dari milis sebelah,
Ep
------------------------------- Pesan Awal ------------------------------
Judul Surat: [Dosen ITB] AKHIR PELANGI
29 Juli 2050
AKHIR PELANGI
Jakarta
Mungkin ini sesuatu yang tidak anda ketahui : Indonesia saat ini merupakan
negara yang sangat sejahtera di Asia.
Sungguh . . . . yang tadinya dimata dunia sebagai satu dari negara
terkurop dunia, pengekspor tki terbesar, kekacauan, nyanyian kepedihan dan
sengsara, dan kemelut dalam negeri yang tidak berkesudahan . . . .saat ini
mempunyai penghasilan per kapita lebih besar dari Malaysia, Singapore, dan
Thailand. Bahkan Jepang.
Betul betul suatu cerita yang menakjupkan . . . . bagaimana Indonesia
bangkit dari negara sakit-sakitan menjadi sejahtera dalam kurang dari satu
generasi.
Kondisi ini bercerita banyak tentang negara-negara di Asia saat ini :
semua inovasi terjadi di lingkungan negara tersebut yang merangkul
globalisasi menurut cara mereka sendiri - selagi Brunei, Malaysia,
Muangtai, Siam dan Vietnam - yang mengikuti model negara persemakmuran
mengalami tingkat pengangguran yang besar dengan pertumbuhan yang lamban.
Perubahan Indonesia terjadi di akhir tahun 2005, saat pemerintah
menetapkan pendidikan tanpa pungutan bagi sekolah menengah. Kebijakan ini
memberi peluang yang sangat luas bagi anak-anak golongan rendah dan
menengah memperoleh pendidikan sekolah kejuruan dan teknik. Hasilnya :
Indonesia bergabung dalam ketenagaan kerja bersama komunitas negara
lainnya di tahun 2018, yang menyerap dan menarik banyak tenaga kerja
terdidik.
Pada pertengahan tahun 2025, walaupun Indonesia telah berhasil menuai
keuntungan besar dari hasil pendidikan : me - subsidi tenaga kerja
membangun infra struktur yang lebih baik dan mengisi kebutuhan pasar yang
luas; tetapi hal ini masih belum cukup sebagai produk yang kompetatif
karena kesalahan urusan fiskal dan kebijakan proteksi. Ditahun tersebut,
Indonesia menuju keambrukan, dan sebagian besar lulusan perguruan tinggi
ber-emigrasi.
" Kami terus terusan meminjam, menghaburkan uang dan hasil pajak, yang
hampir saja membuat negara terpuruk ", kenang Menteri Pemberdayaan. "
Tapi, karena
situasi inilah, kami memperoleh keberanian untuk berubah".
Dan perubahan itu terjadi. Dengan cara yang tidak umum. Pemerintah bersama
dunia dagang, petani dan industrialis berpegang tangan bersama dan
menyepakati program fiskal yang ketat, merambah pajak korporasi ke 9.5%,
yang sangat jauh dari ketentuan negara lain, menyelaraskan gaji dan harga,
dan secara sangat aktif menggalakan investasi luar negeri. Indonesia
membebaskan biaya pendidikan di perguruan tinggi di tahun 2040,
menelorkan> lebih banyak tenaga kerja terdidik.
Hasilnya . . . .sungguh . . . fenomenal. Saat ini , 9 dari 10 perusahaan
top industri perikanan dan pertanian dunia beroperasi disini, sebagaimana
16 dari 20 top perusahaan dibidang peralatan dan 7 dari 10 industri
perusahaan perangkat lunak dunia.
"Kami memulai bisnis di Indonesia tahun 2010," Presiden Direktur
Microsoft, Gate, menjelaskan." Apa yang menarik di Indonesia bagi kami ?
[A] tenaga kerja yang terdidik baik - dan adanya institusi perguruan
tinggi ITB, ITS dan UI. [Juga] : Indonesia mempunyai kebijakan pajak dan
industri yang dilakukan secara konsisten yang sangat mendukung usaha
bisnis - tidak tergantung pada partai yang berkuasa. Saya berpendapat, hal
ini terbentuk dari pengalam buruk de-potilisasi pengembangan perekonomian.
[Indonesia juga mempunyai] jareingan transportasidan logistik yang sangat
mendukung. Berfungsinya jembatan Lintas Selat Sunda sepanjang 27 km telah
menggenapkan Asia Link Transpotation System, sehingga lebih mudah dan
cepat hasil produksi dibawa ke pasar-pasar utama dunia.
Akkhirnya, tambah Gate," Mereka di Indonesia sangat kompetitif, punya
kemauan keras untuk sukses, sangat bergairah . . . dan . . faham betul
untuk berhasil. Selaian unit produksi kami di JABABEKA., kami juga
mempunyai beberapa puluh ribu tenaga pemasaran dan teknisi di Jakarta dan
Bandung, serta Surabaya. Talenta yang ditunjukkan oleh tenaga terlatih
Indonesia sungguh sumber daya manusia yang sangat tepat bagi perusahaan
kami . . . Fakta yang mengembirakan : Kami adalah ekportir terbesar
Indonesia."
INTEL membuka pabriknya pertama kali di Indonesia tahun 2040. Wakil
Presiden INTEL, James Jarret mengatakan investasi INTEL di Indonesia
karena tersedianya tenaga muda yang sangat terdidik, rendahnya pajak
korporasi, dan insentif lainnya yang membawa penghematan INTEL sebesar 10
M dollar selama sepuluh tahun. Dan hal ini tidak berpengaruh pada
kesejahteraan secara nasional. " Kami mempunyai 4700 tenaga kerja di empat
pabrik, dan kami juga melakukan desain chip berteknologi tinggi di Bandung
dengan tenaga ahli dan peneliti di ITB," katanya.
Di tahun 2037, total tenaga kerja Indonesia mencapai 200 juta. Tahun ini
akan meningkat menjadi 220 juta. Tidak ada lagi penganguran, ada
2,000,0000 tenaga ahli asing (termasuk 500,000 tenaga ahli dari Cina).
"Masih banyak lagi yang ingin berkolaborasi", kata Menteri Tenaga Kerja. "
Saya sudah beberapa kali bertemu dengan delegasi dagang beberapa negara
selama dua tahun ini menyempurnakan rancangan kerja sama."
Amatlah sederhana apa yang dilakukan Indonesia :
1. Lakukan program bebas biaya pendidikan tinggi dan menengah.
2. Usahakan pajak korporasi yang rendah, sederhana dan transparan.
3. Secara proaktif mengundang perusahaan besar dan dunia melakukan
investasi.
4. Pasar perekonomian terbuka.
5. Bicara Inggris.
6. Atur fiskal dengan baik.
7. Rancang dan laksanakan konsesus bersama golongan pekerja dan
manajemen bagi seluruh paket, dan konsisten melaksanakannya, karena akan
banyak rintangan sebelum sukses dilakukan.
Sederhana dan sukses . . . yang dicapai kurang dari satu generasi.
" Hal ini bukanlah KEAJAIBAN. Kami tidak menemukan tambang emas." kata
Presiden negara Indonesia." Hal ini karena kebijakan domestik yang benar
dan rangkulan pada globalisasi yang tepat".
(Thomas L. Friedman Bayangan)
_______________________________________________
Dosen mailing list
Do...@itb.ac.id
http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/dosen