaan artinya ciri-ciri yang menandai golongan bangsa. Arti wawasan kebangsaan adalah cara pandang tentang ciri-ciri yang menandai golongan bangsa.


Wawasan kebangsaan adalah adalah cara pandang bangsa Indonesia yg telah menegara tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensinya yg serba terhubung (melalui interaksi & interrelasi di lingkungan nasional, regional, serta global.


Dalam sistem pendidikan, kita belajar tentang sejarah bangsa, nilai-nilai budaya, dan pentingnya persatuan. Di sekolah, kita diajarkan untuk menghargai keragaman dan pluralitas yang ada dalam masyarakat kita.Sejarah BangsaSejarah adalah cermin dari identitas bangsa. Melalui pemahaman yang mendalam tentang sejarah bangsa kita, kita dapat mengenali akar-akar perjuangan dan pencapaian yang telah membentuk kita menjadi apa yang kita adalah saat ini. Sejarah bangsa adalah kisah tentang perjuangan, penderitaan, dan kebangkitan yang telah membentuk karakter bangsa kita.Budaya dan IdentitasKebudayaan adalah salah satu elemen yang paling kuat dalam membentuk Wawasan Kebangsaan. Budaya mencakup bahasa, adat istiadat, seni, dan nilai-nilai yang kita warisi dari generasi sebelumnya. Memahami dan merayakan budaya kita adalah cara untuk menghargai kekayaan warisan yang kita miliki sebagai bangsa.Peran PemerintahPemerintah memainkan peran penting dalam membentuk Wawasan Kebangsaan melalui kebijakan dan program-program pendidikan. Pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk mempromosikan nilai-nilai kebangsaan yang positif dan mendukung kerja sama antar warga negara.


Kebijakan yang bijaksana dan pemimpin yang visioner dapat memperkuat ikatan antara pemerintah dan rakyat, menciptakan kebanggaan nasional, dan mendorong persatuan.Contoh Penerapan Wawasan KebangsaanMengikuti Perayaan Hari KemerdekaanSetiap tahun, warga negara merayakan Hari Kemerdekaan dengan mengibarkan bendera, menyanyikan lagu kebangsaan, dan berpartisipasi dalam berbagai acara yang merayakan kebebasan dan persatuan bangsa.Partisipasi dalam PemiluWarga negara yang memiliki wawasan kebangsaan yang kuat akan aktif dalam pemilihan umum, memilih pemimpin yang dianggap mampu memajukan negara dan mewakili kepentingan masyarakat.Menghormati Lambang NegaraMenghormati bendera dan simbol-simbol negara seperti Garuda Pancasila adalah contoh lain dari penerapannya. Ini bisa terlihat saat upacara bendera di sekolah atau ketika bendera dikibarkan secara resmi.Memelihara Budaya LokalMemahami dan merawat tradisi budaya lokal, seperti tarian, musik, dan seni rupa, adalah cara lain untuk menerapkan wawasan kebangsaan. Ini menciptakan rasa identitas yang kuat dan mempromosikan keberagaman budaya di dalam negara.Pendidikan Sejarah yang BaikSekolah-sekolah yang memberikan pendidikan sejarah yang baik membantu siswa memahami sejarah perjuangan bangsa dan nilai-nilai yang membentuk negara mereka. Ini mendorong wawasan kebangsaan.


Dikutip dari buku Wawasan Kebangsaan dalam Kerangka NKRI oleh Bambang Utomo dan Salhefni, wawasan kebangsaan adalah cara individu atau kelompok melihat keberadaannya yang dikaitkan bersama nilai-nilai dan semangat kebangsaan (nasionalisme) dalam suatu negara.


Dalam modul bertajuk Materi, Struktur, Konsep, dan Keilmuan Pendidikan Kewarganegaraan terbitan Pusat Pengembangan Profesi Pendidik, disebutkan bahwa konsep wawasan kebangsaan mengandung aspek moral dan aspek intelektual.


Pada aspek moral, wawasan kebangsaan menuntut adanya perjanjian diri atau komitmen pada individu atau masyarakat. Mereka berjuang bagi kelangsungan kehadiran bangsa dan bagi peningkatan kualitas bangsa.


Konsep wawasan kebangsaan Indonesia tercetus saat diikrarkannya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 sebagai tekad perjuangan keberadaan bangsa Indonesia. Pernyataan eksistensi Indonesia adalah satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa yaitu Indonesia.


Gubernur Lemhannas RI Andi Widjajanto menyebutkan bahwa Lemhannas RI diminta oleh Presiden RI Joko Widodo membuat laporan tentang perkembangan dinamika geopolitik global, seperti belum adanya solusi dari permasalahan Rusia-Ukraina dan belum meredanya ketegangan Amerika-Tiongkok.


Oleh sebab itu, Pelatihan untuk Pelatih/Training of Trainers (ToT) Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menanggulangi hal tersebut dan diharapkan juga dapat memperkuat wawasan kebangsaan di Sulawesi Utara.


Turut hadir dalam pembukaan pelatihan tersebut yaitu Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Sulawesi Utara Evans Steven Liow, S.Sos, MM, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Setyo Budiyanto, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sulawesi Utara Ferry Sangian, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Utara.


Wawasan Kebangsaan memberikan jaminan atas tercapainya kepentingan nasional, baik dalam maupun luar negeri, Ini memberikan gambaran yang jelas dan arah untuk masa depan bangsa dan negara untuk terus menjalankan reformasi dan demokrasi, tetapi penataan kehidupan kebangsaan harus di atas kesepakatan bersama yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.


Wawasan kebangsaan muncul saat bangsa Indonesia berjuang untuk melepaskan diri dari berbagai bentuk penjajahan, seperti dari Portugis, Belanda, Inggris, dan Jepang, tapi kurang membuahkan hasil karena belum adanya persatuan dan kesatuan, sementara kaum penjajah terus menggunakan politik pemecah belah.


Namun, catatan sejarah perlawanan para pahlawan menunjukkan bahwa semangat perjuangan bangsa Indonesia tidak pernah padam dalam usaha untuk mengusir penjajah dari Nusantara tapi dalam perkembangan selanjutnya, muncul kesadaran bahwa perjuangan yang bersifat nasional, yang didasarkan pada persatuan dan kesatuan dari seluruh bangsa Indonesia, akan memiliki kekuatan yang nyata.


Kesadaran ini kemudian menjadi nyata dengan munculnya gerakan Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908, yang merupakan tonggak awal sejarah perjuangan nasional bangsa, diikuti dengan munculnya gerakan-gerakan nasional dalam bidang politik, ekonomi/perdagangan, pendidikan, seni, pers, dan perempuan.


Selama perjalanan sejarah ini, muncul juga gagasan, sikap, dan tekad yang berasal dari nilai-nilai budaya bangsa dan didorong oleh cita-cita moral rakyat yang luhur. Sikap dan tekad ini merupakan pengembangan dari Wawasan Kebangsaan.


Wawasan Kebangsaan sangat erat kaitannya dengan Wawasan Nusantara, yaitu cara pandang bangsa Indonesia dalam mencapai tujuan nasional yang mencakup perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai kesatuan politik, sosial, budaya, ekonomi, dan pertahanan keamanan (Suhady dan Sinaga, 2006).


Menurut Prof. Muladi, Gubernur Lemhannas RI 2005-2011, Wawasan Kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya, yang menempatkan kesatuan dan persatuan wilayah sebagai prioritas dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Integrasi nasional ini tidak hanya berfokus pada aspek struktural, tapi juga mencakup kesatuan ideologi, politik, sosial budaya, ekonomi, dan pertahanan dan keamanan.


Menentukan cara bangsa menggunakan kondisi geografis, sejarah, sosio-budaya, ekonomi, dan politik serta pertahanan keamanan negara dalam mencapai cita-cita dan menjamin kepentingan nasional. Ini juga menentukan bagaimana bangsa menempatkan diri dalam hubungan dengan bangsa lain di dunia internasional.


Wawasan Kebangsaan juga dapat diartikan sebagai sudut pandang/cara pandang yang mengandung kemampuan seseorang atau kelompok orang untuk memahami jati diri mereka sebagai suatu bangsa dalam pandangan diri dan tingkah laku sesuai dengan falsafah hidup bangsa dalam lingkungan internal dan lingkungan eksternal (Suhady dan Sinaga, 2006).


Dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), wawasan kebangsaan adalah cara bangsa Indonesia dalam memandang diri dan lingkungannya untuk mencapai tujuan nasional yang mencakup perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai kesatuan politik, sosial budaya, ekonomi, dan pertahanan keamanan, dengan berpedoman pada falsafah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 atau dengan kata lain bagaimana memahami Wawasan Nusantara sebagai satu kesatuan POLEKSOSBUD dan HANKAM.


Merupakan dasar-dasar yang harus diikuti, dijaga, dihormati dan diciptakan agar tercapai sesuai dengan komitmen bersama dari seluruh elemen bangsa Indonesia (golongan/suku) terhadap kesepakatan yang terdiri dari:


Hakekat Wawasan Kebangsaan adalah kesatuan nasional/nusantara, dalam pengertian cara pandang yang selalu menyeluruh dalam lingkup nusantara dan demi kepentingan nasional. Ini berarti bahwa setiap warga negara dan aparatur negara harus berfikir, bersikap, dan bertindak secara menyeluruh dalam lingkup dan demi kepentingan bangsa, termasuk produk-produk yang dihasilkan oleh lembaga negara.


Dalam mengelola kehidupan nasional, untuk mencapai tujuan nasional diperlukan dasar dan pedoman yang kuat yaitu konsepsi Wawasan Kebangsaan untuk mewujudkan harapan bangsa dan kepentingan nasional. Wawasan Nasional bangsa Indonesia adalah wawasan Nusantara yang merupakan panduan bagi proses pembangunan nasional untuk mencapai tujuan nasional.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages