Fw: [G-Divers] Kenaikan Tingkat

0 views
Skip to first unread message

Theo A. Priatna

unread,
May 2, 2005, 3:48:33 PM5/2/05
to nauti...@googlegroups.com
 
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, May 03, 2005 2:47 AM
Subject: Re: [G-Divers] Kenaikan Tingkat

Halo-halo!
 
Pada nanyain nih ya tentang trip sertifikasi A2 kemaren? Begini ceritanya...
 
Pesertanya kali ini ada saya, Arif, dan Bu Ina. Sebelum trip dilakukan 2 kali PAP, yang pertama hari Senin 26 April 2005 di rumah dinas Bu Ina (seharusnya di MKOR, tapi ketika itu listrik di MKOR mati) dan yang kedua di MKOR. PAP pertama dengan materi deep dive, night dive, dan navigation dive. PAP kedua tentang multilevel dive dan penggunaan Wheel. Untuk PAP kedua hanya diikuti saya dan Arif saja, Bu Ina saat itu berhalangan hadir.
 
Rencananya yang akan berangkat selain peserta dan Pak Jim, ada Pak Bandono. Namun apa daya, ternyata kondisi tak mengizinkan. Alhasil Pak Ban membantu dengan meminjamkan beberapa peralatan masaknya (soalnya trip kali ini ke Kotok swadaya saja untuk makanan, menghemat biaya! Meskipun swadaya, tak kalah nikmat daripada makan di restoran di Kotok! Hehe... BTW Pak Ban, alatnya masih di saya, saya cuci dulu, secepatnya akan saya kembalikan).
 
Keberangkatan dari Bandung pada Sabtu 1 April subuh, ada saya, Arif, dan Pak Jim menggunakan mobil sewaan dari Ananda Hutapea (lebih murah sih daripada nyewa mobil di rental.. :D ). Kali ini lewat tol Cipularang loh! Efektif ternyata, mempersingkat waktu perjalanan, meskipun masih ada beberapa ruas jalan yang masih belum sempurna pengerjaannya. Bu Ina berangkat terpisah dan langsung bertemu di Ancol.
 
Ketika tiba di Kotok, setelah membereskan barang2 di bungalow langsung saja diadakan penyelaman pertama. Dive sitenya di P. Kotok Kecil, dengan tujuan multilevel (+deep) dive dgn dive plan 90 ft 12 menit, 50 ft 10 menit, 35 ft 20 menit. Namun ketika sudah menyelam, ternyata kedalaman maksimal di site tersebut hanya 19 meter (63 ft) saja! Well... apa boleh buat, multilevel dive dibatalkan. Setelah 15 menit melakukan penyelaman, kami kembali naik ke kapal dan kembali ke Kotok. Visibility horizontal sekitar 5 m.
 
Setelah istirahat makan siang, dilakukan dive ke-2. Kali ini berlokasi di Dermaga Utara Kotok Timur, dengan tujuan multilevel (+deep) dive. Dan berhasil! Kedalaman lokasi cukup untuk bisa dikatakan sebagai deep dive. Profil penyelamannya adalah 25 m 8 menit, 15 m 10 menit, 10 m 9 menit. Tak ada masalah, penyelaman ke-2 berjalan dengan lancar. Visibility juga sekitar 5 m. Namun ada sedikit hal yang sempat mengkhawatirkan Pak Jim tentang keselamatan penyelaman, yaitu adanya beberapa tamu di Kotok yang bermain jetski di sekitar dermaga. Ada cerita samping tentang para tamu yang bermain jetski ini, nanti saya ceritakan di bagian akhir.
 
Sabtu sore, rencananya akan dilakukan navigation dive. Namun melihat kondisi arus yang kuat, baik di Dermaga Utara maupun Dermaga Selatan, rencana tersebut dibatalkan.
 
Dive ke-3 yang dilakukan adalah night dive, berlokasi di Dermaga Selatan. Dengan segala persiapan senter (yang masih baru semua karena beli di DiveMaster dengan waktu berdekatan, dan merk sama semua! :P), akhirnya masuklah kami ke dunia kegelapan di bawah air... yang ternyata bagi saya menyenangkan! For me, it is just like you are trying to find a hidden treasure down there... with the light from your torch! Ke mana senter diarahkan, selalu mengharapkan menemukan sesuatu yang menarik untuk dilihat.. sempat melihat seekor balakutak (sejenis sotong) yang kaya tersesat sendirian, ada juga satu Moorish Idol yang mengikuti kami dari kejauhan (sepertiya dia tertarik dengan cahaya di malam hari kali ya?). Cuma saya jadi bertanya-tanya, gimana ya caranya ikan2 ini dapat berenang dalam kegelapan di malam hari tanpa cahaya? Yang saya tahu, selain yang diterangi oleh cahaya senter yang dibawa, bagian lain dari laut itu gelap gulita.
Jadi penasaran, kalo melakukan night dive di lokasi lain apa saja yang bisa ditemukan. Meskipun visibility sempat jadi masalah di permukaan, namun ketika sudah turun ternyata keadaan di bawah tak seburuk di permukaan. Max depth 16 m, lama penyelaman 50 menit, cukup lama karena ketika pulang ke dermaga sempat terlewat 20-30 meter dari dermaga, jadi bertambahlah waktu penyelamannya. Hehe... Sehabis night dive, istirahat dan makan malam! Saya dan Arif diberi soal untuk membuat rencana trip, yang belum juga selesai hingga sekarang (ketika itu sudah terlalu capai, jadi istirahat tidur saja..). Jadi saya dan Arif masih hutang ke Pak Jim nih. :P
 
Minggu 1 Mei! Setelah tidur cukup, sarapan cukup, kali ini penyelaman ke-4 dilakukan di lokasi Shipwreck (SW) Poso! Ternyata perjalanan dari dermaga ke lokasi cukup memakan waktu. Ketika tiba di lokasi pun, arus di permukaan cukup merepotkan. Untuk mencari SW tersebut, sudah ada penanda (buoy) di permukaan. Jadi, kami turun di dekat buoy itu, kemudian mencari tali menuju ke SW Poso di dasar. Ternyata, arus di dasar tak kalah merepotkan dengan arus di permukaan! Alhasil sepanjang penyelaman kami terus-menerus mengayuhkan fin supaya tidak terbawa arus. Untung ada tali pengikat wreck, sehingga untuk beberapa saat kaki bisa beristirahat sementara kami menggunakan tangan untuk bergerak sepanjang tali. Ketika tiba di wreck, saya cukup terkagum. Well, it's my first time ever to do a wreck dive. Arus di wreck juga masih sama saja kerasnya, tetap membutuhkan tenaga ekstra untuk bergerak maju! Rencananya setelah mencapai wreck kami mengitari wreck dari dasar dulu, kemudian naik ke bagian atas. Namun ketika masih mencoba mengitari wreck di dekat dasar, ternyata Bu Ina agak tertinggal di belakang dan Arif sempat mengalami panik (kata Arif sih dia terakhir panik pas ujian A1 pas no-mask swimming), jadi kami langsung saja ke bagian atas wreck untuk berpegangan. Ketika berpegangan ini, baru bisa agak tenang untuk mengamati keadaan wreck dan kondisi kehidupan akuatik di sekitarnya. Ternyata ikan-ikan yang ada juga harus berenang dengan tenaga untuk melawan arus yang ada kala itu. Mungkin karena kondisi laut yang sedang menuju surut, sehingga arus cukup kuat. Kalau ikan saja mesti berusaha melawan arus, apalagi kami yang bukan makhluk laut ini! Kedalaman maksimal 29 meter, lama penyelaman 15 menit. Visibility sekitar 5 meter. Di perjalanan pulang dari dive site ke dermaga, saya dan Arif cukup kecapean, jadi kami tidur-tiduran di kapal hingga ke dekat dermaga. Deep dive dan arus yang cukup kuat di bawah membuat kami harus mempunyai surface interval yang cukup lama.
 
Dive terakhir, navigation dive. Kali ini hanya saya dan Arif yang mengikuti arahan Pak Jim, karena Bu Ina kelelahan akibat deep dive dengan arus yang kuat di dive ke-4 tadi. Untuk Navigation dive ini, dilakukan seperti latihan para atlit selam melakukan Orientasi Bawah Air (OBA), namun hanya antara 2 titik saja (para atlit biasanya antara 5 titik). Penyelaman OBA dilakukan bergantian antara saya dengan Arif, dengan Pak Jim mengikuti dari permukaan air saja dengan peralatan snorkeling. Kedalaman penyelaman maksimal hanya 5 meter saja.
 
Setelah penyelaman ke-5 tiba saatnya makan siang dan berberes. Jam 3 kembali ke dermaga Ancol, jam 5 lewat berangkat dari Ancol. Berhenti sebentar di Rawamangun untuk mengantarkan Bu Ina ke tempat orang tuanya, kemudian berhenti juga sebentar di Bekasi Barat untuk mengantarkan Arif yang mulai Senin 3 Mei menjalani training di Jakarta untuk sebuah pekerjaan baru (sukses untukmu Rif!). Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Bandung lewat tol Cipularang lagi, yang hampir tanpa hambatan sampai ke gerbang tol Pasteur. Malah setelah di Jl. Pasteur ada kemacetan gara-gara pembangunan jalan layang Pasupati. Dan.. berakhirlah perjalanan untuk seritifikasi A2 ini! :D
 
Oh ya, ini ada sedikit cerita samping tentang para tamu yang bermain jetski tadi. Beberapa tamu yang turut menginap juga di Kotok Timur kemarin membawa 2 unit jetski. Pada Sabtu siang menjelang sore, antara dive ke-2 dan ke-3, ada yang bermain 1 unit jetski, 1 cowo & 1 cewe. Tujuannya tentu berekreasi. Namun ternyata nasib menghendaki lain. Hingga sore menjelang malam, mereka belum kembali juga ke dermaga. Mereka hilang! Usaha pencarian mulai dilakukan dengan mengontak ke pulau-pulau terdekat. Hingga Sabtu malam, belum ada kabar tentang mereka. Di hari Minggu ketika kami kembali dari penyelaman ke SW Poso, di dermaga terlihat beberapa orang polisi. Rupanya kehilangan mereka telah dilaporkan, dan langsung diupayakan pencarian besar-besaran, bahkan ketika kami melakukan penyelaman terakhir (navigation dive), datang sekelompok pengendara jetski yang katanya telah melakukan penyisiran dari Lampung untuk mencari sepasang tamu yang hilang tersebut. Hingga kami meninggalkan dermaga Kotok untuk kembali ke Ancol, belum ada kabar lagi tentang mereka.
Kalao dilihat dari persiapan para tamu tersebut, mereka nampaknya memang kurang concern untuk masalah keselamatan. Entah mereka tersesat, atau ada engine trouble sehingga terbawa angin & arus, atau hal lainnya, yang jelas ketika bermain jetski mereka hanya mengenakan pakaian renang dan pelampung biasa saja. Sementara kita tahu, ketahanan seseorang yang hilang di laut dengan pakaian yang minim sangatlah kurang dibandingkan dengan yang mengenakan wetsuit. Saya sempat berpikir, apa tidak ada standar safety prosedur juga ya untuk permainan jetski ini? Misalnya distandarkan di pelampung terdapat radio atau light beacon, di jetski terdapat lampu atau emergency flare gun, atau hal2 lainnya seperti misalnya dalam standar peralatan penyelaman kita. Karena ketika saya memperhatikan rombongan pengendara jetski yang menyusur dari Lampung, mereka cukup siap perlengkapannya, bahkan dengan radio jarak jauh (atau HT?) di rompi mereka, dan mereka selalu berangkat serombongan, tidak sendirian (1 unit jetski) saja. Mungkin harusnya ada buddy system juga kali ya untuk permainan jetski ini. :) Just a thought of mine.
Mungkin pelajaran yang bisa ditarik dari kisah ini, selalu persiapkan prosedur keselamatan yang benar, terutama dari penyiapannya. Pelaksanaan juga tak kalah penting. Mungkin yang lain ada yang mau menambahkan?
 
Waduh, jadi panjang juga nih ceritanya. Moga-moga sih bisa menghibur para pembaca nih. Hehe.. yasu lah, segini dulu aja deh.
 
 
Salam,
 
--Theo A. Priatna --
================================
----- Original Message -----
Sent: Monday, May 02, 2005 7:43 AM
Subject: Re: [G-Divers] Kenaikan Tingkat

kemarin malem baru sampai di bandung. Sayang sekali aku gak dapat ikutan,
karena diare berat. arif theo sama crisna paat ujian a2. sampai pagi ini
belum ada berita.
sabar mas, mungkin hapenya belum nyambung.
salam.


> Gimana kabarnya yang ujian kenaikan tingkat ke A2? Katanya akhir bulan
> April lalu. Tolong dong ceritanya... Btw,
> HP Arif kok nggak pernah diangkat. Ada yang pinjam?
> Rgds,
> ZND
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com





Kirim Pesan, send it to:   sela...@yahooGroups.com
berhenti berlangganan (nggak cinta lagi ya), send a blank message to: selam_itb-...@yahooGroups.com
See Our Homepage at:
http://www.geocities.com/selam_itb/




Yahoo! Groups Links

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages