----- Original Message -----
Sent: Tuesday, May 03, 2005 2:47 AM
Subject: Re: [G-Divers] Kenaikan Tingkat
Halo-halo!
Pada nanyain nih ya tentang trip
sertifikasi A2 kemaren? Begini ceritanya...
Pesertanya kali ini ada saya, Arif, dan Bu
Ina. Sebelum trip dilakukan 2 kali PAP, yang pertama hari Senin 26 April
2005 di rumah dinas Bu Ina (seharusnya di MKOR, tapi ketika itu listrik di
MKOR mati) dan yang kedua di MKOR. PAP pertama dengan materi deep dive, night
dive, dan navigation dive. PAP kedua tentang multilevel dive dan penggunaan
Wheel. Untuk PAP kedua hanya diikuti saya dan Arif saja, Bu Ina saat itu
berhalangan hadir.
Rencananya yang akan berangkat selain
peserta dan Pak Jim, ada Pak Bandono. Namun apa daya, ternyata kondisi tak
mengizinkan. Alhasil Pak Ban membantu dengan meminjamkan beberapa peralatan
masaknya (soalnya trip kali ini ke Kotok swadaya saja untuk makanan, menghemat
biaya! Meskipun swadaya, tak kalah nikmat daripada makan di
restoran di Kotok! Hehe... BTW Pak Ban, alatnya masih di saya, saya cuci
dulu, secepatnya akan saya kembalikan).
Keberangkatan dari Bandung pada Sabtu 1
April subuh, ada saya, Arif, dan Pak Jim menggunakan mobil sewaan dari Ananda
Hutapea (lebih murah sih daripada nyewa mobil di rental.. :D ). Kali ini lewat
tol Cipularang loh! Efektif ternyata, mempersingkat waktu perjalanan, meskipun
masih ada beberapa ruas jalan yang masih belum sempurna pengerjaannya. Bu Ina
berangkat terpisah dan langsung bertemu di Ancol.
Ketika tiba di Kotok, setelah membereskan
barang2 di bungalow langsung saja diadakan penyelaman pertama. Dive sitenya di
P. Kotok Kecil, dengan tujuan multilevel (+deep) dive dgn dive plan 90 ft 12
menit, 50 ft 10 menit, 35 ft 20 menit. Namun ketika sudah menyelam, ternyata
kedalaman maksimal di site tersebut hanya 19 meter (63 ft) saja! Well... apa
boleh buat, multilevel dive dibatalkan. Setelah 15 menit melakukan penyelaman,
kami kembali naik ke kapal dan kembali ke Kotok. Visibility horizontal sekitar 5
m.
Setelah istirahat makan siang, dilakukan
dive ke-2. Kali ini berlokasi di Dermaga Utara Kotok Timur, dengan tujuan
multilevel (+deep) dive. Dan berhasil! Kedalaman lokasi cukup untuk bisa
dikatakan sebagai deep dive. Profil penyelamannya adalah 25 m 8 menit, 15 m 10
menit, 10 m 9 menit. Tak ada masalah, penyelaman ke-2 berjalan dengan lancar.
Visibility juga sekitar 5 m. Namun ada sedikit hal yang sempat mengkhawatirkan
Pak Jim tentang keselamatan penyelaman, yaitu adanya beberapa tamu di Kotok yang
bermain jetski di sekitar dermaga. Ada cerita samping tentang para tamu yang
bermain jetski ini, nanti saya ceritakan di bagian akhir.
Sabtu sore, rencananya akan dilakukan
navigation dive. Namun melihat kondisi arus yang kuat, baik di Dermaga Utara
maupun Dermaga Selatan, rencana tersebut dibatalkan.
Dive ke-3 yang dilakukan adalah night dive,
berlokasi di Dermaga Selatan. Dengan segala persiapan senter (yang masih baru
semua karena beli di DiveMaster dengan waktu berdekatan, dan merk sama semua!
:P), akhirnya masuklah kami ke dunia kegelapan di bawah air... yang ternyata
bagi saya menyenangkan! For me, it is just like you are trying to find a hidden
treasure down there... with the light from your torch! Ke mana senter diarahkan,
selalu mengharapkan menemukan sesuatu yang menarik untuk dilihat.. sempat
melihat seekor balakutak (sejenis sotong) yang kaya tersesat sendirian, ada juga
satu Moorish Idol yang mengikuti kami dari kejauhan (sepertiya dia tertarik
dengan cahaya di malam hari kali ya?). Cuma saya jadi bertanya-tanya, gimana ya
caranya ikan2 ini dapat berenang dalam kegelapan di malam hari tanpa cahaya?
Yang saya tahu, selain yang diterangi oleh cahaya senter yang dibawa, bagian
lain dari laut itu gelap gulita.
Jadi penasaran, kalo melakukan night dive
di lokasi lain apa saja yang bisa ditemukan. Meskipun visibility sempat jadi
masalah di permukaan, namun ketika sudah turun ternyata keadaan di bawah tak
seburuk di permukaan. Max depth 16 m, lama penyelaman 50 menit, cukup lama
karena ketika pulang ke dermaga sempat terlewat 20-30 meter dari dermaga, jadi
bertambahlah waktu penyelamannya. Hehe... Sehabis night dive, istirahat dan
makan malam! Saya dan Arif diberi soal untuk membuat rencana trip, yang belum
juga selesai hingga sekarang (ketika itu sudah terlalu capai, jadi istirahat
tidur saja..). Jadi saya dan Arif masih hutang ke Pak Jim nih. :P
Minggu 1 Mei! Setelah tidur cukup, sarapan
cukup, kali ini penyelaman ke-4 dilakukan di lokasi Shipwreck (SW) Poso!
Ternyata perjalanan dari dermaga ke lokasi cukup memakan waktu. Ketika tiba di
lokasi pun, arus di permukaan cukup merepotkan. Untuk mencari SW tersebut, sudah
ada penanda (buoy) di permukaan. Jadi, kami turun di dekat buoy itu, kemudian
mencari tali menuju ke SW Poso di dasar. Ternyata, arus di dasar tak kalah
merepotkan dengan arus di permukaan! Alhasil sepanjang penyelaman kami
terus-menerus mengayuhkan fin supaya tidak terbawa arus. Untung ada tali
pengikat wreck, sehingga untuk beberapa saat kaki bisa beristirahat sementara
kami menggunakan tangan untuk bergerak sepanjang tali. Ketika tiba di wreck,
saya cukup terkagum. Well, it's my first time ever to do a wreck dive. Arus di
wreck juga masih sama saja kerasnya, tetap membutuhkan tenaga ekstra untuk
bergerak maju! Rencananya setelah mencapai wreck kami mengitari wreck dari dasar
dulu, kemudian naik ke bagian atas. Namun ketika masih mencoba mengitari wreck
di dekat dasar, ternyata Bu Ina agak tertinggal di belakang dan Arif sempat
mengalami panik (kata Arif sih dia terakhir panik pas ujian A1 pas no-mask
swimming), jadi kami langsung saja ke bagian atas wreck untuk berpegangan.
Ketika berpegangan ini, baru bisa agak tenang untuk mengamati keadaan wreck dan
kondisi kehidupan akuatik di sekitarnya. Ternyata ikan-ikan yang ada juga harus
berenang dengan tenaga untuk melawan arus yang ada kala itu. Mungkin karena
kondisi laut yang sedang menuju surut, sehingga arus cukup kuat. Kalau ikan saja
mesti berusaha melawan arus, apalagi kami yang bukan makhluk laut ini! Kedalaman
maksimal 29 meter, lama penyelaman 15 menit. Visibility sekitar 5 meter. Di
perjalanan pulang dari dive site ke dermaga, saya dan Arif cukup kecapean, jadi
kami tidur-tiduran di kapal hingga ke dekat dermaga. Deep dive dan arus yang cukup kuat di bawah membuat
kami harus mempunyai surface interval yang cukup lama.
Dive terakhir, navigation dive. Kali ini
hanya saya dan Arif yang mengikuti arahan Pak Jim, karena Bu Ina kelelahan
akibat deep dive dengan arus yang kuat di dive ke-4 tadi. Untuk Navigation dive
ini, dilakukan seperti latihan para atlit selam melakukan Orientasi Bawah Air
(OBA), namun hanya antara 2 titik saja (para atlit biasanya antara 5 titik).
Penyelaman OBA dilakukan bergantian antara saya dengan Arif, dengan Pak Jim
mengikuti dari permukaan air saja dengan peralatan snorkeling. Kedalaman
penyelaman maksimal hanya 5 meter saja.
Setelah penyelaman ke-5 tiba saatnya makan
siang dan berberes. Jam 3 kembali ke dermaga Ancol, jam 5 lewat berangkat dari
Ancol. Berhenti sebentar di Rawamangun untuk mengantarkan Bu Ina ke tempat orang
tuanya, kemudian berhenti juga sebentar di Bekasi Barat untuk mengantarkan Arif
yang mulai Senin 3 Mei menjalani training di Jakarta untuk sebuah pekerjaan baru
(sukses untukmu Rif!). Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Bandung lewat tol
Cipularang lagi, yang hampir tanpa hambatan sampai ke gerbang tol
Pasteur. Malah setelah di Jl. Pasteur ada kemacetan gara-gara pembangunan
jalan layang Pasupati. Dan.. berakhirlah perjalanan untuk seritifikasi A2 ini!
:D
Oh ya, ini ada sedikit cerita samping
tentang para tamu yang bermain jetski tadi. Beberapa tamu yang turut menginap
juga di Kotok Timur kemarin membawa 2 unit jetski. Pada Sabtu siang menjelang
sore, antara dive ke-2 dan ke-3, ada yang bermain 1 unit jetski, 1 cowo
& 1 cewe. Tujuannya tentu berekreasi. Namun ternyata nasib menghendaki lain.
Hingga sore menjelang malam, mereka belum kembali juga ke dermaga. Mereka
hilang! Usaha pencarian mulai dilakukan dengan mengontak ke pulau-pulau
terdekat. Hingga Sabtu malam, belum ada kabar tentang mereka. Di hari Minggu
ketika kami kembali dari penyelaman ke SW Poso, di dermaga terlihat beberapa
orang polisi. Rupanya kehilangan mereka telah dilaporkan, dan langsung
diupayakan pencarian besar-besaran, bahkan ketika kami melakukan penyelaman
terakhir (navigation dive), datang sekelompok pengendara jetski yang katanya
telah melakukan penyisiran dari Lampung untuk mencari sepasang tamu yang hilang
tersebut. Hingga kami meninggalkan dermaga Kotok untuk kembali ke Ancol, belum
ada kabar lagi tentang mereka.
Kalao dilihat dari persiapan para tamu
tersebut, mereka nampaknya memang kurang concern untuk masalah keselamatan.
Entah mereka tersesat, atau ada engine trouble sehingga terbawa angin &
arus, atau hal lainnya, yang jelas ketika bermain jetski mereka hanya mengenakan
pakaian renang dan pelampung biasa saja. Sementara kita tahu, ketahanan
seseorang yang hilang di laut dengan pakaian yang minim sangatlah kurang
dibandingkan dengan yang mengenakan wetsuit. Saya sempat berpikir, apa tidak ada standar safety prosedur juga ya untuk
permainan jetski ini? Misalnya distandarkan di pelampung terdapat radio atau
light beacon, di jetski terdapat lampu atau emergency flare gun, atau hal2
lainnya seperti misalnya dalam standar peralatan penyelaman kita. Karena ketika
saya memperhatikan rombongan pengendara jetski yang menyusur dari Lampung,
mereka cukup siap perlengkapannya, bahkan dengan radio jarak jauh (atau HT?) di
rompi mereka, dan mereka selalu berangkat serombongan, tidak sendirian (1 unit
jetski) saja. Mungkin harusnya ada buddy system juga kali ya untuk permainan
jetski ini. :) Just a thought of mine.
Mungkin pelajaran yang bisa ditarik dari
kisah ini, selalu persiapkan prosedur keselamatan yang benar, terutama dari
penyiapannya. Pelaksanaan juga tak kalah penting. Mungkin yang lain ada yang mau
menambahkan?
Waduh, jadi panjang juga nih ceritanya.
Moga-moga sih bisa menghibur para pembaca nih. Hehe.. yasu lah, segini dulu aja
deh.
Salam,
--Theo A. Priatna --
================================
----- Original Message -----
Sent: Monday, May 02, 2005 7:43 AM
Subject: Re: [G-Divers] Kenaikan
Tingkat
kemarin
malem baru sampai di bandung. Sayang sekali aku gak dapat ikutan,
karena
diare berat. arif theo sama crisna paat ujian a2. sampai pagi ini
belum ada
berita.
sabar mas, mungkin hapenya belum
nyambung.
salam.
> Gimana kabarnya yang ujian kenaikan
tingkat ke A2? Katanya akhir bulan
> April lalu. Tolong dong
ceritanya... Btw,
> HP Arif kok nggak pernah diangkat. Ada yang
pinjam?
> Rgds,
> ZND
>
>
__________________________________________________
> Do You
Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection
around
> http://mail.yahoo.com
Kirim
Pesan, send it to: sela...@yahooGroups.com
berhenti
berlangganan (nggak cinta lagi ya), send a blank message to:
selam_itb-...@yahooGroups.com
See Our Homepage at:
http://www.geocities.com/selam_itb/
Yahoo! Groups Links