Salah satu destinasi wisata alam yang ada di Nusa Tenggara Barat dan kerap disebut-sebut sebagai tempat liburan tersembunyi para seleb dunia. Beberapa pesohor dunia yang pernah liburan ke Pulau Moyo adalah Lady Diana, Mick Jagger, David Bowie, hingga David Beckham.
Pemeran Ratu Atlantis dalam film Aquaman, Nicole Kidman, menjadi saksi keindahan Gunung Merapi dengan cara yang berbeda. Datang pada 2013, Nicole Kidman liburan ke Yogyakarta dan mengikuti Lava Tour Merapi, bahkan dia khusyuk mendengarkan cerita tentang erupsi Gunung Merapi dari tour guide.
Tampaknya nama Bali selalu dikenal luas para pesohor dunia karena keindahan alam dan budaya yang dimiliki, ya? Lebih membanggakan lagi, beberapa destinasi wisata di Bali juga pernah digunakan sebagai lokasi syuting film Hollywood, Eat, Pray, Love yang dibintangi Julia Robert.
Di film itu pun juga terlihat nuansa tempat tinggal Suku Bajo, di mana Desa Awa'atlu tempat orang Na'vi suku Metkayina tinggal berada di tepi pantai yang diisi rumah-rumah panggung dan atap-atap anyaman.
"Semua budaya Na'vi tidak mau menebang pohon, menggergajinya jadi kayu potong, dan membangun bangunan dari kayu itu. Mereka ingin berintegrasi dengan alam dengan cara simbiosis yang alami dan yang menunjukkan rasa syukur atas lingkungan hidup mereka. Jadi kami harus menghadirkan arsitektur khas mereka (di film ini)," tambahnya.
Memiliki keindahan alam dan kebudayaan yang beragam membuat sineas tanah air kerap mengeksplorasi daerah-daerah di Indonesia sebagai lokasi produksi berbagai genre film. Bahkan ternyata terdapat beberapa film luar negeri yang syuting di Indonesia.
Pulau Mursala yang terletak di Sumatra Utara diubah namanya menjadi Skull Island dalam film King Kong yang dirilis pada 2005 ini. Dikisahkan, pulau tersebut menjadi tempat pertama kalinya sang gorila raksasa, Kong ditemukan.
The Fall merupakan film bertema cinta dan aksi balas dendam yang proses syutingnya memakan waktu selama empat tahun. Hal itu karena proses syuting dilakukan di lebih dari 20 negara, termasuk salah satunya Indonesia.
Kapanlagi.com - Siapa nih yang jatuh cinta dengan film bergenre sejarah? Banyak yang bilang film dengan tema history terkesan membosankan, namun nyatanya masih banyak penggemar film sejarah di seluruh dunia. Bagi orang-orang yang cinta tanah air, pasti juga sangat menyukai film sejarah yang bertema tentang negaranya. Indonesia banyak memproduksi film-film yang diangkat dari kisah nyata masa lalu, mulai dari cerita kemerdekaan hingga sejarah beberapa kerajaan besar di Nusantara.
Kali ini film-film yang berlatar tempat di Hindia-Belanda juga banyak diproduksi oleh negara asing, seperti Belanda. Tentu keterlibatan Belanda dalam menguasai wilayah Hindia-Belanda di masa lalu menjadi suatu alasan mereka memproduksi film yang bersetting di Hindia-Belanda. Selain itu cerita sejarah yang diangkat ke layar lebar juga ada yang berbentuk serial yang tayang di HBO Asia. Keren bukan?
Film-film terbaru yang diambil dari masa Hindia-Belanda beberapa tahun terkahir mulai banyak bermunculan dan diproduksi, salah satu yang terbaru adalah DE OOST yang diproduksi oleh Belanda dan disutradarai oleh Jim Taihuttu. Penasaran ngga sama ceritanya? Masih banyak film-film sejarah Hindia-Belanda keren lainnya yang bisa kalian tonton, apa saja ya? Yuk, simak di bawah ini.
Salah satu film yang sempat gencar di tahun 2019 adalah BUMI MANUSIA yang diangkat dari novel Pramoedya Ananta Toer. Film ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo sekaligus sebagai penulisnya bersama Salman Aristo. BUMI MANUSIA ditayangkan bersama dengan film sejarah lainnya yang berjudul PERBURUAN pada 15 Agustus 2019. Film yang dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan, Mawar De Jongh, Sha Ine Febriyanti, Ayu Laksmi, dan beberapa aktris atau aktor lainnya.BUMI MANUSIA menceritakan tentang kisah cinta dua insan manusia yang memperjuangkan cinta mereka di tengah masa kolonial awal abad 20. Kisah dari seorang pemuda asli pribumi, Jawa totok yang berdarah ningrat,Minke. Perjuangan dengan seorang gadis cantik keturunan Indo Belanda, Annelies. Keduanya menghadapi berbagai penolakan dari segala pihak. Ayah dari Minke adalah seorang bupati, sementara ibu dari Annelies adalah istri simpanan dari orang Belanda. Nyai Ontosoroh, ibu dari Annelies yang tidak mendapatkan haknya layaknya manusia terus berjuang sebagai pribumi untuk mengubah nasibnya. Selain dari kisah cinta antara Minke dan Annelies, Minke terketuk hatinya melihat Nyai Ontosoroh berjuang demi hak akan diri pribadinya dan bangsanya.
DE OOST (THE EAST) merupakan film produksi Belanda yang disutradarai oleh Jim Taihuttu. Film ini tayang pada 25 September 2020 di Festival Film Belanda dan rilis pada 13 Mei 2021 di Prime Video. Dalam penulisan skenario juga terdapat konsultasi mengenai fakta sejarah yang melibatkan Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies serta bekerja sama dengan rumah produksi Indonesia. Masa syuting dimulai Februari 2019 di Indonesia dan berjalan 48 hari syuting di Indonesia, dengan tambahan 6 hari syuting di Belanda.Film yang berdurasi 137 menit ini menceritakan tentang seorang tentara muda Belanda, Johan De Vries (Martijn Lakemeier) yang menjadi anak buah dari Raymod Westerling (Marwan Kenzari) yang pada masa itu dalam operasi melawan pasukan anti-gerilya di Sulawesi Selatan. Tembakan kepada warga kampung yang dituding sebagai pemberontak membuat Johan trauma dan menciptakan rasa bersalah. Ia mulai menanyakan untuk apa dirinya berperang. Tentu film ini juga memberikan kesan yang mendalam bagi masyarakat Indonesia yang mengenang pembantaian Westerling di Sulawesi Selatan.Itulah deretan film yang berlatar tempat di Hindia-Belanda khususnya masa kolonial. Wajib banget nih kalian tonton supaya lebih menumbuhkan perasaan cinta tanah air dan kebanggaan akan film-film Indonesia.Ditulis oleh: Ketrine Indah Permatasari
Bicara tentang film tak sebatas sebagai tontonan dan hiburan. Perhatian yang sama besar juga sepatutnya diberikan untuk ruang produksi, diskusi, literasi, pengarsipan, dan perawatan. Berikut ini adalah 7 tempat pengarsipan film di Jakarta yang wajib dikunjungi pencinta film.
ANRI sendiri memiliki arsip film sekitar 59.000-an yang berasal dari institusi pemerintah. Arsip tersebut ditata dan dipelihara sesuai dengan standar pengarsipan film. Layaknya buku, dokumentasi arsip film juga memiliki indeks agar bisa dicari saat dibutuhkan.
Agar mudah diakses masyarakat umum, arsip melewati proses digitalisasi menjadi format VCD atau DVD. Apabila ingin menduplikasikan film untuk kepentingan penelitian, pengunjung akan dikenakan biaya hak cipta.
Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta tidak hanya menyajikan beragam acara seminar dan workshop, tetapi juga menyediakan buku dan film dalam bahasa Jerman dan terjemahan. Menariknya, publik dapat mengaksesnya di tempat tanpa dipungut biaya.
Peminjaman hanya berlaku untuk anggota yang telah terdaftar. Goethe-Institut Jakarta sebenarnya juga menyimpan arsip sekitar 200 film. Goethe-Institut Jakarta juga sering mengadakan berbagai acara terkait pemutaran film internasional.
Menariknya, meskipun lebih banyak memiliki film Jerman, pusat kebudayaan asing ini tetap memberikan ruang pemutaran bagi karya para filmmaker Indonesia. Tak jarang, karya-karya sineas muda Indonesia diputar dalam sebuah acara khusus sebagai apresiasi.
Film-film zaman dulu, walaupun sudah lawas, tetapi punya penggemarnya sendiri. Tak hanya orangtua, anak muda pecinta film pun terkadang menyukai film lama tersebut. Bahkan, bisa dikatakan film itu sudah dibuat sebelum mereka lahir.
Sebagai salah satu media massa nasional terbesar, Kompas memiliki koleksi arsip yang bisa dikatakan cukup lengkap. Pengunjung yang tertarik mencari referensi terkait film bisa berkunjung ke sini. Sayangnya, di sini tidak ada arsip penyimpanan untuk film itu sendiri.
Selain itu, PIK melayani kebutuhan informasi bagi pengunjung yang ingin membaca artikel-artikel terkait film di koran edisi lawas. Kelengkapan koleksi ini membuat banyak mahasiswa dan sekolah berkunjung ke sini.
Apabila ingin mengakses literasi mengenai film, Anda dapat mengunjungi perpustakaan yang berada di lantai 5. Terdapat kumpulan skenario yang berasal dari tahun 1920-an. Sayangnya, tak banyak buku terbitan baru yang bisa ditemui.
Ini merupakan film kedua yang Umay Shahab garap dari sebelumnya, Umay pernah menggarap film Kukira Kau Rumah (2022). Tidak hanya itu, film ini diproduksi oleh Sinemaku Pictures yang berkolaborasi bersama Legacy Pictures.
Dalam film ini terdapat berbagai bintang ternama, seperti Prilly Latuconsina, Bryan Domani, Refal Hady dan masih banyak lagi. Berikut sinopsis film yang dibintangi Prilly Latuconsina ini, dirangkum berbagai sumber.
Suara.com - Kesuksesan film bergenre horor di tanah air membuat banyak orang penasaran dengan lokasi syuting film tersebut. Bahkan lokasi tersebut dijadikan tempat wisata setelah film tersebut sukses di putar di bioskop.
Rumah susun tempat tinggal keluarga Bapak (Bront Palarae) ini berlokasi di belakang Pasar Sumber Arta, Bintara Jaya, Bekasi Barat. Rusun tersebut merupakan bagian dari proyek 1.000 tower di era pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Rumah tua dengan dinding kayu ini digunakan untuk tampak depan tempat tinggal keluarga Ibu (Ayu Laksmi). Lokasi syutingnya menggunakan rumah kosong tepat di belakang rumah tersebut. Kini rumah tersebut dijadikan lokasi wisata. Tidak sedikit orang yang berkunjung ke sana merekam penampakan di sana.
Proses syuting film KKN di Desa Penari dilakukan di kota Yogyakarta meski lokasi sebenarnya disebut-sebut berada di Banyuwangi. Rumah yang digunakan berada di tengah perkebunan Pedukuhan Ngluweng, Kelurahan Ngleri, Kapanewon Playen, Gunungkidul.
Lokasi film Jailangkung yang dibintangi Jefri Nichol dan Amanda Rawles berlokasi di Pulau Satonda, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Meski memiliki keindahan yang menakjubkan, pulau ini menyimpan sejumlah misteri.
df19127ead