Indonesian Abstract: Proporsi pemuda di Indonesia 63,82 juta jiwa merupakan seperempat dari total penduduk di Indonesia. Pemuda sangat berperan penting dalam pembangunan bangsa, negara seperti dimasa pandemik Covid-19 dan merupakan salah satu wujud bela negara. Peran pemuda yang dapat dilakukan dengan mencintai produk lokal Indonesia dilakukan dengan mengadakan webinar, mempromosikan di account sosial, memasukkan produk lokal dalam daftar belanja pribadi, megajak teman, sahabat, keluarga dan lainnya. Menambah besar skala usaha dalam negeri, jumlah investasi, mengurangi angka kemiskinan, kriminalitas, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara merupakan dampak positif mencintai produk lokal Indonesia dan sudah keharusan bagi warga negara, sehingga produk lokal Indonesia bisa bersaing di kancah Internasional.
English Abstract: The proportion of youth in Indonesia, 63.82 million, constitutes a quarter of the total population in Indonesia. Youth plays an important role in nation-building, a country like the days of the COVID-19 pandemic and is a form of state defense. The role of youth that can be done by loving Indonesian local products is done by holding webinars, promoting social accounts, including local products in personal shopping lists, friends, friends, family and others. Increasing the scale of domestic business, the amount of investment, reducing poverty, crime, and increasing the country's economic growth is a positive impact of loving Indonesian local products and is a must for citizens, so that Indonesian local products can compete on the international scene.
Budaya tersebut tidak hanya mencerminkan kekayaan seni yang ada di Indonesia. Tetapi juga mengajari bagaimana keragaman budaya berbagai suku di Indonesia dalam menghadapi bencana atau sering kita sebut dengan kearifan lokal.
Masih ingat dalam ingatan kita bagaimana kearifan lokal Smong di Simeulue membuat minimnya jumlah korban akibat tsunami pada tahun 2004 saat berbagai negara yang terkena tsunami korbannya mencapai ribuan, Simeulue sebuah pulau di Provinsi Aceh mencatat 6 orang yang meninggal akibat bencana tersebut.
Semua itu adalah bagian dari mitigasi bencana berbasis kearifan lokal (Rozi, 2017). Kearifan lokal yang ada di Indonesia menjadi sebuah kekayaan yang harus di pertahankan di era modernisasi ini, perpaduan antara modernisasi dan kearifan lokal mungkin akan menjadi langkah efektiv untuk meminimalisir dampak bencana yang terjadi di Indonesia.
Seperti yang sudah dijelaskan diatas bagaimana seluruh dunia dibuat heran dengan minimnya jumlah korban akibat Tsunami di Pulau Simeulue karena melakukan kearifan lokal mereka bernama Smong. Kearifan lokal smong di Pulau simeulue telah ada sejak 1907 dan telah terbukti mampu menyelamatkan puluhan ribu jiwa dari smong atau tsunami pada 26 Desember 2004.
Dua kearifan lokal diatas adalah budaya bangsa Indonesia yang tertulis, masih banyak lagi kearifan lokal yang belum tertulis terutama pada daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan laut yang belum tertulis dan terdata dengan baik.
Dalam menghadapi gempa bumi masyrakat di berbagai daerah di Indonesia juga mempunyai kearifan lokal yang hingga saat ini masih dipertahankan, salah satu yang paling terkenal adalah kearifan lokal dalam menghadapi gempa bumi yang di pertahankan oleh Suku Baduy.
Lain daerah lain pula kearifan lokal yang dibangun dalam menghadapi bencana, Mitigasi bencana gempa yang dilakukan oleh masyarakat Bali dan Nusa Tenggara Timur hampir sama dimana masyarakat tersebut menganggap jika pergerakan nagalah yang mengakibatkan gempa bumi.
Semua kearifan lokal untuk mitigasi bencana gempa tersebut merupakan Khasanah bagi bangsa Indonesia yang harus dipertahankan. Kesiapsiagaan masyarakat adalah kunci dalam menghadapi bencana dan kesiap siagaan itu biasanya terbentuk dari prilaku yang telah dijaga secara turun temurun.
Kemudian kearifan lokal lain adalah Peran kearifan lokal Suku Dayak dalam mencegah dan meminimalisir bencana serta menjaga kelestarian lingkungan di Kalimantan Tengah masih dijalankan dengan baik. Seperti, masih dilaksanakannya kegiatan jipen (hukuman) bagi masyarakat yang melanggar aturan yang sudah ditetapkan.
Pada semua daerah di Indonesia pasti mempunyai kearifan lokal untuk memitigasi bencana dan yang lainnya jika ini di padukan dengan system mitigasi modern bukan tidak mungkin akan meminimalisir bencana di Indonesia.
Selain untuk diterapkan dalam sistem pengelolaan kebencanaan dalam konteks sosial-budaya kearifan lokal juga merupakan kekayaan yang perlu dipertahankan dan merupakan salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia.
Sayangnya, seiring berjalannya waktu, sama seperti kebanyakan adat, tradisi, dan budaya, kearifan lokal yang ada di berbagai daerah semakin banyak yang tergerus zaman. Alih-alih mempertahankan kearifan lokal yang sudah turun-temurun dari nenek moyang, banyak anak muda yang menggantinya dengan pandangan-pandangan dari luar yang justru belum tentu ada benarnya atau bahkan hanya akan merusak kearifan lokal yang sudah ada.
Membahas soal kearifan lokal, kamu mungkin sudah sering mendengar istilah yang satu ini. Entah itu di buku, televisi, atau media elektronik lainnya. Namun, meski sering mendengar istilah satu ini, pada akhirnya, banyak dari kita yang gagal memahami bahkan bingung sendiri dengan makna kearifan lokal itu sendiri.
Kearifan lokal adalah pandangan hidup suatu masyarakat di wilayah tertentu mengenai lingkungan alam tempat mereka tinggal. Pandangan hidup ini biasanya adalah pandangan hidup yang sudah berurat akar menjadi kepercayaan orang-orang di wilayah tersebut selama puluhan bahkan ratusan tahun.
Untuk mempertahankan kearifan lokal tersebut, para orang tua dari generasi sebelumnya, dan lebih tua akan mewariskannya kepada anak-anak mereka dan begitu seterusnya. Mengingat kearifan lokal adalah pemikiran yang sudah lama dan berusia puluhan tahun, maka kearifan lokal yang ada pada suatu daerah jadi begitu melekat dan sulit untuk dipisahkan dari masyarakat yang hidup di wilayah tersebut.
Mirisnya, meski banyak orang tua tetap berusaha mewariskan kearifan lokal dan pandangan hidup yang mereka dapatkan dari nenek moyang, tetapi banyak anak muda justru menganggap kearifan lokal dan pandangan hidup tradisional yang sudah turun-temurun dari nenek moyang adalah pandangan dan pemikiran kuno yang sudah tidak lagi relevan dengan zaman modern saat ini.
Padahal, kalau dipikir-pikir lagi, segala sesuatu yang termasuk pandangan hidup yang masih tradisional tidak selamanya buruk dan tidak selamanya juga merupakan pandangan yang salah. Bahkan, bisa berlaku sebaliknya, karena kearifan lokal yang dipertahankanlah yang membuat suatu masyarakat jadi begitu unik dan berbeda dari masyarakat yang tinggal di wilayah lain.
Dengan kearifan lokal, maka tatanan sosial dan alam sekitar agar tetap lestari dan terjaga. Selain itu, kearifan lokal juga merupakan bentuk kekayaan budaya yang harus digenggam teguh, terutama oleh generasi muda untuk melawan arus globalisasi. Dengan begitu karakteristik dari masyarakat daerah setempat tidak akan pernah luntur.
Apalagi, kearifan lokal berasal dari nenek moyang kita, yang jelas lebih mengerti segala sesuatunya terutama yang berkaitan dengan wilayah tersebut. Selain itu, ada kebijaksanaan dan juga hal baik dalam kearifan lokal tersebut, tetapi terkadang sulit dimengerti oleh anak muda dari generasi sekarang.
Sebaliknya, pandangan yang terlalu modern memiliki potensi yang lebih merusak terutama merusak kearifan lokal yang sudah ada. Bahkan, tak menutup kemungkinan akan merusak kebudayaan yang sudah ada, juga merusak alam sekitar.
Setelah membahas soal pengertian mengenai kearifan lokal dan mengetahui bahwa kearifan lokal adalah pandangan hidup suatu masyarakat di wilayah tertentu mengenai lingkungan alam tempat mereka tinggal, sekarang kita akan membahas tentang ciri-ciri dari kearifan lokal. Berikut penjelasan lengkapnya!
Tidak hanya itu, seiring berjalannya waktu, budaya asing juga mulai merambah ke berbagai wilayah di Indonesia. Sebaliknya, Indonesia memiliki banyak kearifan lokal yang juga mengandung nilai-nilai budaya yang sangat kuat. Mengingat usia dari nilai-nilai budaya ini sudah mencapai puluhan atau ratusan tahun, nilai-nilai budaya pada kearifan lokal ini sangat dipercaya oleh masyarakat setempat.
Karena keberadaan teknologi inilah yang membuat budaya asing bisa dengan mudah memasuki Indonesia. Namun, disisi lain, berbeda dengan budaya luar, kearifan lokal memiliki fleksibilitas yang cukup tinggi, sehingga bisa diakomodir dengan mudah tanpa harus merusak kepercayaan kearifan lokal yang sudah ada sebelumnya.
Ciri kearifan lokal lainnya adalah kearifan lokal memiliki kemampuan bukan hanya untuk mengakomodasi, tetapi juga mengintegrasikan budaya asing yang masuk dan memadukannya dengan budaya yang sudah ada dengan baik.
Contoh lainnya adalah pembangunan sebuah gedung di Indonesia. Tidak jarang arsiteknya memadukan budaya lokal dengan mencontek desain bangunan tradisional di Indonesia, kemudian memadukannya dengan arsitektur modern.
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, budaya asing bukanlah sesuatu yang bisa ditolak dengan mudah. Namun disisi lain, kearifan lokal yang menjadi adat dan budaya asli juga mengakar begitu kuat, sehingga akan sulit untuk menghilangkannya dari masyarakat.
Kearifan lokal yang sudah dipercaya oleh masyarakat sejak lama mau tidak mau juga akan mempengaruhi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana tidak, kearifan lokal yang sudah berusia puluhan tahun pada akhirnya akan menjadi kepercayaan atau pedoman yang dianut oleh masyarakat setempat.
Alhasil ketika terjadi sesuatu pun, masyarakat akan menjadikan kearifan lokal sebagai patokan sebelum mengambil sikap atau tindakan tertentu. Kebiasaan ini juga membuat masyarakat di wilayah tertentu dapat mengembangkan budaya yang sudah ada menjadi lebih terarah dari sebelumnya. Dengan kata lain, kearifan lokal memiliki ciri berupa dapat memberikan arah bagi masyarakat setempat.
Kearifan lokal memiliki cakupan yang cukup luas. Bukan hanya adat istiadat, kearifan lokal juga merupakan pandangan hidup masyarakat mengenai sumber daya alam yang ada di wilayah mereka. Kearifan lokal yang ada membuat masyarakat lebih sadar mengenai pentingnya sumber daya alam yang ada disekitar mereka.
ffe2fad269