Beberapa hari sebelum eksekusi mati, Ayah Agus dari Pemalang mengirim surat kepada anaknya yang saat ini lagi dipenjara Bunyinya: "Agus, bapakmu ini sudah tua, sekarang sedang musim tanam jagung, dan kamu ditahan di penjara pula, siapa yang mau bantu bapak mencangkul kebun jagung ini?"
Agus membalas surat itu beberapa minggu kemudian. "Ayah, tolong jangan cangkul itu kebun, saya tanam senjata di sana, saya sebar merata dikebun kita," kata si Agus dalam surat itu singkat.
Rupanya, surat itu disensor pihak rumah tahanan, maka keesokan harinya setelah si bapak terima surat, datang satu peleton tentara dari kota Semarang.
Tanpa banyak bicara mereka segera ke kebun jagung dan sibuk seharian mencangkul tanah di kebun tersebut. Setelah mereka pergi, kembali si bapak tulis surat ke anaknya. "Agus, setelah bapak terima suratmu, datang satu peleton tentara mencari senjata di kebun jagung kita, namun tanpa hasil. Apa yang harus bapak lakukan sekarang?"
Agus kembali membalas surat tersebut, "Sekarang bapak mulai tanam jagung aja, kan udah dicangkul sama tentara, dan jangan lupa ngucapin terima kasih sama mereka."
Pihak rumah tahanan yang menyensor surat ini BeTe banget...!!!
Semoga tidak repos
-- regards, Faozi PT Nexwave - NSN Project Kalimantan - Indonesia Mobile : 081510400177 / 085219531712 Email : achmad...@ptnw.co.id